Kebangkitan-Nya menyembuhkan dan memulihkan kita (Khotbah Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Kebangkitan-Nya menyembuhkan dan memulihkan kita
20100404 Niko Njotorahardjo-3x4.jpg

Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo

Ringkasan Khotbah
KebaktianIbadah Raya
TanggalMinggu, 4 April 2010
GerejaGBI Jalan Gatot Subroto
TempatJCC Senayan
KotaJakarta

Kita semua patut bersukacita karena hari ini adalah hari peringatan kebangkitan Tuhan Yesus dari kematian!

"Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci; ..." (1 Korintus 15:3-4)

Pada hari Jumat yang lalu kita telah memperingati kematian Tuhan Yesus atau yang biasa disebut dengan 'Jumat Agung'. Tuhan Yesus mati karena dosa-dosa kita. Alkitab berkata,

  • "... Semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah" (Roma 3:23), dan
  • "... Upah dosa adalah maut" (Roma 6:23).
  • "... tetapi Tuhan Yesus yang tidak berdosa telah dijadikan dosa oleh karena kita, supaya di dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah" (2 Korintus 5:21).

Artinya, Tuhan Yesus harus mati menggantikan Saudara dan saya.

Kalau kita melihat proses kematian Tuhan Yesus yang telah kita renungkan pada Jumat yang lalu, sesungguhnya itu adalah kematian yang sangat mengerikan dan Tuhan Yesus sangat ... sangat menderita oleh karena Saudara dan saya.

Dan pada akhirnya Tuhan Yesus tergantung di kayu salib dengan sekujur tubuh-Nya yang penuh luka-luka. Dari luka-luka-Nya itu mengalir darah;

  • darah karena cambukan,
  • darah karena diberi mahkota duri,
  • darah karena tangan dan kaki-Nya dipaku,
  • darah karena Dia jatuh waktu memikul salib-Nya,
  • ... darah ... darah keluar ... darah tertumpah.

Tuhan Yesus mati karena kehabisan darah dan di dalam darah ada nyawa. Tuhan Yesus memberikan nyawa-Nya buat Saudara dan saya, dan Dia sangat menderita luar biasa.

Saya sering bertanya mengapa Tuhan Yesus harus mati dengan cara demikian, mengapa tidak dengan cara lain yang lebih manusiawi?

Tetapi Alkitab berkata, "... Tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan dosa." (Ibrani 9:22 dan Imamat 17:11).

Pengorbanan Tuhan Yesus menjadi dasar bagi pemulihan

Untuk mengampuni dosa kita semua, Tuhan Yesus harus mati dengan cara demikian.

Dengan cara mati Tuhan Yesus yang seperti itu,

  • Penyakit kitalah yang ditanggung-Nya.
  • Penderitaan kitalah yang dipikul-Nya. (Yesaya 53:4)
  • Dan oleh bilur-bilur-Nya kita disembuhkan (1 Petrus 2:24b)

Bagaimana keadaan Saudara hari-hari ini? Adakah di antara Saudara yang sedang sakit? Mungkin sudah lama Saudara sakit dan menderita. Kalau saya berbicara tentang penyakit, ini bukan hanya tentang fisik saja, tetapi bisa juga tentang:

  • Mental dan jiwa yang sedang sakit oleh karena tekanan-tekanan hidup yang berat, ketakutan serta kebingungan dan tidak tahu apa yang harus diperbuat.
  • Hubungan suami-istri atau hubungan orangtua-anak yang sedang sakit.
  • Ekonomi atau keuangan yang sedang sakit, atau yang lebih daripada itu, yaitu:
  • Hubungan kita dengan Tuhan sedang sakit ...

tetapi saya mau beritahu Saudara bahwa sejak 2000 tahun yang lalu, oleh bilur-bilur Tuhan Yesus kita sudah disembuhkan. Amin!

Pada saat terakhir ketika Tuhan Yesus di atas kayu salib, Dia berkata, "Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku. Sudah selesai."

