Profetik
Profetik
Pelayanan profetik merupakan wadah pelayanan para pendoa dan imam pujian dan penyembahan. Doa, pujian, dan penyembahan merupakan satu kekuatan yang tidak terpisahkan bagi orang percaya. Pelayanan ini berawal dari visi Gembala Pembina tentang Cawan dan Kecapi dalam Wahyu 5:8,
- Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus.
Secara khusus, seorang pendoa juga haruslah seorang pemuji penyembah, begitu juga seorang imam pujian penyembahan haruslah seorang pendoa. Apabila ini benar dilakukan, maka akan bangkit pendoa dan imam pemuji penyembah yang tangguh dan terobosan-terobosan akan terjadi, sehingga menjadi berkat untuk keluarga, lingkungan, kota, bangsa, bahkan bangsa-bangsa (Wahyu 5:8).
Renungan profetik
| Devosi | |
|---|---|
| Tanggal | 17 Agustus 2026 |
| Penulis | Sub Divisi Profetik |
| Artikel devosi lainnya | |
| |
Dalam Perjanjian Lama, ada beberapa tempat ibadah yang dikenal oleh bangsa Israel, seperti Tabernakel Musa dan bait suci Salomo. Namun, ada satu tempat ibadah yang sangat berkesan di hati Tuhan, yaitu pondok Daud. Berbeda dengan Tabernakel Musa yang penuh dengan tirai pembatas, pondok Daud adalah sebuah tenda sederhana yang tidak memiliki tirai pemisah antara umat dan tabut perjanjian.
Daud menempatkan para pemuji dan penyembah untuk bernyanyi, memainkan alat musik, dan bersyukur di hadapan Tuhan selama 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu. Pondok Daud begitu istimewa bagi Tuhan hingga Tuhan berjanji untuk mendirikannya kembali. Di dalam pondok Daud, penyembahan dilakukan tanpa batas dan setiap orang bisa memandang hadirat Tuhan secara langsung tanpa sekat rohani.
Daud tidak hanya memuji dan menyembah Tuhan pada saat ada masalah, tetapi Daud menjadikan pujian dan penyembahannya sebagai napas hidupnya dan gaya hidup yang intim dengan Tuhan. Tuhan tidak melihat kemegahan bangunan fisik, melainkan hati yang hancur dan tulus serta haus dan lapar akan pribadi dan hadirat-Nya.
Hari-hari ini, Tuhan tidak sedang mencari bangunan fisik yang megah. Tuhan sedang mencari "pondok Daud" di dalam hati kita. Tuhan ingin agar kita membangun mezbah pujian dan penyembahan yang konsisten di dalam keluarga, di dalam pekerjaan, di dalam pelayanan, di dalam gereja dan di dalam kehidupan kita sehari-hari.
Ketika kita mengutamakan pribadi dan hadirat-Nya, maka pemulihan, kekuatan, dan sukacita rohani akan dicurahkan atas hidup kita. Daud berkata; Tuhan memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan Tuhan ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan Tuhan ada nikmat senantiasa. (AH)Daud menempatkan para pemuji dan penyembah untuk bernyanyi, memainkan alat musik, dan bersyukur di hadapan Tuhan selama 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu. Pondok Daud begitu istimewa bagi Tuhan hingga Tuhan berjanji untuk mendirikannya kembali.