Tiga tiang kebenaran (Khotbah Pdt Gerry Yahya)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Tiga tiang kebenaran
Pdt Gerry Yahya

Pdt Gerry Yahya

Ringkasan Khotbah
KebaktianIbadah Raya 1
TanggalMinggu, 1 Agustus 2010
GerejaGBI Danau Bogor Raya
TempatGraha Amal Kasih
KotaBogor

Dia jamah o dia jamah
Dan b'ri damai di hatiku
Semua telah berubah dan aku tahu
Yesus jamah kujadi baru
Yesus jamah kujadi baru

Yang berada dalam kesesakan akan pulang dalam kelegaan, yang terikat dimerdekakan, yang sakit disembuhkan Tuhan yang putus asa mendapatkan pengharapan baru. Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya. Hancur pun kau pulihkan menjadi lebih baik dari sebelumnya sebab Kau adalah Allah yang ajaib.

Sampaikanlah firman-Mu, yang mau kami terima dengan percaya, dan kami buktikan percaya kami dengan melakukan firman Tuhan dengan kesungguhan hidup kami agar kami mendapatkan pengalaman-pengalaman pribadi dengan Engkau. Kami sambut firman-Mu dalam satu nama yang membenarkan dan mengasihi kami yaitu Yesus Kristus Tuhan.

Dalam nama Tuhan Yesus, Amin!

Ada tiga tiang kebenaran untuk kita ketahui dan perlu kita pegang dalam hidup kita supaya saat kita hadapi tantangan dan kenyataan dalam hidup ini kita tidak kalah menjadi lemah tenggelam dalam yang sia-sia. Sadari sepenuhnya bahwa Saudara adalah pribadi yang telah dipanggil dan ditentukan bukan untuk menjadi umat yang kalah, tapi untuk menjadi umat yang kuat dan lebih dari pemenang.

Masalah rasanya datang bertubi-tubi dalam kehidupan kita, tapi selama kita sadari bahwa kita adalah umat yang telah dipanggil dan ditentukan untuk menjadi umat yang kuat dan lebih dari pemenang, maka apa pun tidak akan menggoyahkan iman Saudara. Engkau akan tampil lebih dari pemenang.

Kadang-kadang dalam kehidupan kita sebagai orang percaya seringkali diperhadapkan pada yang mengejutkan kita. Tiba-tiba menekan, menyesakkan, bahkan kita bisa dalam kondisi yang tidak menyenangkan, tiba-tiba kehilangan pekerjaan, goncangan dalam dunia usaha, terjadi PHK. Mungkin terjadi salah pengertian dalam keluarga, kemarin baik-baik saja tapi tiba-tiba dari hal yang kecil salah pengertian, emosi, berakibat pertengkaran, menuju pada kata yang sia-sia keluar, bahkan tuntutan-tuntutan cerai dan sebagainya. Mungkin ada orang yang kita kasihi tiba-tiba didiagnosa dengan sakit yang parah tidak ada obatnya, dokter angkat tangan. Itu semua bisa terjadi dan dialami oleh setiap orang di muka bumi.

Terus terang seringkali dan bukan sedikit anak Tuhan yang percaya Yesus berada dalam kondisi yang cemas dan kuatir yang berlebihan bahkan ketakutan saat mengalami hal itu, dan kita perlu lihat kebenaran firman Tuhan,

Kalau Saudara perhatikan dalam 2 Tawarikh 20, ada sebuah kisah mengenai Raja Yosafat yang mengalami ketakutan yang luar biasa, dan kita bisa melihat di situ bahwa ketakutan Yosafat oleh karena dia terkepung oleh 3 bangsa yang besar, yang sedang mengurungnya. Tapi dalam ketakutannya tersebut, Yosafat mengambil keputusan bukan untuk menyerah pada musuhnya tapi untuk mencari Tuhan.

