Halaman Utama (rencana): Perbedaan antara revisi
k upd |
k Penggantian teks - "font-size: 90%;" menjadi "font-size: smaller;" |
||
| (1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
{| width=30% style="float:right" | {| width=30% style="float:right; background:transparent;" | ||
| style="padding: 0 0 0 .5em;" | | | style="padding: 0 0 0 .5em;" | | ||
<div style="font-size: 110%; background:#ddd; padding: .25em 0 .25em .5em;">'''Alkitab Setahun'''</div> | <div style="font-size: 110%; background:#ddd; padding: .25em 0 .25em .5em;">'''Alkitab Setahun'''</div> | ||
| Baris 6: | Baris 6: | ||
</div> | </div> | ||
<div style="background:#eee; padding: .25em;"> | <!--<div style="background:#eee; padding: .25em;">--> | ||
<div style="font-size: 110%; background:#ddd; padding: .25em 0 .25em .5em;">'''Khotbah populer'''</div> | <div style="font-size: 110%; background:#ddd; padding: .25em 0 .25em .5em;">'''Khotbah populer'''</div> | ||
<div style="font-size: | <div style="font-size: smaller; margin: 0 0 1em 0;"><DPL> | ||
count=5 | count=5 | ||
namespace=Khotbah | namespace=Khotbah | ||
| Baris 24: | Baris 24: | ||
<div style="font-size: 110%; background:#ddd; padding: .25em 0 .25em .5em;">'''Halaman populer'''</div> | <div style="font-size: 110%; background:#ddd; padding: .25em 0 .25em .5em;">'''Halaman populer'''</div> | ||
<div style="font-size: | <div style="font-size: smaller; margin: 0 0 1em 0em;"><DPL> | ||
count=5 | count=5 | ||
namespace= | namespace= | ||
| Baris 43: | Baris 43: | ||
<div style="font-size: 110%; background:#ddd; padding: .25em 0 .25em .5em;">'''Artikel'''</div> | <div style="font-size: 110%; background:#ddd; padding: .25em 0 .25em .5em;">'''Artikel'''</div> | ||
<div style="font-size: | <div style="font-size: smaller; margin: 0 0 1em 0em;" class="plainlinks"> | ||
<DPL> | <DPL> | ||
count=5 | count=5 | ||
| Baris 63: | Baris 63: | ||
<div style="font-size: 110%; background:#ddd; padding: .25em 0 .25em .5em;">'''Perubahan terbaru'''</div> | <div style="font-size: 110%; background:#ddd; padding: .25em 0 .25em .5em;">'''Perubahan terbaru'''</div> | ||
<div style="font-size: | <div style="font-size: smaller; margin: 0 0 1em 0em;"><DPL> | ||
count=6 | count=6 | ||
namespace= | namespace= | ||
| Baris 82: | Baris 82: | ||
<div style="font-size: 110%; background:#ddd; padding: .25em 0 .25em .5em;">'''Lainnya'''</div> | <div style="font-size: 110%; background:#ddd; padding: .25em 0 .25em .5em;">'''Lainnya'''</div> | ||
<div style="font-size: | <div style="font-size: smaller; margin: 0 0 1em 0em; " class="plainlinks"> | ||
* [[Daftar situs web eksternal|Daftar situs web eksternal]] | * [[Daftar situs web eksternal|Daftar situs web eksternal]] | ||
</div> | </div> | ||
</div> | <!--</div>--> | ||
<div style="font-size: 110%; background:#faecc8; padding: .2em .2em .2em .2em; margin: .5em 0;"> '''Agenda''' | <div style="font-size: 110%; background:#faecc8; padding: .2em .2em .2em .2em; margin: .5em 0;"> '''Agenda''' | ||
| Baris 91: | Baris 91: | ||
</div> | </div> | ||
|} | |} | ||
{| width="70%" | {| width="70%" style="background:transparent; border-right: 1px #ddd solid; margin-right: 1em;" | ||
|- valign="top" | |- valign="top" | ||
| style="padding: 0 | | style="padding: 0 1em 0 0;" | <!--<div style="font-size:95%; float:right; margin:.5em; padding: .5em .75em .5em .75em; background:#eee; -moz-border-radius: 0.5em; -webkit-border-radius: 0.5em; border-radius: 0.5em;">'''Pesan Gembala'''</div>--> | ||
<!--<div style="border:1px #ddd solid; padding: 1em 1em .5em 1em;">--> | |||
<h2 style="margin-top:0;">Pesan Gembala</h2> | |||
