Rencanaku gagal (Pdt Sutadi Rusli)
| Pesan Gembala | |
|---|---|
| Ibadah | Ibadah Raya |
| Tanggal | Minggu, 12 April 2026 |
| Gereja | GBI Danau Bogor Raya |
| Lokasi | Grha Amal Kasih |
| Kota | Bogor |
| Khotbah lainnya | |
| |
| |
SKetika rencana manusia gagal, Tuhan sebenarnya tetap memegang kendali dan sedang menjalankan rancangan-Nya yang penuh damai sejahtera dan pengharapan. Melalui kisah Simon dari Kirene, kita belajar bahwa peristiwa yang terasa berat, tidak adil, dan tidak sesuai rencana justru dapat menjadi jalan perjumpaan pribadi dengan Tuhan yang membawa perubahan hidup. Karena itu, setiap orang percaya dipanggil untuk tidak bersandar pada rencananya sendiri, melainkan percaya bahwa Tuhan berdaulat penuh, tidak mencelakakan, dan sanggup mengubah kegagalan menjadi titik awal pemulihan dan pertobatan.
Shalom dan selamat sore. Puji Tuhan, sore hari ini kita boleh sama-sama memulai kembali ibadah pukul 5 sore, setelah dulu di gedung lama kita mengadakan ibadah sore tapi sementara tidak diadakan karena masa pandemi COVID-19.
Semua siap hadir setiap minggunya untuk memuji-muji Tuhan dan mendengarkan Firman Tuhan? Amin!
Kita terus berdoa, karena musim menuai ini sudah tiba. Tahun Amanat Agung ini harus kita selesaikan pada hari-hari ini. Kita terus percaya bahwa Tuhan akan membuka tempat-tempat baru. Kalau sampai dengan hari ini Tuhan sudah izinkan dan memberi anugerah untuk kita membuka 81 cabang, tentu ini menjadi satu anugerah besar buat kita semuanya. Dan di tengah-tengah goncangan yang ada, justru akan banyak jiwa datang mencari Tuhan. Di tengah-tengah goncangan itu, Tuhan akan memberikan kita kekuatan demi kekuatan. Yang siap diberi kekuatan oleh Tuhan, katakan Amin!
Tema sore hari ini adalah Rencanaku gagal.
Waduh, temanya kok ngga enak banget ya. Saya mau tanya: siapa yang pernah punya rencana gagal? Ngga tahu, rencana mau diajak makan gagal, rencana mau beli sesuatu gagal, rencana mau pergi ke suatu tempat gagal. Ada yang pernah mengalami kegagalan? Pasti ada. Saya juga. Semua kita pasti pernah mengalami kegagalan.
- Saya teringat satu peristiwa yang dulu pernah dimuat di koran. Ada seorang bapak bersama anaknya yang mau menghadiri acara keluarga yang penting sekali di Kota Bandung.
- Belum lama ini juga ada kisah kecelakaan pesawat Indonesia Air Transport.
- Di dalam Alkitab ada satu tokoh. Dia datang dari Afrika Utara, jauh sekali, menuju kota Yerusalem. Dari daerah yang sekarang kira-kira adalah Libya, perjalanan itu bisa mencapai 1.300 sampai 1.500 kilometer. Kalau sekarang naik pesawat mungkin hanya beberapa jam, tapi 2.000 tahun yang lalu tentu perjalanan itu berminggu-minggu. Dia pergi bersama keluarganya menuju Yerusalem untuk apa? Untuk merayakan Paskah di Yerusalem.
Istrinya, atau mama dari anak itu, sudah lebih dahulu ada di Bandung bersama keluarga yang lain. Lalu bapak dan anak ini pergi ke Terminal Baranangsiang di Bogor untuk naik bus menuju Bandung.
Mereka akhirnya menemukan satu bus dan berhasil duduk. Tetapi ternyata kursi yang mereka duduki itu sudah dipesan orang lain. Orang yang punya kursi itu hanya turun sebentar membeli sesuatu, lalu kembali. Akhirnya bapak dan anak ini mau tidak mau harus turun lagi dari bus. Mereka bingung, gelisah, dan sangat khawatir, karena kalau harus menunggu bus berikutnya, mereka bisa terlambat menghadiri acara keluarga yang sangat penting itu.
Mereka menunggu cukup lama. Pada waktu itu belum ada handphone, belum bisa komunikasi lewat WhatsApp, sehingga mereka benar-benar gelisah. Rencana mereka seperti gagal total. Mereka berpikir, "Aduh, kita bisa ketinggalan acara keluarga ini." Akhirnya mereka hanya bisa pasrah.
