Pengurapan Tuhan adalah kunci ke arah pelayanan seperti Tuhan Yesus (Khotbah Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Pengurapan Tuhan adalah kunci ke arah pelayanan seperti Tuhan Yesus
Niko Njotorahardjo-20100501-3x4.jpg

Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo

Ringkasan Khotbah
KebaktianIbadah Raya
TanggalMinggu, 2 Mei 2010
GerejaGBI Jalan Gatot Subroto
TempatJCC Senayan
KotaJakarta

"Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan. Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis. Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya. Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota. Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada merekapun teman-teman itu tidak percaya. Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya. (Markus 16:9-20)

Bulan April yang lalu kita merayakan Paskah. Pada tanggal 2 April kita memperingati kematian Tuhan Yesus dan pada tanggal 4 April kita memperingati kebangkitan Tuhan Yesus. Itulah yang kita lakukan dalam Paskah. Kemudian nanti tanggal 13 Mei kita akan memperingati peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke sorga. Jadi hari-hari ini kita berada di antara kebangkitan Tuhan Yesus dan kenaikan-Nya ke sorga.

Alkitab katakan dalam Kisah Para Rasul 1:3, "Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang ''menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah."

Saya percaya Tuhan Yesus juga membawa pesan-pesan kepada murid-murid-Nya dan melalui apa yang terjadi pada waktu itu, Tuhan mau berpesan 3 hal kepada mereka semua dan juga kepada kita hari ini, yaitu:

  1. Untuk membuktikan bahwa Dia hidup
  2. Untuk menegur murid-murid-Nya atas ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka
  3. Untuk mengutus murid-murid-Nya

Untuk membuktikan bahwa Dia hidup

Mengapa? Sebab pada waktu itu ada dusta Mahkamah Agama di mana pada waktu kubur Yesus kosong, mereka kelabakan dan bertanya-tanya ke manakah Yesus? Jadi Mahkamah Agama membuat satu kesepakatan untuk menanggulangi berita tersebut. Mereka menyuap para prajurit yang menjaga kubur Yesus dan menyuruh mereka berkata, "Nanti kalau ditanya mengapa kubur ini kosong, maka jawabannya adalah karena murid-murid Tuhan Yesus mencuri mayat-Nya!"

Jadi bukan karena Tuhan Yesus telah bangkit!

Dan berita ini menyebar dari dulu sampai sekarang. Karena itu pernah saya katakan; mengenai kelahiran Tuhan Yesus ke dalam dunia ini, tentang kapan waktunya memang masih ada pro-kontra. Demikian juga dengan kebangkitan-Nya serta kenaikan-Nya. Yang tidak terjadi pro-kontra hanyalah tentang peristiwa kematian-Nya. Tetapi hari ini, pesan Tuhan kepada kita semua adalah kita harus percaya bahwa Dia hidup!

Apa jadinya kalau Tuhan Yesus tidak bangkit dari kematian? Alkitab berkata, jika Tuhan Yesus tidak bangkit, maka:

  1. Sia-sialah kepercayaan kita kepada Dia dan kita tetap di dalam dosa-dosa kita.
    Tetapi puji Tuhan karena Dia hidup, maka kepercayaan kita tidak sia-sia dan kita hidup di dalam dosa-dosa kita karena kita telah diampuni-Nya. Haleluya! (1 Korintus 15:14)
  2. Orang-orang yang mati di dalam Tuhan akan binasa.
    Tetapi puji Tuhan karena Dia bangkit sehingga orang-orang yang mati di dalam Tuhan tidak binasa melainkan beroleh hidup kekal selama-lamanya. (1 Korintus 15:15)
  3. Kita yang percaya kepada Tuhan Yesus adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.
    Tetapi puji Tuhan karena Yesus bangkit sehingga kita bukan orang-orang yang paling malang dari segala manusia, justru sebaliknya kita adalah orang-orang yang paling beruntung dari segala manusia. (1 Korintus 15:16)

