Pemberian yang terbaik
| Devosi | |
|---|---|
| Tanggal | 09 Februari 2026 |
| Penulis | Sub Divisi Profetik |
| Artikel devosi lainnya | |
| |
Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang...
Orang-orang Farisi/orang munafik memberi tidak dengan tulus, mereka memberi hanya karena perintah/hukum yang mewajibkan mereka semata, karena ingin dilihat orang, dan karena rasa takut. Sebaliknya Tuhan ingin agar kita senantiasa memberi dari hati yang tulus, dari hati yang mengasihi Nya. Pemberian yang terbaik selalu datang dari hati yang bertobat dan hati yang remuk akibat perjumpaan dengan Tuhan. Banyak sekali contoh di Alkitab orang-orang yang memberi karena hati yang bertobat dan remuk akibat perjumpaan dengan Tuhan. Setidaknya kita akan merenungkan dua kisah di bawah ini:
- Yoh 8:3-11 Kisah seorang wanita yang kedapatan berzinah
- Luk 19:1-10 Kisah kedua yang tentunya telah banyak kita baca adalah kisah Zakheus.
Para ahli taurat dan orang-orang Farisi membawanya ke hadapan Yesus untuk dihukum rajam. Tetapi Tuhan Yesus menyelamatkannya; Yohanes 8:10-11 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?" Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang." Para teolog berpendapat Wanita yang sama ini juga lah yang menangis di kaki Yesus, yang menyekanya dengan rambutnya dan yang mengurapi kaki Yesus dengan minyak wangi. (Lukas 7:36-50).
Lalu Yesus berkata kepadanya: "Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu." Sahut Simon: "Katakanlah, Guru." "Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?" Jawab Simon: "Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya." Kata Yesus kepadanya: "Betul pendapatmu itu." Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: "Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki Ku. Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi. Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih." Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni. (Lukas 7:40-48)Kita tahu bahwa Zakheus adalah seorang yang berdosa seorang pemungut cukai. Tetapi apa yang terjadi, ketika Yesus datang kepadanya dan makan di rumahnya? Ia berkata (setelah perjumpaannya dengan Yesus): "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."
Dari kisah di atas kita dapat melihat, bahwa perjumpaan yang sejati dengan Tuhan Yesus akan menghasilkan pertobatan dan hati yang remuk. Dan dari hati yang remuk inilah lahir persembahan/pemberian yang terbaik. Hendaklah perjumpaan ini bukanlah peristiwa satu kali melainkan perjalanan seumur hidup.
Biarlah setiap hari kita mengalami perjumpaan yang sejati dengan Tuhan Yesus, sebab dari situlah hidup kita akan terus diperbaharui, dan dari hati yang diperbaharui itulah mengalir pemberian yang terbaik. GBU.Tuhan ingin agar kita senantiasa memberi dari hati yang tulus, dari hati yang mengasihi Nya. Pemberian yang terbaik selalu datang dari hati yang bertobat dan hati yang remuk akibat perjumpaan dengan Tuhan.