Datang kepada Tuhan untuk kasih karunia yang membangun

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
AyoSaatTeduh fitted.png

Datang kepada Tuhan untuk kasih karunia yang membangun

Saat Teduh
Tanggal Rabu, 14 Agustus 2019
Sebelumnya Selasa, 13 Agustus 2019
Selanjutnya Kamis, 15 Agustus 2019

Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah. dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. (1 Petrus 2:4-5)

Datang kepada Yesus setiap hari untuk menerima kasih karunia adalah inti dari hidup yang bertumbuh dalam anugerah. Dampak rohani dari persekutuan yang intim dengan Yesus adalah kehidupan rohani yang semakin dewasa. Ayat renungan kita pada hari ini menulis: “pembangunan.” Seperti kita sudah pelajari dalam renungan-renungan yang terdahulu, kasih karunia adalah kuasa yang dapat membuat kita bertumbuh. “Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu” (Kisah Para Rasul 20:32). Sekarang kita akan melihat bagaimana Tuhan membangun hidup kita lewat persekutuan dengan Dia.

Yesus diibaratkan sebagai sebuah “batu yang hidup.” Yesus adalah dasar yang kuat dan teguh, seperti sebuah batu karang. Namun, batu karang adalah benda mati, tidak memiliki perasaan dan tidak dapat berinteraksi. Tetapi Yesus adalah “batu yang hidup.” Ia hidup, penuh belas kasihan dan rindu untuk bersekutu dengan kita. Tuhan ingin membangun kita agar menjadi seperti Dia (kuat dan teguh, tetapi juga penuh kasih). Cara Tuhan untuk membangun kita menjadi “batu yang hidup” adalah dengan memanggil kita kepada sebuah proses yaitu mendatangi Dia: “Datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu… biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani.” Kita harus datang kepada Dia, batu yang hidup, supaya kita juga menjadi batu yang hidup. Hanya Dia saja yang dapat memberikan kepada kita apa yang kita butuhkan agar kita dapat menjadi seperti Dia.

Bagaimana caranya agar kita datang kepada Dia? Sekali lagi, hal ini berbicara mengenai persekutuan dengan Dia. Ketika kita hidup di dalam firman-Nya, kita tidak hanya mencari informasi alkitabiah. Sebenarnya, kita sedang mencari Yesus. Ketika kita berdoa, kita tidak hanya mengucapkan doa kita, sebenarnya, kita sedang bersekutu di dalam nama-Nya, dan mencari dan melakukan kehendak-Nya. Ketika kita memuji dan menyembah, kita tidak hanya menyanyikan lagu, kita sedang bernyanyi kepada Allah sendiri. Ketika kita pergi melayani, kita tidak hanya menjalankan tugas saja, sebenarnya kita mencari Dia untuk memberikan kepada kita kemampuan dan kekuatan untuk melayani, kita rindu untuk menyenangkan Dia.

Semakin datang kepada Yesus dengan sikap yang demikian, kasih karunia-Nya akan semakin menguatkan dan membangun kita. “Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.”

Doa

Ya Tuhan, Engkaulah batu yang hidup, dasar yang teguh dan penuh kasih. Sering kali aku goyah dan tidak mengasihi. Aku perlu Engkau untuk membangun aku menjadi batu yang hidup. Aku ingin menjadi seperti Engkau. Tolong aku, supaya aku datang kepada-Mu setiap hari. Saat aku merenungkan firman-Mu, saat aku berdoa, saat aku memuji dan menyembah, atau saat aku melayani-Mu, maka ajarlah aku untuk senantiasa mencari Engkau. di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin.