Mengapa kita mengucap syukur? (Khotbah Pdt Daniel Ulaan)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Mengapa kita mengucap syukur?
Daniel Ulaan-20100622-3x4.jpg

Pdt Daniel Ulaan

Ringkasan Khotbah
KebaktianIbadah Raya 1
TanggalMinggu, 20 Juni 2010
GerejaGBI Danau Bogor Raya
TempatGraha Amal Kasih
KotaBogor
Tenggelamkan kami Bapa di dalam pelukan-Mu, biar kami rasakan belaian tangan kasih-Mu. Engkau mengerti kami Bapa, setiap jeritan anak-Mu. Ulurkan tangan-Mu Bapa, jamah setiap anak-Mu. Lawat setiap umat-Mu Bapa, dengan lawatan kasih sayang-Mu, biar kami rasakan dekapan tangan-Mu yang penuh kasih sayang.

Anak-Ku jangan gelisah hatimu percayalah Aku penolong kamu, dan tak pernah jauh dari Engkau. Kasih-Ku sangat besar bagi engkau, jangan Engkau putus asa walaupun saat ini engkau sedang menghadapi tekanan yang sangat besar, percayakan itu kepada-Ku karena Aku tak akan pernah membiarkan engkau. Kasih-Ku besar bagimu, demikian firman Tuhan.

Bapa, lakukan sesuatu pada pagi ini, ada anak-anak-Mu yang sedang mengalami masalah tapi mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Biar mereka lihat bahwa Engkau ada, Bapa. Yesus! Lakukan sesuatu pagi ini! Jangan biarkan satu pun dilewatkan tanpa jamahan tangan kuasa-Mu yang ajaib!

Angkat tanganmu kepada Bapa, Dia sedang melawat pagi ini, ucapkan yang engkau mau kepada Bapa. Apa yang menjadi permintaanmu, katakan kepada Bapa! Jangan biarkan satu pun pulang dengan sia-sia!

Engkau luar biasa, biar terjadi keajaiban-Mu pada setiap anak-Mu dan pada waktu mereka pulang mereka akan melihat kebebasan dari Engkau yang ajaib akan terjadi secara luar biasa dalam kehidupan setiap anak-Mu.

Urapi, kuduskan anak-anak-Mu supaya layak di hadapan-Mu, dalam nama Yesus, Haleluya, Amin!

1 Tesalonika 5:18, Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Saudara yang terkasih, saya tadi masuk mempersiapkan hal yang lain, tapi pada waktu duduk, Tuhan suruh saya berbicara mengucap syukur, karena ada beberapa orang di sini yang mengalami tekanan-tekanan sehingga dia tidak bisa mengucap syukur.

Allah tidak berkata mengucap syukur waktu kamu sedang senang. Tapi Allah mengatakan mengucap syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Jadi Saudaraku yang terkasih, yang diinginkan Allah adalah mengucap syukur.

Saya ingat pada waktu sekolah di Amerika, setiap hari makan makanan barat, pizza, pasta, tiba-tiba ada Mamanya Rima Melati dapat kiriman makanan dari Indonesia, langsung dia bilang pada kita semua, ada makanan! Langsung orang Indonesia semua kejar dia. Karena apa? Karena sudah lama kita tidak makan makanan Indonesia! Itu yang diinginkan kita. Jadi kita kejar dia! Akhirnya setiap orang dapat bagian kecil-kecil, asal ada.

Bayangkan, yang dikehendaki Allah adalah kita mengucap syukur. Bayangkan, makanan tadi itu kita kejar-kejar karena kita inginkan, nah, Allah juga mengejar kita untuk mengucap syukur!

Bagaimana bisa mengucap syukur kalau kesulitanku begini dan begitu? Firman Tuhan tidak mengajar pada waktu engkau senang, tapi ucap syukur dalam segala hal. Tapi mengapa kita harus mengucap syukur? Itu yang harus kita cari.

Zakaria 2:8, kita ini biji mata Allah. Tidak mungkin sesuatu yang terjadi pada biji mata, apapun yang terjadi pada engkau, tanpa sekehendak Bapa di sorga. Yesaya katakan kita ada di dalam tangan Dia, dia menatang kita di tangan-Nya. Tidak ada sesuatu yang bisa mengganggu kalau ada di tangan-Nya, apalagi di tangan Allah yang maha besar. Tidak ada satu kejadian yang bisa terjadi dalam hidup kita tanpa pengetahuan Bapa di sorga.

