9 Weeks of Breakthroughs: Keluar dari zona nyaman (Khotbah Pdt Sutadi Rusli)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
9 Weeks of Breakthroughs: Keluar dari zona nyaman
Sutadi Rusli-101010-3x4.jpg

Pdt Sutadi Rusli

Ringkasan Khotbah
KebaktianIbadah Raya
TanggalMinggu, 10 Oktober 2010
GerejaGBI Danau Bogor Raya
TempatGraha Amal Kasih
KotaBogor
Terima kasih Bapa, Kalau kami boleh merenungkan kebaikan-Mu tidak ada kata lain, kami hanya dapat mengucap syukur. Jamah kami Roh Kudus, berkati kami dengan Firman-Mu, kami percaya Kau ada di tengah-tengah kami Tuhan. Terima kasih, Bapa, berbicaralah pada kami pagi hari ini, kami mau mempersiapkan hati kami menjadi tanah yang gembur, agar firman-Mu dapat ditabur pada tanah hati kami dan berbuah-buah di dalam nama Yesus. Amin.

Shalom, saya percaya Saudara semua diberkati Tuhan, semua bersukacita dalam nama Tuhan Yesus. Hari ini tepat tanggal 10 Oktober 2010 atau 10-10-10, banyak yang menikah hari ini karena katanya angkanya bagus dan mengingatnya jadi lebih mudah. Juga ada hamba Tuhan yang nanti sore saya layani hari ini 50 tahun pernikahan, juga tepat pada tanggal 10-10-10.

Saya mau mengingatkan kegerakan hari-hari ini, di mana kita sedang memasuki 9 Weeks of Breakthrough dan sudah beberapa minggu ini ada buletin-buletin yang dapat kita baca bersama-sama mengenai kegerakan ini.

Mungkin Saudara tidak berkesempatan dalam doa bersama-sama pada setiap hari Sabtu, tetapi paling tidak Saudara ikuti perkembangan yang ada, yang akan diinformasikan dalam minggu-minggu ke depan. Dan nanti ke depan ada hal-hal yang Saudara bisa ikut ambil bagian sebagaimana akan diterangkan dalam buletin-buletin yang akan datang. Tuhan inginkan hari-hari ini kita lebih berperan aktif karena Tuhan akan segera menjemput gereja-Nya.

Pesan awal dari 9 Weeks of Breakthroughs

Hari pertama 9 Weeks of Breakthroughs kemarin dibuka pada hari Sabtu, 09 Oktober 2010. Kami mulai berdoa bersama-sama pada saat itu. Kita belum pernah melakukan doa pagi bersama-sama seperti ini sebelumnya, di mana setiap gembala dari bermacam-macam wilayah, juga yang dari jauh, Sukabumi, Cipanas, Jakarta, dan lain-lain tempat, berdoa bersama-sama dalam unity, bersama jemaat-jemaat Tuhan. Dalam hari pertama ini hadir lebih kurang 700 jiwa.

Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka. Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi." (Yosua 1:6-9)

Ada 7 pesan yang Tuhan bagikan kemarin dan saya mau bagikan kepada Saudara hari ini secara singkat:

  1. Kuatkan dan teguhkan hatimu
  2. Mungkin Saudara datang ke sini dengan hati bimbang. Dimulai dari hati kita. Amsal 4:23, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Jadi dimulai dari hati kita terpancar baik kehidupan pribadi, bisnis, usaha, maupun keluarga kita. Apa saja yang Saudara lakukan, mulailah dengan hati yang benar di hadapan Tuhan. Untuk itu kita perlu melakukan satu pemberesan satu sama lain. Matius 5:23-24, “Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.” Bereskan terlebih dahulu kepada Saudaramu, atau mungkin kepada suami/istri Saudara. Kalau ada yang Tuhan ingatkan untuk dibereskan, lebih baik kita bereskan terlebih dahulu supaya doa kita tidak mentok di hadapan Tuhan dan supaya Bapa juga mengampuni dosa-dosa kita.

  3. Bertindaklah hati-hati
  4. Saudara, Tuhan ingatkan kepada kita seperti Dia ingatkan kepada Yosua. Sebelum kita lakukan keputusan apa pun coba timbang-timbang apakah yang kita putuskan ini sesuai Firman Tuhan atau tidak? Manual book kita adalah Firman Tuhan. Coba lihat, apakah nanti keputusan yang kita ambil sesuai? Memang kita seringkali salah, saya juga dulu seringkali melakukan kesalahan dalam mengambil langkah-langkah, tapi kita terus belajar, makin lama makin baik, semakin mengukur segala sesuatunya sesuai Firman Tuhan. Saat kita mengukur dengan Firman Tuhan, kita akan selamat sampai ke tujuan. Waktu kita mengambil keputusan secara gegabah dan dengan sembrono, akhirnya hidup kita jadi rusak dan rumah tangga kita juga jadi rusak.

