Renungan khusus

Dari GBI Danau Bogor Raya
Revisi per 5 Februari 2021 00.05 oleh Leo (bicara | kontrib) (upd)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Lompat ke: navigasi, cari
Walking in the Spirit: Bergaul intim dengan Roh Kudus
RK.jpg
Renungan khusus
Tanggal07 Maret 2021
PenulisRudi DarmawanPdt Dr Rudi Darmawan
Sebelumnya
Ketika rasul-rasul menerima baptisan Roh Kudus di kamar loteng Yerusalem, dimulailah suatu era yang baru. Keselamatan di dalam Tuhan Yesus disediakan bagi semua bangsa. Tuhan membuka pintu bagi bangsa Israel dan bangsa-bangsa untuk diselamatkan dan masuk ke dalam Kerajaan Allah. Meskipun awalnya banyak yang menolak berita mengenai Yesus, namun Roh Kudus dengan pasti menjamah hati banyak orang. Bahkan di hari Pentakosta, setelah murid-murid mengalami baptisan Roh Kudus, ada 3.000 orang yang menerima Yesus sebagai Tuhan. Injil terus diberitakan di rumah-rumah dalam bentuk doa, persekutuan dan memecahkan roti bersama-sama.

Di antara orang yang percaya, banyak yang mengalami kesulitan secara materi. Roh Kudus menjamah hati orang percaya, sehingga ada yang menjual rumah atau tanahnya dan hasilnya diserahkan untuk kebutuhan terutama bagi janda-janda miskin. Dalam proses pembagian tersebut, kemudian timbul masalah karena ada kelompok yang diabaikan. Rasul-rasul mengambil alih dengan melakukan pembagian makanan, namun pelayanan utama mereka yaitu berdoa dan memberitakan Firman Allah menjadi terganggu. Mereka mendapatkan strategi untuk mengangkat orang lain untuk tugas tersebut.

“Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia.” (Kisah Para Rasul 6:5)
Sebelumnya:

Lihat pula