'''[[Sutadi Rusli|Pdt Sutadi Rusli]]''' | |||
<div style="font-size:200%; font-weight:bold; margin: .25em 0 .25em 0;">[[Khotbah:Makna kenaikan Tuhan Yesus ke sorga|Makna kenaikan Tuhan Yesus ke sorga]]</div> | <div style="font-size:200%; font-weight:bold; margin: .25em 0 .25em 0;">[[Khotbah:Makna kenaikan Tuhan Yesus ke sorga|Makna kenaikan Tuhan Yesus ke sorga]]</div> | ||
<div style="font-size:90%">[[2010|Kamis, 13 Mei 2010]] • [[Graha Amal Kasih]]</div> | <div style="font-size:90%">[[2010|Kamis, 13 Mei 2010]] • [[Graha Amal Kasih]]</div> | ||
| Baris 111: | Baris 114: | ||
[[Project:Pesan Gembala#Pesan Gembala|» Daftar Pesan Gembala]] | [[Project:Pesan Gembala#Pesan Gembala|» Daftar Pesan Gembala]] | ||
</small> | </small> | ||
</div> | <!--/div--> | ||
|- valign="top" | |- valign="top" | ||
| style="padding: .75em .25em 0 0;" | <div style="font-size:95%; float:right; margin:.5em; padding: .5em .75em .5em .75em; background:#eee; -moz-border-radius: 0.5em; -webkit-border-radius: 0.5em; border-radius: 0.5em;">'''Pesan Gembala Pembina'''</div><div style="border:1px #ddd solid; padding: 1em 1em .5em 1em;"> | | style="padding: .75em .25em 0 0;" | <div style="font-size:95%; float:right; margin:.5em; padding: .5em .75em .5em .75em; background:#eee; -moz-border-radius: 0.5em; -webkit-border-radius: 0.5em; border-radius: 0.5em;">'''Pesan Gembala Pembina'''</div><div style="border:1px #ddd solid; padding: 1em 1em .5em 1em;"> | ||
Revisi terkini sejak 10 Oktober 2024 15.46
|
Alkitab Setahun
Khotbah populer
Halaman populer
Artikel
Perubahan terbaru
Lainnya
Agenda
|
Pesan GembalaAda begitu banyak makna yang bisa kita gali dari kenaikan Tuhan Yesus. Mari kita merenungkan tiga makna kenaikan Tuhan Yesus ke sorga untuk kita. Kenaikan Tuhan Yesus yang pertama berbicara mengenai pergumulan, atau boleh saya katakan siap untuk diproses. Tuhan Yesus ketika di taman Getsemani juga bergumul seperti kita manusia biasa bergumul, bahkan Dia katakan, "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya..." (Matius 16:34). Kedua, Tuhan Yesus juga naik ke sorga untuk menyiapkan tempat untuk kita. Tidak ada yang lain yang bisa berjanji demikian seperti Tuhan Yesus (Yohanes 14:1-3). Ketiga, kenaikan Tuhan Yesus juga memiliki makna bahwa Roh Kudus dicurahkan dan kita harus menjadi saksi-Nya di Yerusalem, Yudea, Samaria, bahkan sampai ke ujung bumi (Kisah 1:8). Sikap hidup kita harus menjadi saksi baik di keluarga dan di lingkungan kita. | ||||
Pesan Gembala Pembina
Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo
Kisah Para Rasul 1:3, "Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah." Saya percaya Tuhan Yesus juga membawa pesan-pesan kepada murid-murid-Nya dan melalui apa yang terjadi pada waktu itu, Tuhan mau berpesan 3 hal kepada mereka semua dan juga kepada kita hari ini, yaitu untuk membuktikan bahwa Dia hidup, untuk menegur murid-murid-Nya atas ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, dan untuk mengutus murid-murid-Nya. | ||||
Ringkasan khotbah
|
Hasil orang benar adalah pohon kehidupan, dan siapa bijak, mengambil hati orang. (Amsal 11:30)
Tahun 2014 adalah Tahun dibuka-Nya pintu-pintu mujizat, The Year of God Opening Doors for Miracles! Mujizat terbesar adalah keselamatan dan pintu penuaian jiwa lebih besar lagi dibukakan oleh Tuhan. Gembala Pembina, Bapak Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo menyampaikan bahwa kita ada dalam masa-masa penuaian jiwa besar-besaran di akhir zaman, Tuhan Yesus akan segera datang untuk kali yang kedua. Penuaian jiwa terjadi karena pencurahan Roh Kudus secara luar biasa.
