Renungan khusus
- "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
- Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin disembunyikan.
- Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah tempayan, melainkan di atas kaki pelita sehingga memberi terang kepada semua orang di dalam rumah itu.
- Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
- (Matius 5:13-16 TB2)
Khotbah Tuhan Yesus tentang garam dan terang dunia dipakai sebagai metafora untuk menggambarkan kehidupan orang Kristen yang mempengaruhi dunia, pada intinya menekankan bahwa orang Kristen tidak boleh hidup sebagai gated community (masyarakat yang dipagari). Orang Kristen harus berbaur dan terlibat dalam kehidupan masyarakat, serta memberikan pengaruh positif dengan menjalankan kebenaran, keadilan, kesalehan hidup, dan tidak kompromi dengan cara hidup dunia.
Selengkapnya »
Khotbah Tuhan Yesus tentang garam dan terang dunia dipakai sebagai metafora untuk menggambarkan kehidupan orang Kristen yang mempengaruhi dunia, pada intinya menekankan bahwa orang Kristen tidak boleh hidup sebagai gated community (masyarakat yang dipagari). Orang Kristen harus berbaur dan terlibat dalam kehidupan masyarakat, serta memberikan pengaruh positif dengan menjalankan kebenaran, keadilan, kesalehan hidup, dan tidak kompromi dengan cara hidup dunia.
Devosi
Amsal 21:21,
- Siapa mengejar kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan.
Di suatu titik dalam hidup, setiap orang pasti bertanya: "Apa yang sesungguhnya kucari?" Dunia menjawab dengan banyak tawaran: karier, pengakuan, kenyamanan. Tetapi di balik semua itu, ada kerinduan yang lebih dalam, yang hanya bisa dijawab oleh satu Pribadi, yaitu Yesus Kristus.
Amsal 21:21 berkata bahwa siapa yang mengejar kebenaran dan kasih akan mendapatkan kehidupan, kebenaran, dan kehormatan. Kebenaran itu adalah Yesus itu sendiri, seperti tertulis di dalam kitab Yohanes 14:6, Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Kasih itu ada di dalam-Nya, tertulis di dalam kitab
Yohanes 15:9,
Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Dan kehidupan yang sejati? Hanya ditemukan saat kita melekat kepada-Nya setiap hari. Renungan tujuh hari ini adalah undangan untuk berhenti sejenak dari kejar-kejaran akan dunia, dan memilih mengejar yang satu satunya bernilai kekal yaitu Yesus sendiri.
Dan kehidupan yang sejati? Hanya ditemukan saat kita melekat kepada-Nya setiap hari. Renungan tujuh hari ini adalah undangan untuk berhenti sejenak dari kejar-kejaran akan dunia, dan memilih mengejar yang satu-satunya bernilai kekal yaitu Yesus sendiri.