Renungan khusus: Perbedaan antara revisi

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Leo (bicara | kontrib)
k upd
Leo (bicara | kontrib)
k upd
Baris 2: Baris 2:
{{ :{{#dpl:
{{ :{{#dpl:
| category=Materi renungan khusus
| category=Materi renungan khusus
| notcategory=Unified info articles not to be shown in list
| ordermethod=title
| ordermethod=title
| order=descending
| order=descending
Baris 16: Baris 17:
Jumlah={{#dpl:
Jumlah={{#dpl:
| category=Materi renungan khusus
| category=Materi renungan khusus
| notcategory=Unified info articles not to be shown in list
| ordermethod=title
| ordermethod=title
| titlegt=Renungan khusus/2020-44
| titlegt=Renungan khusus/2020-44
Baris 73: Baris 75:
  resultsfooter=<btn class="btn-primary btn-sm">Kategori:Materi renungan khusus|selengkapnya...</btn></div>
  resultsfooter=<btn class="btn-primary btn-sm">Kategori:Materi renungan khusus|selengkapnya...</btn></div>
  category=Materi renungan khusus
  category=Materi renungan khusus
notcategory=Unified info articles not to be shown in list
  ordermethod=title
  ordermethod=title
  order=descending
  order=descending

Revisi per 5 Februari 2021 07.05

I. Pendahuluan

Dalam kehidupan iman Kristen, banyak orang masih bingung memahami hubungan antara anugerah dan pekerjaan (perbuatan).[1] Di satu sisi, Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa keselamatan adalah anugerah Allah dan bukan hasil usaha manusia. Namun di sisi lain, Alkitab juga menekankan pentingnya ketaatan, perubahan hidup, dan kesetiaan dalam perjalanan iman.[2]

Ketegangan ini sering menimbulkan dua sikap yang keliru:

  1. ada yang hidup seolah-olah pekerjaan (perbuatan) tidak penting karena semuanya adalah anugerah, dan
  2. ada pula yang berjuang dalam ketaatan seolah-olah keselamatan sebagai tujuan yang harus terus diusahakan.[3]

Selengkapnya »

Dalam kehidupan iman Kristen, banyak orang masih bingung memahami hubungan antara anugerah dan pekerjaan (perbuatan). Di satu sisi, Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa keselamatan adalah anugerah Allah dan bukan hasil usaha manusia. Namun di sisi lain, Alkitab juga menekankan pentingnya ketaatan, perubahan hidup, dan kesetiaan dalam perjalanan iman.

Sebelumnya:

Lihat pula

  1. ^ Saragih, F. A. P. (2024). Tinjauan Teologis terhadap Doktrin Soteriologi Hyper Grace. Missio Ecclesiae. https://doi.org/10.52157/me.v13i1.225
  2. ^ Yatmini, Y., & Siang, L. (2024). Perspektif Teologis tentang Keselamatan: Belajar dari 1 Petrus 1: 3-12. Jurnal Teologi Injili, 4(2), 136-148. https://doi.org/10.55626/jti.v4i2.80
  3. ^ Wennar & Kusnadi, H. (2025) Kasih Karunia Dan Hukum Taurat Berdasarkan Titus 2:11-12 Bagi Transformasi Kerohanian Jemaat Kontemporer. Jurnal Eulogia. https://doi.org/10.62738/ej.v5i2.116