  5. Jangan menyimpan ke kanan dan ke kiri
  6. Artinya, kita harus berjalan sesuai rencana Tuhan dalam hidup kita. Firman Tuhan berkata, “Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.” (Amsal 14:12) Untuk itu, mari kita bertindak hati-hati, jangan menyimpang ke kanan ke kiri tapi mengikuti Firman Tuhan.

  7. Perkataan Firman Tuhan
  8. Di dalam diri mulut orang percaya ada kuasa. Firman Tuhan katakan pada kita dalam Markus 11:23b, “tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. Untuk itu orang percaya harus menjaga perkataannya. Waktu kita mengatakan hal-hal yang buruk di luar Firman Tuhan, maka itu juga akan menimpa Saudara dan saya.

  9. Renungkan Firman Tuhan siang dan malam
  10. Saudara, kita diingatkan Tuhan, peperangan paling besar ada di dalam pikiran kita. Filipi 4:8, ”Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” Dalam bahasa aslinya adalah logisomai, artinya, masukkan terus menerus yang suci, yang mulia, yaitu Firman Tuhan. Waktu masuk dalam pikiran kita terus menerus, Firman Tuhan sanggup menjadikan yang tidak ada menjadikan ada.

  11. Jangan kecut dan tawar hati
  12. Mungkin ada di antara Saudara yang datang ke gereja sudah putus asa, tawar hati, atau mau mundur dari Tuhan ketika menghadapi masalah-masalah hari-hari ini. Mungkin juga ada yang datang pagi ini juga putus cinta, patah arang, tidak ada harapan, no hope, rasanya jalan sudah tertutup, sehingga Saudara mungkin sudah tidak bisa doa, mungkin ada yang berkata, “Hari ini hari terakhir saya datang ke ibadah.” Saya mau katakan kepada Saudara, ada pesan Tuhan untuk kita, "Saudara jangan kecut dan tawar hati! Waktu kita tawar hati, lemahlah kekuatan kita, tapi waktu kita punya pengharapan, maka satu hari kelak Tuhan berikan jawaban kepada kita.

    Enakan teh manis atau teh tawar. Biarlah hidup Saudara manis di hadapan senantiasa.

  13. Aku, Tuhan, menyertai sampai selama-lamanya
  14. Matius 10:29, Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.

    Lukas 12:6, Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah,

    Saudara lihat, burung pipit itu tidak ada harganya, murahnya luar biasa, itu saja diperhatikan Tuhan. Apalagi Saudara! Saudara bukan burung pipit tapi adalah biji matanya Tuhan. Saudara jauh lebih diperhatikan Tuhan, Saudara sangat berharga di mata Tuhan. Orang boleh tidak mempedulikan kita, cuekin kita, tidak memperhatikan kita, tapi Tuhan kita tetap memperhatikan kita. Sungguh Saudara berharga di mata Tuhan.

Biarlah ketujuh pesan ini, akan Saudara bisa dapatkan dan lakukan dalam 9 Weeks of Breakthroughs.

Keluar dari zona nyaman

Markus 1:35-39,

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia; waktu menemukan Dia mereka berkata: "Semua orang mencari Engkau." Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang." Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.

Ada beberapa hal dari ayat-ayat ini, menjadi satu dasar kita mengadakan doa, pujian, dan penyembahan pagi dalam 9 Weeks of Breakthroughs.

Ada kata-kata khusus yang perlu Saudara mengerti dan imani, ditegur, diingatkan Tuhan, dan Saudara mau melakukan kebenaran firman Tuhan, yang dibuka dalam ayat 35, pagi-pagi benar.

  • Saya sudah ingatkan bulan lalu, pagi-pagi benar berbicara mengenai memprioritaskan Tuhan, dan waktu kita memprioritaskan Tuhan, Tuhan juga akan memprioritaskan kita.
  • Pagi-pagi benar juga bicara mengenai bayar harga. Saat orang masih tidur, masih bersantai, tapi kita berani bayar harga. Bahkan ada orang-orang yang bayar harga, datang dari jauh, dari Sukabumi, Cipanas, Jakarta, mereka semua berani bayar harga.
  • Pagi-pagi benar juga berbicara mengenai masih ada kesempatan, karena sebelum menjelang malam masih ada siang dan sore hari.

Mari lebih sungguh-sungguh di dalam Tuhan selama masih ada kesempatan, Saudara baca dan lakukan kebenaran-kebenaran Firman Tuhan.

