Menjadi pemenang (Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Dalam Wahyu 3:11 TB, Tuhan Yesus dengan sungguh-sungguh menyatakan: Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorang pun mengambil mahkotamu. Pesan Tuhan yang begitu kuat tentang Aku datang segera, untuk pertama kalinya saya terima tahun 2009. Pada waktu itu saya gemetar dan bertanya kepada Tuhan: “Apa yang Tuhan akan lakukan dan apa yang harus kita lakukan?”

Shalom Saudara yang dikasihi oleh Tuhan Yesus!

Dalam Wahyu 3:11 TB, Tuhan Yesus dengan sungguh-sungguh menyatakan:

Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorang pun mengambil mahkotamu.

Pesan Tuhan yang begitu kuat tentang Aku datang segera, untuk pertama kalinya saya terima tahun 2009. Pada waktu itu saya gemetar dan bertanya kepada Tuhan: “Apa yang Tuhan akan lakukan dan apa yang harus kita lakukan?”

Tuhan tidak segera menjawab, setelah 6 bulan kemudian Tuhan berkata:

“Aku akan mencurahkan Roh-Ku!”

“Aku akan mencurahkan Roh-Ku!”

Pada waktu “Aku mencurahkan Roh-Ku” akan terjadi seperti yang tertulis dalam Yoel 2:28-32.

Akan ada 3 (tiga) fenomena yang akan terjadi:

  1. Anak-anak, pemuda dan orangtua akan dipakai secara luar biasa (ayat 28-29)
  2. Akan terjadi mujizat-mujizat yang luar biasa (ayat 30-31)
  3. Akan banyak orang yang berseru kepada nama Tuhan. Mereka yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan. Akan terjadi penuaian jiwa besar-besaran (ayat 32)

Tuhan memberikan nama pencurahan Roh Kudus ini sebagai Pentakosta yang Ketiga.

Hari-hari ini Tuhan kembali berbicara kepada saya tentang Aku datang segera. Saya merasakan dengan gemetar seperti yang terjadi pada tahun 2009.

Saya terus menerus berseru kepada Tuhan:

Tuhan, berilah kepada saya kepekaan lebih lagi untuk mengerti isi hati Tuhan”.

Dan Tuhan menjawab melalui Yeremia 33:3 (TB2),

Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, hal-hal yang tidak kau ketahui.

Saya berseru-seru dalam doa, pujian dan penyembahan siang dan malam. Nyanyian: Open the eyes of my heart, Lord! pada hari-hari ini sungguh melukiskan seruan hati saya kepada Tuhan.

Kita harus menjadi pemenang

Hari-hari ini Tuhan berbicara melalui pesan Tuhan Yesus kepada jemaat di Filadelfia. (Wahyu 3:7-13 TB)

Pesan Tuhan Yesus kepada kita:

  1. Fokus kepada Tuhan Yesus
  2. Dia, Tuhan Yesus adalah Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud. Apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup. Apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka. Karena itu mata kita harus tertuju kepada Dia, mengandalkan Dia. Fokus hanya kepada Dia.
  3. Menuruti Firman Tuhan dan tidak menyangkal nama-Nya
  4. Tuhan Yesus berkata kepada jemaat di Filadelfia:

    Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.
    Kalau kita menuruti firman Tuhan dan tidak menyangkal nama-Nya, maka Tuhan akan berkata kepada kita: Aku telah membuka pintu bagimu yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Pintu yang selama ini tertutup akan dibuka oleh Tuhan. Mungkin itu pintu pelayanan, pintu pekerjaan, pintu persoalan yang tidak kunjung selesai, dan yang lain-lain.

Menyangkal nama-Nya

Bukan hanya dengan mulut saja kita bisa menyangkal nama-Nya, tapi juga dengan perbuatan kita. Kalau perbuatan kita tidak sesuai dengan iman kita sebagai orang percaya, orang akan bertanya apakah kita itu pengikut Kristus atau bukan? Ini juga bisa dikatakan sebagai kita menyangkal nama-Nya.

Tuhan Yesus berkata kepada jemaat di Filadelfia:

Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi. Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorang pun mengambil mahkotamu.

Kalau kita menuruti firman Tuhan untuk tekun menantikan kedatangan Tuhan, Tuhan berjanji akan melindungi kita dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.

