Renungan khusus
| Imanuel, Allah beserta dengan kita dan keluarga kita | |
|---|---|
| Renungan khusus | |
| Tanggal | 28 Desember 2025 |
| Penulis | Pdt Chris Silitonga, MEd |
| Voice of Pentecost | Voice of Pentecost (Stephen Kurniadi) |
| Renungan khusus lainnya | |
| |
“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel - yang berarti: Allah menyertai kita.”
Tidak dapat dipungkiri bahwa perayaan Natal merupakan momen yang indah dan menyenangkan di penghujung tahun. Atmosfir sukacita dan keceriaan tersebar di mana-mana dan semua orang, termasuk yang non-Kristiani, merasakan hal yang sama. Natal, yang merupakan peringatan lahirnya Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat dunia, menjadi momen dan anugerah yang indah untuk mengenal Kristus. Dia datang untuk ada beserta dengan kita, termasuk beserta dengan keluarga kita.
Kisah Natal selalu dimulai dari Matius 1. Tetapi seringkali bagian dari Matius 1:1-17, yaitu silsilah Tuhan Yesus, tidak terlalu dibahas. Jika kita perhatikan baik bagian tersebut, kita akan mendapati bahwa ternyata nenek-moyang duniawi Yesus bukanlah orang-orang yang sempurna atau sukses, bahkan menurut standar dunia saat ini. Perhatikanlah nama seperti Adam (pendosa pertama), lalu Abraham (pernah berbohong mengenai status istrinya), lalu ada Yehuda (yang meniduri menantunya sendiri), ada Rahab (wanita sundal dari Yerikho), ada Salomo (yang istrinya ratusan) dan seterusnya.
Tidak dapat dipungkiri bahwa perayaan Natal merupakan momen yang indah dan menyenangkan di penghujung tahun. Atmosfir sukacita dan keceriaan tersebar dimana-mana dan semua orang, termasuk yang non-Kristiani, merasakan hal yang sama. Natal, yang merupakan peringatan lahirnya Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat dunia, menjadi momen dan anugerah yang indah untuk mengenal Kristus. Dia datang untuk ada beserta dengan kita, termasuk beserta dengan keluarga kita.