Roh Allah menjadikan kita berarti (Pdt Timotius Sugiantono, MA)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Roh Allah yang membangkitan Yesus menjadikan kita berarti, karena Roh itu diam di dalam kita, memberikan kita kemerdekaan, dan menjadikan kita anak-anak Allah!

Haleluya Yesus,

Sungguh besar setia-Mu Bapa, Engkau tidak pernah meninggalkan kami sedikit pun. Walaupun Engkau sudah mati, tetapi Engkau menyatakan bahwa Engkau menyertai kami karena Engkau bangkit. Kami bersyukur kami mendapat kesempatan untuk beribadah pada pagi hari ini, mendekat padamu, merasakan jamahan kuasa-Mu sementara kami memuji menyembah Engkau. Roh Mu ada bersama-sama kami, kami dapat merasakan kasih-Mu dan kuasa-Mu ada di tengah-tengah kami. Kami naikkan ucapkan syukur kepada-Mu.

Bukalah hati pikiran kami agar semua selubung disingkapkan sehingga kami dapat menyimpan firman-Mu di dalam hati kami, sehingga kami semakin hari diberkati dan disegarkan kembali oleh Tuhan.

Kami ada di dalam kemenangan karena Engkau sudah mengalahkan maut itu Bapa. Banyak masalah dan kebutuhan dalam jemaat-Mu, jamah kami satu per satu sehingga kami pulang berbeda dengan kami datang.

Amin.

Pagi hari ini kita masih dalam suasana yang sangat penting, yaitu tentang kematian dan kebangkitan Tuhan kita. Dia adalah Allah karena Dia tidak mati, dan karena Dia bangkit, maka iman percaya kita tidak sia-sia karena yang dijanjikan itu menjadi ya dan amin. Kita menjadi tidak malu karena Allah kita bangkit.

Dari semua bukti sejarah napak tilas-Nya, kain kafan-Nya, membuktikan bahwa Dia bangkit. Jangan ragu-ragu.

Di dalam Alkitab, para penjaga kubur waktu itu adalah pasukan-pasukan yang begitu lengkap. Waktu menyaksikan Yesus bangkit, mereka pergi melaporkan kepada imam-imam. Para imam kemudian berunding dan laskar pasukan ini disogok supaya jangan mengatakan bahwa Yesus bangkit melainkan dicuri murid-murid-Nya. Berita ini tersebar dan mengakibatkan banyak orang tidak percaya bahwa Yesus bangkit.

Berita tentang kebangkitan menjadi berita yang kurang hangat. Kalau kita ingat mengenai natal dan kelahiran-Nya, di mana-mana, di mal, di pusat-pusat perbelanjaan, ada semarak menyambut kelahiran Tuhan. Tapi kematian dan kebangkitan Tuhan justru disambut biasa-biasa saja.

Mari kita berandai-andai beberapa skenario jika Yesus benar tidak bangkit dan tubuh-Nya dicuri oleh murid-murid-Nya:

  • Walaupun saat itu gelap, tapi pada waktu para murid mendekat pelan-pelan ke kubur Yesus, pasti ketahuan oleh para penjaga itu!
  • Kalaupun benar tidak ketahuan, waktu membuka pintu batu itu apakah mudah? Apakah bisa diangkat sendirian? Pasti diangkat beramai-ramai, dan apakah penjaga tidak tahu? Pasti tahu! Kalau tahu, apakah akan dibiarkan?
  • Anggaplah penjaga itu tidak tahu sekalipun, dan kubur-Nya dibuka beramai-ramai, setelah terbuka apakah penjaga tidak tahu kemudian kalau kubur itu sudah terbuka? Bahkan kain kafan-Nya tertinggal di situ. Apakah mudah membuka kain kafan-Nya? Apalagi kain kafan-Nya juga pasti sudah lengket berdarah-darah, tidak mungkin mudah untuk dibuka begitu saja di dalam kubur itu.
  • Kalaupun saat itu tidak ketahuan, lalu tubuh Yesus pasti dibawa keluar dengan digotong beramai-ramai, pasti ketahuan!