Beberapa waktu kemudian datang bus yang lain, dan kali ini ada tempat duduk untuk mereka. Mereka pun naik. Perjalanan menuju Bandung saat itu belum lewat Cipularang, jadi masih lewat Puncak, Cianjur, lalu Padalarang. Ketika sampai di daerah Ciloto, rupanya ada kemacetan yang cukup parah. Bus berjalan pelan-pelan. Dan ketika mereka mendekat, mereka melihat ada satu bus masuk ke jurang. Waktu mereka perhatikan, ternyata bus itulah bus yang tadinya seharusnya mereka naiki. Dan ternyata banyak penumpang dalam bus itu meninggal dunia.
Saudara, mereka tadinya berpikir rencana mereka gagal, padahal justru lewat kegagalan rencana itu mereka diselamatkan oleh Tuhan.Kalau saya tidak salah, ada seorang teknisi yang tidak jadi ikut dalam pesawat itu karena dia minta izin pergi ke gereja lebih dulu. Akhirnya dia selamat dari kecelakaan itu.
Sering kali kita punya rencana, tetapi rencana itu Tuhan gagalkan. Dan ternyata Tuhan punya maksud yang lebih indah lagi buat kita semuanya.Mereka sudah mempersiapkan semuanya. Sudah menabung, sudah mengatur waktu, sudah siap meninggalkan daerah mereka cukup lama demi pergi beribadah Paskah di Yerusalem. Tetapi ternyata apa yang mereka rencanakan gagal total.
Siapa nama tokoh itu? Namanya adalah Simon dari Kirene.
Siapa yang pernah baca cerita tentang Simon dari Kirene? Ini adalah kisah ketika Tuhan Yesus sudah ditangkap, disiksa, dicambuk, dipasangi mahkota duri, lalu dipaksa memikul salib. Darah mengalir dari tubuh-Nya. Sampai di perhentian tertentu, Yesus sudah tidak kuat lagi memikul salib itu. Pada saat itulah Simon dari Kirene berada di situ. Dan prajurit-prajurit Romawi langsung menangkap dia dan memaksa dia, "Ayo, kamu bantu angkat salib ini."
Simon tidak tahu apa-apa. Dia tidak mengerti ceritanya secara penuh. Tahu-tahu dia dipaksa memikul salib itu. Dia mungkin pergi ke Yerusalem dengan rencana mau beribadah Paskah, tetapi justru malah dipaksa memikul salib.Tuhan punya rencana
Saudara, poin yang pertama yang Tuhan mau kita mengerti adalah bahwa Tuhan punya rencana!
Mari kita baca:
- Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. (Yeremia 29:11)
Simon dari Kirene berpikir semuanya gagal total. Dia punya impian, mungkin sudah berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun, untuk pergi ke Yerusalem dan beribadah Paskah di sana. Tetapi ternyata semuanya dibalikkan Tuhan. Dia justru disuruh memikul salib. Rasanya berat, rasanya susah, dan dia tidak bisa menolak.
Demikian juga dengan kita. Kita punya banyak rencana. Tetapi Tuhan berkata, "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu." Demikianlah firman Tuhan. Rancangan damai sejahtera, bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan masa depan yang penuh harapan.
Katakan kanan kiri, bilang: kita punya masa depan yang penuh pengharapan.
Bagian yang pertama dari ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan berdaulat penuh atas hidup kita.
- Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN
Apapun yang Saudara alami hari ini, semuanya ada di bawah kontrol Tuhan. Dia berdaulat penuh atas hidup Saudara. Katakan amin.
Saya dulu sering gampang membuat keputusan. Kadang bahkan lebih sering tidak bertanya dulu kepada Tuhan. Tahu-tahu saya putuskan, lalu tahu-tahu salah. Tahu-tahu salah lagi. Tahu-tahu salah lagi. Sampai satu waktu saya dapat Firman Tuhan dari:
- Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi TUHANlah yang menentukan arah langkahnya. (Amsal 16:9)
Kita semua suka mikir jauh. Kita pikirkan masa depan, ekonomi, bisnis, harga emas, dolar, bahan baku, semuanya. Kita memikirkan segala sesuatu. Tetapi Firman Tuhan berkata bahwa kita boleh memikir-mikirkan jalan kita, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkah kita.
Dia yang menentukan arah langkah saya. Dia yang menentukan arah langkah Saudara.
Lalu Yakobus juga mengingatkan:
- Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung; sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu. (Yakobus 4:13-15)
Setuju ngga? Kita harus belajar berkata: jika Tuhan menghendaki.