Setelah itu bani Moab dan bani Amon datang berperang melawan Yosafat bersama-sama sepasukan orang Meunim. Datanglah orang memberitahukan Yosafat: "Suatu laskar yang besar datang dari seberang Laut Asin, dari Edom, menyerang tuanku. Sekarang mereka di Hazezon-Tamar," yakni En-Gedi. Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa. (2 Tawarikh 20:1-3)

Ketakutan itu bisa saja mendatangi setiap orang. Yosafat pun mengalami kondisi yang seperti itu. Dia sempat takut, tapi sebagai orang percaya, dalam ketakutan itu dia tidak mau tenggelam dalam menghadapi tantangan, dia mengambil keputusan yang luar biasa, bahwa dia mencari Tuhan. Yosafat mencari Tuhan. Kenapa dia mencari Tuhan? Kenapa dia tidak cari teman-teman raja dari bangsa lain? Karena dia tahu di tangan Tuhanlah segala yang buruk bisa menjadi baik, Tuhan adalah pembelanya. Kalau dia cari kawannya belum tentu bisa memberikan solusi yang baik, tapi kalau di dalam Tuhan, dia cari Tuhan yang buruk pasti mampu di atasi jadi baik. Walau Tuhan tidak terlihat tapi nyata kuasa-Nya. Dan Tuhan pun yang dicari Yosafat adalah Tuhan yang hidup, mendengar, melihat, mampu untuk menolongnya karena Dia hidup.

Sementara itu seluruh Yehuda berdiri di hadapan TUHAN, juga segenap keluarga mereka dengan isteri dan anak-anak mereka. Lalu Yahaziel bin Zakharia bin Benaya bin Matanya, seorang Lewi dari bani Asaf, dihinggapi Roh TUHAN di tengah-tengah jemaah, dan berseru: "Camkanlah, hai seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku raja Yosafat, beginilah firman TUHAN kepadamu: Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah. (2 Tawarikh 20:13-14)

Saat dia mencari Tuhan, ia menerima jawaban yang luar biasa dari Tuhan, janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah. Ini luar biasa. Seorang yang dalam kondisi ketakutan, jumlahnya mungkin kalah banyak, peralatan kalah canggih, dikepung, tapi keputusannya itu keputusan yang luar biasa, dia cari Tuhan, dan Tuhan berkenan untuk ditemuinya, dan ketika ia meminta, Dia berkenan untuk menjawab. Tuhan yang dicari Yosafat itu sama dengan Tuhan yang kita panggil nama-Nya, Yesus. Dia rindu dan mendengar, melihat, memperhatikan, mempedulikan, dan Dia mau dan sanggup tolong setiap kita. Sehingga, kalau kita mengerti hal ini, tidak ada alasan untuk ketakutan, tidak ada alasan untuk hidup dalam kekuatiran yang berlebihan.

Ayat 15, sekalipun Yosafat ada dalam ancaman yang besar, yang begitu menakutkannya, tapi Tuhan sama sekali tidak akan meninggalkan dan berdiam diri. Tuhan tidak akan sama sekali meninggalkan Yosafat. Dan kita sebagai orang-orang percaya adalah biji mata Allah, Dia berjanji dalam akhir Matius 28, Tuhan akan menyertai senantiasa sampai kesudahan zaman ini. Senantiasa artinya setiap saat, bukan sekali-sekali, seminggu sekali, tapi setiap saat di mana orang percaya itu ada, di situ Tuhan itu ada. Dan Tuhan yang menyertai bukanlah Tuhan yang berpangku tangan, masa bodoh, firman-Nya berkata, Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan (Roma 8:28). Tuhan bukan menyertai kita di luar kita, tapi di dalam kita.