Pergi ke luar

Dan apa yang Tuhan lakukan pada pagi-pagi benar itu? Dia pergi ke luar.

Kalau pada siang hari cuaca sedang panas-panasnya, tentu lebih enak kita diam di dalam gedung daripada pergi ke luar yang panas dan banyak debunya. Di sini ada AC, bisa duduk, malah ada yang ketiduran karena keenakan.

Pergi ke luar berbicara mengenai ada pergumulan, ada masalah, ada tantangan-tantangan, ada problem-problem di dalam hidup kita.

Dua macam masalah

Kalau saya boleh renungkan, rupanya ada 2 macam masalah dalam hidup kita:

  1. Masalah yang disebabkan kesalahan kita sendiri
  2. Dokter bilang, “Pak, kolesterolnya tinggi, jangan makan lemak banyak-banyak, hindari ini, berat badan tolong dikurangi.” Dokter sudah bilang terus begitu, eh kita tidak mau pusing, saran dokter masuk telinga kiri keluar kanan, lewat begitu saja. Malah makan tidak tanggung-tanggung lagi, babi panggang sekilo, babi hong dua dengkul, sate kambing 20 tusuk, tambah durian lagi. Besoknya tidak heran kalau stroke. Saudara mungkin bilang, “Padahal saya sudah doa, sudah saya tengking, tapi kok kolesterolnya tetap tinggi.” Bukan itu yang Saudara lakukan, yang harus Saudara lakukan adalah harus penguasaan diri! Waktu Saudara sakit, Saudara mungkin mulai menyalahkan Tuhan, menyalahkan ke sana ke mari. Kita berdoa, tapi kita juga harus lihat dulu akar masalahnya apa. Kita harus bertobat terlebih dahulu. Mari kita janji di hadapan Tuhan, kita harus penguasaan diri. Mungkin ada hal yang tidak mungkin buat kita, ada sakit yang tidak mungkin sembuh, tapi waktu kita berdoa itu mampu disembuhkan dalam nama Yesus.

    Kita harus bertobat! Coba renungkan berapa banyak masalah terjadi karena kelalaian kita. Mungkin mobil Saudara ban-bannya sudah botak, tapi masih berani jalan kecepatan 200 km/jam. Ya tidak heran terguling-guling di jalan tol. Itu namanya mencobai Tuhan.

    Bertindaklah hati-hati supaya perjalanan kita berhasil dan beruntung. Ini kesalahan-kesalahan karena kebodohan kita semuanya. Ke depan mari kita makin sungguh-sungguh supaya berkenan kepada Tuhan.

  3. Dia mau membentuk kita agar lebih sungguh-sungguh lagi di hadapan Tuhan
  4. Burung rajawali setelah bertelur, telurnya dierami di sarang, dan setelah menetas anaknya diberi makan hingga semakin besar. Tapi ada satu waktu, anak rajawali ini harus diajar supaya tidak minta terus makanan dari induknya. Tanpa diduga-duga, yang dilakukan induk rajawali adalah membongkar sarangnya. Kalau kita pikir, induknya tidak ada belas kasihan, anaknya masih kecil, lemah seperti itu, tapi sangkarnya dibongkar, begitu teganya. Tapi benar-benar sarang itu dibongkarnya, sampai mau tidak mau anak rajawali jatuh ke bawah karena tidak ada sarangnya lagi. Induknya terus memperhatikan, dan waktu mau hampir sampai di tanah, diangkat dan dinaikkan lagi ke atas.

    Kadang kita dalam zona kenyamanan. Kita pikir, “Saya udah cukup jadi Kristen seperti ini, cukup datang ke gereja seminggu sekali, saya sudah cukup memberi.” Kita pikir semua udah cukup, cukup berdoa, cukup baca Firman Tuhan satu hari satu ayat saja. Kita pikir sudah cukup, kita dalam zona kenyamanan. Tapi Tuhan tidak puas hanya sebegitu dalam hidup Saudara, Dia mau kita makin lama makin naik. Mungkin Dia sudah ingatkan berkali-kali, melalui Pendeta sudah katakan dari mimbar agar kita lebih sungguh-sungguh lagi. Maka ada satu waktu sarang kenyamanan Saudara akan digoyang dan dibongkar oleh Tuhan. Itu dengan satu maksud supaya Saudara lebih sungguh-sungguh lagi di dalam Dia.