Jadi, ternyata sangat mustahil kalau tubuh Yesus itu dicuri. Para pasukan itu disuap, Yesus memang benar-benar bangkit.

Pagi hari ini yang saya ingin sampaikan kepada Saudara sekalian, murid-murid Tuhan juga bimbang saat itu apakah Yesus benar-benar bangkit. Pada waktu diberitahukan bahwa Yesus bangkit dalam sebuah persekutuan, saat itu Tomas tidak hadir. Alkitab tidak menjelaskan, sehingga kita tidak tahu mengapa dalam persekutuan saat itu, Tomas tidak hadir. Waktu Tomas akhirnya mendengar mengenai kebangkitan Yesus, bahkan dia katakan belum percaya kalau tidak mencucukkan jarinya ke luka Yesus. Akhirnya, ternyata Yesus benar-benar datang, dan Tomas menjadi percaya. Jawaban Tomas itulah yang luar biasa, "Ya Tuhanku dan Allahku!" Dia percaya bahwa Yesus telah bangkit, bahkan mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan dan Allahnya.

Roh yang membangkitkan Kristus itulah yang menjadikan kita berarti. Yesus memang mati dan dikuburkan. Jasmani-Nya mati, tapi Roh-Nya masuk ke tempat yang paling dalam, membebaskan roh yang tertawan sejak jaman Nuh. Dalam 1 Petrus 3:19-20 berkata, dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara, yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.

Alkitab mengatakan Yesus adalah satu-satunya jalan, tidak ada seorang pun datang kepada Bapa tanpa melalui Yesus. Waktu Yesus mati, Dia masuk ke tempat paling dalam dan membebaskan orang tertawan yang ada di dalam sana dan membawa mereka ke Sorga. Jadi, ternyata Yesus menyelamatkan masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Dia menyelamatkan sepanjang masa!

Ini merupakan dogma yang sering diperdebatkan. Saya percaya tidak ada yang mustahil bagi Dia. Masalahnya, ayat ini sering dipergunakan oleh sebagian orang untuk mengabsahkan penginjilan orang mati. Padahal ayat ini hanya berlaku untuk Yesus dan hanya Yesus saja yang bisa pergi ke dalam dunia orang mati.

Roh Allah menjadikan kita berarti

Sekarang, Roh yang telah membangkitkan Kristus menjadikan kita berarti. Sampai di mana berartinya?

Roma 8:11, Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

Roh itu diam di dalam kita

Kita bisa bayangkan sekarang, Roh yang membangkitkan Yesus itu membawa-Nya dalam sebuah kemuliaan, dan Yesus tinggal dalam tubuh kemuliaan. Kain kafan-Nya ditinggalkan, dan waktu Yesus menampakkan diri, bukan berarti Yesus telanjang. Tubuh kemuliaan-Nya bisa makan, penuh dengan kemuliaan, dan dengan jubah kemuliaan. Dahsyat!

Itu Roh yang membangkitkan, yang membawa Yesus kepada kemuliaan.

Lebih dahsyat lagi, Roh yang sama itu juga diam di dalam hidup kita. Bisa tidak kita menjadi manusia yang sama? Mengalami perubahan yang luar biasa, dahsyat, pola pikir kita diubah, sikap kita diubah, tidak sama seperti dulu. Karena Roh yang dahsyat itu ada di dalam Saudara.

1 Yohanes 4:4b, sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia. Paulu katakan bagiku hidup adalah Kristus, mati adalah keuntungan.

Kalau Roh itu ada di dalam kita, ada keberanian, berani untuk menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan. Saya sangat bergairah akan ini.

Kapan Roh itu tinggal di dalam kita?

