Hidup lebih bersungguh-sungguh lagi

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Logo profetik.png
Devosi
Tanggal25 Februari 2013
Sebelumnya
Selanjutnya

Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi.

Tentang kasih persaudaraan tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri telah belajar kasih mengasihi dari Allah. Hal itu kamu lakukan juga terhadap semua saudara di seluruh wilayah Makedonia. Tetapi kami menasihati kamu, saudara-saudara, supaya kamu lebih bersungguh-sungguh lagi melakukannya. (1 Tesalonika 4:1, 9-10)

Di tengah pencurahan Roh Kudus besar-besaran, Tuhan menginginkan agar kita hidup lebih bersungguh-sungguh lagi. Kita harus lebih serius lagi dalam mengikuti Tuhan Yesus. Karena Ia juga serius terhadap kita dengan jalan memberikan nyawa-Nya sendiri untuk menyelamatkan kita dari dosa dan kutuk. Dalam hal apa sajakah kita harus hidup lebih bersungguh-sungguh lagi?

#1 Dalam hal hidup berkenan kepada Allah.

Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi. (1 Tesalonika 4:1)

Dalam beberapa terjemahan Alkitab berbahasa Inggris, kata 'berkenan kepada Allah' banyak diterjemahkan dengan 'menyenangkan hati Allah'. Jika kita berkata bahwa kita telah menyenangkan hati Allah, maka marilah kita melakukannya dengan lebih bersungguh-sungguh lagi, yaitu dengan cara mendorong-bahkan hingga memaksakan-diri kita melakukan kehendak-Nya. Hiduplah dalam kekudusan. "Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan." (1 Tesalonika 4:3)

#2 Dalam hal hidup mengasihi sesama

Tentang kasih persaudaraan tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri telah belajar kasih mengasihi dari Allah. Hal itu kamu lakukan juga terhadap semua saudara di seluruh wilayah Makedonia. Tetapi kami menasihati kamu, saudara-saudara, supaya kamu lebih bersungguh-sungguh lagi melakukannya. (1 Tesalonika 4:9-10)

"Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." (Markus 12:31)

Sesama kita manusia ialah siapa pun tanpa pandang bulu. Di akhir zaman ini kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. Orang tidak lagi hidup mengutamakan kepentingan orang lain di atas kepentingan diri sendiri, tetapi justru lebih menyedihkan lagi, yaitu mengutamakan kepentingan diri sendiri serta menghancurkan orang lain. Jika perlu hanya kepentingan kitalah yang dipenuhi. Hal ini sangat bertentangan dengan hati Tuhan. Di tengah keadaan ini, marilah kita lebih bersungguh-sungguh mengasihi orang lain dengan cara melihat kebutuhan orang-orang di sekitar kita, sesudah itu mulailah berdoa kepada Tuhan apa yang Ia ingin untuk kita lakukan terhadap orang-orang tersebut. Jika kita melakukannya, maka kita telah menjadi terang dan garam di tengah kegelapan dunia yang semakin gelap ini.

Penutup

Mengapa kita harus hidup lebih bersungguh-sungguh lagi berkenan kepada Allah dan mengasihi sesama? Karena Tuhan Yesus akan segera datang untuk yang kedua kalinya. Ia mencari mempelai yang kudus/murni, tidak bercacat-cela dan yang dewasa secara mental dan rohani.

"Karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam. Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman-maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin-mereka pasti tidak akan luput." (1 Tesalonika 5:2-3)

Marilah kita mempersiapkan diri kita untuk kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali yang semakin hari semakin singkat ini. Maranatha! Datanglah Tuhan Yesus!

Tuhan Yesus memberkati.

Sumber