Diutus karena Allah mengasihi semua orang

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Kristus dipanggil untuk menjadi saluran kasih itu kepada dunia. Di zaman kita sekarang, gereja-gereja di berbagai belahan dunia juga menangkap urgensi ini dengan satu kesepakatan besar, yaitu target penyelesaian amanat agung 2033. Artinya, generasi kita sedang hidup di masa yang sangat menentukan dalam sejarah misi Allah.

Bacaan: Yohanes 20:21; Yeremia 1:7; 1 Timotius 2:3-4

Pendahuluan

Banyak orang percaya menganggap bahwa penginjilan dan pengutusan adalah tugas pendeta, misionaris, atau pelayan penuh waktu. Akibatnya, tidak sedikit orang Kristen yang hidup nyaman dalam gereja, tetapi pasif terhadap dunia yang sedang binasa. Padahal, sejak awal Kekristenan, setiap orang yang diselamatkan oleh Yesus langsung menerima mandat pengutusan.

Kasih Allah tidak pernah eksklusif. Sejak Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru, kita melihat bahwa hati Allah selalu tertuju kepada semua bangsa, semua suku, dan semua orang. Karena itu, setiap orang yang telah mengalami kasih Kristus dipanggil untuk menjadi saluran kasih itu kepada dunia.

Di zaman kita sekarang, gereja-gereja di berbagai belahan dunia juga menangkap urgensi ini dengan satu kesepakatan besar, yaitu target penyelesaian Amanat Agung 2033. Artinya, generasi kita sedang hidup di masa yang sangat menentukan dalam sejarah misi Allah.

Isi

Pada kesempatan ini, kita akan melihat dasar alkitabiah terkait bahwa setiap orang percaya diutus oleh Tuhan untuk semua orang melalui tiga kebenaran firman Tuhan berikut ini:

  1. Yoh 20:21 Kita diutus sebagaimana Kristus diutus oleh Bapa
  2. Kata "mengutus" dalam bahasa Yunani adalah apostellō, yang menjadi akar kata "rasul." Artinya bukan sekadar "disuruh pergi," tetapi diutus dengan otoritas, tujuan, dan tanggung jawab Ilahi. Sangat menarik sekali bagaimana kita melihat bahwa Yesus tidak berkata, "Aku menganjurkan kamu," tetapi: "Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian Aku mengutus kamu." Ini adalah paralel pengutusan:

    • Yesus diutus dengan misi penyelamatan, kita juga diutus dengan misi yang sama.
    • Yesus diutus dengan kuasa Roh, kita juga diutus dengan kuasa Roh Kudus.

    Dengan kata lain, misi gereja adalah perpanjangan langsung dari misi Kristus. Karena itu, pengutusan bukan sekadar kegiatan gereja, melainkan identitas orang percaya.

    Dengan pemahaman ini, target penyelesaian Amanat Agung 2033 bukan hanya agenda organisasi gereja, tetapi harus menjadi kesadaran rohani pribadi setiap orang percaya. Ambil contoh, seorang karyawan Kristen bekerja di lingkungan yang keras, penuh manipulasi, dan tekanan hidup. Ia mungkin bukan penginjil mimbar, tetapi ia sedang menjalani penginjilan inkarnasional, yakni menghadirkan Kristus lewat integritas, kasih, dan kesaksian hidup.
  3. Yer 1:7 Pengutusan Tuhan tidak bergantung pada kelayakan tetapi ketaatan
  4. Yeremia dipanggil saat masih sangat muda, kemungkinan besar masih remaja. Ia merasa tidak cukup matang; tidak cukup mampu; tidak cukup siap. Namun Tuhan menolak semua alasan itu. Dalam bahasa aslinya, kalimat "kepada siapa pun Aku mengutus engkau, haruslah engkau pergi" menekankan ketaatan total tanpa syarat.

    Prinsip besar di sini adalah: Pengutusan selalu mendahului kesempurnaan. Allah tidak memilih yang siap, tetapi memampukan yang dipilih. Tidak menunggu kelayakan, tetapi mencari ketaatan. Dalam konteks target penyelesaian Amanat Agung 2033, gereja tidak sedang menunggu generasi paling sempurna, melainkan Tuhan sedang memakai generasi yang paling bersedia taat sekarang. Padahal banyak jiwa binasa sekarang, bukan nanti. Dan Tuhan ingin memakai kita sekarang.
  5. 1 Tim 2:3-4 Amanat Agung bukan hanya memberitakan tetapi memuridkan
  6. Kata "semua orang" dalam teks Yunani adalah "pantas", yang berarti tanpa pengecualian sama sekali. Ini menegaskan bahwa: Tidak ada kelompok yang terlalu berdosa untuk diselamatkan; Tidak ada bangsa yang dikecualikan dari kasih Allah; Tidak ada latar belakang yang membatalkan kesempatan keselamatan. Ayat ini juga menunjukkan keseimbangan.

    "Diselamatkan" berbicara tentang kelahiran baru dan "mengenal kebenaran" berbicara tentang pemuridan. Artinya, misi Allah bukan hanya menambah jumlah orang percaya, tetapi membentuk murid Kristus sejati di semua bangsa. Inilah esensi dari Amanat Agung dan inilah yang sedang digumuli secara global menuju target penyelesaian Amanat Agung 2033.

Pertanyaan diskusi

  1. Apakah saya masih memandang penginjilan sebagai tugas hamba Tuhan, atau penginjilan adalah identitas saya sebagai utusan Kristus?
  2. Alasan apa yang paling sering saya pakai untuk menunda ketaatan dalam bersaksi?
  3. Dalam target penyelesaian Amanat Agung 2033, bagian apa yang Tuhan ingin saya ambil secara pribadi?

Kesimpulan dan saling mendoakan

Kita diutus bukan karena kita sempurna, tetapi karena Allah mengasihi semua orang. Pengutusan bukanlah pilihan tambahan bagi orang percaya, melainkan panggilan utama kita di dunia. Gereja global sedang bergerak menuju target penyelesaian Amanat Agung 2033, oleh sebab itu mari kita sama-sama bergerak menuntaskan Amanat Agung.

Jadwal

  • 09 Jan: Materi COOL 1
  • 16 Jan: Materi COOL 2
  • 23 Jan: Materi COOL 3
  • 30 Jan: Doa keliling