Paulus mengalami perjumpaan yang langsung dengan Yesus, kemudian dengan pesan Roh itu, dia disuruh pergi ke salah satu murid supaya dia didoakan. Dan setelah didoakan matanya terbuka, kemudian dia mengalami Roh itu turun dan dia dipenuhi dengan Roh itu. Apa yang terjadi? Paulus yang tadinya sangat membenci dan menganiaya orang-orang Kristen, tapi karena Roh itu Paulus mengalami perubahan yang luar basa. Sejak saat itu sampai akhir hidupnya dia melakukan perkara-perkara yang besar dan luar biasa.

Kapan Roh itu hadir di dalam kita? Yesus katakan dalam Yohanes 7:38-39, Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup." Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.

Yesus menyamakan kuasa itu seperti air kehidupan. Karena manusia membutuhkan air, membutuhkan tempat yang menyegarkan supaya kehidupan ini terus bertumbuh, berkembang. Yang dimaksudkan dengan air itu ialah Roh. Yesus dimuliakan ketika Dia bangkit dan lebih nyata lagi ketika Dia naik ke sorga. Dia ada dalam kemuliaan Bapa di Sorga.

Roh itu berarti bagi kita karena diam di dalam kita.

Roh itu memberikan kemerdekaan

Roma 8:2, Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.

Bukan sekedar membuat perubahan yang luar biasa, Roh itu juga membebaskan kita dari hukum dosa. Dosa bisa ada kalau ada Taurat. Taurat adalah hukum. Seseorang dinyatakan bersalah kalau ada hukum. Yesus datang telah membebaskan, telah menggenapi Taurat itu, hal yang tidak bisa kita lakukan walaupun kita tahu tentang hukum. Hukum Taurat mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan sesamanya, supaya manusia berkenan bagi Allah. Tapi manusia tidak bisa melakukan hukum itu.

Saya dulu sebelum menjadi orang percaya adalah orang yang beragama dengan benar-benar, sholat subuh saya lakukan, tapi begitu susahnya, kalau saya buang angin maka batal semua. Kalau dari lima waktu saya tidak lakukan satu kali saja, maka batal semua. Apakah manusia bisa baik dan sempurna? Yang bisa menggenapi dan menjalani hukum itu hanya Yesus. Apalagi tentang tuntutan korban akibat dosa, tidak ada yang bisa lakukan, tapi Yesus telah memberikan diri-Nya sendiri sebagai korban atas dosa. Yesus katakan, sudah genap, waktu Dia meninggal, sehingga kita tidak lagi di bawah hukum tapi di bawah anugerah. Sekarang ini adalah kesempatan kita untuk datang untuk minta ampun, Yohanes 1:9, Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Allah itu setia dan adil, barangsiapa minta ampun maka Dia akan mengampuni. Dosa yang merah seperti kirmizi, akan putih seperti bulu domba.

Apakah setiap hari kita tidak bisa melakukan kesalahan? Banyak hal-hal yang kita lakukan itu adalah kesalahan, baik dalam hubungan dengan manusia, baik dalam harta yang Tuhan percayakan, tanggung jawab kepada pemerintah. Bagaimana kejujuran kita? Kalau kita tidak ada di dalam anugerah, maka kita ini sesungguhnya tidak bisa selamat. Kita bersyukur, kebangkitan-Nya telah membebaskan kita dari hukum Taurat. Kapan pun kita bersalah, kita minta ampun kepada Tuhan. Jangan diulang-ulang lagi. Kesalahan yang diulang-ulang lama kelamaan akan menjadi sifat.

Kita tidak sempurna, tapi kita bersyukur kita ada di bawah anugerah, kita masih bisa diselamatkan. Hukum Taurat itu sangat berat, tapi karena ada di bawah anugerah, masih ada harapan. Hukuman atas dosa adalah maut, tapi Saudara sudah bukan orang berdosa lagi, melainkan orang-orang yang sudah dibenarkan, ada di bawah kasih karunia Tuhan yang berlimpah.

Inilah yang memberikan sukacita karena Tuhan telah membebaskan kita, memerdekakan kita, dari hukum dosa.

