Pemeliharaan dan perlindungan supranatural

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Renungan Khusus 2019.jpgRenungan Khusus 2019-1x1.jpg
Renungan khusus
Tanggal07 Januari 2024
PenulisTS
Sebelumnya
Selanjutnya

Gosyen ditulis dalam Alkitab sebagai satu tempat di wilayah Mesir di mana Israel dan keturunannya diam dan survive ketika kelaparan melanda seluruh bumi. Sekitar empat ratus tiga puluh tahun, keluarga ini hidup di Gosyen dan berkembang menjadi satu bangsa. (Keluaran 12:40)

Tuhan kemudian membawa mereka keluar dari tanah Mesir dengan pertunjukan kuasa-Nya melalui sepuluh tulah yang menimpa Mesir. Tanah Gosyen sekalipun bagian dari Mesir, mendapat pengecualian dan diluputkan dari semua tulah yang menimpa Mesir. Berdasarkan hal tersebut, Gosyen dapat diartikan sebagai tempat pemeliharaan dan tempat perlindungan supranatural yang disediakan Allah untuk umat pilihan-Nya.

Janji Allah kepada anak-anak-Nya

Yohanes 1:12 menuliskan bahwa setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus diberikan kuasa untuk menjadi anak-anak Allah. Setiap anak umumnya memiliki berbagai kemudahan yang diberikan dan disediakan oleh Bapanya. Anak-anak Allah juga menikmati berbagai berkat dari Bapa di surga.

Dalam Matius 6:25-34 Tuhan Yesus menunjukkan salah satu janji pemeliharaan Bapa di Surga bagi anak-anak-Nya, yang mencakup: makanan, minuman, dan pakaian. Namun Tuhan Yesus katakan dalam Matius 6:33 (TB),

Tetapi, carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, dan semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Janji perlindungan bagi anak-anak-Nya meliputi perlindungan; ketika anak-anak-Nya berada di dalam masalah sehingga tidak mengalami celaka, atau penjagaan, sehingga diluputkan dari situasi dan kondisi yang membahayakan. Tuhan Yesus sebagai Pengantara senantiasa berdoa agar setiap orang percaya mendapatkan perlindungan. [1]

Kata 'keselamatan' dalam Perjanjian Baru diterjemahkan dari kata bahasa Yunani σώζω (sozo), yang berarti menyelamatkan, menolong, menjaga tetap aman dan tidak mengalami bahaya[2]. Dengan demikian perlindungan adalah bagian dari janji keselamatan Tuhan bagi setiap anak-anak-Nya.

Di sisi lain, Matius 5:45 juga menunjukkan satu gambaran mengenai Bapa di surga yang sangat baik, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

Bapa di surga secara natural memberikan kondisi alam yang sama bagi semua umat manusia, baik bagi orang benar maupun bagi orang tidak benar, bagi orang jahat dan orang baik. Dalam konteks yang sama, hal ini juga diteguhkan dalam Matius 7:24-27 di mana baik orang bijaksana maupun orang yang bodoh, sama-sama membangun rumah, dan mengalami tantangan yang sama berupa hujan dan banjir, lalu angin yang melanda rumah mereka.

Hal serupa juga dialami oleh banyak anak-anak Tuhan. Orang percaya dan orang yang tidak percaya mengalami tantangan dari krisis yang sama. Orang benar dan orang yang tidak benar menghadapi ancaman penyakit menular yang sama. Namun, tentu saja kondisi yang sama tersebut memberikan akhir yang berbeda, karena orang benar mendengar dan melakukan perkataan firman Tuhan sehingga rumahnya akan tetap tegak, sebab didirikan di atas batu.

Keistimewaan Gosyen

Alkitab menuliskan ada berbagai keistimewaan Gosyen. Tanah Gosyen tidak mengalami tulah-tulah yang menimpa Mesir.

Tetapi, pada hari itu Aku akan mengecualikan tanah Gosyen, tempat umat-Ku tinggal, sehingga di sana tidak terdapat lalat pikat, supaya engkau mengetahui bahwa Aku, TUHAN, ada di negeri ini. (Keluaran 8:22)

Baca juga Keluaran 9:6, 26; 10:22; 12:12.

Gosyen melambangkan pemeliharaan dan perlindungan Tuhan bagi umat-Nya secara supranatural. Ada berbagai kesaksian bagaimana anak-anak Tuhan diluputkan dari badai di lautan (Kisah Para Rasul 27-28), dari ledakan bom, gempa bumi, tsunami; demikian juga dari perbuatan orang jahat yang mau mencuri, menipu; diluputkan dari penyakit menular yang membawa maut; dilindungi dalam kecelakaan pesawat, tabrakan mobil, dan sebagainya.

Tidak semua orang percaya mengalami pemeliharaan dan perlindungan Tuhan secara supranatural tersebut. Dalam berbagai kasus, anak Tuhan yang satu diselamatkan dari bahaya dan anak Tuhan yang lain tidak. Selain faktor God’s Sovereignty, ada juga porsi manusia yang perlu memberi respon kepada Allah yang memberikan akses masuk Gosyen.

Akses masuk Gosyen

Kitab Kejadian menuliskan akses masuk Gosyen hanya diberikan oleh Firaun, penguasa Mesir karena Gosyen adalah bagian dari Mesir. Bagaimana bangsa Israel dapat masuk dan tinggal di tanah Gosyen semua tidak terlepas dari peran Yusuf. Yusuf dapat memiliki otoritas dan kapasitas untuk memelihara keluarganya (yang kemudian berkembang menjadi satu bangsa). Yusuf menerima purpose dari Tuhan dan mengalami berbagai process dalam kehidupannya.

