Profetik
Profetik
Pelayanan profetik merupakan wadah pelayanan para pendoa dan imam pujian dan penyembahan. Doa, pujian, dan penyembahan merupakan satu kekuatan yang tidak terpisahkan bagi orang percaya. Pelayanan ini berawal dari visi Gembala Pembina tentang Cawan dan Kecapi dalam Wahyu 5:8,
- Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus.
Secara khusus, seorang pendoa juga haruslah seorang pemuji penyembah, begitu juga seorang imam pujian penyembahan haruslah seorang pendoa. Apabila ini benar dilakukan, maka akan bangkit pendoa dan imam pemuji penyembah yang tangguh dan terobosan-terobosan akan terjadi, sehingga menjadi berkat untuk keluarga, lingkungan, kota, bangsa, bahkan bangsa-bangsa (Wahyu 5:8).
Renungan profetik
| Devosi | |
|---|---|
| Tanggal | 02 Maret 2026 |
| Penulis | Sub Divisi Profetik |
| Artikel devosi lainnya | |
| |
Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.
Tuhan mengingatkan bahwa kemenangan terbesar dalam hidup bukanlah mengalahkan orang lain atas mencapai prestasi besar, tetapi menguasai hati dan diri sendiri. Di mata manusia, pahlawan perang tampak hebat karena mampu menaklukkan kota. Tetapi di mata Tuhan, orang yang sabar dan mampu menahan diri memiliki nilai yang jauh lebih tinggi.
Tuhan ingin agar kita belajar mengerti bahwa peperangan terbesar yang harus kita menangkan adalah peperangan di dalam diri kita sendiri; melawan emosi, kemarahan, ketidaksabaran, dan dorongan-dorongan yang tidak sejalan dengan kehendak-Nya. Ketika kita memilih sabar, sebenarnya kita sedang memilih jalan untuk menerima kekuatan dari Tuhan untuk menunggu waktu-Nya.
Ketika kita memilih menguasai diri, sebenarnya kita sedang berjalan dalam kemenangan yang kekal, bukan sementara. GBU.Lidah terlihat kecil, tetapi memiliki dampak yang besar. Dari mulut yang sama bisa keluar berkat atau kutuk, pengharapan atau kehancuran. Karena setiap kata yang kita ucapkan adalah benih yang akan bertumbuh dalam kehidupan kita dan orang lain.