Karena Tuhan Yesus hidup, maka hidup kita jadi berarti! Dia yang memegang hari esok kita itu hidup! Jadi selalu ada pengharapan di dalam Tuhan. Oleh sebab itu pesan Tuhan adalah jangan sampai ada yang berputus asa, sebab Dia hidup. Dia yang pegang hari esok itu hidup! Dan kita bukanlah orang-orang yang tidak berpengharapan, tetapi sebaliknya yang selalu memiliki pengharapan. Apa pun masalah Saudara, jangan putus asa! Jangan berkata, "Wah, ini tidak mungkin!" Jangan berkata seperti itu, sebab di hadapan Tuhan itu selalu mungkin. Tidak ada yang mustahil bagi Dia dan bagi yang percaya kepada-Nya. Haleluya!

Alkitab berkata: Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! (Ratapan 3:22–23)

Setiap pagi ketika bangun tidur, saya bersama istri saya selalu berkata, "Tuhan, terima kasih buat hari ini. Berkat-Mu, kasih-Mu baru setiap pagi. Dan saya percaya, Tuhan …hari ini pasti lebih baik dari kemarin!"

Jangan berkata, "Wah, hari ini sama seperti kemarin ... atau malah berkata … Hari ini lebih jelek dari kemarin!" Sebab akan terjadilah seperti apa yang Saudara katakan. Tetapi karena firman Tuhan berkata, "Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!" ... maka katakan, "Tuhan, terima kasih. Hari ini lebih baik dari hari kemarin!" Amin!

Untuk menegur murid-murid-Nya atas ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka

Pada waktu Tuhan Yesus masih ada di dalam dunia, Dia sudah berkata berulang-ulang kepada murid-murid-Nya bahwa Dia akan mati, tetapi setelah itu akan bangkit kembali pada hari ketiga. Namun pada harinya, mereka justru tidak percaya.

Beberapa kali Tuhan Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya, yaitu:

  • Kepada Maria Magdalena yang telah melihat Tuhan Yesus bangkit; dan lalu memberitakan hal itu kepada mereka yang selalu mengiringi Tuhan Yesus - di saat mereka sedang berkabung, tetapi mereka justru tidak percaya
  • Kepada 2 orang murid yang sedang pergi ke Emaus. Setelah itu kedua orang murid ini memberitakan kepada murid-murid yang lain bahwa mereka melihat Tuhan Yesus hidup, mereka juga tidak percaya.

Akhirnya mereka ditegor oleh Tuhan Yesus karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang sudah melihat Dia bangkit!

Saudara yang dikasihi Tuhan, kalau Saudara mendengar perkataan ini, "Percaya saja! Percaya saja!" bahkan Tuhan Yesus sampai memberikan lagunya, yaitu: "Yesus, aku percaya!" … dan pesan Tuhan tentang "percaya!" ini sudah berlangsung 3 tahun lamanya. Mengapa demikian?

Karena memang untuk percaya tidak mudah! Jujur saya pun begitu. Jadi jangan Saudara mengira buat saya mudah saja, tetapi saya pun sama dengan Saudara. Tetapi kita harus mendudukkan ini kepada proporsi yang benar. Jadi kalau Tuhan minta supaya kita percaya, maka marilah kita percaya!

Tuhan Yesus berkata, "Tahun 2010 adalah tahun pemulihan dan kelimpahan! Percayakah engkau akan hal ini?" Amin!

Tetapi kadang-kadang ketika diperhadapkan kepada masalah yang berat, seringkali perasaan kita menjadi bimbang. Dan itulah yang terjadi pada 2 orang murid ketika mereka sedang pergi ke Emaus di mana Tuhan Yesus ikut ‘bergabung’ dan mendengarkan percakapan mereka.