Lalu Tuhan Yesus mati dan dikuburkan. Tetapi puji Tuhan dari ayat yang kita baca tadi, jelas bahwa Tuhan Yesus mati karena dosa-dosa kita. Sesuai dengan Kitab-kitab Suci, memang benar Ia dikuburkan, tetapi yang juga benar adalah bahwa pada hari yang ketiga Dia bangkit dari kubur! Dia bangkit dari kematian! Haleluya!!!

Apa jadinya kalau Tuhan Yesus tidak bangkit? Alkitab berkata, jika Tuhan Yesus tidak bangkit, maka:

  1. Sia-sialah kepercayaan kita dan kita tetap di dalam dosa-dosa kita. Tetapi puji Tuhan karena Dia bangkit sehingga kepercayaan kita tidak sia-sia dan kita tidak tetap di dalam dosa-dosa kita. Haleluya! (1 Korintus 15:14)
    Tanpa kebangkitan Kristus, tidak ada jaminan kemenangan atas dosa.
  2. Orang-orang yang mati di dalam Tuhan akan binasa. Tetapi puji Tuhan karena Dia bangkit sehingga orang-orang yang mati di dalam Tuhan tidak binasa melainkan hidup kekal selama-lamanya. (1 Korintus 15:15)
    Tanpa kebangkitan Kristus, tidak ada kebangkitan orang benar. Maut akan menjadi kenyataan terakhir, dan tidak ada pengharapan untuk kemuliaan.
  3. Kita sebagai orang-orang percaya adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia, tetapi puji Tuhan karena Dia bangkit sehingga kita bukan orang-orang yang paling malang dari segala manusia, justru sebaliknya kita adalah orang-orang yang paling beruntung dari segala manusia. (1 Korintus 15:16)
    Tanpa kebangkitan Kristus maka sia-sia lah kita berjuang seumur hidup mempertahankan kebenaran.

Haleluya, Yesus hidup! Dia yang pegang hari esok kita itu hidup adanya! Karena itu bagi kita yang percaya selalu ada pengharapan. Jangan ada yang putus asa! Tuhan Yesus yang pegang hari esok adalah hidup! Saya ingat apa yang dikatakan oleh Alkitab, "... Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!" (Ratapan 3:22-23)

Dengarlah Saudara, ... kasih Tuhan Yesus selalu baru, berkat-berkat-Nya selalu baru setiap pagi. Berarti hari ini akan lebih baik dari hari kemarin! Tahun ini akan lebih baik dari tahun kemarin! Amin!!

Jangan ada yang putus asa sebab bagi barangsiapa yang percaya kepada-Nya selalu ada pengharapan. Jadi, jangan ada yang berkata, "Ini tidak mungkin! Tidak mungkin penyakit saya disembuhkan! Tidak mungkin keluarga saya dipulihkan! Tidak mungkin bisnis saya dipulihkan!"

Karena Dia hidup, maka di dalam Tuhan Yesus tidak ada yang tidak mungkin! Semuanya mungkin, sebab tidak ada yang mustahil bagi Dia! Amin!!!

Yesus kita yang luar biasa itu hidup! Oleh sebab itu persoalan kita jadi hal yang sifatnya biasa!

Saudara, Tuhan Yesus benar-benar hidup. Memang ada pro dan kontra tentang hal ini, tetapi saya mau katakan bahwa Tuhan Yesus benar-benar hidup sebab Alkitab katakan seperti itu dan banyak yang menjadi saksi akan hal itu.

