Renungan khusus: Perbedaan antara revisi

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Leo (bicara | kontrib)
k upd
Leo (bicara | kontrib)
k upd
Baris 1: Baris 1:
'''Renungan khusus''' merupakan artikel warta yang diterbitkan oleh Tim Teologi/Pengajaran GBI Jalan Gatot Subroto.
'''Renungan khusus''' merupakan artikel warta yang diterbitkan oleh Tim Teologi/Pengajaran GBI Jalan Gatot Subroto, selain [[sikap teologis]].


<!--div style="border: 2px SteelBlue solid; padding: 1.25em; border-radius: 5px;"--><!--div style="border-bottom: 1px #aaa solid; padding-bottom: 1.5em; margin-bottom: 1.5em;"--><div class="border rounded border-primary p-3">
<!--div style="border: 2px SteelBlue solid; padding: 1.25em; border-radius: 5px;"--><!--div style="border-bottom: 1px #aaa solid; padding-bottom: 1.5em; margin-bottom: 1.5em;"--><div class="border rounded border-primary p-3">

Revisi per 28 Oktober 2022 13.50

Renungan khusus merupakan artikel warta yang diterbitkan oleh Tim Teologi/Pengajaran GBI Jalan Gatot Subroto, selain sikap teologis.

"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin disembunyikan.
Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah tempayan, melainkan di atas kaki pelita sehingga memberi terang kepada semua orang di dalam rumah itu.
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
(Matius 5:13-16 TB2)

Khotbah Tuhan Yesus tentang garam dan terang dunia dipakai sebagai metafora untuk menggambarkan kehidupan orang Kristen yang mempengaruhi dunia, pada intinya menekankan bahwa orang Kristen tidak boleh hidup sebagai gated community (masyarakat yang dipagari). Orang Kristen harus berbaur dan terlibat dalam kehidupan masyarakat, serta memberikan pengaruh positif dengan menjalankan kebenaran, keadilan, kesalehan hidup, dan tidak kompromi dengan cara hidup dunia.

Selengkapnya »

Khotbah Tuhan Yesus tentang garam dan terang dunia dipakai sebagai metafora untuk menggambarkan kehidupan orang Kristen yang mempengaruhi dunia, pada intinya menekankan bahwa orang Kristen tidak boleh hidup sebagai gated community (masyarakat yang dipagari). Orang Kristen harus berbaur dan terlibat dalam kehidupan masyarakat, serta memberikan pengaruh positif dengan menjalankan kebenaran, keadilan, kesalehan hidup, dan tidak kompromi dengan cara hidup dunia.


Renungan Khusus 2019-1x1.jpg

Generasi muda sebagai mitra penyelesai Amanat Agung

Renungan | 29 Mar 2026 | Dio Angga PradiptaPdm Dio Angga Pradipta, MTh

Renungan Khusus 2019.jpg

Generasi muda sebagai mitra penyelesai Amanat Agung

Renungan | 29 Mar 2026 | Dio Angga PradiptaPdm Dio Angga Pradipta, MTh

Renungan Khusus 2019-1x1.jpg

Jesus, the soon coming King

Yesus, Raja yang akan datang

Renungan | 27 Apr 2025 | Dio Angga PradiptaPdm Dio Angga Pradipta, MTh

Renungan Khusus 2019.jpg

Jesus, the soon coming King

Yesus, Raja yang akan datang

Renungan | 27 Apr 2025 | Dio Angga PradiptaPdm Dio Angga Pradipta, MTh

Renungan Khusus 2019-1x1.jpg

Yesus membawa pembaharuan terhadap budaya

Renungan | 26 Jan 2025 | Twin YoshuaIr Twin Yoshua Raharjo Destyanto, ST, MSc, MTh

Renungan Khusus 2019.jpg

Yesus membawa pembaharuan terhadap budaya

Renungan | 26 Jan 2025 | Twin YoshuaIr Twin Yoshua Raharjo Destyanto, ST, MSc, MTh

Lihat pula