Sesuai dengan referensi Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan seri The Full Life Study Bible yang mengatakan: Mereka yang menjadi pemenang sebelum hari itu tiba akan dilindungi dari hari pencobaan melalui Pengangkatan atau Rapture. Haleluya!

Kalau kita melihat keadaan dunia saat ini kita harus percaya bahwa kita sedang menuju ‘hari pencobaan’ itu dalam eskalasi yang akan terus makin hebat.

Orang yang hidup pada saat Perang Dunia I dan Perang Dunia II, pasti mengira bahwa hari pencobaan yang menimpa seluruh dunia seperti yang dimaksudkan kepada jemaat di Filadelfia sedang terjadi. Tetapi nyatanya hari pencobaan itu tidak terjadi.

Pada saat Tuhan Yesus ditanya oleh murid-murid-Nya apa tanda kedatangan-Nya dan tanda akhir zaman. Salah satunya Tuhan Yesus menjawab dalam Matius 24:14,

Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.

Pada zaman itu Injil diberitakan di seluruh dunia pasti tidak masuk akal bagaimana untuk melakukannya. Tetapi akhir-akhir ini terutama setelah COVID-19, penggunaan media sosial begitu meluas sehingga pemberitaan Injil ke seluruh dunia sangat masuk akal. Mungkin hari-hari ini nubuatan tersebut sudah terjadi, kita tidak tahu. Yang jelas kalau ada pencobaan yang meluas ke seluruh dunia seperti yang terjadi saat ini, kita harus percaya ini merupakan permulaan dari ‘hari pencobaan’ yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi seperti yang dikatakan oleh Tuhan Yesus kepada jemaat di Filadelfia.

Kita juga harus percaya kita akan dilindungi dari pencobaan ini melalui Pengangkatan.

Tadi dikatakan yang akan ikut dalam pengangkatan adalah mereka yang keluar sebagai Pemenang. Mengenai “Pemenang” ini, Tuhan Yesus berkata,

Siapa yang bertelinga hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.

Kunci untuk menjadi pemenang

Pemenang adalah orang yang berhasil melakukan perintah Tuhan. Dialah yang akan masuk surga.

Seperti pesan Tuhan Yesus mengenai jemaat di Filadelfia, di mana mereka menuruti Firman Tuhan untuk tekun menantikan kedatangan-Nya, itu juga yang harus kita lakukan supaya menjadi Pemenang sehingga kita ikut dalam pengangkatan.

  1. Berjaga-jaga
  2. Mengenai kedatangan Tuhan Yesus, Alkitab katakan:

    Tentang hari dan saat itu tidak ada seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di surga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri. (Matius 24:36)
    Akan tetapi Tuhan Yesus sudah memberi tahu tanda-tanda kedatangan-Nya. Sesuai dengan tanda-tanda kedatangan-Nya maka waktunya sudah sangat-sangat singkat, apalagi hari-hari ini Tuhan Yesus berpesan: AKU DATANG SEGERA. Sebab itu kita harus berjaga-jaga. Kita harus siap sedia, karena Tuhan Yesus datang pada saat yang tidak kita duga.
  3. Setia
  4. Hal yang kedua agar kita menjadi pemenang, seperti yang terdapat di dalam Matius 24:46-47 TB2 yang berkata,

    Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Tuannya itu akan memberi dia wewenang atas segala miliknya.

    Menyambut kedatangan Tuhan Yesus kita harus tetap melakukan tugas-tugas kita seperti Dia akan datang 1000 tahun lagi. Tetapi kita berjaga-jaga seperti nanti malam Dia datang.

    Jadi, jangan ada yang berpikir Tuhan Yesus akan segera datang, buat apa saya melakukan tugas dengan sungguh-sungguh karena semuanya itu akan ditinggalkan. Itu tidak benar.

    Lakukan tugas yang diberikan itu dengan sungguh-sungguh sehingga pada waktu Dia datang kita akan mendapat upah. Yang mau katakan: “Amin!”