Selama 40 hari sebelum kenaikan-Nya ke sorga, Dia mengunjungi murid-murid-Nya. Dan banyak hal yang secara khusus Dia lakukan setelah kebangkitan-Nya, yaitu:

  1. Memulihkan ketidakpercayaan dan keraguan
  2. Memulihkan keputusasaan dan kegagalan

Memulihkan ketidakpercayaan dan keraguan

Mengapa Tuhan Yesus mengunjungi Tomas secara khusus? Sebab ketika Tomas diberitahu bahwa Tuhan Yesus telah bangkit oleh murid-murid Tuhan yang lain, ia berkata, "Aku tidak percaya. Sebelum aku melihat bekas paku di tangan-Nya, sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan juga ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya!" (Yohanes 20:25).

8 hari setelah itu, ketika Tomas sedang berkumpul dengan murid-murid yang lain, Tuhan Yesus muncul dan membuatnya terkejut. Tuhan Yesus berkata kepada Tomas, "Tomas, ini Aku..lihatlah ini bekas paku dan ayo cucukkan jarimu!" Kemudian Tomas tersungkur dan berkata, "Ya, Tuhanku dan Allahku!" Lalu Tuhan berkata, "Tomas, karena engkau melihat Aku, maka kamu percaya, tetapi berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya!"

"Berbahagialah mereka yang tidak atau belum melihat mujizat, belum melihat kesembuhan terjadi dalam dirinya, belum melihat pemulihan terjadi dalam hidupnya, belum mengalami janji-janji Tuhan yang Tuhan berikan kepadanya, namun percaya!"

Saudara, pesan Paskah yang begitu kuat buat Saudara dan saya hari ini adalah: PERCAYA SAJA! Yesus mau dan mampu menyembuhkan Saudara!

Saya sudah berkeliling ke 153 tempat, dan di mana pun saya selalu katakan, "Percaya saja! Percaya saja!", tidak perduli apakah mereka adalah orang-orang yang percaya kepada Tuhan atau tidak, pokoknya saya katakan saja dan ternyata banyak dari antara mereka yang percaya dan disembuhkan!

Belum lama ini saya pulang dari Lumajang dan Bondowoso, sekali lagi saya melihat dengan mata sendiri orang yang bisu-tuli sejak lahir dan yang tidak mungkin disembuhkan secara ilmu kedokteran - disembuhkan! Haleluya!!!

Saya melihat hari-hari ini terjadi suatu gelombang kesembuhan yang luar biasa. Oleh sebab itu doakan saya, karena besok (tanggal 5 April 2010) berangkat ke Amerika Serikat dan saya akan bersama-sama hamba-hamba Tuhan seluruh dunia dalam "Empowered 21 Conference". Jadi seluruh hamba-hamba Tuhan berkumpul untuk melihat apa yang akan Tuhan kerjakan untuk ke depan ini. Dan saya diundang ke sana, yang pertama sebagai wakil dari Asia. Dahulu 4 tahun yang lalu di Azusa Street, Ps Yonggi Cho-lah yang menjadi wakil dari Asia, tetapi sekarang Tuhan berikan wakil dari Asia berasal dari Indonesia. Haleluya!!!

Beberapa tahun yang lalu Ps Yonggi Cho pernah bernubuat dan ia melihat bahwa kaki dian dari Korea berpindah ke Indonesia. Dan pendoa kita, Pak Kim Seng mendapat penglihatan bahwa kaki dian itu ada di SICC (Sentul International Convention Center).

Gedung yang 12 lantai itu pun sekarang sudah selesai dan baru saja diresmikan dan lantai paling atas dari gedung itu adalah Menara Doa. Dan yang luar biasa ketika saya mengurapi di sana, Tuhan memberikan janji kepada kita seperti apa yang dulu Dia janjikan kepada Salomo. Amin!

Para wakil dari benua-benua dalam konferensi "Empowered 21" yang tadinya terdiri dari Asia, Amerika Serikat, Amerika Selatan, Afrika, Eropa dan Australia, entah bagaimana dari yang jumlahnya 6 itu kemudian menjadi 7 di mana ditambahkan benua Antartika. Ini luar biasa!

Dan ternyata memang ada hamba Tuhan yang mewakili benua Antartika, yaitu seorang hamba Tuhan yang dipakai di Antartika di mana ia berjalan dari pulau satu ke pulau yang lain di sana membawa salib Kristus!