Mereka berkata, "Kamu kan orang asing, kamu tidak tahu kejadian hari ini!". Lalu mereka menceritakan bagaimana Tuhan Yesus mati. Dan mereka hanya menceritakan kematian Tuhan Yesus dan bukan kebangkitan-Nya serta bagaimana susahnya hati mereka karena ditinggal mati Tuhan Yesus. Dan Alkitab mencatat bahwa mereka tidak bisa mengenali Tuhan Yesus karena ada yang menghalangi mata mereka. Apakah yang menghalangi mata mereka untuk bisa mengenali Tuhan Yesus?

Penghalangnya adalah: ketidakpercayaan.

Ingatlah, ketika Saudara berkata, "Pemulihan dan kelimpahan? Rasanya berat untuk percaya!", maka Saudara tidak akan melihat Tuhan. Saudara tidak akan pernah melihat karya Tuhan Yesus terjadi dalam hidup Saudara seperti yang terjadi kepada 2 orang yang sedang dalam perjalanan ke Emaus itu.

Tetapi saya lihat bahwa Tuhan Yesus baik, sungguh baik dan sangat baik. Kalau kita baca kisah 2 murid yang dalam perjalanan ke Emaus itu, memang ada yang menghalangi mata mereka untuk melihat Tuhan Yesus, tetapi ketika mereka duduk makan bertiga dan Tuhan Yesus memecahkan roti, saat itulah Tuhan Yesus melenyapkan penghalang itu. Artinya, Tuhan Yesus menolong mereka untuk percaya!

Saudara, inilah yang terjadi dalam hidup ini. Kalau Tuhan berkata, "Percaya saja! Percaya saja!" dan kita menjawab, "Saya mau, Tuhan! Saya mau percaya!" tetapi rasanya untuk benar-benar percaya itu sulitnya bukan main. Maka Tuhan Yesus datang menolong supaya kita percaya! Sebab kalau kita tidak percaya, maka semua itu tidak akan terjadi. Oleh sebab itu Tuhan Yesus sendiri yang menolong supaya kita percaya. Haleluya!!!

Mari katakan bersama saya, "Tuhan Yesus, Engkau baik, sungguh baik dan sangat baik!!!"

Tomas adalah salah satu murid Yesus, dan dia sulit sekali mempercayai bahwa Tuhan Yesus telah bangkit. Bagaimana caranya Tuhan Yesus menolong Tomas untuk percaya? Ketika kepadanya diberitahukan bahwa Tuhan Yesus telah bangkit, ia menjawab: "Aku tidak percaya. Sebelum aku melihat bekas paku di tangan-Nya, sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan juga ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya!" (Yohanes 20:25).

Saudara, mungkin kita berkata bahwa Tomas itu luar biasa. Namun Tuhan Yesus sendiri menolong Tomas supaya percaya, di mana 8 hari setelah itu, ketika Tomas sedang berkumpul dengan murid-murid-Nya, Tuhan Yesus muncul dan membuatnya terkejut.

Tuhan Yesus berkata kepada Tomas, "Tomas, ini Aku..lihatlah ini bekas paku dan ayo cucukkan jarimu!" Tomas tersungkur dan berkata, "Ya, Tuhanku dan Allahku!" Lalu Tuhan berkata, "Tomas, karena engkau melihat Aku, maka kamu percaya, tetapi berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya!"

Apakah Saudara mau berbahagia? Tuhan katakan, "Berbahagialah mereka yang tidak melihat (artinya belum melihat mujizat terjadi dalam hidupnya, belum melihat janji-janji Tuhan terjadi dalam hidupnya) namun percaya!" Haleluya!!!

Saya tidak tahu keadaan Saudara saat ini, apakah Saudara sedang terganggu dalam kesehatan, sakit secara fisik, secara mental dan jiwa, tekanan-tekanan berat, atau mungkin dalam urusan keluarga, urusan bisnis, dan sebagainya…saya mau beritahu Saudara, "percaya saja!" Tuhan Yesus mau dan mampu menolong! Amin!!!