    Matius 24:48-51 mengingatkan agar kita tidak menjadi hamba yang jahat, yang berkata di dalam hatinya:

    Tuanku tidak datang-datang. Ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk. Pada saat tuannya datang, pada saat yang tidak disangkanya, maka tuannya akan memenggal dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertak gigi.
    Ini menjadi peringatan yang serius buat orang-orang percaya, yang menganggap kedatangan Tuhan masih lama sehingga dia tidak berjaga-jaga, hidup yang sembrono. Hati-hati supaya tidak masuk neraka.
  5. Jangan terjebak
  6. Tipu daya kekayaan, kenikmatan hidup dan kekhawatiran duniawi bisa membuat hidup kita tidak berbuah. Tuhan Yesus berkata:

    “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah tukang kebunnya. Setiap carang pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap carang yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.” (Yohanes 15:1-2 TB2)

    Pada saat carang dipotong, dia akan jatuh ke tanah dan menjadi kering. Kemudian akan dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Orang yang tidak berbuah akan dicampakkan ke dalam neraka. Karena itu kita harus berbuah.

    Tuhan Yesus berkata dalam Yohanes 15:8 TB2,

    “Dalam hal inilah Bapa-Ku dimuliakan bahwa kamu berbuah banyak dan menunjukkan kamu adalah murid-murid-Ku.”

    Galatia 5:22-23 TB2 berkata,

    Namun buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
    Orang yang berbuah akan terus dibersihkan, perhatikan ini, agar lebih banyak berbuah. Kita terus akan dikuduskan melalui Roh Kudus, firman Allah dan juga proses. Kita akan menjadi serupa dengan gambar Yesus, artinya menjadi murid Tuhan Yesus. Hanya murid Tuhan Yesus yang masuk surga.
  7. Memiliki kasih yang semula
  8. Dalam Wahyu 2:1-7, Tuhan Yesus memberikan pujian kepada jemaat Efesus karena:

    1. Mereka tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa mereka telah menguji yang menyebut dirinya rasul tetapi tidak demikian. Mereka mendapati orang-orang jahat itu pendusta.
    2. Mereka tetap tabah, sabar menderita karena nama Tuhan dan tidak mengenal lelah
    3. Mereka membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus yang juga Tuhan Yesus benci.

    Kalau melihat hal-hal tersebut; jemaat Efesus adalah jemaat yang luar biasa.

    Meskipun demikian, selain memberikan pujian, Tuhan Yesus juga mencela jemaat di Efesus:

    “Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu, ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat." (Wahyu 2:4-5 TB)

    Kita harus menggarisbawahi apa yang Tuhan Yesus katakan, bahwa sebaik apapun, sebaik apapun, kita melayani pekerjaan Tuhan, tetapi kalau tidak didasari oleh kasih yang semula, Tuhan Yesus akan berkata:

    “Betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukan lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak, Aku akan datang dan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.”

    Sesuai dengan referensi Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan seri The Full Life Study Bible, yang dimaksudkan dengan “Aku akan mengambil kaki dianmu” adalah menolak dan mengeluarkan dari dalam Kerajaan-Nya. Dengan perkataan lain artinya akan masuk neraka.

    Karena itu kita harus menjaga agar kita selalu dalam kondisi kasih yang semula, agar kita ikut dalam pengangkatan.

    Kasih yang semula adalah kasih pada saat kita baru bertobat dan mengalami kelahiran baru. Pada saat itu kita begitu haus akan Tuhan dan firman-Nya. Kita akan banyak berdoa, memuji dan menyembah Tuhan. Kita akan banyak membaca Alkitab dan hidup kudus.
  9. Menjadi murid Tuhan Yesus dan memuridkan orang lain
    1. Sesuai dengan Roma 8:29:
    2. Gol kita sebagai orang percaya adalah menjadi serupa dengan gambar Yesus, yaitu murid Tuhan Yesus.
    3. Sesuai dengan 1 Yohanes 2:6:
    4. Murid Tuhan Yesus adalah mereka yang hidup sama seperti Kristus telah hidup.

    Tugas utama dari murid Tuhan Yesus, tanpa memandang profesinya - adalah menjadikan orang lain menjadi murid Tuhan Yesus. Ini adalah Amanat Agung Tuhan Yesus (Matius 28:18-20).

    Kalau kita menjadi murid Tuhan Yesus dan menjadikan orang lain sebagai murid Tuhan Yesus, kita pasti akan ikut dalam pengangkatan. Yang percaya katakan Amin!

Tuhan Yesus memberkati.