Kedewasaan rohani (KOM 120.7)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

... Sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, ...

Efesus 4:13

Dalam kehidupan kita waktu terus berjalan tanpa henti. Sejalan dengan itu usia setiap orang bertambah, fisik bertumbuh, mental berkembang. Demikian pula adanya bagi setiap orang yang lahir baru. Sejak lahir baru manusia rohani kita seharusnya bertumbuh seiring dengan berjalannya waktu, menuju kepada kedewasaan rohani. Namun, ada banyak orang yang tidak menyadari bahwa mencapai kedewasaan rohani itu tidak otomatis terjadi tanpa kerinduan, usaha, dan 'bayar harga'.

Ciri-ciri kerohanian yang kekanak-kanakan

  1. Statis
  2. Kehidupan rohani yang tidak bertumbuh, sehingga hidup secara duniawi.

  3. Emosional
  4. Ketidakstabilan dalam emosi dan ketiadaan penguasaan diri, sehingga menyebabkan banyak perselisihan.

  5. Tidak bertanggung jawab
  6. Anak-anak enggan dan juga tidak mampu memikul tanggung jawab.
  7. Egois
  8. Hanya menuntut dan meminta apa yang bisa diberikan oleh Tuhan dan orang lain bagi diri sendiri.
  9. Belum teruji
  10. Belum pernah mengalami kemenangan-kemenangan dalam mengatasi masalah kehidupan. Tidak berani menghadapi tantangan.

Ciri-ciri kedewasaan rohani

1. Kerohanian yang terus bertumbuh

Memiliki disiplin rohani dan rela menerima didikan.

2. Hidup yang berbuah

Hidup dalam mentalitas berkelimpahan dan menjadi berkat bagi sesama.

3. Mengerti tujuan hidupnya di dalam Tuhan

Membuat keputusan dan pilihan yang tepat dalam hidupnya.

4. Hidup berkemenangan

Memiliki integritas dan komitmen kepada kebenaran Firman Tuhan.

Kedewasaan Rohani tidak ditentukan oleh:

  • Usia Kekristenan
  • Jabatan gerejawi
  • Pengetahuan rohani Kita
  • Karunia rohani Kita

Jalan menuju kedewasaan rohani

1. Bayi rohani

Ciri-cirinya:

  • Selalu meminta dan menuntut
  • Tidak memiliki mental untuk menjadi berkat
2. Anak-anak rohani

Ciri-cirinya:

  • Mulai melatih otot-otot rohani
  • Bergairah untuk menjalani pengalaman-pengalaman rohani yang baru
  • Mulai memiliki visi
3. Dewasa rohani

Ciri-cirinya:

  • Cermat dalam tindakan-tindakannya
  • Mulai melayani orang lain
  • Memiliki visi dan misi yang jelas
4. Bapa rohani

Ciri-cirinya:

  • Berorientasi kepada kekekalan
  • Mendahulukan orang lain
  • Membangkitkan dan mempromosikan anak-anak rohani

Alasan kita menjadi dewasa

1. Gereja adalah mempelai Kristus

Mempelai pastilah orang yang dewasa. Orang percaya yang tidak dewasa rohani, tidak layak menjadi mempelai.

2. Allah menginginkan kita berbuah

Ranting yang tidak berbuah akan dikerat oleh-Nya.

3. Untuk menerima tanggung jawab yang lebih besar

Orang yang dewasa mampu melipatgandakan talentanya dan kepadanya akan dipercayakan tanggung jawab yang lebih besar.

4. Ia menguji kita dengan api!

Setiap orang akan mengalami ujian atas kualitas dan kemurnian kekristenannya.

Proses kedewasaan rohani

1. Pembaharuan pikiran

Tunduk kepada kehendak-Nya dan bertobat dalam cara berpikir.

2. Menggali kebenaran Firman Tuhan

Memperoleh pemahaman-pemahaman baru yang lebih dalam tentang kebenaran Firman Tuhan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

3. Mengejar kepenuhan Kristus

Meneladani Kristus dalam segala aspek kehidupan kita.

4. Menang atas ujian dan godaan

Mempertahankan iman dalam segala situasi kehidupan kita.

Diskusi

  1. Sampai di manakah tingkat kedewasaan rohani kita saat ini?
  2. Apakah kita memiliki motivasi untuk lebih bertumbuh dalam kedewasaan rohani?

Proyek ketaatan

Tulislah langkah-langkah yang Anda lakukan untuk mulai bertumbuh menuju kedewasaan rohani.

Sumber

  • Divisi Pengajaran (Juni 2018). "120.7 Kedewasaan rohani". KOM Seri 100 Pencari Tuhan (edisi ke-25, Juni 2018). Jakarta: GBI Jalan Gatot Subroto - Senayan. ISBN 979-3571-05-5.