Dan mungkin saat ini Saudara sedang begitu berbeban berat, tetapi yakinlah dan katakan, "Tuhan, saya mau percaya! Saya mau percaya!", maka nanti Tuhan akan menolong Saudara untuk percaya dan janji Tuhan tergenapi dalam hidup Saudara. Amin!

Untuk mengutus murid-murid-Nya

Markus 16:15-18, "Lalu Ia berkata kepada mereka (mereka disini termasuk kita semua!): "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."

Saya percaya ini bukan hanya untuk murid-murid-Nya pada waktu itu, tetapi juga untuk kita hari-hari ini. Dia akan segera datang! Oleh sebab itu firman Tuhan diatas harus kita lakukan! Perhatikanlah ayat 17-18 yang berkata, "Tanda-tanda ini akan menyertai para pendeta" ... apakah betul demikian? Tidak! Karena yang benar adalah: "Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: ..." Saya mau bertanya, ada berapa banyakkah orang-orang yang percaya di tempat ini? Berarti ayat ini untuk kita semua. Dikatakan pula ... "mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, ..." Siapakah yang dimaksud dengan ‘mereka’ ini? Yang dimaksud dengan ‘mereka’ ini adalah kita sebagai orang-orang percaya! Mungkin ada yang berkata, "Wah, saya paling takut dengan setan!", tetapi firman Tuhan berkata bahwa Saudara yang adalah orang percaya yang akan mengusir setan-setan demi Nama Tuhan Yesus!

Lalu dikatakan, "... mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka," maksudnya adalah berbahasa roh dan saya berdoa supaya Saudara semua berbahasa roh! "mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka;" ... "... mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."

Saudara, mungkin ada yang berkata, "Jadi berarti saya bisa lakukan itu? Kalau dulu saya hanya bergantung kepada Pak Niko saja". Kalau Saudara hanya bergantung kepada saya saja, kapan selesainya? Padahal Dia segera datang! Hari-hari ini, itulah yang menjadi pesan Tuhan yang kuat buat kita semua. Saudara yang percaya maka engkau akan diberikan tanda-tanda dan mujizat seperti ini. Amin!

Kalau kita lihat Markus 16:17-18 tadi, maka sebenarnya semua adalah pelayanan dari Tuhan Yesus. Jadi pada waktu Tuhan Yesus naik ke sorga dan sekarang duduk di sebelah kanan Allah Bapa, maka kepada kita yang sedang hidup di bumi diberikanlah tugas-tugas itu supaya kita melakukannya.

Apakah rahasianya sehingga Tuhan Yesus bisa melakukan semua itu? Mari kita lihat Lukas 4:18-19, "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."

Jadi rahasia mengapa Tuhan Yesus bisa melakukan pelayanan seperti itu adalah karena Roh Tuhan ada pada-Nya dan Allah telah mengurapi Tuhan Yesus! Kis 10:38 berkata, yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia. Mari kata ‘mereka’ ini kita ganti dengan kata ‘saya’ sehingga firman Tuhan akan berbunyi demikian, "Saya akan meletakkan tangan saya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." Percayakah engkau akan hal ini? Amin!ini bukan berarti bahwa nanti sepulangnya di rumah, maka Saudara akan minum racun, tetapi yang dimaksud adalah ketika Saudara dalam tugas, lalu ada yang meracuni Saudara maka itu tidak akan mempan! Dijamin tidak akan mempan! Siapa yang menjamin? Firman Tuhanlah yang menjaminnya. Amin!

Sekali lagi, rahasia mengapa Tuhan Yesus bisa melakukan pelayanan yang luar biasa itu adalah karena Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan dengan kuat kuasa! Beberapa hari yang lalu ketika saya sedang berada di mobil dan merenungkan pesan Tuhan ini, saya bertanya kepada Tuhan, "Tuhan, berikanlah kepada saya kata kunci apa yang harus hamba-Mu sampaikan ke depan ini". Dan Tuhan berikan kata kuncinya, yaitu : ‘PENGURAPAN’ Amin!

