Orang yang suci hatinya (KOM 210.3.1)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Logo KOM.png
  • KOM 220.1220.1 Mengenal Perjanjian Lama
  • KOM 220.2220.2 Mengenal Perjanjian Baru
  • KOM 220.3220.3 Studi alkitab induktif
  • KOM 220.4220.4 Agama-agama di dunia
  • KOM 230.1230.1 Komunikasi pribadi
  • KOM 230.2230.2 Membangun dan membina persahabatan
  • KOM 230.3230.3 Pengendalian emosi
  • KOM 230.4230.4 Memilih pasangan hidup
  • KOM 230.5230.5 Kehidupan nikah Kristiani
  • KOM 230.6230.6 Mendidik anak
  • KOM 230.7230.7 Panggilan hidup dalam dunia kerja
  • KOM 230.8230.8 Strategi kehidupan yang berhasil
  • KOM 230.9230.9 Mengelola keuangan Anda
Untuk informasi jadwal kelas pengajaran KOM yang dibuka, hubungi Departemen Pengajaran:

+62 (251) 8351-059

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Matius 5:8

Suci hati atau hati yang murni adalah suatu kualitas yang dimiliki seseorang, yang berhubungan dengan pikiran, motivasi dan niat. Jadi bukanlah hanya melakukan apa yang benar tetapi melakukannya disertai pertimbangan yang benar.

Kata "murni" di dalam Alkitab mempunyai dua arti dasar:

  1. Bersih
  2. Tidak ada campuran

Dalam konteks ini berarti suatu kondisi hati yang tidak terkontaminasi, tanpa koruptif, tanpa tipu daya, jujur dan tulus hati. Hati yang murni juga adalah hati yang tidak mendua. Pada hakikatnya ini juga termasuk tentang integritas.

Makna hati yang murni

  1. Integritas
  2. Ini adalah kunci keberhasilan dari kepemimpinan Daud - suatu hati yang memiliki integritas dan keterampilan – hati yang murni dan tangan yang terampil. Integritas adalah kerinduan utama dalam kehidupan dan pelayanan raja Daud.

  3. Kekudusan
    1. Fokus kepada Tuhan
    2. Ketika Tuhan menyelamatkan kita melalui Salib, la tidak hanya membersihkan kita tetapi la juga menaruh suatu hati yang fokus kepada Dia.

      Yesus mengajarkan bahwa kalau hati kita murni, maka fokus utama kita dalam hidup hanya Tuhan. Kita tidak akan menduakan-Nya, sehingga tidak ada tempat untuk perzinahan rohani di dalam hati kita.

    3. Mengikut Tuhan dengan sepenuh hati
    4. Perasaan setengah hati kepada Tuhan adalah kehidupan yang berbahaya. Sebab kita berbicara tentang pentingnya perkara-perkara rohani, tetapi kenyataannya hidup kita bergerak ke arah pemuasan keinginan daging. Banyak orang Kristen yang hidup dengan setengah hati dan menerimanya sebagai sesuatu yang normal.

  4. Ketulusan
  5. Dalam setiap keadaan, kita harus sungguh-sungguh memastikan bahwa kita sedang menghendaki kebaikan sepenuhnya bagi orang lain. Di dalamnya tidak boleh ada unsur penipuan, atau pemanfaatan demi keuntungan pribadi.

Bagaimana kita memiliki kesucian hati?

  1. Keterbukaan
  2. Janganlah langsung berasumsi bahwa setiap motif kita dalam melakukan sesuatu sudah pasti murni.

  3. Keintiman
  4. Mengkhususkan waktu untuk berdiam di hadapan Tuhan akan mengikis pengaruh-pengaruh keduniawian di dalam kehidupan kita.

Dampak kesucian hati

  1. Pengurapan dalam pelayanan
  2. "Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia." Contoh: Elisa

  3. Pengenalan akan Tuhan
  4. Campur tangan Allah yang nyata dalam kehidupan kita.

Kontras antara citra dan integritas

  1. Citra adalah apa kata orang tentang diri kita.
  2. Integritas adalah apa kata hati kita tentang diri kita.
  3. Itu sebabnya Yesus mengecam orang Farisi. Mereka hebat dalam penampilan luar, tetapi miskin di dalam hati mereka. Mereka lebih memperhatikan penerimaan orang-orang dari pada kesenangan Tuhan. Roh yang sama juga dapat menyusup ke dalam Gereja Tuhan.

Refleksi

Adakah hal-hal di dalam kehidupan kita yang berpotensi untuk:

  1. Menghalangi hubungan kita dengan Tuhan (mendukakan hati Tuhan).
  2. Tidak mengusahakan yang terbaik untuk sesama kita.
  3. Membuat kita tidak dapat memberikan yang terbaik dari diri kita untuk melayani Tuhan.

Meskipun hal itu belum tentu "berdosa" dalam Firman Tuhan.


"The world has yet to see; what God can do with, and for, and through, and in, and by the man fully concecrated to Him"

— D.L. Moody