Profetik

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Cawankecapi.png

Pelayanan profetik merupakan wadah pelayanan para pendoa dan imam pujian dan penyembahan. Doa, pujian, dan penyembahan merupakan satu kekuatan yang tidak terpisahkan bagi orang percaya. Pelayanan ini berawal dari visi Gembala Pembina tentang Cawan dan Kecapi dalam Wahyu 5:8,

Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus.

Secara khusus, seorang pendoa juga haruslah seorang pemuji penyembah, begitu juga seorang imam pujian penyembahan haruslah seorang pendoa. Apabila ini benar dilakukan, maka akan bangkit pendoa dan imam pemuji penyembah yang tangguh dan terobosan-terobosan akan terjadi, sehingga menjadi berkat untuk keluarga, lingkungan, kota, bangsa, bahkan bangsa-bangsa (Wahyu 5:8).

Renungan profetik

Tetaplah berdoa!
Logo profetik.png
Devosi
Tanggal29 November 2021
Sebelumnya

Shalom... tidak terasa kita akan segera meninggalkan Tahun 2021, apakah kita sudah menerima seluruh janji dan berkat Tuhan di tahun ini? 1 Tesalonika 5:17 Firman Tuhan katakan; "Tetaplah berdoa". Suatu ayat yang singkat tapi mengandung arti yang sangat penting. Ada banyak orang sudah tidak berdoa lagi, saat bosan, jenuh, kecewa dan menyerah karena banyak janji, kesembuhan, berkat tidak dialami. Tapi perintah Tuhan tetap berdoa, dalam segala kondisi dan keadaan.

Dalam terjemahan NIV "Prayer continually" artinya doa terus menerus. ESV "Pray without ceasing" yang artinya berdoa tanpa stop, tanpa berhenti, tanpa kegagalan. Dalam NLT "never stop praying" yang artinya jangan pernah berhenti berdoa. Intinya adalah terus berdoa. apapun situasi dan kondisinya, enak ataupun tidak enak, ada perbaikan atau makin buruk tetap berdoa. Ada dua hal yang setidaknya dapat membuat kita terus berdoa yaitu Pertama, jika kita menangkap sense of urgency ( perasaan keterdesakakan). Wahyu 12:12b "karena iblis telah turun kepadamu dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat". Iblis saja tahu waktunya sudah singkat, maka ia turun dalam geramnya yang dahsyat. Kita harus menamgkap bahwa ada sense of urgency, ada perasaan terdesak, waktu kedatangan Tuhan Yesus sangat singkat. Sehingga kita sungguh-sungguh dan terus menerus berdoa agar lebih banyak jiwa diselamatkan, Amanat Agung diselesaikan di Era Pentakosta ketiga ini.

Kedua, jika kita dipenuhi dan dipimpin oleh Roh Kudus. Roma 8:26 "Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita: sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluahan yang tidak terucapkan". Dengan hidup selalu dipenuhi Roh Kudus maka kita akan dimampukan untuk berdoa, bahkan berdoa dalam bahasa roh, sehingga pada saat kita sudah kehabisan kata-kata dalam berdoa, tapi kita masih terus dapat berdoa dalam keluhan yang tidak terucapkan yaitu berdoa dengan bahasa roh. Ada tokoh Alkitab yang dapat kita teladani yaitu Hana. Dalam 1 Samuel 1:12 dikatakan; " Ketika perempuan itu terus-menerus berdoa dihadapan Tuhan, maka Eli mengamat-amati mulut perempuan itu..." akhirnya Eli menyampaikan bahwa tahun depan Hana akan melahirkan seorang anak. 1 Samuel 1:27 "Untuk mendapatkan anak inilah aku berdoa, dan Tuhan telah memberikan kepadaku, apa yang kuminta daripadaNya." Doa Hana yang terus menerus dilakukan sampai Samuel lahir. Berapa banyak dari kita perlu meneladani Hana, terus berdoa sampai terjadi kelahiran bayi-bayi rohani, yaitu penuaian jiwa-jiwa.

Yeremia 9:17 "Perhatikanlah! Panggillah perempuan-perempuan peratap, supaya mereka datang, dan suruhlah orang kepada perempuan-perempuan yang bijaksana, supaya mereka datang!" Hari-hari ini Tuhan sedang memanggil perempuan peratap, ini tidak hanya berarti Wanita tapi sebagai gereja Tuhan untuk meratap, berdoa agar bayi-bayi rohani dilahirkan. Tetap berdoa sampai terjadi trobosan mujizat bukan hanya untuk hidup kita tetapi lebih lagi untuk jiwa-jiwa diselamatkan. Berdoa untuk mengakhiri Tahun 2021 dengan menyelesaikan setiap tugas yang Tuhan percayakan dengan baik. Berdoa merebut janji dan berkat yang Tuhan rancangkan bagi kita di Tahun 2021 semua digenapi sempurna, tidak ada penundaan, tidak ada penggagalan.

Berdoa untuk Tuntunan tahun 2022 apa yang menjadi rencanaNya untuk hidup kita, keluarga kita, kota dan bangsa kita terlebih lagi untuk penuaian terjadi dengan luar biasa. Jangan jemu-jemu berdoa! Haleluyahhhhhh! Tetaplah Berdoa!! (IK)Shalom... tidak terasa kita akan segera meninggalkan Tahun 2021, apakah kita sudah menerima seluruh janji dan berkat Tuhan di tahun ini?


Lihat pula