Bangsa Israel pada waktu keluar dari Negeri Mesir, disertai oleh tiang awan dan api, terpelihara, pakaian dan kasut mereka selama 40 tahun tidak rusak, tubuh mereka tidak rusak dimakan cuaca dan ganasnya padang gurun. Itu luar biasa, mereka dipelihara. Kasut yang mereka pakai 40 tahun sejak keluar dari Mesir itu tidak rusak, kulit mereka tidak mengeriput dan menua karena mereka disertai Tuhan, ada pemeliharaan dan perlindungan Allah, pembelaan Allah, dibela, dilindungi, dan dipelihara. Masakan dia permalukan orang percaya yang mengandalkan Dia?

Saudara bangga punya Allah yang luar biasa? Tidak ada alasan untuk kita dalam ketakutan dan kekuatiran, dan janji-Nya adalah tidak perlu diragukan, pasti digenapi!

Yosafat akhirnya menikmati kemenangan yang luar biasa, ketiga bangsa tercerai berai dan saling membunuh satu sama lain, dan waktu Yosafat tiba di situ, mereka sudah menjadi mayat. Yosafat hanya melakukan apa yang Tuhan katakan, puji-pujian di depan, mereka menikmati kemenangan yang besar dari Tuhan karena Tuhan menjawab, menyertai, dan membuktikan bahwa tidak sia-sia iman percaya, harap, kesetiaan, dan kasih orang percaya yang tertuju kepada-Nya. Dia lindungi, bela, dan pelihara.

Tiga tiang kebenaran

Ada tiang kebenaran yang harus dipegang saat ada kondisi kecemasan, ketakutan, untuk meraih kemenangan yang besar bagi orang percaya yang bergantung pada Tuhan. Yosafat akhirnya dimerdekakan, menang, dan itu semua karena kebaikan Tuhan.

Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat Tuhanlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah. Lalu bani Amon dan Moab berdiri menentang penduduk pegunungan Seir hendak menumpas dan memunahkan mereka. Segera sesudah mereka membinasakan penduduk Seir, mereka saling bunuh-membunuh. Ketika orang Yehuda tiba di tempat peninjauan di padang gurun, mereka menengok ke tempat laskar itu. Tampaklah semua telah menjadi bangkai berhantaran di tanah, tidak ada yang terluput. Lalu Yosafat dan orang-orangnya turun untuk menjarah barang-barang mereka. Mereka menemukan banyak ternak, harta milik, pakaian dan barang-barang berharga. Yang mereka rampas itu lebih banyak dari pada yang dapat dibawa. Tiga hari lamanya mereka menjarah barang-barang itu, karena begitu banyaknya. Pada hari keempat mereka berkumpul di Lembah Pujian. Di sanalah mereka memuji TUHAN, dan itulah sebabnya orang menamakan tempat itu Lembah Pujian hingga sekarang. (2 Tawarikh 20:22-26)

Keputusan dalam ketakutan Yosafat itu adalah benar yaitu cari Tuhan. Dan Yosafat melakukan apa yang diperintahkan Tuhan. Tiang kebenaran itu ada tiga yaitu:

  1. Allah yang Maha Tahu
  2. Dia memperhatikan setiap masalah kita
  3. Dia sanggup menyelesaikan setiap masalah kita

Allah yang Maha Tahu

Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. (Matius 6:8)

Ini adalah mengenai hal berdoa. Kebenarannya adalah, kita punya Allah Bapa yang mengetahui apa yang kita perlukan. Dia adalah Allah yang Maha Tahu bahkan sebelum kita meminta kepada-Nya.

Kita bersyukur Tuhan Maha Tahu dan akan menyatakan kebaikan-Nya. Apa yang kita perlukan pasti disediakan. Waktu kita menyadari hal itu, waktu kita dalam tertekan dan pergumulan, kita tahu pertolongan kita datang dari Tuhan. Kenapa cari Tuhan? Karena Dia Penolong kita, dan waktu kita cari Tuhan, Dia berkenan untuk menyediakan yang kita butuhkan. Allah Maha Tahu! Orang sekitar kita tidak akan tahu apa yang kita butuhkan, apa yang menekan kita, tapi Dia tahu. Dan waktu kita datang kepadanya, kita takkan dikecewakan, Tuhan akan berikan tepat pada waktunya.

