Renungan khusus: Perbedaan antara revisi
k upd |
k upd |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Renungan khusus''' merupakan artikel warta yang diterbitkan oleh Tim Teologi/Pengajaran GBI Jalan Gatot Subroto. | '''Renungan khusus''' merupakan artikel warta yang diterbitkan oleh Tim Teologi/Pengajaran GBI Jalan Gatot Subroto. | ||
<!--div style="border: 2px SteelBlue solid; padding: 1.25em; border-radius: 5px;"--><!--div style="border-bottom: 1px #aaa solid; padding-bottom: 1.5em; margin-bottom: 1.5em;"--><div class="border rounded border-primary p-3"> | |||
<!--div style="border: 2px SteelBlue solid; padding: 1.25em; border-radius: 5px;"--><div style="border-bottom: 1px #aaa solid; padding-bottom: 1.5em; margin-bottom: 1.5em;"> | |||
{{ :{{#dpl: | {{ :{{#dpl: | ||
| category=Materi renungan khusus | | category=Materi renungan khusus | ||
Revisi per 12 April 2021 15.36
Renungan khusus merupakan artikel warta yang diterbitkan oleh Tim Teologi/Pengajaran GBI Jalan Gatot Subroto.
| Generasi muda sebagai mitra penyelesai Amanat Agung | |
|---|---|
| Renungan khusus | |
| Tanggal | 29 Maret 2026 |
| Penulis | Pdm Dio Angga Pradipta, MTh |
| Voice of Pentecost | Voice of Pentecost (Dio Angga Pradipta) |
| Renungan khusus lainnya | |
| |
Di Jakarta sendiri pada bulan Agustus 2025 sempat terjadi demonstrasi yang menyuarakan suara rakyat untuk adanya reformasi di tubuh pemerintahan Indonesia. Tempo membuat artikel pada tanggal 4 September 2025, di mana influencer generasi muda Indonesia yang diwakili oleh beberapa orang menyerahkan secara simbolis dokumen 17+8 tuntutan rakyat kepada DPR.[1] Suara generasi muda setidaknya terdengar keras dan diperhitungkan saat itu oleh para pemangku kepentingan di DPR.
Bukan hanya di bidang politik saja, tetapi secara teologi, kita bisa melihat menjamurnya akun-akun Rohani di media sosial yang berbicara mengenai Firman Tuhan, sekedar membagikan kesaksian sehari-hari, dan bahkan membahas doktrin-doktrin Firman yang cukup dalam dan sebagian dari akun itu dimulai oleh generasi muda. Khususnya 3 tahun terakhir ini (pasca pandemi), kita melihat Persekutuan Doa secara daring masih diminati oleh generasi muda dan komunitas-komunitas Rohani secara daring terbentuk yang digagas oleh generasi muda.
Dulu pemahaman kita adalah anak-anak muda, apalagi yang masih remaja, belum siap untuk tugas-tugas berat di gereja. Mereka diposisikan sebagai generasi masa depan gereja bukan generasi hari ini. Mereka adalah generasi yang harus di-“pelihara” kerohaniannya sampai matang; baru nanti setelah mencapai rentang usia yang dianggap dewasa oleh norma setempat, bisa diberikan kesempatan melayani.
Lihat pula
- ^ Andi A. Faturahman, “Influencer Buka Peluang 17+8 Tuntutan Rakyat Tak Hanya ke DPR”. https://www.tempo.co/politik/influencer-buka-peluang-17-8-tuntutan-rakyat-tak-hanya-ke-dpr-2066730. Diakses 11 Januari 2025.