Saya tanya kepada Saudara, air mata itu penting tidak? Kalau tidak ada air mata, Saudara harus operasi! Air mata itu penting, berarti menangis juga penting. Berarti persoalan itu juga penting? Sakit juga penting? Inilah yang kita harus hadapi! Persoalan, tangisan, membuat biji mata Allah menjadi lebih bagus lagi, jadikan kita lebih indah lagi.

Mengapa kita mengucap syukur?

Saya ingin membicarakan kepada Saudara supaya kita tahu kalau kita mengucap syukur ada dasar-dasarnya sesuai dengan firman Tuhan. Mengapa kita harus mengucap syukur?

  • Status kita di hadapan Bapa di sorga adalah anak
  • Allah punya rencana yang indah bagi orang-orang yang percaya
  • Kebaikan Allah yang dinyatakan-Nya dalam hidup kita
  • Ada mujizat Allah yang luar biasa

Status kita di hadapan Bapa di sorga adalah anak

Lukas 11:9-13, Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya."

Status kita di hadapan Bapa di sorga adalah anak! Saudaraku, engkau harus tahu status engkau sebagai anak. Kenapa kita mengucap syukur? Kalau Allah memberikan pemberian kepada engkau, jangan lihat cover-nya. Kita sering melihat cover-nya. Tapi kalau kita lihat cover-nya, kita akan ribut, tidak bisa mengucap syukur, tapi kita harus percaya di dalamnya Bapa tidak pernah tidak memberikan yang tidak baik. Pembungkusnya mungkin tidak baik, tapi di dalamnya selalu baik.

Satu waktu saya khotbah di sebuah kebaktian karyawan, tiba-tiba air mata saya keluar dan kening saya rasanya sakit sekali, rasanya mual. Setelah kebaktian saya langsung berangkat ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit, saya periksa ke dokter. Saya ini paling takut suntik. Saudara yang dikasihi dalam Tuhan Yesus, dokter lama sekali memeriksa mata saya, dan akhirnya dia bilang sakitnya adalah katarak.

Saya tanya, "Kok belum tua kok sudah ada katarak? Obatnya apa?" Dokter bilang, "Obatnya operasi!"

Saya mau katakan, cover-nya tidak baik, tapi selalu Bapa memberikan yang terbaik.

Saya lalu pulang bukan merenungkan firman Tuhan tapi malah merenungkan operasi. Hanya pikirkan operasi, "Waduh gawat ini ...". Tiba-tiba waktu sedang berbaring di tempat tidur, saya dapat telepon, ada seorang anak Tuhan berkata, "Bapak baik-baik?" Dia berkali-kali bertanya kepada saya begitu, "Bapak baik-baik?" Saya bilang, "Tadi kata dokter ada katarak." Dia bilang, "Operasi saja!" Dia ngotot agar saya operasi saja. Jam 10 pagi besoknya, dia telepon ke saya, "Pak, saya sudah transfer uang untuk operasi, jadi Bapak operasi!"

Mau dikembalikan kan tidak enak, terpaksa saya harus operasi. Saya operasi tanggal 15 Oktober waktu itu. Saya sudah siap. Berjejer-jejer di depan saya orang tua semua, saya agak muda sedikit. Saya bertanya-tanya, "Kenapa ya Tuhan ijinkan?". Darah saya jadi naik tinggi karena takut suntik. Waktu saya dipanggil masuk, ada jemaat saya bilang, "Jangan takut, mata ada dua, kan masih ada satu lagi." "Wah jangan bercanda, enak saja kamu!"

Waktu masuk ke kamar operasi, dokter itu canggih, saya tidak tahu kapan disuntiknya. Bahkan sambil ngobrol, tahu-tahu operasinya sudah berjalan tanpa saya sadari. Ternyata kornea mata saya ada flek-flek hitam dan dalam waktu dua tahun kalau tidak dioperasi, mata saya bisa luka sehingga tidak bisa melihat lagi. Dokter bersihkan semua flek-flek hitam itu. Katarak itu ternyata hanya alasan, ternyata kornea mata saya yang dibersihkan dan semua menjadi bagus.

Setelah itu, dari asuransi juga bayar ke saya, sehingga totalnya, malah saya bertambah uang! Kalau kita lihat cover-nya, katarak itu buruk, tapi Allah memberikan sesuatu yang baik!

Ucapkan syukur! Karena kita adalah anak-anak Bapa di sorga.

Allah punya rencana yang indah bagi orang-orang yang percaya

Yeremia 29:11, Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Mengapa mengucap syukur? Karena rancangan Allah tidak pernah jahat bagi kita.

