Templat:Halaman Utama2/Ringkasan khotbah

Dari GBI Danau Bogor Raya
Revisi sejak 11 Agustus 2010 13.54 oleh Leo (bicara | kontrib) (upd economy => economic system)
Lompat ke: navigasi, cari
Daftar khotbah
Benny Kohar-20100711-3x4.jpg
Sandra Suharsa-20100704-3x4.jpg
Ishak Tulus-20100627-3x4.jpg
Timotius Adi Tan-20100627-3x4.jpg
Daniel Ulaan-20100622-3x4.jpg
Johan Lumoindong-20100606-3x4.jpg
Markus Sudarji-20100530-3x4.jpg
Daftar selengkapnya »

Pdt Gerry Yahya

Ada tiga tiang kebenaran untuk kita ketahui dan perlu kita pegang dalam hidup kita supaya saat kita hadapi tantangan dan kenyataan dalam hidup ini kita tidak kalah menjadi lemah tenggelam dalam yang sia-sia. Sadari sepenuhnya bahwa Saudara adalah pribadi yang telah dipanggil dan ditentukan bukan untuk menjadi umat yang kalah, tapi untuk menjadi umat yang kuat dan lebih dari pemenang.

Masalah rasanya datang bertubi-tubi dalam kehidupan kita, tapi selama kita sadari bahwa kita adalah umat yang telah dipanggil dan ditentukan untuk menjadi umat yang kuat dan lebih dari pemenang, maka apa pun tidak akan menggoyahkan iman Saudara. Engkau akan tampil lebih dari pemenang.

Pdm Riza Solihin

Ketika Gembala Pembina kita mencanangkan bahwa tahun 2010 adalah Tahun Pemulihan dan Kelimpahan, terus terang ada kegelisahan dalam hati saya. Memasuki bulan-bulan berikutnya kita mendapati ada satu pesan yang kuat di seluruh dunia bahwa Tuhan sedang anugerahkan bukan saja kelimpahan, tapi juga belas kasihan. Saya gelisah karena saya dapati dalam kehidupan jemaat, belum semua mengalami pemulihan dan kelimpahan. Sebagai hamba Tuhan, kegelisahan itu saya bawa kepada Tuhan dan Tuhan tunjukkan bagaimana pemulihan dan kelimpahan itu terjadi.

Dari kegelisahan itu Tuhan bawa saya kepada pewahyuan mengenai the Kingdom abundance. Ini bukan prinsip gereja, bukan prinsip sekuler, ini adalah prinsip Kerajaan Allah.

Pdt Steve Mardianto, MTh

Shalom, apa kabar? Masalah boleh menghimpit bertubi-tubi, tapi dalam Yesus, kita tetap luar biasa, kita bukan biasa-biasa!

2 Raja-Raja 7:1-2, 18-20,

Lalu berkatalah Elisa: "Dengarlah firman TUHAN. Beginilah firman TUHAN: Besok kira-kira waktu ini sesukat tepung yang terbaik akan berharga sesyikal dan dua sukat jelai akan berharga sesyikal di pintu gerbang Samaria." Tetapi perwira, yang menjadi ajudan raja, menjawab abdi Allah, katanya: "Sekalipun TUHAN membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?" Jawab abdi Allah: "Sesungguhnya, engkau akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi tidak akan makan apa-apa dari padanya."