Kehidupan dalam kelompok sel (KOM 120.5)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Bergabung dalam kelompok sel, yang merupakan keluarga rohani, merupakan sebuah kebutuhan bagi pertumbuhan rohani.

Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,

Kisah Para Rasul 2:46

Kelompok sel merupakan satuan wadah terkecil dalam sebuah gereja lokal. Di dalamnya ada fungsi-fungsi pelayanan penggembalaan, pemuridan, dan persiapan lahirnya seorang pemimpin.

Menjadi bagian dari keluarga rohani

Keluarga rohani adalah:

  1. Kehendak Tuhan
  2. Pembentukan keluarga rohani adalah kehendak Tuhan Yesus sendiri.

    Keluarga rohani adalah kumpulan orang percaya yang melakukan kehendak-Nya.

  3. Hubungan keluarga
  4. Dalam kelompok sel, kita mempunyai hubungan keluarga bersama orang lain.

    Adalah hal yang luar biasa untuk melihat hubungan keluarga rohani memiliki nilai yang setara dengan keluarga jasmani.

    Kita perlu mengalami terobosan untuk masuk ke dalamnya.

  5. Memiliki bapa rohani
  6. Pemimpin kelompok berfungsi sebagai bapa rohani bagi seluruh kelompok/anggota keluarga rohaninya.

  7. Memiliki saudara rohani
  8. Hubungan antara sesama anggota kelompok adalah saudara rohani.

Dimuridkan

Pemuridan terjadi dalam kebersamaan, di mana:

1. Pemurid memberi teladan

Sama seperti murid-murid meneladani kehidupan Yesus, demikianlah pemuridan dalam kelompok sel.

2. Belajar hidup dalam Firman Tuhan

Pemurid dan murid bersama-sama belajar hidup dalam Firman Tuhan.

3. Mengasihi muridnya

Pemurid mengasihi muridnya sebagai anak rohani.

Dilatih (mentoring)

1. Menemukan tujuan

Bapa itu menolong anak-anak untuk menemukan tujuan/panggilan hidup yang direncanakan Tuhan bagi setiap orang.

Bapa itu mempersiapkan anak-anak rohaninya untuk mengejar visi Allah dalam hidupnya.

2. Mendewasakan rohani seorang anak

Murid dilatih untuk menemukan dan mengembangkan talenta dan karunia guna melayani sesamanya.

3. Melepaskan anaknya di saat yang tepat

Bapa rohani melatih anaknya sebaik mungkin serta mengetahui saat yang tepat untuk melepaskan anaknya untuk hidup dan berjalan dalam panggilannya.

Gaya hidup keluarga rohani

  1. Memelihara kasih persaudaraan (Ibrani 13:1-2)
  2. Hidup rukun dan damai (Matius 5:23-24)
  3. Saling memperhatikan dan menasihati (Ibrani 10:24-25)
  4. Saling menegur dengan kasih (Matius 18:15; Lukas 17:3)
  5. Rela berkorban (1 Yohanes 3:16)
  6. Rindu bertemu (1 Tesalonika 3:10)

Hubungan kekeluargaan itu berlangsung selamanya.

Anak rohani tahu bahwa dalam situasi yang sulit, dia tetap bisa mengharapkan dan mengandalkan pertolongan bapanya.

Diskusi

  1. Bagaimana kehidupan kita seandainya tidak bergabung dalam kelompok sel?
  2. Bagaimana kalau setelah bergabung, kita merasa tidak nyaman bersekutu dengan pemimpin atau satu/dua orang dalam kelompok?


"Anda dapat memperoleh lebih banyak teman di dalam dua bulan dengan berusaha terlibat di dalam kehidupan orang lain, dibandingkan dengan dua tahun berusaha melibatkan orang lain dalam kehidupan Anda.

— Dale Carnagie

Sumber

  • Divisi Pengajaran (April 2016). "120.5 Kehidupan dalam Kelompok Sel". KOM Seri 100 Pencari Tuhan (edisi ke-20, April 2016). Jakarta: GBI Jalan Gatot Subroto - Senayan. ISBN 979-3571-05-5.