Di sini dikatakan Allah mengetahui rancangan-rancangan-Nya. Itu sebabnya kalau kau sadar akan hal ini, kita akan mengucap syukur, karena apa yang terjadi pada kita selalu indah, karena planning Tuhan itu selalu indah.

Ada sebuah kesaksian dari tahun 1980-an. Ada seorang anak muda cinta Tuhan luar biasa. Ibadahnya sukacita, dia lompat, dia menari, dia sungguh semangat. Dalam sebuah ibadah malam, dia memuji Tuhan, dan pulangnya sambil berjalan di trotoar, dia juga terus memuji Tuhan karena begitu senangnya kepada Tuhan. Tiba-tiba ada seorang black people sedang mabuk setir mobil. Mobilnya naik ke trotoar dan menghantam kaki kanan anak muda ini. Dia tersadar ketika sudah di rumah sakit, dan kakinya sudah diamputasi.

Apakah Saudara bisa mengucap syukur kalau dalam kondisi begitu? Dia marah kepada Tuhan, aku tidak ke night club, aku ke gereja, kenapa aku ditabrak? Setelah sembuh, dia dipakaikan kaki palsu dan dia tidak mau ke gereja karena dia kecewa pada Tuhan kenapa sampai terjadi seperti ini.

Satu waktu, dia akhirnya kembali lagi ke gereja dan mulai bersemangat lagi. Ada altar call, dipanggil maju ke depan untuk melayani Tuhan. Dia maju dan berlutut. Dia menyerahkan diri dan setelah itu gereja itu mengutus misionaris ke Afrika, terpilih dia untuk dikirim ke Afrika.

Dia sudah siap, dia cinta Tuhan luar biasa. Waktu masuk ke sebuah pedalaman Afrika, daerahnya masih animisme, belum ada orang kenal Tuhan. Dia masuk dan dia ditangkap, dia dikurung untuk menjadi makanan bagi pesta adat orang daerah itu. Mereka lihat dia putih bersih dan badannya besar, jadi mereka bilang ini makanan yang enak.

Pada hari pesta adat, mereka coba potong, dan pertama kali mereka potong adalah kaki palsunya. Waktu mereka lihat tidak keluar darah dan tidak putus, mereka bilang dia adalah dewa dan semua menyembah dia!

Di situlah dia memberitakan Injil sehingga seluruh daerah itu menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi. Dia berlutut mengucap syukur, berterima kasih karena kakinya hancur menjadi kaki palsu, sehingga dengan kaki palsu itu dia bisa menyelamatkan beribu-ribu jiwa untuk kerajaan sorga.

Dia dapat mengucap syukur! Kalau kita lihat, rencana Allah bukan kecelakaan, tapi di mata kita, ini adalah kecelakaan. Mengapa kita mengucap syukur? Karena di balik masalah akan ada hal yang istimewa terjadi, karena Allah tidak akan membiarkan kita.

Mengapa kita mengucap syukur? Karena Allah punya rencana yang indah bagi orang-orang percaya!

Kebaikan Allah yang dinyatakan-Nya dalam hidup kita

Roma 8:28, Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Allah itu baik! Amin! Saudara percaya bahwa Allah itu baik? Allah itu baik dan akan memberikan yang terbaik bagi kita.

Memang segala sesuatu Allah turut bekerja, baik dalam manis pahit asam asin. Apapun yang terjadi, pahitkah, maniskah, asamkah, asinkah? Tetap sesuatu yang manis akan terjadi dalam hidup kita, karena kebaikan Allah akan selalu menuntun kita kepada rencana Bapa di sorga.

Mengapa kita mengucap syukur? Karena Allah kita itu baik! Dia tidak akan pernah membuat satu kejahatan dalam hidup kita.

Satu waktu saya sedang setir mobil, tidak bisa cepat, hanya 30-40 km/jam. Tiba-tiba Bus Mayasari Bakti menghantam mobil kijang saya, penyok benar. Walau pendeta, darah saya juga naik di situ. Saya langsung minta pertanggungjawaban supirnya. Dia buat mukanya jadi sedih, tapi walau mukanya sedih, kan mobil saya sudah penyok.

Saya memalangkan mobil saya di depan bus, waktu itu jam 1 siang, panas banget. Penumpangnya kasihan sekali, dan meminta saya untuk menuntut supir bus itu di pool bus-nya saja. akhirnya saya kasih jalan dan saya ikuti bus itu. Waktu saya ikuti dan mau tuntut dia, tiba-tiba Roh Kudus berkata, "Kalau gajinya cuma sedikit, dan betulkan mobil kamu 250 ribu, nanti mau makan apa dia?" Saya bilang, "Baik deh Tuhan, saya tidak tuntut dia."

