|
Dalam Perjanjian Lama, ada beberapa tempat ibadah yang dikenal oleh bangsa Israel, seperti Tabernakel Musa dan bait suci Salomo. Namun, ada satu tempat ibadah yang sangat berkesan di hati Tuhan, yaitu pondok Daud. Berbeda dengan Tabernakel Musa yang penuh dengan tirai pembatas, pondok Daud adalah sebuah tenda sederhana yang tidak memiliki tirai pemisah antara umat dan tabut perjanjian.
Daud menempatkan para pemuji dan penyembah untuk bernyanyi, memainkan alat musik, dan bersyukur di hadapan Tuhan selama 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu. Pondok Daud begitu istimewa bagi Tuhan hingga Tuhan berjanji untuk mendirikannya kembali. Di dalam pondok Daud, penyembahan dilakukan tanpa batas dan setiap orang bisa memandang hadirat Tuhan secara langsung tanpa sekat rohani.
Daud tidak hanya memuji dan menyembah Tuhan pada saat ada masalah, tetapi Daud menjadikan pujian dan penyembahannya sebagai napas hidupnya dan gaya hidup yang intim dengan Tuhan. Tuhan tidak melihat kemegahan bangunan fisik, melainkan hati yang hancur dan tulus serta haus dan lapar akan pribadi dan hadirat-Nya.
Hari-hari ini, Tuhan tidak sedang mencari bangunan fisik yang megah. Tuhan sedang mencari "pondok Daud" di dalam hati kita. Tuhan ingin agar kita membangun mezbah pujian dan penyembahan yang konsisten di dalam keluarga, di dalam pekerjaan, di dalam pelayanan, di dalam gereja dan di dalam kehidupan kita sehari-hari.
Ketika kita mengutamakan pribadi dan hadirat-Nya, maka pemulihan, kekuatan, dan sukacita rohani akan dicurahkan atas hidup kita. Daud berkata; Tuhan memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan Tuhan ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan Tuhan ada nikmat senantiasa. (AH)Daud menempatkan para pemuji dan penyembah untuk bernyanyi, memainkan alat musik, dan bersyukur di hadapan Tuhan selama 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu. Pondok Daud begitu istimewa bagi Tuhan hingga Tuhan berjanji untuk mendirikannya kembali.
|
- COOL Umum Januari 2014 - Minggu III
Hasil orang benar adalah pohon kehidupan, dan siapa bijak, mengambil hati orang. (Amsal 11:30)
Tahun 2014 adalah Tahun dibuka-Nya pintu-pintu mujizat, The Year of God Opening Doors for Miracles! Mujizat terbesar adalah keselamatan dan pintu penuaian jiwa lebih besar lagi dibukakan oleh Tuhan. Gembala Pembina, Bapak Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo menyampaikan bahwa kita ada dalam masa-masa penuaian jiwa besar-besaran di akhir zaman, Tuhan Yesus akan segera datang untuk kali yang kedua. Penuaian jiwa terjadi karena pencurahan Roh Kudus secara luar biasa.
Masa persiapan adalah masa penting yang akan menentukan kesuksesan. Itulah sebabnya segala sesuatu butuh masa persiapan. Tuhan telah mengaruniakan kita terang Firman-Nya supaya kita bisa menyampaikannya kepada lingkungan dan kepada orang-orang sekitar kita. Kebenaran yang diucapkan Yesus akan menjangkau hati. Firman Tuhan akan masuk ke dalam telinga dengan kuasa, dan buahnya akan muncul ketika pelayanan dengan setia dilakukan. Tuhan memerlukan usaha yang tekun di tempat-tempat di mana orang-orang belum mengetahui sedikitpun mengenai kebenaran.
Dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." ( Matius 28:29) Tahun 2014 adalah Tahun dibuka-Nya pintu-pintu mujizat, The Year of God Opening Doors for Miracles! Mujizat terbesar adalah keselamatan dan pintu penuaian jiwa lebih besar lagi dibukakan oleh Tuhan.
|