Profetik
Profetik
Pelayanan profetik merupakan wadah pelayanan para pendoa dan imam pujian dan penyembahan. Doa, pujian, dan penyembahan merupakan satu kekuatan yang tidak terpisahkan bagi orang percaya. Pelayanan ini berawal dari visi Gembala Pembina tentang Cawan dan Kecapi dalam Wahyu 5:8,
- Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus.
Secara khusus, seorang pendoa juga haruslah seorang pemuji penyembah, begitu juga seorang imam pujian penyembahan haruslah seorang pendoa. Apabila ini benar dilakukan, maka akan bangkit pendoa dan imam pemuji penyembah yang tangguh dan terobosan-terobosan akan terjadi, sehingga menjadi berkat untuk keluarga, lingkungan, kota, bangsa, bahkan bangsa-bangsa (Wahyu 5:8).
Renungan profetik
| Devosi | |
|---|---|
| Tanggal | 14 Juni 2026 |
| Penulis | Sub Divisi Profetik |
| Artikel devosi lainnya | |
| |
- Siapa mengejar kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan.
Di suatu titik dalam hidup, setiap orang pasti bertanya: "Apa yang sesungguhnya kucari?" Dunia menjawab dengan banyak tawaran: karier, pengakuan, kenyamanan. Tetapi di balik semua itu, ada kerinduan yang lebih dalam, yang hanya bisa dijawab oleh satu Pribadi, yaitu Yesus Kristus.
Amsal 21:21 berkata bahwa siapa yang mengejar kebenaran dan kasih akan mendapatkan kehidupan, kebenaran, dan kehormatan. Kebenaran itu adalah Yesus itu sendiri, seperti tertulis di dalam kitab Yohanes 14:6, Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Kasih itu ada di dalam-Nya, tertulis di dalam kitab Yohanes 15:9, Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Dan kehidupan yang sejati? Hanya ditemukan saat kita melekat kepada-Nya setiap hari. Renungan tujuh hari ini adalah undangan untuk berhenti sejenak dari kejar-kejaran akan dunia, dan memilih mengejar yang satu satunya bernilai kekal yaitu Yesus sendiri.Dan kehidupan yang sejati? Hanya ditemukan saat kita melekat kepada-Nya setiap hari. Renungan tujuh hari ini adalah undangan untuk berhenti sejenak dari kejar-kejaran akan dunia, dan memilih mengejar yang satu-satunya bernilai kekal yaitu Yesus sendiri.