Renungan khusus: Perbedaan antara revisi

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Leo (bicara | kontrib)
k upd
Leo (bicara | kontrib)
k fmt
Baris 71: Baris 71:
<DPL>
<DPL>
  resultsheader=<div style="margin-top:1em;">'''Sebelumnya:'''</div><div style="font-size: 95%; margin: 0 0 1em 2em; background:transparent;">
  resultsheader=<div style="margin-top:1em;">'''Sebelumnya:'''</div><div style="font-size: 95%; margin: 0 0 1em 2em; background:transparent;">
  resultsfooter=<btn class="btn-primary btn-sm">Kategori:Materi renungan khusus|selengkapnya...</btn>
  resultsfooter=<btn class="btn-primary btn-sm">Kategori:Materi renungan khusus|selengkapnya...</btn></div>
  category=Materi renungan khusus
  category=Materi renungan khusus
  ordermethod=title
  ordermethod=title

Revisi per 5 Desember 2020 11.13

Dulu pemahaman kita adalah anak-anak muda, apalagi yang masih remaja, belum siap untuk tugas-tugas berat di gereja. Mereka diposisikan sebagai generasi masa depan gereja bukan generasi hari ini. Mereka adalah generasi yang harus di-“pelihara” kerohaniannya sampai matang; baru nanti setelah mencapai rentang usia yang dianggap dewasa oleh norma setempat, bisa diberikan kesempatan melayani. Tetapi sekarang seiring perkembangan zaman, kita melihat ada fenomena-fenomena sosial yang membuat gereja harus berpikir ulang terkait hal ini.

Di Jakarta sendiri pada bulan Agustus 2025 sempat terjadi demonstrasi yang menyuarakan suara rakyat untuk adanya reformasi di tubuh pemerintahan Indonesia. Tempo membuat artikel pada tanggal 4 September 2025, di mana influencer generasi muda Indonesia yang diwakili oleh beberapa orang menyerahkan secara simbolis dokumen 17+8 tuntutan rakyat kepada DPR.[1] Suara generasi muda setidaknya terdengar keras dan diperhitungkan saat itu oleh para pemangku kepentingan di DPR.

Bukan hanya di bidang politik saja, tetapi secara teologi, kita bisa melihat menjamurnya akun-akun Rohani di media sosial yang berbicara mengenai Firman Tuhan, sekedar membagikan kesaksian sehari-hari, dan bahkan membahas doktrin-doktrin Firman yang cukup dalam dan sebagian dari akun itu dimulai oleh generasi muda. Khususnya 3 tahun terakhir ini (pasca pandemi), kita melihat Persekutuan Doa secara daring masih diminati oleh generasi muda dan komunitas-komunitas Rohani secara daring terbentuk yang digagas oleh generasi muda.

Selengkapnya »

Dulu pemahaman kita adalah anak-anak muda, apalagi yang masih remaja, belum siap untuk tugas-tugas berat di gereja. Mereka diposisikan sebagai generasi masa depan gereja bukan generasi hari ini. Mereka adalah generasi yang harus di-“pelihara” kerohaniannya sampai matang; baru nanti setelah mencapai rentang usia yang dianggap dewasa oleh norma setempat, bisa diberikan kesempatan melayani.

Sebelumnya:

Lihat pula

  1. ^ Andi A. Faturahman, “Influencer Buka Peluang 17+8 Tuntutan Rakyat Tak Hanya ke DPR”. https://www.tempo.co/politik/influencer-buka-peluang-17-8-tuntutan-rakyat-tak-hanya-ke-dpr-2066730. Diakses 11 Januari 2025.