Di sana para wakil-wakil benua masing-masing akan berbicara selama 15 menit, termasuk saya sebagai wakil dari Asia. Lalu kemudian kami bersama-sama bergandengan-tangan untuk mengimpartasikan kepada dunia. Dalam hal ini saya diminta berbicara dalam bidang ‘healing’, karena mereka telah mendengar apa yang kita kerjakan hari-hari ini.

‘Oral Roberts’ adalah ‘bapa healing dunia’, ia mempunyai anak rohani yang bernama Billy Joe, dan sekarang keduanya sudah dipanggil Tuhan dalam selang waktu beberapa hari lamanya dan saya tahu bahwa tongkat estafet akan diberikan kepada orang-orang lain dan saya tahu Tuhan akan memberikan tongkat estafet tersebut orang-orang yang seumur saya ini. Dan saya tahu pasti bahwa kita ke sana salah satunya adalah supaya saya mengambil tongkat estafet itu untuk kesembuhan bagi dunia pada umumnya dan khususnya bagi Indonesia. Haleluya!!!

Memulihkan keputusasaan dan kegagalan

Petrus bersama 6 murid Tuhan lainnya (termasuk Yohanes), sedang dalam keadaan putus asa dan uring-uringan karena mereka tidak tahu kalau Tuhan Yesus bangkit. Yang mereka ketahui adalah Tuhan Yesus telah mati. Mereka sedang mencari ikan di tengah Danau Galilea. Semalam-malaman mereka mencari ikan tetapi tidak ada seekor pun yang diperoleh. Ketika dalam keadaan putus asa mereka berlayar pulang dengan perahunya, tiba-tiba ada suara dari darat yang berkata, "Hai anak-anak, adakah lauk-pauk padamu?"

Orang yang sedang uring-uringan dan tidak mendapat apa-apa, kalau ditanya seperti itu biasanya bertambah kesal, mungkin dengan agak ‘ketus’ mereka akan menjawab, "Tidak ada!" Dalam hati mereka mungkin akan berkata, "Sudah tidak dapat apa-apa, masih tanya-tanya lagi!"

Mereka tidak tahu bahwa yang bertanya itu adalah Tuhan Yesus. Lalu Tuhan Yesus meneruskan perkataan-Nya, "Kalau begitu, tebarkan jalamu di sebelah kanan perahu, maka kamu akan beroleh ikan".

Ternyata mereka taat, sekalipun ini adalah perintah yang sangat tidak masuk akal. Mengapa?

  • Saat itu hari sudah pagi, sedangkan untuk mencari ikan itu adalah pada malam hari. Dan mereka sudah semalam-malaman mencari ikan namun tidak memperolehnya. Kalau malam saja tidak dapat, apalagi di pagi hari. Ini sesuatu yang tidak masuk akal.
  • Karena mereka sedang dalam perjalanan pulang, maka jarak mereka dari pantai hanya 200 hasta atau 90m. Saya pernah mengukurnya dan ternyata itu sangat dangkal sekali. Mungkin zaman dulu lebih dalam sedikit, tetapi tetap saja itu sangat dangkal. Dan tidak mungkin ada ikan di sana, karena yang ada hanya bebatuan saja.
  • Mereka disuruh menebarkan jala di sebelah kanan perahu. Tetapi apa bedanya mereka menebarkan jala di sebelah kanan, kiri, muka atau belakang perahu, karena perahunya kecil. Ini juga sesuatu yang tidak masuk akal!

Saudara, ini adalah perintah yang tidak masuk akal, tetapi mereka bisa menuruti perintah tersebut. Mereka bisa taat! Dan sekali lagi, mereka tidak tahu bahwa itu adalah Yesus!

Mengapa mereka bisa taat?