Masa persiapan adalah masa penting yang akan menentukan kesuksesan. Itulah sebabnya segala sesuatu butuh masa persiapan. Tuhan telah mengaruniakan kita terang Firman-Nya supaya kita bisa menyampaikannya kepada lingkungan dan kepada orang-orang sekitar kita. Kebenaran yang diucapkan Yesus akan menjangkau hati. Firman Tuhan akan masuk ke dalam telinga dengan kuasa, dan buahnya akan muncul ketika pelayanan dengan setia dilakukan. Tuhan memerlukan usaha yang tekun di tempat-tempat di mana orang-orang belum mengetahui sedikitpun mengenai kebenaran. Dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:29)Tahun 2014 adalah Tahun dibuka-Nya pintu-pintu mujizat, The Year of God Opening Doors for Miracles! Mujizat terbesar adalah keselamatan dan pintu penuaian jiwa lebih besar lagi dibukakan oleh Tuhan. |
|
Di Jakarta sendiri pada bulan Agustus 2025 sempat terjadi demonstrasi yang menyuarakan suara rakyat untuk adanya reformasi di tubuh pemerintahan Indonesia. Tempo membuat artikel pada tanggal 4 September 2025, di mana influencer generasi muda Indonesia yang diwakili oleh beberapa orang menyerahkan secara simbolis dokumen 17+8 tuntutan rakyat kepada DPR.[1] Suara generasi muda setidaknya terdengar keras dan diperhitungkan saat itu oleh para pemangku kepentingan di DPR. Bukan hanya di bidang politik saja, tetapi secara teologi, kita bisa melihat menjamurnya akun-akun Rohani di media sosial yang berbicara mengenai Firman Tuhan, sekedar membagikan kesaksian sehari-hari, dan bahkan membahas doktrin-doktrin Firman yang cukup dalam dan sebagian dari akun itu dimulai oleh generasi muda. Khususnya 3 tahun terakhir ini (pasca pandemi), kita melihat Persekutuan Doa secara daring masih diminati oleh generasi muda dan komunitas-komunitas Rohani secara daring terbentuk yang digagas oleh generasi muda. Dulu pemahaman kita adalah anak-anak muda, apalagi yang masih remaja, belum siap untuk tugas-tugas berat di gereja. Mereka diposisikan sebagai generasi masa depan gereja bukan generasi hari ini. Mereka adalah generasi yang harus di-“pelihara” kerohaniannya sampai matang; baru nanti setelah mencapai rentang usia yang dianggap dewasa oleh norma setempat, bisa diberikan kesempatan melayani. |
Menghidupi amanat agung adalah tindakan nyata bagi setiap orang percaya untuk menjadikan semua bangsa murid Yesus dengan cara pergi, memberitakan Injil, membaptis, dan mengajarkan ketaatan akan perintah-perintah-Nya. Kita kini sedang hidup di zaman teknologi yang membuat dunia seolah tanpa batas. Kita bisa berkomunikasi dengan siapapun di belahan bumi lain dalam sekejap. Namun, fakta di lapangan menunjukkan realita yang kontras bahwa tingkat kesepian, depresi, dan krisis identitas justru mencapai angka tertinggi. Dunia sedang berteriak mencari pengharapan yang sejati, namun jika kita berani untuk bertesus terang, sering kali justru kita sebagai anak-anak Tuhan terlena dan terlalu sibuk dengan zona nyaman kita sendiri, lupa bahwa ada pesan kehidupan, kabar baik yaitu Injil yang kita harus bagikan. "Amanat Agung" (The Great Commission), bukan sekedar saran atau pilihan. Yesus tidak hanya berkata "beritahukanlah," atau "beritakanlah," tetapi "jadikanlah murid." Menjadikan murid berarti ada proses investasi hidup. Yesus memanggil kita untuk keluar dari batas-batas kenyamanan baik itu batas geografis, budaya, maupun batas ego kita sendiri. Di tahun ini, amanat agung menuntut kita untuk tidak hanya menjadi "konsumen" rohani yang datang untuk diberkati, tetapi menjadi "saluran" yang memberkati. Kita dipanggil untuk merefleksikan karakter Kristus sedemikian rupa sehingga orang lain tertarik untuk mengenal siapa yang kita sembah. Menghidupi amanat agung di tahun ini juga berarti kita harus berani mengambil langkah nyata. Tuhan tidak mencari orang yang luar biasa, tetapi Ia mencari orang yang bersedia untuk melangkah bersama-Nya. Kita harus ingat, bahwa perintah "pergilah" selalu disertai dengan janji "Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Marilah kita berkomitmen untuk mulai menjangkau mereka yang selama ini kita abaikan. Tahun ini adalah waktunya kita untuk bergerak. Mari kita pastikan bahwa setiap langkah kaki kita membawa aroma kehidupan, menuntun jiwa-jiwa kembali kepada Bapa, dan menuntaskan mandat yang telah dipercayakan kepada kita. Menghidupi amanat agung berarti menjadikan penginjilan dan pemuridan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari sebagai orang Kristen. (AH)Menghidupi amanat agung adalah tindakan nyata bagi setiap orang percaya untuk menjadikan semua bangsa murid Yesus dengan cara pergi, memberitakan Injil, membaptis, dan mengajarkan ketaatan akan perintah-perintah-Nya. | |||||||||||||
- ^ Andi A. Faturahman, “Influencer Buka Peluang 17+8 Tuntutan Rakyat Tak Hanya ke DPR”. https://www.tempo.co/politik/influencer-buka-peluang-17-8-tuntutan-rakyat-tak-hanya-ke-dpr-2066730. Diakses 11 Januari 2025.