Saudara yang dikasihi Tuhan, 9 Weeks of Breakthroughs berbicara mengenai sesuatu yang bukan biasa-biasa lagi. Kita mau meninggalkan tahun 2010 dan masuk tahun 2011, apa maksud dasar Tuhan mengadakan ini:

  • Visi kita tahun 2010 adalah tahun pemulihan, kelimpahan, dan terobosan. Tentu dimulai dari terobosan rohani.
  • Bapak Peter Wagner mengatakan pada tahun 2008, dan sudah saya sampaikan terus menerus sejak tahun 2009, bahwa Gereja Tuhan, setiap umat Tuhan yang melakukan apa yang Tuhan suruh dengan sungguh-sungguh sepanjang tahun 2010, maka dia akan mengalami berkat, pertolongan Tuhan, bukan hanya 1 tahun di depan, tapi bahkan sampai 10 tahun ke depan hingga 2010. Saya ajak semua lakukan dengan sungguh-sungguh, kita akan diberkati, kita akan alami terobosan!
  • Tahun Ayin Aleph yang berbicara tentang prioritas, unity, dan kerendahan hati.

Jangan sampai Tuhan goncang sarang kita, berbicara mengenai ekonomi, kesehatan, rumah tangga kita, dan lain-lain. Dia izinkan semua terjadi agar Saudara lebih sungguh-sungguh lagi di hadapan Tuhan.

Melakukan yang tidak lazim

Dalam Lukas 19 dikisahkan mengenai Zakheus yang adalah seorang kepala pemungut pajak (tax collector). Orang ini adalah seorang yang kaya. Satu waktu dia mendengar Yesus datang dan ia ingin sekali bertemu Tuhan Yesus. Tapi Firman Tuhan menceritakan bahwa rupanya Zakheus ini cukup pendek, sehingga ketika Yesus datang dan ada kerumunan orang banyak, dia tidak bisa melihat Tuhan Yesus. Siapa sih manusia Yesus ini? Dia ingin tahu, dia tidak pernah lihat orangnya, tapi dia punya kerinduan untuk ketemu Yesus. Dia terbatas secara fisik tapi dia punya kerinduan yang sangat besar!

Lukas 19:3-4, Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.

Zakheus berusaha , dan dia punya niat yang begitu besar. Beberapa bulan lalu saya berkhotbah mengenai berjuang masuk melalui pintu masuk yang sempit. Saudara harus berjuang, punya fighting spirit. Untuk berusaha tentu semua kekuatannya Roh Kudus yang memberikan untuk kita. Katakan, “Roh Kudus, urapi aku, supaya aku punya kekuatan, semangat.” Orang-orang Kirsten sekarang banyak yang semangatnya down, doa asal-asalan, asal pergi ke gereja, dan rohnya sudah suam-suam kuku. Waktu kita suam-suam kuku, Tuhan akan muntahkan ,tapi kita mau punya roh yang menyala-nyala di dalam Tuhan.

Zakheus berlari, dia lewati orang-orang lain. Ini luar biasa. Dia melakukan sesuatu yang di luar kelaziman. Dia melakukan sesuatu yang ekstra. Dan dia menerima mujizat keselamatan! Kalau mau terima mujizat yang sama, Saudara mesti lakukan seperti Zakheus. Hari-hari ini Tuhan lakukan sesuatu yang tidak biasa-biasa lagi. Kalau Saudara punya kebiasaan kalau ibadah datang waktu pendetanya berkhotbah, Saudara harus bertobat dalam nama Yesus Kristus. Kita mesti lebih, Tuhan melihat orang yang memberi lebih.

Waktu kita memiliki semangat yang tinggi, Tuhan akan memperhatikan Saudara, karena Saudara kelihatan bedanya di bandingkan orang-orang lain. Ayo tunjukkan kita berbeda dengan orang-orang lain, tentu perbedaan yang positif di hadapan Tuhan. Kalau yang lain satu hari satu ayat, mungkin Saudara baca satu pasal. Yang tidak pernah puasa, ayo puasa. Ayo kita lebih lagi dan lebih lagi dalam nama Yesus Kristus, kita lakukan di luar kelaziman.

Banyak contoh di Alkitab orang-orang yang melakukan di luar kelaziman, di antaranya:

  • Wanita yang 10 tahun pendarahan, dia mau lakukan sesuatu, dia ngotot berani bayar harga walau mungkin terdesak-desak atau terinjak. Dan waktu dia nekad dalam kebenaran, maka Tuhan memberkati dia dengan kesembuhan.
  • Orang yang sakit diturunkan dari atap rumah dan dia terima kesembuhan.
  • Orang yang buta disuruh diam, malah makin kencang berseru memanggil nama Yesus Kristus.