Jawabannya hanya satu, yaitu karena mereka sebelumnya hidup intim dengan Tuhan. Ketika mereka taat meskipun itu seolah-olah tidak jelas, namun mereka tahu karena mereka pernah intim dengan Tuhan. Dan sepertinya ada suatu hubungan yang erat yang mendorong mereka melakukan perintah tersebut dan hasilnya 153 ekor ikan mereka dapatkan. Amin!

Saudara yang dikasihi Tuhan, mungkin di antara Saudara ada yang berpikir, "Pak Niko itu sering mendengar suara Tuhan." Mungkin menurut Saudara rasanya saya begitu gampangnya mendapat suara Tuhan. Sepertinya Tuhan langsung berbicara kepada saya dengan suara yang jelas, misalnya ... "Hai anak-Ku ..." Itu tidak seperti itu, karena ada saatnya di mana saya bingung akan suara Tuhan seperti para murid tersebut.

Karena suara itu ada 3, yaitu:

  • Suara Tuhan
  • Suara hati kita sendiri
  • Suara iblis

Tetapi jaminannya adalah kalau Saudara intim dengan Tuhan, maka suara yang masuk dengan lembut itu adalah suara Tuhan. Meskipun saya pun kadang-kadang bertanya-tanya apakah ini ‘suara’ yang saya dengar, itu dari Tuhan atau bukan. Oleh sebab itu saya bergumul, kadang-kadang disertai dengan puasa. Kalau kita selalu langsung mendengar suara Tuhan, maka tidak ada pergumulannya!

Demikian juga dengan Saudara, mungkin Saudara rindu mendengar suara Tuhan, maka itu perlu pergumulan. Yaitu bergumul dalam doa dan kalau perlu ditambah dengan puasa untuk bertanya kepada Tuhan.

Tetapi kalau Saudara hidup intim dengan Tuhan seperti yang saya lakukan, maka saya tidak akan takut salah. Kalau pun misalnya ada satu kesalahan, bagi saya itu bukan kesalahan tetapi proses. Mungkin Tuhan mempunyai satu maksud untuk memproses saya dan ‘seolah-olah dibuat’ salah, namun satu hal yang saya yakin, kalau Tuhan yang menuntun, meskipun kadang-kadang tidak masuk akal, Tuhan tidak akan pernah membawa saya masuk jurang. Amin!!!

Kalau Saudara hidup intim dengan Tuhan dan Saudara tidak punya motivasi apa-apa selain menyenangkan hati Tuhan, maka jalan saja! Dan jangan takut salah, meskipun kadang-kadang tidak terlalu jelas, pokoknya jalan saja! Itu yang selalu saya tekankan. Gereja ini sebentar lagi memasuki usia 22 tahun dan kita ada sebagaimana ada saat ini karena kita lakukan itu.

Kuncinya adalah: Hidup Intim Dengan Tuhan!

Respon kita di dalam proses pemulihan

Dia mau datang dan akan segera datang! Saudara yang belum hidup intim dengan Tuhan hari-hari ini, saya berdoa agar Saudara hidup intim. Kalau Saudara tidak hidup intim, maka Saudara akan menjadi permainan dunia. Kita tahu sendiri bagaimana dunia itu. Dunia sekarang ini sedang memasuki ‘alam spiritualitas’ dan mereka memakai semua yang berhubungan dengan hal-hal tersebut dan kalau Saudara intim dengan Tuhan, maka Saudara akan tahu nanti dan Tuhan akan tuntun. Dan saya percaya Saudara tidak akan masuk jurang, meskipun kadang-kadang sedang berada di tepinya jurang, tetapi kita tidak akan masuk ke sana, mungkin hanya melihatnya saja.

