Firman yang menjadi manusia (KOM 130.2)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Kristus adalah Allah yang menjadi manusia, yang menjadi teladan dan terang bagi hidup kita.

Pada mulanya adalah Firman: Firman itu bersama-sama dengan Allah. Firman itu telah menjadi manusia dan diam diantara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih, karunia dan kebenaran.

Yohanes 1:1, 14

Yesus Kristus adalah satu pribadi yang memiliki dua hakikat, yaitu Ilahi dan manusia. Dia adalah Allah sejati dan manusia sejati. Ia sehakikat dengan Bapa dalam Keilahian-Nya dan menjadi serupa dengan manusia dalam kemanusiaan-Nya, kecuali dalam hal dosa. Ia tidak berdosa. Dalam Keilahian-Nya Dia sudah ada bersama-sama dengan Bapa sebelum dunia dijadikan dan dalam kemanusiaan-Nya la lahir melalui perawan Maria. Keduanya disatukan dalam diri Yesus Kristus. Ia tidak terbagi menjadi dua pribadi. Ia adalah satu pribadi yaitu Anak Allah.

Tujuan inkarnasi Kristus

Sekalipun la adalah Allah, namun mengosongkan diri-Nya dan menjadi sama dengan manusia.

  1. Menyatakan Bapa
  2. Semenjak kejatuhan manusia dalam dosa, hubungan dengan Allah terputus, sehingga lahir berbagai pandangan yang tidak benar tentang konsep Allah, Kristus adalah satu-satunya profil karakter Allah yang benar.

  3. Menggenapi rencana penebusan-Nya
  4. Setelah manusia jatuh ke dalam dosa, Allah mulai menjalankan tema penebusan sehingga segala sesuatu yang terjadi di dalam Alkitab mengarah pada satu titik yaitu kelahiran ‘sang benih perempuan'.

Tugas dan peranan Kristus di dunia

  1. Menghapus dosa
  2. Dengan darah-Nya yang tidak pernah tercemar oleh dosa, la menebus segala dosa kita.

  3. Memberi teladan hidup yang kudus
  4. la memberi bukti, bahwa dengan pertolongan Tuhan, kita bisa hidup kudus, setiap hari sepanjang umur hidup kita.

  5. Membinasakan pekerjaan iblis
  6. Bersama Dia, kita mempunyai kuasa untuk melawan dan mengalahkan kuasa iblis. Di dalam Dia kita memperoleh jaminan kemenangan atas segala pergumulan iman dan kehidupan kita.

  7. Menjadi Tuhan atas semesta
  8. la adalah bagian dari kesatuan Allah Tritunggal, pencipta langit dan bumi serta segala isinya, dan seluruh makhluk hidup di dalamnya.

  9. Menjadi satu-satunya keselamatan bagi manusia
  10. la adalah satu-satunya jalan menuju pembenaran hidup kita di hadapan Tuhan, sebagai dasar untuk memperoleh pemulihan dan kehidupan kekal.

  11. Menjadi Kepala Gereja
  12. la menuntun kita masuk ke dalam kesatuan Tubuh Kristus untuk mewarisi kuasa-Nya.

  13. Menjadi pemberi hidup dan pengharapan
  14. Di dalam Dia, kita dipulihkan sepenuhnya sehingga beroleh pengharapan akan hari depan yang penuh kemuliaan.

  15. Menjadi pengantara bagi kita
  16. Kristus senantiasa menjadi Imam Besar yang menjadi pengantara antara kita dengan Bapa.

Teladan Kristus di dunia

  1. Kasih dan belas kasihan-Nya
  2. Kasih dan belas kasihan-Nya menggerakkan setiap perbuatan dalam kehidupan dan pelayanan-Nya.

  3. Ketaatan-Nya
  4. la menaklukkan diri-Nya untuk melakukan apapun yang dikehendaki oleh Bapa-Nya.

  5. Kelemahlembutan dan kerendahan hati-Nya
  6. la mengerti dan menerima keterbatasan kemampuan dan kekuatan kita dalam segala hal, dan siap menyesuaikan diri dengan keadaan itu.

  7. Komitmen pelayanan-Nya
  8. Seluruh komitmen dalam hidupnya bukan untuk mengambil keuntungan bagi diri-Nya, melainkan memberikan hidup-Nya bagi kebaikan orang lain.

  9. Kesabaran dan pengampunan-Nya
  10. la senantiasa mengangkat kita dari kelemahan dan kegagalan kita.

  11. Kesediaan-Nya membayar harga dalam penderitaan
  12. Keputusan membayar harga dalam penderitaan dilakukan-Nya dalam keadaan yang sepenuhnya bebas, merdeka dan berkuasa.

Diskusi

  1. Manakah teladan Kristus yang sudah dilakukan dalam kehidupan kita?
  2. Manakah yang belum dilakukan?

Proyek ketaatan

Berikan contoh-contoh “bayar harga" dalam kehidupan Anda.

Sumber

  • Divisi Pengajaran (Juni 2018). "130.2 Firman yang menjadi manusia". KOM Seri 100 Pencari Tuhan (edisi ke-25, Juni 2018). Jakarta: GBI Jalan Gatot Subroto - Senayan. ISBN 979-3571-05-5.