Dia memperhatikan setiap masalah kita

dan berseru: "Camkanlah, hai seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku raja Yosafat, beginilah firman TUHAN kepadamu: Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah. (2 Tawarikh 20:15)

Allah bukan sekedar tahu, tapi kita juga diperhatikan Tuhan, kita tidak luput dari perhatian Tuhan. Jadi waktu Dia jawab apa yang sedang dikuatirkan dan ditakutkan Yosafat, Dia berkata, jangan takut, jangan terkejut, jangan cemas, karena Allah tahu dan memperhatikan dan tidak berpangku tangan, sebab bukan kamu yang berperang tapi Allah.

Dia tahu kemampuan Yosafat dan pasukannya. Yang buruk jadi indah! Pengkhotbah 3:11 katakan segala sesuatu indah pada waktunya. Waktu kita cari Tuhan, waktu kita mengandalkan, berserah, bergantung sepenuhnya, Dia akan buktikan , Allah kita yang kita cari adalah Allah yang perkasa, dan kita akan terkagum-kagum dan berkata, Engkau dahsyat!

Dia Maha Tahu, Dia memperhatikan setiap masalah kita.

Dia sanggup menyelesaikan setiap masalah kita

Serahkanlah segalakekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. (1 Petrus 5:7)

Jangan serahkan sebagian-sebagian dan sedikit-sedikit, tapi segala kekuatiran kita serahkan kepada Tuhan, karena Dia yang memelihara kita. Ini luar biasa, Tuhan yang akan membela dan memelihara. Berarti kalau Dia pelihara, berarti Dia akan sediakan yang dibutuhkan.

Kita tahu, Tuhan adalah Tuhan yang bertanggung jawab. Saya pegang ayat ini dan saya boleh mengalami firman Tuhan itu ya dan amin bagi setiap orang yang bergantung dan bersandar sepenuhnya kepada Tuhan. Seperti Tuhan katakan, orang benar hidup dalam imannya, dan iman itu tumbuh dari pendengaran akan firman-Nya.

Firman Tuhan bukanlah tulisan mati, Dia yang berfirman akan menggenapinya dalam kehidupan orang percaya.

Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia menanggung bagi kita; Allah adalah keselamatan kita. Sela (Mazmur 68:20)

Ada pujian yang dinaikkan kepada Tuhan karena hari demi hari Ia menanggung bagi kita; Allah adalah keselamatan kita, Allah bagi kita adalah Allah yang menyelamatkan, ALLAH, Tuhanku, memberi keluputan dari maut.

Perhatikan kata hari demi hari Ia menanggung bagi kita. Perhatikan Ia menanggung kita, Dia bertanggung jawab untuk segala hal, hari demi hari. Tidak dikatakan seminggu sekali, sekali-sekali, setahun sekali, tapi hari demi hari! Yesus berkata kesusahan hari ini cukuplah untuk sehari, besok memiliki kesusahannya sendiri, tidak perlu dipikirin. Kenapa ada orang Kristen stres? Ketakutan? Karena hidupnya hari ini, tapi mikirnya besok, hari depan, tahun depan, ditambah masalah kemarin belum selesai, semua dipikir hari ini, akibatnya overload, korsleting, jadi tulalit.

Ingat Tuhan menanggung kita hari demi hari. Kalau hari ini kita bisa lewati, buka mata di hari yang baru, berarti pasti pembelaan Tuhan akan kita alami di hari yang lainnya. Ini firman yang simpel, tapi waktu kau terima dan kau lakukan maka hasilnya akan luar biasa.