Saudara yang sudah mengangkat tangan dan berkata, "Saya mau! Saya mau!" maka Saudara akan diurapi Tuhan! Seperti kemarin di doa pengerja, saya telah katakan kepada para pengerja, "Kalau Saudara tidak diurapi, maka Saudara akan menjadi ‘urap-urap’!"-Karena kita tidak akan bisa melakukannya tanpa pengurapan Tuhan. Kemarin saya berkata, "Saudara diingatkan kembali, mungkin selama ini sudah ada yang mulai lupa dan berkata, "Wah…saya bisa ya membuat orang yang disentuh sedikit saja langsung rebah!" ... padahal itu semua bukan karena dia, tetapi karena pengurapan Tuhan. Karena kita itu tidak ada apa-apanya, bahkan saya sampai hari ini berkata, "Tuhan, saya ini tidak bisa apa-apa. Kalau urapan itu dicabut, maka jadinya hanyalah urap-urap!" Oleh sebab itu kita harus menjaga supaya pengurapan Tuhan itu terus berada atas kita!

Saya mau bersaksi sekarang, di mana saya baru pulang dari Amerika dan Eropa. Seperti yang kita ketahui, baru-baru ini 95.000 penerbangan di Eropa di-‘cancel’ karena debu yang berasal dari sebuah gunung yang meletus di Eslandia. Yang luar biasa adalah, hal itu terjadi ½ jam setelah saya mendarat di Amsterdam, dan semua penerbangan langsung dibatalkan. Dan saya tahu mengapa saya harus ke sana, yaitu untuk melepaskan pengurapan. Dan saya percaya Eropa pasti akan dilawat Tuhan!

Pada tanggal 8-10 April yang lalu, saya pergi ke kota Tulsa-Oklahoma, Amerika Serikat, yaitu bertempat di kampus Oral Roberts University untuk menghadiri dan melayani pada event "Empowered 21" yang merupakan konferensi dunia tentang Roh Kudus.

Kalau saya berbicara tentang ‘saya’, itu artinya adalah kita semua dan tentang Indonesia. Dan saya ke sana diberi 2 tugas, yaitu :

  1. Dipilih menjadi Pembicara tentang ‘Healing’ atau kesembuhan. Jadi di sana ada sebanyak + 200 klinik; dan salah satunya ada sesi khusus tentang ‘healing’ di mana saya bersama kelima hamba Tuhan dunia lainnya dipilih untuk berbicara bergantian dengan jam dan hari yang berbeda. Dan di situ saya melihat terjadi sesuatu yang luar biasa.
  2. Dipilih menjadi Pembicara pada ‘General Session’, yaitu sesi besar pada acara penutupannya. Dan pada acara penutupan tersebut, dipilih 7 orang yang mewakili benua-benua. Memang tadinya dibagi dalam 6 benua dimana Amerika dibagi menjadi 2, yaitu Amerika Utara, dan Amerika Latin. Tetapi entah bagaimana, apakah mungkin karena angka ‘6’ itu tidak bagus, maka ditambah 1 lagi untuk mewakili benua Antartika.

Jadi kita, Indonesia ... diberikan kehormatan untuk mewakili Asia. Dulu biasanya Korea yang mewakili Asia. Tetapi saya ingat apa yang pernah dikatakan Ps Yonggi Cho, yaitu "Kaki Dian dari Korea pindah ke Indonesia!" Dan itu benar! Karena hari-hari ini di Indonesia terjadi hal-hal yang luar biasa! Ini bukanlah suatu kebetulan di mana kita mendapat kehormatan seperti itu dan saya berkata, "Tuhan, bagaimana bisa Indonesia yang diberikan kehormatan seperti ini?" dan Tuhan berikan gereja kita untuk menjadi wakil di sana.

