Come Holy Spirit

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Logo profetik.png
Devosi
Tanggal20 Mei 2013
Sebelumnya
Selanjutnya

Ialah (yang) membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan. –For the letter kills, but the Spirit gives life! (2 Korintus 3:6)

Bagi orang Yahudi, perayaan Pentakosta (50 hari setelah perayaan Paskah) adalah perayaan untuk memperingati diberikannya Hukum Taurat oleh Tuhan di atas gunung Sinai (Keluaran 19). Tiupan angin yang keras, disertai halilintar dan guruh dan turunnya Api mendahului diberikannya 10 perintah Allah bagi umat-Nya. Akan tetapi, apa yang terjadi setelah Tuhan memberikan Hukum Taurat saat peristiwa Pentakosta yang pertama tersebut? Sebanyak 3000 orang mati! (Keluaran 32:28)

Hal yang kontras terjadi pada Pentakosta yang dialami oleh para Rasul di Perjanjian Baru (Kisah 2). Di dalam kitab Kisah Rasul, diceritakan saat hari Pentakosta tiba, tiupan angin yang keras dan lidah-lidah Api turun dan murid-murid dipenuhi oleh Roh Kudus. Tuhan bukan memberikan hukum yang tertulis tetapi Tuhan memberikan Roh Kudus-Nya. Hukum itu tidak lagi dituliskan pada loh batu tapi ditulis pada loh hati manusia.

Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. (Yeremia 31:33)

Dan, apa yang terjadi, sebagai hasil dicurahkannya Roh Kudus? Sebanyak 3000 orang diselamatkan..! (Kisah 2:41)

Dua kejadian Pentakosta di atas menunjukkan apa yang ditulis oleh Rasul Paulus dalam 2 Korintus 3:6: Ia lah (yang) membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan. (“the letter [the law] kills, but the Spirit gives life”!)

Hukum Taurat (law) yang dikatakan “written and engraved on stones” (ditulis dan diukir pada batu), menuntun orang pada kematian (minister to death). Itulah sebabnya Rasul Paulus dalam 2 Korintus 3:7-9 mengatakan tentang Hukum Taurat: “the ministry of death” (pelayan kematian) dan “the ministry of condemnation” (pelayan pendakwaan). Di satu sisi, Roh Kudus menuntun kepada kehidupan (ministry of life) — 3.000 orang diselamatkan.

Hanya Roh Kudus yang dapat membawa kita kepada kehidupan. Agama tidak menyelamatkan, hanya iman yang bekerja di dalam kasih yang dikerjakan oleh Roh Kudus yang akan membawa kepada kita keselamatan. Usaha manusia tanpa Roh Kudus sia-sia.

Dalam Yehezkiel 36:26-27, Allah telah memberitahu kita; Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya. Dan kamu akan diam di dalam negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu dan kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu.

Dalam Yohanes 16, Tuhan Yesus menjelaskan beberapa fungsi dari Roh Kudus, antara lain:

  1. Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman.
  2. Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
  3. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.

Rasul Paulus menuliskan dalam kitab Roma 8:15-16, Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa! " Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.

Melalui ayat-ayat di atas, kita kembali dapat menyimpulkan bahwa tanpa Roh Kudus kita tidak dapat menjadi anak-anak Allah dan kita tidak dapat menjalani hidup Kekristenan ini. Kita butuh Roh Kudus. Dunia butuh Roh Kudus. Hanya Roh Kudus yang dapat menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman. Hanya Roh Kudus yang dapat memampukan kita untuk hidup kudus, dan berjalan sampai garis akhir.

Tuhan Yesus segera datang, Ia rindu agar sebanyak-banyaknya jiwa-jiwa dituai ke dalam kerajaan-Nya; untuk itulah kita perlu berdoa agar Roh-Nya dicurahkan secara luar biasa tanpa batas, agar semua lidah berseru Yesus Tuhan dan semua lutut bertelut kepada-Nya.

"Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu.” (Yoel 2:28-29)

Tuhan Yesus memberkati.

Sumber