Profetik

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Cawankecapi.png

Pelayanan profetik merupakan wadah pelayanan para pendoa dan imam pujian dan penyembahan. Doa, pujian, dan penyembahan merupakan satu kekuatan yang tidak terpisahkan bagi orang percaya. Pelayanan ini berawal dari visi Gembala Pembina tentang Cawan dan Kecapi dalam Wahyu 5:8,

Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus.

Secara khusus, seorang pendoa juga haruslah seorang pemuji penyembah, begitu juga seorang imam pujian penyembahan haruslah seorang pendoa. Apabila ini benar dilakukan, maka akan bangkit pendoa dan imam pemuji penyembah yang tangguh dan terobosan-terobosan akan terjadi, sehingga menjadi berkat untuk keluarga, lingkungan, kota, bangsa, bahkan bangsa-bangsa (Wahyu 5:8).

Renungan profetik

Shalom, puji Tuhan untuk semua yang Tuhan sudah perbuat dalam hidup kita. Kita juga perlu mengevaluasi diri, bagaimana buah yang sudah kita hasilkan sepanjang beberapa bulan di tahun 2024. Apakah kita sudah menghasilkan buah pertobatan, buah Roh Kudus (karakter Kristus), buah pelayanan, dan buah jiwa-jiwa yang kita menangkan.

Lukas 8:12-14,

Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan. Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad. Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.

Kita harus memperhatikan di mana benih Firman itu ditabur, supaya tidak dirampas iblis, sehingga mereka tidak percaya, tidak diselamatkan, atau bahkan murtad. Selain itu kita harus perhatikan setelah mendengar Firman apakah benih Firman tersebut berakar, apakah terhimpit dengan semak duri? Jangan sampai hati yang tidak siap ditaburi benih Firman sehingga terhimpit dengan kekuatiran, kekayaan, dan kenikmatan hidup sehingga akhirnya tidak menghasilkan buah.

Lukas 8:15,

Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.

Syarat agar benih Firman yang ditabur menghasilkan buah adalah:

  1. Tanah hati yang baik
  2. Artinya hati kita harus dipulihkan, tidak ada kepahitan, kemarahan, ganjelan, kekesalan. Hati kita harus seperti tanah yang subur yaitu lapar dan haus akan Tuhan. Seperti tanah yang gembur yaitu lembut menerima teguran dan pengajaran.

  3. Kita harus menyimpan benih Firman dalam hati
  4. Artinya kita harus membaca, merenungkan, mempelajarai dan memperkatakan Firman. Di hati dan pikiran kita harus tersimpan, teringat, menghafalkan firman Tuhan.

  5. Kita harus memiliki ketekunan melakukan Firman
  6. Tidak jemu-jemu, konsisten dan setia melakukan Firman dalam hidup kita pada segala kondisi dan keadaan.

  7. Kita harus memiliki cara mendengar Firman Tuhan dengan penuh perhatian
  8. Lukas 8:18,

    Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya.

    Tidak sekedar ditangkap telinga kita, tapi kita juga mendengar dan mendapat pengertian akan Firman Tuhan. Banyak orang mendengar Firman sambil lalu saja, kurang fokus atau banyak gangguan karena sambil melakukan yang lain, sehingga benih Firman tidak sepenuhnya tertanam dalam hati kita. Fokus dan konsentrasilah mendengar Firman sungguh-sungguh.

Mari perhatikan keempat hal di atas karena jika tidak menghasilkan buah ada risikonya menurut Firman Tuhan.

Matius 7:19,

Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
Pastikan kita mendengar dengan baik, memiliki hati yang baik, menyimpan benih Firman dalam hati dan pikiran kita serta tekun melakukan Firman Tuhan apapun kondisinya sehingga kita menghasilkan buah yang matang dan banyak. Maranatha!(IK)

Shalom, puji Tuhan untuk semua yang Tuhan sudah perbuat dalam hidup kita.


Lihat pula