Pada General Session tersebut, para wakil-wakil benua masing-masing berbicara selama 12 menit, dan sebelumnya kami telah di-briefing demikian, "Saudara-saudara tolong, jangan sampai lebih 12 menit. Kalau lebih 12 menit, maka Saudara akan mengambil jatah waktu rekan Saudara. Ini akan disiarkan langsung ke dunia! Jadi barangsiapa yang melebihi waktu 12 menit, berarti telah mencuri waktu temannya!" Namun meskipun sudah diberitahukan demikian, ternyata ada 2 orang hamba Tuhan yang mencuri waktu temannya. Walaupun sudah diberikan tanda peringatan tetapi malah hamba Tuhan itu pura-pura tidak melihatnya, akibatnya yang menjadi korban adalah yang terakhir, yang berasal dari Afrika. Dimana waktu yang tersedia bagi dia tadinya 12 menit akhirnya hanya tinggal 3 menit yang disiarkan langsung karena sudah ‘dicuri’ temannya. Beruntung saya ada pada urutan ke-3.

Saudara, di sini saya baru mengerti arti dari pada "kebersamaan". Kebersamaan itu sebetulnya berarti; jangan mengambil pelayanan orang lain! Jangan mengambil miliknya orang lain! Itulah artinya kebersamaan yang harus dijaga dan kita belajar di situ. Tentu kebersamaan tidak bisa terjaga kalau ada satu orang yang ingin jadi lebih populer dan lebih kelihatan menonjol, sehingga seolah-olah mau menyelesaikannya sendiri tetapi yang menjadi korbannya adalah temannya sendiri. Saya sudah tahu mengapa saya ke sana karena Tuhan sudah berbicara kepada saya. Jadi acara itu diadakan di Oral Roberts University, untuk menjadi suatu memorial bagi Oral Roberts yang baru saja meninggal dunia. Dan Oral Roberts meninggal tidak lama setelah anak rohaninya, Billy Joe dipanggil Tuhan.

Seperti kita ketahui bahwa Oral Roberts ini adalah seperti lambang kesembuhan bagi dunia atau ‘bapa healing dunia’ di mana sebelum dipanggil Tuhan umurnya telah mencapai 90 tahun lebih dan sampai akhirnya pelayanannya tetap melayani dalam ‘healing’-begitu pula dengan anak rohaninya, Billy Joe. Dan Tuhan telah beritahukan kepada saya bahwa saya akan menerima tongkat estafet pelayanan hamba-hamba Tuhan tersebut, dan selanjutnya pelayanan saya pun akan seperti mereka itu.

Secara ringkas, ada suatu pengurapan baru yang Tuhan berikan kepada saya, yang artinya juga untuk Saudara, yaitu bagaimana caranya saya menerima tongkat estafet tersebut. Yaitu pada waktu saya sedang berbicara tentang healing di gereja alm. Ps. Billy Joe, turunlah urapan Tuhan dan terjadinya kesembuhan yang luar biasa. Bahkan sampai ketua panitianya mengatakan bahwa berita tentang hal itu menyebar dari mulut ke mulut hingga orang-orang tahu apa yang terjadi pada hari itu di tempat itu. Dan pada akhirnya, mendekati acara penutupan, saya tiba-tiba dilawat oleh Tuhan dan saya tahu bahwa ‘Tongkat Estafet’ ini Tuhan telah berikan.

Keesokan harinya saya berbicara di sebuah gedung besar yang dihadiri sekitar 8.000 orang dari seluruh dunia. Dan para hamba-hamba Tuhan seluruh dunia pun ada di sana untuk berbicara dalam sesi-sesi (klinik-klinik) seperti Cindy Jacob, Chuck Pierce, dan lain-lain. Pada waktu itu saya bertanya-tanya kapan saya akan diberikan pengurapan oleh Tuhan dan saya pikir urapan itu akan turun ketika sedang berada di tempat itu, namun ternyata pada waktu saya sedang persiapan di sore harinya, ketika saya di kamar dan istri saya sedang tidur, tiba-tiba saya dilawat secara luar biasa oleh Tuhan sehingga saya langsung masuk kamar mandi dan mengunci pintunya. Dan saya tahu, tongkat estafet sudah diberikan Tuhan. Tongkat Estafet itu berbicara tentang pengurapan dan ini merupakan pengurapan baru yang Tuhan berikan dalam dimensi yang lebih tinggi lagi. Kalau saya mendapatkannya, berarti Saudara juga mendapatkannya. Amin!