Roh itu menjadikan kita anak-anak Allah

Roh itu bukan sekedar diam dalam diri kita dan membebaskan kita, tapi juga menjadikan kita anak-anak Allah.

Roma 8:15-16, Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.

Alkitab memberitahukan bahwa ada 3 jenis anak:

  1. Anak manusia, yang lahir dalam darah dan daging
  2. Anak iblis
    1 Yohanes 3:8, barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu. Kesalahan yang diulang-ulang akan menjadi permanen, akibatnya tetap di dalam dosa, artinya bukan anak-anak Allah karena anak-anak Allah sudah dibebaskan dari dosa.
    Yohanes 3:5-7, Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Kita harus mengalami kelahiran baru di dalam Tuhan, tidak sekedar percaya agamawi saja. Kita mengalami suatu kehidupan yang berbeda dari yang lalu.
  3. Anak Allah
    Suatu kali ada orang yang tidak mau ke gereja karena masih terikat. Saya bilang, selama kita tidak pernah datang kepada Tuhan, tidak akan pernah terlepas, dan malah kita akan mati dalam dosa. Supaya terlepas, datanglah pada Tuhan, karena kita tidak mampu, Tuhan yang melepaskan, bukan kita lepaskan sendiri. Kita tidak bisa melepaskan dosa sendiri. Tuhan yang harus bekerja di dalam hidup kita. Prosesnya lama, saya secara rutin mendatangi dia dan memberikan firman Tuhan. Suatu saat akhirnya dia datang dan langsung minta dibaptis. Istrinya bilang, sekarang suaminya tidak berjudi lagi. Dia dibebaskan! Roh itulah yang membebaskan dan menjadikan dia anak Allah.
    Suatu ketika ada sebuah pertemuan bergengsi, akan dikunjungi oleh anak Presiden Soeharto pada waktu itu. Sebelum dia datang, tempat itu disisir, semua bodyguard memeriksa kursi-kursi. Kita ini adalah anak-anak Allah, kita ini ada pengawalnya yaitu malaikat-malaikat Tuhan. Malaikat yang jumlahnya beribu-ribu laksa itu menyertai Saudara.
    Suatu waktu ada jemaat GSJA Betlehem datang dan mengajak saya ke rumah sakit Pelni di Jakarta, untuk mendoakan orang tuanya yang sakit. Di rumah sakit, saya mendoakan dan memberikan firman Tuhan sedikit. Setelah selesai, saya mau pamit, dan saya pulang sendiri. Masalahnya bukan soal pulang sendirinya, tapi masalahnya ternyata saya tidak bawa dompet, di kantong hanya ada Rp 2000. Saya tenang saja, saya ingin membuktikan kalau saya anak Tuhan. Saya naik angkutan ke UKI, dan habislah uang Rp 2000 itu untuk ongkos ke UKI. Saya naik bis di UKI, tanpa uang sama sekali. Saya duduk di tengah-tengah bis dan kondekturnya mulai menarik uang. Tiba-tiba di belakang saya ada yang memanggil kondekturnya dan ada yang membayari saya. Allah yang telah mengatur segala sesuatunya untuk saya!

Tuhan memberikan sesuatu lebih, karena Dia adalah Tuhan yang berkuasa.

Anak Presiden saja kalau datang ke istana Presiden tidak usah formal. Karena Saudara adalah anak Allah, maka kita boleh kapan saja menyatakan apa pun kepada Allah kapan saja. Saudara tidak akan dibiarkan sendiri, Dia tidak akan meninggalkan Saudara sendirian. Apalagi kalau Saudara melayani Tuhan, tidak akan dibiarkan sendirian menghadapi tantangan. Saya sudah membuktikan itu.

