Mendengar suara Allah (KOM 120.3)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

... Dan sesudah itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa. Segera sesudah Elia mendengarnya, ia menyelubungi mukanya dengan jubahnya, lalu pergi keluar dan berdiri di pintu gua itu. Maka datanglah suara kepadanya yang berbunyi: “Apakah kerjamu di sini, hai Elia?

1 Raja-Raja 19:12b-13

Mendengar suara Tuhan bukanlah hal yang luar biasa bagi umat-Nya. Tuhan menyampaikan pesan-pesan-Nya kepada umat-Nya melalui begitu banyak cara yang Dia miliki. Ini bukan tentang kemampuan manusia untuk mendengar suara-Nya, tetapi tentang kehendak Tuhan memperdengarkan suara-Nya, sekalipun kita sedang dalam keadaan berdosa. Adalah tanggung jawab kita untuk melatih kepekaan dalam mendengar suara-Nya.

Contoh: Tuhan berbicara kepada Adam, Kain, Elia, Bileam, Petrus dan lain-lain.

Mengenali suara-suara dalam hati kita

  1. Suara yang berasal dari Tuhan
  2. Datangnya dari dalam hati kita, serta sifatnya spontan dan tuntas.

  3. Suara kita sendiri
  4. Datangnya dari pikiran, timbulnya setelah melalui proses pemikiran atau perenungan, dan hasilnya perlu dipertimbangkan kembali.
  5. Suara Iblis
  6. Berasal dari setan dan antek-anteknya. Biasanya suara ini lebih ke arah negatif seperti mengintimidasi, membuat ragu-ragu, dan lain-lain.

Mengenali karakteristik suara Tuhan

  1. Gagasan yang datang dari dalam hati
  2. Seringkali gagasan itu berbeda dengan jalan pikiran kita, bahkan gagasan itu jauh lebih baik dari pikiran kita.

  3. Gagasan itu sifatnya segar, spontan, tidak analitis
  4. la tidak didahului oleh, atau merupakan hasil analisa pikiran kita.
  5. Gagasan itu ringan dan lembut
  6. la datang dalam keadaan sedemikian rupa, sehingga jika hati kita tidak tenang, dengan mudah dapat terabaikan.
  7. Gagasan itu mengandung pesan khusus, dan pelajaran khusus
  8. Allah tidak pernah berbicara tanpa maksud dan tujuan tertentu bagi hidup kita.
  9. Gagasan itu memiliki kuasa rohani
  10. Ketika kita menerima dan melakukannya, ada rasa sukacita dan amai sejahtera yang menyertainya, demikian pula sebaliknya jika kita tidak melakukannya.

Penghalang-penghalang dalam mendengar suara Tuhan

1. Tidak mau mendengar
  • Hati yang keras
  • Lalai/tidak menyediakan waktu, terlalu sibuk
2. Tidak percaya
3. Dosa dan kejahatan

Tidak taat (1 Samuel 28:5-7; 15:22-23)

4. Kepahitan/sukar mengampuni
5. Setan

Media suara Tuhan

Tuhan menggunakan berbagai-bagai media untuk menyampaikan pesan-Nya. Pesan-pesan-Nya itu merupakan tuntunan, teguran, nasihat, penghiburan, janji-janji, nubuatan, dorongan, dan sebagainya.

1. Firman Tuhan

Firman Tuhan adalah satu-satunya sarana suara Tuhan yang tidak bisa salah. Semua sarana lain harus diuji melalui Firman Tuhan.

  • Pembacaan Alkitab (pada saat teduh dan sebagainya).
  • Mendengar khotbah atau pengajaran yang benar dan Alkitabiah.
2. Suara dari dalam hati

Roh Kudus berbicara dari dalam hati kita. Suara itu mendatangkan damai sejahtera.

3. Suara yang dapat didengar (audible)

Tidak semua orang memiliki karunia untuk mendengar dengan cara ini.

4. Malaikat

Seringkali Tuhan mengutus malaikat-Nya untuk menyampaikan pesan dan rencana-Nya kepada manusia, baik dalam PL maupun PB.

5. Kata-kata orang di sekitar kita
  • Adanya kata-kata yang sama ditujukan kepada kita oleh beberapa orang secara terpisah.
  • Adanya perkataan seseorang yang berupa nasihat, ajaran yang 'menusuk' hati kita.
6. Mimpi atau penglihatan
  • Tidak semua mimpi termasuk dalam bagian ini.
  • Mimpi yang sifatnya mendakwa dan tidak mendatangkan damai sejahtera bukan dari Tuhan.
7. Kejadian-kejadian

Perjumpaan Ilahi (antara lain: dengan malaikat, trance=pengalaman di luar tubuh dan lain-lain) adalah salah satu sarana Tuhan mengkomunikasikan kehendak-Nya.

8. Fenomena alam

Bencana alam, malapetaka, epidemi sering menyadarkan dan mengingatkan kita kepada Tuhan.

9. Media cetak dan elektronik

Ada bacaan atau tontonan yang menggoreskan kesan tertentu dalam hati kita.

10. Situasi hidup kita

Persoalan dan masalah yang terjadi merupakan salah satu cara Tuhan berbicara kepada kita.

Diskusi

  1. Berapa orang yang merasa didoakan sesuai dengan keadaan dan kebutuhannya?
  2. Berapa orang merasa sulit atau gagal melakukan hal itu, dan apa sebabnya?

Aktivasi dan proyek ketaatan

  1. Ambil waktu sekitar 3-5 menit, berdiam diri mendengar pesan Tuhan bagi seorang rekan yang kita doakan. Sampaikan apa yang kita terima dari Tuhan.
  2. Tuliskan itu dalam buku catatan saat teduh pribadi Anda.


"Mendengarkan dengan baik sangatlah mirip dengan mencari gelombang radio. Anda hanya bisa mendengarkan satu stasiun saja dalam satu kali. Berusaha mendengarkan istri saya berbicara sambil membaca laporan dari kantor adalah seperti berusaha mendengarkan dua stasiun radio sekaligus."

— Robert W. Herron

Sumber

  • Divisi Pengajaran (Juni 2018). "120.3 Mendengar suara Allah". KOM Seri 100 Pencari Tuhan (edisi ke-25, Juni 2018). Jakarta: GBI Jalan Gatot Subroto - Senayan. ISBN 979-3571-05-5.