Purpose

Yusuf menerima purpose atau tujuan melalui mimpi-mimpi yang Tuhan berikan. Kejadian 37:5,9 menunjukkan bahwa Yusuf mendapat dua mimpi yang berbeda dengan satu pesan yang sama. Yusuf kemudian menceritakan mimpi-mimpi tersebut kepada saudara-saudara serta ayahnya, dan mendapatkan respon berikut:

Kata saudara-saudaranya kepadanya, "Apakah engkau ingin menjadi raja atas kami?" "Apakah engkau ingin berkuasa atas kami?" (Kejadian 37:8 TB2)

Mereka semakin membencinya karena mimpi dan perkataannya itu.

Ketika ia menceritakan kepada ayah dan saudara-saudaranya, ia ditegur oleh ayahnya,
"Mimpi apa itu? Bagaimana mungkin aku dan ibumu serta saudara-saudaramu datang untuk sujud kepadamu sampai ke tanah?"
(Kejadian 37:10 TB2)

Dari dua ayat berikut ada kemungkinan Yusuf sudah mengetahui arti mimpinya yaitu bahwa dia akan menjadi raja yang berkuasa atas saudara-saudaranya. Namun, purpose atau tujuan Tuhan bukanlah untuk seorang pribadi Yusuf menjadi raja yang dihormati bahkan disembah. Yusuf mengetahui apa purpose Tuhan yang sesungguhnya, yaitu untuk memelihara hidup suatu bangsa yang besar hanya ketika Yusuf sudah melalui berbagai process dalam hidupnya. (Kejadian 50:19)

Process

Yusuf waktu muda biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya yang berasal dari budak perempuan dari ibunya dan budak perempuan dari ibu tirinya. (Kejadian 37:2; 29:24, 29) Hal itu berubah ketika ayahnya memberikan jubah maha indah (כְּתֹנֶת kthoneth). Karena menggunakan jubah ini Yusuf menerima penghormatan dan posisi lebih tinggi serta tidak perlu lagi bekerja.[3]

Namun, kondisi selanjutnya memaksa Yusuf untuk bekerja sebagai budak. (Kejadian 39:17) Firman Tuhan menuliskan bahwa Yusuf disertai Tuhan sehingga membuat semua pekerjaannya berhasil. (Kejadian 39:2)

Bagaimana tuannya yang berbeda bangsa bisa mempercayakan segala miliknya kepada Yusuf menunjukkan betapa mengesankan pekerjaan yang Yusuf lakukan, baik sebagai budak di rumah Potifar, sebagai tahanan di penjara, maupun sebagai orang kedua di Mesir. (Kejadian 39:4, 22; 41:41)

Yusuf dapat bertahan dalam berbagai proses yang dialaminya tentu karena dia tidak melupakan purpose atau tujuan yang Tuhan sudah berikan sejak dia muda. Jadi di satu sisi process membuat Yusuf mengetahui purpose yang sesungguhnya, di sisi lain purpose memberikan kekuatan kepada Yusuf untuk menjalani process dalam hidupnya.

Dalam menjalani proses, setiap orang percaya perlu berpegang pada janji Tuhan dan secara aktif melakukan yang terbaik dalam segala pekerjaannya.[4]

Berkat (pemeliharaan) dan perlindungan dapat diakses umat Tuhan di hadapan hadirat-Nya.[5] Akses untuk masuk pemeliharaan dan perlindungan Tuhan secara supranatural hanya dapat diberikan oleh Tuhan sendiri. Oleh karena itu, setiap anak Tuhan juga perlu senantiasa mencari wajah Tuhan dalam doa, pujian, dan penyembahan bersama-sama siang dan malam.

Dalam hadirat Tuhanlah umat Tuhan akan menerima purpose atau tujuan apa yang Tuhan inginkan. Kemudian, saat menghadapi berbagai kondisi yang tidak mengenakkan, dalam process tersebut, selalu kerjakan yang terbaik; melihat kepada purpose yang Tuhan sudah berikan yang pasti akan digenapi sekalipun kondisi yang sedang dihadapi tidak memungkinkan hal tersebut terjadi.

Dengan purpose dan process yang diterima dari Tuhan, oleh perkenanan Tuhan di hadirat-Nya, maka Yusuf-Yusuf di akhir zaman akan memiliki akses untuk membawa keluarga dan bangsanya masuk ke dalam tanah Gosyen untuk menerima pemeliharaan dan perlindungan Tuhan yang supranatural. (TS)

Referensi

  1. ^ Louis Berkhof, Systematic Theology (Grand Rapids, Michigan: Eerdmans, 19AD). VII. The Intercessory Work of Christ
  2. ^ William D. Mounce, Mounce Concise Greek-English Dictionary of the New Testament, n.d.
  3. ^ Jeff Benner, “Ancient Hebrew Clothing,” Ancient Hebrew Research Center, accessed May 19, 2023, https://www.ancient-hebrew.org/culture/ancient-hebrew-clothing.htm.
  4. ^ John Calvin, Institutes of The Christian Religion, ed. John T. McNeill (Philadelphia: Westminster, 1960). Vol. 1:216 (1.17.4)
  5. ^ Wayne Grudem, Systematic Theology: An Introduction to Biblical Doctrine, 2nd ed. (Grand Rapids, Michigan: Zondervan, 2020). Chapter 11 The Character of God.

Gosyen ditulis dalam Alkitab sebagai satu tempat di wilayah Mesir di mana Israel dan keturunannya diam dan survive ketika kelaparan melanda seluruh bumi.