Kita sedang belajar. Kadang kita salah, tapi kita mau perbaiki. Kita mau bertobat dan kembali kepada jalan Tuhan. Supaya apa? Supaya masa depan yang penuh pengharapan itu benar-benar terjadi dalam hidup kita. Haleluya!
Sekarang kembali lagi ke Yeremia 29:11.
Bagian yang kedua adalah ini: Tuhan tidak mungkin mencelakakan kita.
- yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Dia mau memberikan masa depan yang penuh pengharapan. Siapa yang mau punya masa depan penuh pengharapan?
Simon dari Kirene tadi mungkin berpikir semuanya sudah habis. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi sesudah itu. Dan kadang-kadang kita juga seperti itu. Waktu kita mengalami hal-hal yang tidak enak, kita mulai bertanya, "Masih ada masa depan penuh pengharapan buat saya atau tidak?"
Tetapi ayat ini menegaskan dua hal:
- Tuhan berdaulat penuh atas hidup kita
- Dan Tuhan tidak mungkin mencelakakan kita
Dia ingin mengangkat setiap orang percaya untuk memiliki masa depan yang penuh pengharapan. Katakan amin.
Metanoia: perubahan total
Lalu yang paling akhir saya mau sampaikan adalah ini: metanoia.
Apa artinya metanoia? Artinya perubahan. Putar balik 180 derajat. Berbalik.
Kalau Saudara pelajari Alkitab, para ahli Alkitab mengatakan bahwa bagaimana kemudian kehidupan Simon dari Kirene ini berubah. Bahkan anak-anaknya, Alexander dan Rufus, dan juga istrinya, kemudian menjadi orang-orang percaya, pelayan-pelayan Tuhan. Itu dicatat oleh Markus dan juga oleh Rasul Paulus.
Kenapa bisa begitu? Karena awalnya Simon dari Kirene hanya mau datang untuk ibadah Paskah di Yerusalem. Tetapi ternyata dia dipaksa memikul salib. Dan di situlah dia mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan.
Dia melihat sendiri bagaimana Yesus menderita begitu parah. Dia melihat darah di mana-mana, mahkota duri, tubuh yang sudah tidak sanggup lagi. Dia bukan cuma mendengar cerita, tetapi mengalami langsung.
Waktu dia memegang salib itu, dia merasakan beratnya. Waktu dia mengangkat salib itu, darah Yesus yang ada di mana-mana bisa jadi juga menempel pada tubuh Simon dari Kirene.
Itulah yang membuat dia berubah. Karena ada satu encounter, satu perjumpaan pribadi dengan Tuhan.
Bukan hanya dia yang berubah, tetapi seisi keluarganya juga mengalami perubahan.
Coba bayangkan kalau dia cuma datang ibadah Paskah biasa, lalu pulang lagi. Mungkin dia ngga dapat apa-apa. Tetapi karena rencananya yang sudah dia cita-citakan sekian lama itu gagal, Tuhan justru punya rencana lain: supaya dia menjadi orang yang berubah dan percaya, bahkan seisi keluarganya juga. }}
Penutup
Kalau hari-hari ini Saudara mungkin sedang mengalami seperti Simon dari Kirene — Tuhan izinkan Saudara mengalami hal yang tidak enak — percayalah, Tuhan punya maksud dalam hidup setiap kita. Dia mau memberikan masa depan yang penuh pengharapan. Amin.
Bertahanlah. Ikuti tuntunan Tuhan. Ngga usah terlalu banyak mikir-mikir sendiri, karena Tuhan yang menentukan arah langkah kita. Dan percayalah, hidup kita ada di tangan Tuhan. Dia berdaulat penuh.
Karena itu, kalau Saudara sedang mengalami sesuatu, mari kita makin melekat sama Tuhan. Biar kita makin berjumpa dengan Tuhan. Seperti Simon dari Kirene, dia berjumpa secara pribadi dengan Tuhan. Dia merasakan penderitaan-Nya. Dia merasakan beratnya salib. Dia merasakan darah Yesus. Dan itulah yang Tuhan mau kerjakan juga di dalam hidup setiap kita.
Dalam masa 40 hari setelah kebangkitan, Tuhan Yesus datang mengunjungi dan memulihkan. Dan hari ini Dia juga mau datang memulihkan setiap pribadi, setiap keluarga, lepas keluarga.
Amin.
Nyanyi:
Lebih dalam lagi kurindu Kau, Tuhan
Lebih dari segala yang ada
Lebih dalam lagi kucinta Kau, Yesus
Kumengasihi-Mu
Deeper in love with You
Deepert in love with You
I love You more than anything in life
Deeper in love with You
Deeper in love with You
O, how I love You, Lord