Saya lalu ingat dekat Pasar Baru ada sebuah bengkel mobil. Pemiliknya beragama Budha. Dia kenali saya adalah pendeta. Langsung dia tidak tunggu-tunggu, dia panggil semua karyawannya, "Cepat tangani Bapak Pendeta punya mobil!" Langsung pemilik bengkel itu tarik saya ke kantornya, dia kunci pintu, dia duduk di depan saya, berhadap-hadapan, tiba-tiba dia berkata, "Pak, saya mau bunuh diri. Saya sudah coba bunuh diri tadi malam, saya tidur di kantor, saya sudah beli dua kaleng Baygon saya mau minum, saya mau mati." Dia kemudian ceritakan semua masalahnya, masalah keluarga, lalu saya perkatakan firman Tuhan tentang Tuhan Yesus. Saya tanya, "Mau terima Tuhan Yesus? Mau saya doakan?" Dia bilang mau dan saya tuntun dia terima Tuhan Yesus. Waktu tangan saya menyentuh kepalanya, saya bersyukur mobil saya ditabrak, karena saya dapat menyelamatkan satu jiwa. Setelah didoakan, dia berkata, "Aku tidak mau bunuh diri, aku mau selamat, aku mau bergairah!"

Satu jiwa yang mahal dapat diselamatkan, itu adalah anugerah Allah yang luar biasa.

Dua jam saya ada di dalam kantor itu. Tiba-tiba pintu diketuk, mobilnya semua sudah selesai, semua sudah beres, dan dia malah tidak mau dibayar. Satu jiwa diselamatkan untuk kerajaan Allah, keajaiban boleh terjadi.

Mengapa kita mengucap syukur? Karena kebaikan Allah yang akan Allah nyatakan dalam hidup kita!

Ada mujizat Allah yang luar biasa

Markus 11:24, Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

Kenapa kita mengucap syukur? Karena apa yang kita doakan pasti ada jawaban yang pasti dari Dia, ada mujizat yang luar biasa dari Dia.

Kalau kita janji kepada orang untuk memberikan sesuatu kepada seseorang, dan dia berterima kasih, betapa malunya kalau kita tidak kasih. Begitu pula Allah! Mengapa mengucap syukur? Membuat mujizat Allah akan terjadi. Kalau Allah turun, sesuatu yang manis akan terjadi.

Beberapa waktu lalu, cincin kawin saya hilang selama 4 bulan, saya cari-cari tidak dapat. Saya bilang, "Tuhan Engkau akan memberikan saya cincin", setiap kali saya bilang itu pada Tuhan, dan saya percaya apa yang saya doakan akan menjadi kenyataan.

Satu hari Jumat, saya ambil mobil saya akan melayani di Cempaka Putih, pada waktu saya keluarkan mobil, saya jalan, tiba-tiba di dalam tempat koin mobil kok ada cincin, ternyata itu cincin saya. Selama 4 bulan, setiap hari saya pakai mobil itu, dan kalau memang ada di situ pasti saya tahu. Tapi mujizat Allah pasti akan terjadi.

Rahasia mengucap syukur adalah menarik mujizat Allah terjadi bagi setiap orang percaya, akan menjadi bagian dalam kehidupan engkau. Ingat baik-baik, ada Yesus sumber mujizat. Pagi ini kalau engkau mengucap syukur, Allah sedang beroperasi untuk kesulitanmu, engkau akan melihat mujizat Allah terjadi, Dia mendengar doa-doamu. Mengucap syukur adalah alat kita untuk menarik mujizat Allah. Kalau ingin mengalami mujizat Allah, hari ini adalah hari mujizat bagi engkau!

Penutup

Dia jamah o dia jamah
Dan b'ri damai di hatiku
Semua telah berubah dan aku tahu
Yesus jamah kujadi baru
Yesus jamah kujadi baru

Bapa, anak-anak-Mu membutuhkan mujizat kesembuhan, berkat, keberhasilan daripada Engkau. Lakukanlah dalam hidup mereka sehingga mereka akan menjadi anak-anak Tuhan yang selalu mengucap syukur atas perbuatan-perbuatan-Mu yang gagah perkasa. Terima kasih Tuhan Yesus untuk keajaiban-Mu.

Haleluya, Amin!