Dulu beberapa waktu yang lalu, saya sering bertanya kepada Tuhan, "Tuhan, banyak orang ingin intim dengan Tuhan, tetapi kadang-kadang sulit bagi mereka. Mereka mau, tetapi untuk intim itu sulit, Tuhan. Bagaimana ya Tuhan?" dan Tuhan menjawab bahwa Dia menyediakan pengurapan kasih. Dan itu sudah bertahun-tahun saya bawa kemana-mana sehingga di luar negeri saya dikenal sebagai ‘Rasul Kasih’ karena membawa pengurapan kasih. Jadi ketika saya membagikan pengurapan kasih, dalam hitungan menit tiba-tiba orang bisa berubah, menangis di hadapan Tuhan dan langsung mengalami hubungan yang intim dengan Tuhan.

Demikian pula, sudah cukup lama saya bertanya kepada Tuhan, "Tuhan, saya melihat orang-orang yang terikat terutama narkoba, pornografi, sex, dsb, berapa persen yang berhasil dilepaskan? Semakin hari semakin banyak yang terikat sedangkan yang dilepaskan hanya sedikit. Dan saya melihat sepertinya iblis menari-nari terus dan berkata, "Wah, apa yang mau dilakukan? Kamu tidak bisa apa-apa". Tetapi saya mau beritahu Saudara bahwa hari-hari ini pengurapan untuk membebaskan tawanan itu sudah Tuhan lepaskan pengurapan-Nya kepada kita. Haleluya!

Saudara, sepanjang 4 tahun yang terakhir ini saya sudah melihat begitu banyak orang yang buta dicelikkan, yang kanker dan tumor disembuhkan bahkan orang yang bisu-tuli sejak lahir disembuhkan, tetapi untuk yang terakhir ini kita harus bersukacita. Saya tidak tahu berapa banyak yang mungkin ada di antara Saudara, di keluarga Saudara dan di antara teman Saudara yang terikat. Mungkin kadang-kadang mereka sudah bertobat, tetapi jatuh kembali karena ikatannya terlalu kuat. Tetapi hari-hari ini saya mau beritahu Saudara bahwa pengurapan untuk membebaskan para tawanan sudah Tuhan lepaskan. Haleluya!

Saya percaya hari ini kita menerima 3 macam pengurapan, yaitu:

  1. Pengurapan Kasih
  2. Pengurapan Belas Kasihan
  3. Pengurapan Mujizat dan Kesembuhan,

terutama di dalam membebaskan orang-orang yang tertawan. Dan inilah pelayanan Tuhan Yesus., supaya Saudara peduli kepada mereka yang sengsara. Karena Tuhan Yesus segera akan datang kembali dan kita semua tentu mau menjadi domba-Nya. Mengapa menjadi domba? Karena kita peduli kepada orang-orang yang paling hina. Dan itu membutuhkan belas kasihan Tuhan Yesus dan pengurapan untuk itu sedang turun hari-hari ini., supaya Saudara bisa hidup intim dengan Tuhan Pengurapan bukanlah hanya milik satu orang karena setiap kita diberikan pengurapan oleh Tuhan. Saya percaya mungkin ada di antara Saudara yang terikat, tetapi Saudara akan dilepaskan. Kelihatannya baik-baik saja dan tidak ada yang tahu, namun sebenarnya Saudara terikat. Mungkin saja terikat pornografi, dan tidak ada yang tahu karena Saudara hanya ‘bermain-main’ sendirian dan sangat sulit untuk mengalami kelepasan. Tetapi dengarlah, bahwa hari-hari ini Tuhan sedang membebaskan umat-Nya. Amin!

Sumber