Kuasa Roh Kudus dalam penginjilan dan pemuridan

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Penginjilan hanya dapat dilakukan oleh orang yang telah berada di dalam Kristus (telah lahir baru) dan orang yang telah menerima Injil/anugrah keselamatan perlu dimuridkan agar terus bertumbuh semakin mirip Kristus dan melakukan penginjilan.

Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

Matius 28:18-19a

Pendahuluan

Ketika kita berbicara mengenai Amanat Agung, biasanya kita akan berpikir mengenai penginjilan dan/atau pemuridan. Kedua hal ini memang berhubungan erat, tetapi ada suatu perbedaan yang jelas di antara keduanya. Untuk memudahkan sharing kita, maka baiklah kita memahami dengan sederhana apa yang dimaksud dengan penginjilan dan pemuridan.

  • Penginjilan adalah upaya untuk memperkenalkan Yesus Kristus dan anugrah keselamatan dari Allah kepada orang yang belum mengenal-Nya atau menerima-Nya.
  • Pemuridan adalah upaya untuk membantu orang yang telah menerima anugrah keselamatan Kristus sehingga terus bertumbuh semakin lama semakin menyerupai Kristus.

Dari definisi tersebut, maka kita mengerti perbedaan dan siklusnya.

  • Penginjilan hanya dapat dilakukan oleh orang yang telah berada di dalam Kristus (telah lahir baru) dan
  • orang yang telah menerima injil/anugerah keselamatan perlu dimuridkan agar terus bertumbuh semakin mirip Kristus dan melakukan penginjilan. Mengapa demikian? Karena pemberitaan injil menjadi lemah apabila si pemberita ternyata tidak menjalani hidup sebagaimana Kristus yang Ia beritakan.

Isi

Melakukan penginjilan dan pemuridan tidaklah mudah, namun bukannya mustahil. Penginjilan tidak dikatakan mudah karena pada dasarnya memindah jiwa dari gelap (kuasa dosa) kepada terang Allah (kemerdekaan dari dosa). Pemuridan juga tidak mudah karena pada dasarnya mendidik orang untuk mengubah tabiat/kelakuan lama yang dipengaruhi dosa kepada karakter Kristus. Dua-duanya menyentuh aspek rohani. Dua-duanya dilakukannya di bumi, yang artinya masih melibatkan upaya tubuh/hidup sehari-hari.

Kita tentu memahami bahwa segala yang memiliki aspek tubuh/hidup membutuhkan kesungguhan kita untuk bertindak, sementara segala yang memiliki aspek rohani membutuhkan Roh Kudus. Yesus Kristus telah mati di salib dan bangkit dari kematian. Tubuh duniawi-Nya mati di salib untuk menanggung dosa-dosa kita, namun Dia bangkit kembali kepada tubuh kemuliaan-Nya. Yesus menerima kembali kuasa-Nya sepenuhnya. Oleh karena itulah dari surga Yesus dan Bapa dapat mengutus Roh Kudus tercurah pada kita (baca: Kisah 2:33; Yohanes 14:16-17; Kisah Para Rasul 1:5), sehingga kuasa yang ada pada-Nya, juga tersedia bagi kita (Kisah Para Rasul 1:8).

Untuk apakah kuasa Roh Kudus ini? Seperti yang Tuhan Yesus katakan dalam Matius 28:19, perhatikan kata "Karena itu" dan dalam Kisah 1:8, perhatikan kata "kamu akan" maka tujuan utama Roh Kudus dicurahkan agar kita bisa menjalankan Amanat Agung, yaitu penginjilan dan pemuridan.

Memasuki tahun 2026 ini, kita harus memiliki kerinduan untuk melihat Injil diberitakan lebih lagi dan pendewasaan umat Tuhan juga lebih lagi, dibandingkan menginginkan kuasa Roh Kudus untuk mengatasi persoalan-persoalan kita. Meminta kuasa Tuhan untuk memampukan kita melewati badai hidup bukanlah yang salah; sama sekali tidak salah, namun di tahun 2026 mari kita fokus kepada penginjilan dan pemuridan.

  • Berapa banyak anggota keluarga, teman, rekan, sahabat kita yang belum mengetahui dengan baik siapa itu Yesus Kristus?
  • Berapa banyak dari anggota keluarga, teman, rekan, sahabat kita yang sudah di dalam Kristus, tetapi kelakuan, tabiat, akhlak-nya masih jauh dari kualitas seorang murid Kristus?

Dan pertanyaan yang terpenting hari ini adalah: apakah kita sendiri sudah menjadi seorang murid Kristus? Jika orang mendengar perkataan kita, melihat kelakuan kita dan merasakan keputusan-keputusan kita, apakah mereka melihat seorang murid Kristus yang di mana tuntunan Firman dan Roh Kudus diikuti, atau mereka mendengar, melihat, dan merasakan kita yang 'biasa aja', gak ada beda dengan orang dunia?

Kesaksian

  1. Menurut Saudara, apa yang bisa Saudara lakukan secara nyata untuk memperkenalkan Yesus kepada yang belum mengenal Dia?
  2. Apa yang Saudara dapat lakukan dengan nyata agar seorang yang sudah lahir baru bertumbuh semakin lama semakin menyerupai Yesus?

Kesimpulan dan saling mendoakan

Sekali lagi, memang tidak mudah tetapi bukan mustahil. Penginjilan dan pemuridan hanya dapat dilakukan dengan Roh Kudus dan kuasa-Nya ada dalam kita.

Perjalanan ketaatan sebagai murid Kristus haruslah dilakukan dengan keputusan kita bagaimana menjalankan hidup ini, dan dengan kuasa dari Roh Kudus yang tercurah dalam hidup kita.

Di tahun 2026 ini, buat keputusan untuk kita melakukan Penginjilan dan pemuridan, termasuk mendewasakan diri kita sendiri, dan sikap penyandaran diri penuh pada Roh Kudus. Lakukan bagian kita, dan jangan pandang remeh pengurapan Roh Kudus, hadirat Roh Kudus dan berdoa, memuji dalam Roh Kudus. Amin.

Jadwal

  • 09 Jan: Materi COOL 1
  • 16 Jan: Materi COOL 2
  • 23 Jan: Materi COOL 3
  • 30 Jan: Doa keliling