Selama 40 hari Tuhan Yesus menampakkan diri kepada banyak orang. Jadi benar bahwa Tuhan Yesus itu hidup dan Dia sudah bangkit dari kematian, dan setelah itu Dia naik ke sorga, dan sekarang duduk di sebelah kanan Allah Bapa sampai waktu pemulihan seperti yang dikatakan nabi-nabi Tuhan itu selesai. Kalau selesai, maka Dia segera turun dan saya mau beritahu Saudara bahwa pemulihan itu sudah di ambang pintu untuk selesai, yaitu segala pemulihan! Berarti, Dia akan segera datang untuk kali yang kedua seperti apa yang Dia katakan. Artinya, penghakiman terakhir juga sudah di ambang pintu!

Pada penghakiman terakhir, Tuhan akan memisahkan kambing dari domba. Saya mau bertanya, "Apakah Saudara mau menjadi kambing atau domba?" Tentu kita semua mau menjadi domba!

Tetapi pada waktu dipisahkan domba-domba itu bertanya kepada Tuhan, "Tuhan, mengapa kami Engkau pisahkan menjadi domba?"

Dan Tuhan menjawab, "Sebab pada waktu Aku lapar, kamu memberi Aku makan. Pada waktu Aku haus, kamu memberi Aku minum. Pada waktu Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan. Pada waktu telanjang, kamu memberi Aku pakaian. Ketika Aku sakit, kamu melawat Aku dan ketika Aku dalam penjara, kamu mengunjungi Aku!"

Kembali domba-domba bertanya, "Kapankah kami melihat Tuhan dalam keadaan seperti itu?" Dan Tuhan menjawab, "Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku!"

Apakah Saudara mau menjadi domba? Domba itu adalah orang yang ‘care’ kepada orang-orang yang paling hina, artinya orang-orang miskin secara rohani maupun jasmani.

Jadi kalau ada orang yang miskin secara rohani, artinya yang belum percaya kepada Tuhan Yesus, Saudara akan ‘care’ kepada mereka, demikian juga kepada orang yang miskin secara jasmani, yaitu mereka yang membutuhkan pertolongan. Dan saya tahu bahwa ini semua adalah pelayanan dari Tuhan Yesus dan Tuhan Yesus melakukan itu dengan dasar belas kasihan.

Saudara, kalau kita berbicara tentang ‘care’ atau kepedulian kepada orang miskin, maka semua agama pun melakukan hal yang sama. Tetapi apa yang membedakan mereka dengan kita? Hanya satu yang membedakannya, yaitu karena kita diberikan ‘compassion’ atau belas kasihan Tuhan Yesus.

Saya mau bersaksi kepada Saudara, kita memang harus peduli kepada orang-orang miskin, tetapi dulu pada waktu pertama kali melakukannya, itu hanya karena saya mau taat. Tetapi tiba-tiba belakangan ini Tuhan memberikan ‘compassion’ atau belas kasihan yang lebih besar. Dan apa yang terjadi?

Ternyata berbeda! Orang boleh menolong orang lain dan tidak ada yang tahu motivasinya, tetapi Tuhan yang melihat apakah kita mempunyai ‘compassion’ dan itu di hadapan Tuhan yang membedakannya dengan orang lain karena tidak ada motivasi lain selain belas kasihan.

Ketika berjalan keliling untuk mengumpulkan orang-orang miskin, orang-orang sakit dan orang-orang yang tidak punya uang untuk ke dokter, hati saya itu betul-betul Tuhan berikan ‘compassion’, karena itu baru-baru ini, pada waktu Global Conference on Care’, di mana banyak orang-orang yang datang dari seluruh Indonesia dan seluruh dunia, di situlah saya disuruh melepaskan pengurapan belas kasihan oleh Tuhan yang selama ini sudah Tuhan berikan. Dan saya tahu bahwa pengurapan yang tertinggi itu ada 2, yaitu:

  1. Pengurapan Kasih, supaya lebih intim dengan Tuhan
  2. Pengurapan Belas Kasihan, supaya ‘care’ kepada orang lain.

Dan ini menunjukkan bahwa hari-hari ini melalui ‘Global Conference on Care’ yang baru terjadi, itu bukanlah hanya sekedar ‘event’, karena sesungguhnya ini adalah ‘movement’. ‘Event’ tersebut hanyalah sebagai alat untuk mendeklarasikan bahwa Tuhan mau kita sungguh-sungguh masuk dalam pelayanan seperti ini. Dan juga untuk mengingatkan supaya kita menjadi domba, tidak perduli apakah Saudara adalah orang kaya atau miskin.