Waktu kita lakukan di luar kelaziman, dan mau berjalan lebih lagi, bukan lagi seperti minggu-minggu lalu, maka Saudara akan alami terobosan dalam hidup Saudara.

Pergi ke tempat yang sunyi

Markus 1:35b, Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.

Kalau ada dua pengumuman, yang pertama, “besok akan dilakukan ada ibadah doa puasa”, dan yang kedua, “minggu depan akan ada perayaan hari ulang tahun”. Begitu dihitung jumlah jemaat yang hadir, ternyata jauh lebih banyak yang hadir dalam ibadah ulang tahun. Kalau disuruh doa puasa susah benar, alasannya seribu satu macam, tapi kalau ibadah ulang tahun, tidak diundang pun, kadang ngotot datang. Saudara lebih suka datang ke rumah duka atau ke rumah pesta? Firman Tuhan ingatkan, lebih baik datang ke rumah duka, daripada ke rumah pesta (Pengkhotbah 7:2). Dalam rumah duka, kita diingatkan bahwa sekali waktu kita juga akan kembali kepada Tuhan.

Tempat yang sunyi dalam bahasa aslinya adalah “padang gurun”. Tuhan ajak kita ke padang gurun, di mana tidak ada orang di sana. Saudara yang punya pergumulan maupun tidak, ayo kita ke tempat yang sunyi, di situ kita duduk, tidak ada orang, tapi justru di situlah kekuatan Tuhan diberikan buat kita.

Yesaya 30:15, Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan, kamu berkata: "Bukan, kami mau naik kuda dan lari cepat," maka kamu akan lari dan lenyap. Katamu pula: "Kami mau mengendarai kuda tangkas," maka para pengejarmu akan lebih tangkas lagi.

Saudara yang dikasihi Tuhan, siapa yang mau ditolong Tuhan? siapa yang mau melakukan lebih untuk Tuhan? Di tempat yang sunyi mungkin tidak enak, tapi ada pertolongan-pertolongan Tuhan. Kita perlu break, perlu berhenti, duduk di bawah kaki Tuhan. Itu kekuatan kita supaya kita tidak salah waktu berjalan di hari-hari ke depan.

Pergi ke Galilea

Di Galilea banyak terjadi mujizat. Kalau Saudara pergi ke Palestina, ke Galilea, tempat yang begitu hijau dan bagus. Berdasarkan catatan di Alkitab, hampir 70% mujizat Tuhan dilakukan di Galilea. Ada apa di Galilea sehingga Tuhan melakukan banyak mujizat-Nya di sana? Galilea berbeda dengan Yerusalem. Yerusalem adalah kota yang besar dan megah, tempat tinggal orang-orang aristokrat, bangsawan, dan orang-orang kaya. Di Galilea tinggal orang-orang yang sederhana.

Pengertiannya, Saudara harus menjadi seperti orang Galilea, orang-orang yang sederhana, artinya miskin di hadapan Tuhan. "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga” (Matius 5:3). Orang yang rendah hati, mau dibentuk, diproses, mau melakukan kebenaran Firman Tuhan lebih lagi seperti yang Tuhan suruh, dan mau tunduk pada yang Tuhan perintahkan.

Pada waktu Saudara haus dan lapar di hadapan Tuhan, justru Saudaralah orang-orang yang akan mendapatkan mujizat Tuhan, dan biarlah itu semua sungguh-sungguh terjadi di hadapan Tuhan.

Penutup

Mari, biarlah problem yang ada Saudara bawa ke tempat yang sunyi, duduk bersama Tuhan, maka Saudara akan mendapat hikmat yang baru. Apa yang harus Saudara lakukan, itu akan Tuhan berikan, maka Saudara akan berbahagia di hadapan Tuhan.

Yang terutama di dalam hidup ini
Meninggikan nama Yesus
Yang terutama di dalam hidup ini
Memuliakan nama-Nya

Haleluya, Haleluya,
Saya mau cinta Yesus
Haleluya, Haleluya,
Saya mau cinta Yesus

Pesan Tuhan sudah Saudara dengar pagi ini. Saudara tangkap makna pesan Tuhan pagi ini bahwa kita harus melakukan di luar kelaziman kita, kita harus melakukan sesuatu yang lebih lagi bukan seperti yang biasa-biasa. Dan biarlah kita mau menjadi orang-orang yang dibentuk di dalam tempat yang sunyi, padang gurun, berbicara mengenai sesuatu yang tidak enak, tapi justru di situ ada pembentukan dari Tuhan. Dia berikan kekuatan dan tidak pernah tinggalkan kita, dan biarlah kita jadi orang yang rendah hati, mau ditegur, miskin, haus dan lapar di hadapan Tuhan!

Amin.