Mengenal Allah dan kuasa kebangkitan-Nya

Setelah Paulus mengalami perubahan hidup, dia katakan dua hal dalam Filipi 3:10, Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya:

  • Mengenal Dia
Bagaimana caranya mengenal Dia? Waktu Saudara percaya Yesus, Saudara tahu tidak namanya Yesus? Namanya ajaib, menyembuhkan, mencukupi, menyediakan, nama-Nya itu perisai-tameng bagi Saudara, memberikan damai sejahtera. Sudahkah Saudara kenal dengan nama Yesus? Saudara harus banyak membayangkan gambaran tentang Yesus , seperti apa Dia, dari pembacaan Alkitab. Kitab Injil merupakan gambaran-gambaran mengenai Yesus. Kita juga harus mendengar suara Tuhan, baik dalam khotbah maupun dalam persekutuan pribadi, ngobrol dengan Yesus.
  • Mengenal kuasa kebangkitan-Nya
Kita juga harus mengenal kuasa Tuhan dengan cara mengalaminya secara pribadi, mengalami Roh Allah yang ada di dalam kita. Kakek saya dulu adalah pengajar spiritisme. Saya melihat dengan mata kepala sendiri benda-benda bisa bergerak sendiri, ada ular keluar dari keris, dan macam-macam lagi.
Kuasa Allah itu juga adalah nyata, pikiran perasaan tindakan, itu harus dialami. Makanya nanti kalau ada doa pencurahan Roh Kudus, datang dan alami! Saudara akan melihat mungkin ada yang terguling-guling, ada yang melihat sorga terbuka, macam-macam, itu adalah pengalaman. Kekristenan itu bukan agama, tapi pengalaman pribadi seseorang dengan Allah di sorga. Jangan menjadikan kekristenan sebagai rutinitas agamawi. Justru sekaranglah saatnya orang-orang percaya harus mengalami kuasa yang dahsyat itu.

Penutup

Mari kita menghampiri Dia, Dia tidak jauh dari kita. Apa pun yang terjadi dalam kehidupan Saudara, dia mengetahui. Datang kepada-Nya. Tuhan tidak mencari orang-orang tertentu, tapi Dia mencari orang yang rindu datang dengan hati terbuka. Dia mau menjamah Saudara. Kalau Saudara mau membuka hati, Dia pasti mau datang. Tapi Dia bukan pemaksa, tapi selalu membuka jalan dengan kasih-Nya, mengundang Saudara, memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi Saudara.

Tuhan penuh dengan anugerah, tapi bukan murahan, harus kita bayar dengan menyerahkan hidup kita sepenuhnya.

Penuhiku, penuhiku,
Dengan hadirat-Mu
Urapiku, urapiku,
Dengan minyak kudus-Mu

S'perti rusa rindu sungai-Mu,
Begitulah jiwaku
Ya Roh Kudus penuhi aku,
Dengan urapan baru

Haleluya, Yesus!

Ijinkan Roh Kudus menjamah hati Saudara. Saya tidak mungkin melayani Saudara satu per satu, tapi kalau Saudara tetap terbuka di hadapan Tuhan, Dia sendirilah yang melayani Saudara satu per satu, Dia melayani Saudara dengan baik. Waktu Saudara katakan dan menunjukkan bahwa Saudara sungguh-sungguh menyatakan kebutuhan Saudara dengan gerak Saudara, tumpang tangan di atas tempat yang sakit, Dia akan melayani Saudara satu persatu. Dia mengetahui keperluan Saudara, tidak ada satu pun yang tersembunyi, Dia akan memberikan yang terbaik yaitu Roh-Nya.

Terima kasih Roh Kudus, Kau melayani seluruh sidang jemaat ini, tidak ada seorang pun terlewatkan, segarkan jiwanya, segarkan rohnya. Kau ada di sini, kami percaya, Kau ada di tempat ini, karena itu adalah janji-Mu. Kami sangat percaya Kau mau melayani kami. Mulai dari pemuji, dan semua yang melayani, dan semua sidang jemaat-Mu, engkau layani.

Hamba-Mu harus berhenti tapi Kau tidak pernah berhenti, bahkan terus melayani kami. Haleluya, Yesus. Amin.