Hidup dan mati dikuasai lidah

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Amsal 18:21,

Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

Lidah terlihat kecil, tetapi memiliki dampak yang besar. Dari mulut yang sama bisa keluar berkat atau kutuk, pengharapan atau kehancuran. Karena setiap kata yang kita ucapkan adalah benih yang akan bertumbuh dalam kehidupan kita dan orang lain.

Bersikap hati-hati dalam mengucapkan sesuatu akan membuat kita menjadi lebih bijaksana. Orang yang tidak terburu-buru ketika sedang berbicara menunjukkan kedewasaan dan hikmat. Amsal 10:19 berkata Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi. itu artinya kita bisa terhindar dari dosa dan penyesalan. Sikap hati-hati membuat kita memilih respon yang menenangkan, bukan yang memperkeruh suasana.

Yakobus 1:19 berkata Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; hal ini mengingatkan kita untuk cepat mendengar, lambat untuk berkata-kata. Kontrol diri dalam perkataan adalah tanda pertumbuhan iman.

Yakobus 3:5-6 menjelaskan bahwa lidah itu sekalipun kecil tapi seperti api yang dapat membakar hutan yang besar. Satu kalimat bisa menghancurkan hubungan bertahun-tahun. Satu komentar bisa melukai hati orang lain. Hubungan keluarga menjadi retak, persahabatan hancur, bahkan pelayanan rusak karena perkataan yang tidak dijaga. Lidah yang tidak dikendalikan berpotensi menjadi alat kehancuran.

Namun sebaliknya, lidah juga bisa menjadi alat kehidupan seperti tertulis dalam Efesus 4:29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. Kata-kata yang sesuai Firman Tuhan dapat menguatkan dan membangkitkan orang yang hampir menyerah dan dapat menjadi titik balik dalam hidup seseorang.

Contohnya, seorang anak yang terus-menerus dikatakan "bodoh" bisa bertumbuh dengan rasa tidak percaya diri. Sebaliknya, anak yang didorong dengan kata-kata iman yang sesuai dengan Firman Tuhan seperti "Kamu berharga di mata Tuhan" akan memiliki identitas diri yang kuat yang tidak mudah diombang-ambingkan dunia.

Tuhan Yesus sendiri berkata dalam Matius 12:36-37 bahwa setiap kata sia-sia akan dipertanggungjawabkan pada hari penghakiman. Ini menunjukkan betapa seriusnya Tuhan memandang perkataan kita. Jika hati dipenuhi kasih, maka yang keluar adalah kasih. Jika hati dipenuhi kepahitan, maka yang keluar adalah luka.

Karena itu, kita memerlukan pertolongan Roh Kudus untuk menguduskan hati dan mulut kita. Karena setiap kata adalah benih dan kita pasti akan menuai apa yang kita tabur melalui lidah kita. Pilihlah kehidupan, sebab hidup dan mati dikuasai lidah.

Lidah terlihat kecil, tetapi memiliki dampak yang besar. Dari mulut yang sama bisa keluar berkat atau kutuk, pengharapan atau kehancuran. Karena setiap kata yang kita ucapkan adalah benih yang akan bertumbuh dalam kehidupan kita dan orang lain.