Jadi, ini untuk semua orang, entah apakah Saudara dalam jawatan rasul, nabi, gembala, penginjil, atau guru, semua harus melakukan pelayanan ini, sebab ini adalah pelayanan-Nya Tuhan Yesus.

Saya tahu hari-hari ini Tuhan akan melepaskan lebih besar lagi pengurapan belas kasihan itu. Dan saya tahu bahwa ini adalah pelayanan yang terakhir yang Tuhan betul-betul tekankan. Memang sebetulnya sudah ada, tetapi belakangan ini Tuhan terus katakan hal ini dan saya berdoa agar semua kita menjadi domba. Amin!

Lukas 6:38 berkata, "Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah keluar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."

Domba itu pasti suka memberi dan dikatakan tadi ... "Berilah, maka kamu akan diberi ..." Saya percaya kalau kita melakukan ini, maka tidak akan ada yang namanya orang miskin dalam hal apa pun, karena ini bukan hanya soal uang.

Mungkin Saudara benar-benar tidak memiliki uang, tetapi Saudara memiliki kasih, oleh sebab itu, berilah kasih itu. Mungkin Saudara punya kebaikan, berilah kebaikan itu.

"Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah keluar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu ..."

Katakanlah Saudara akan memberi beras dengan takaran sebuah gelas. Yang kita lakukan adalah mencedok beras itu dengan gelas tersebut dan setelah penuh, Saudara berikan itu kepada orang lain. Sekarang perhatikan bagaimana cara Tuhan membalasnya. Andaikan Tuhan mengembalikan dengan beras pula, caranya adalah sama dengan kita pada waktu memberi, yaitu mencedok beras dalam gelas, ketika penuh tidak langsung diberi, tetapi dipadatkan terlebih dahulu, ketika permukaannya turun ditambahkan beras lagi. Setelah kembali penuh tidak langsung segera diberikan, tetapi digoncang terlebih dulu sehingga pori-pori yang masih kosong terisi penuh dan akibatnya permukaannya turun lagi. Kemudian ditambahkan beras lagi dan begitu seterusnya, ditambah terus sampai tumpah-tumpah keluar dan itulah yang akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Haleluya!!!

Apakah Saudara mau dipulihkan?

Apakah Saudara mau mengalami hidup berkelimpahan?

Inilah kuncinya! Tidak akan ada orang yang miskin jika kita mengerti akan hal ini. Dalam ‘care’ kepada mereka, ini juga harus diberitakan kepada mereka sebab kadang-kadang kita bergerak hanya dengan memberikan ‘ikan’-nya tanpa diberitahu rahasianya supaya mereka bisa keluar dari penjara kemiskinan itu. Tetapi hari ini kita sudah mendengar dan itu adalah tugas kita. Sekali lagi, berilah, maka kamu akan diberi!

Sekarang tergantung takaran yang Saudara pakai, apakah hanya sebesar gelas minuman atau sebesar gedung, itu terserah Saudara, sebab ukuran yang kita pakai untuk mengukur akan diukurkan kepada kita juga. Tinggal Saudara memilihnya sendiri. Misalkan Saudara ingin menerima 5 Milyar, pasti ukuran memberinya bukan hanya 5 Rupiah saja, kalau itu dalam bentuk uang. Tetapi di sini bukan hanya dalam bentuk uang saja, karena ada kebaikan, sukacita, damai sejahtera, dsb. Taburkan kebaikan, maka engkau akan menuai kebaikan berlimpah-limpah-limpah ... Amin!!!

Sumber