Kesaksian

Ini saya alami sejak saya bertobat. Selama 12 tahun saya bekerja, punya kedudukan, gaji. Saat Tuhan panggil saya, tidak ragu-ragu saya berhenti. Banyak orang bilang kalau saya gila. Bahkan saya dekat dengan owner, dia bilang "Bagaimana anak dan keluargamu?" Saya katakan, "Saya tahu pasti Tuhan pelihara saya." Saya punya Tuhan Bapa yang luar biasa, yang tidak buat saya gila, tapi dia pelihara sampai detik ini. Saya tidak hidup dari persepuluhan, tapi saya hidup dari firman Allah, dan itu dibuktikan bahwa Dia Allah yang menanggung. Memang ada pergumulan dan kepepet-pepet, sempit, dan memang hamba Tuhan dibawa Tuhan pada "ngeri-ngeri sedap, dag dig dug ser".

Setelah selama 12 tahun saya jadi karyawan terima gaji, itu bukan waktu yang singkat, dan ambil keputusan untuk tinggalkan semuanya itu, bukanlah sesuatu yang mudah. Istri saya bilang jangan. Saya selama 12 tahun di dugem, dulu itu dunia saya, dompet saya tebal, banyak pemberian dari para distributor, belum lagi bonus dari perusahaan.

Tapi selanjutnya ikut Tuhan Yesus itu kan berarti ikut Bos yang tidak kelihatan. Saya jalani itu dan memang tidak mudah. Ketika saya keluar dari pekerjaan saya, diberi pesangon 3 bulan gaji, tapi belum sampai 1 bulan sudah habis semuanya. Dan saat itulah iman diuji. Supir, pembantu, uang sekolah anak, listrik, air dan lain-lain harus dibayar semua, membuat pusing tujuh keliling, serba tertekan, dan sempat saya mau ambil keputusan kembali ke pekerjaan. Tapi Tuhan katakan, kasih setia-Ku cukup bagimu. Tidak ada yang kenal Gerry Yahya, pelayanan saya di pinggir kali kepada pemulung, orang-orang kumuh pra sejahtera. Semarang adalah kota banjir, bahkan waktu terik saja bisa banjir semata kaki. Dalam pelayanan saya demikian, baunya nano-nano semerbak. Dapat persembahan duit receh, waktu itu masih ada uang 25 perak, kadang kala saya terima, kadang kala Tuhan katakan berikan kembali.

Tapi demikian pun toh masih bisa hidup malah tetap makin gemuk!

Saya kemarin dari Medan transit di Jakarta, begitu naik ke pesawat, tidak berapa lama saya lihat satu rombongan Owner saya yang dulu. Orang yang dulu berkata, "Gila kamu, nanti makan dari mana?" Dia melihat dari tahun 1989 sampai sekarang 2010, saya masih hidup, hari demi hari, ini luar biasa. Sadarilah dan ketahuilah, Dia Maha Tahu, dia memperhatikan, dan dia sanggup menolong!

Syukuri apa yang sedang kau alami, bersyukur senantiasa, karena melalui ucapan syukur itu hati Bapa pasti tergetar, dan tangan Bapa pasti akan terulur, Dia tidak akan berpangku tangan.

Ketika Paulus dan Silas terpasung di penjara di Filipi, mereka justru menaikkan doa dan memuliakan Allah. Akibatnya, gempa bumi terjadi, mereka dilepaskan, dan mereka diselamatkan. Kenapa? Karena ada ungkapan rasa syukur melalui pengagungan mereka kepada nama Allah, dan dalam ucapan syukur ada kuasa yang luar biasa, memerdekakan kita dari semua yang melemahkan, dan kita siap untuk menerima berkat yang tercurah bagi kita.

Tetaplah percaya kepada Tuhan bahwa kita tidak pernah berjalan sendiri. Kita tidak pernah menghadapinya sendiri.

Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau." (Ulangan 31:6)

Tidak pernah kita sendiri, bergumul sendiri, berjalan sendiri, karena Dia tidak pernah tinggalkan kita, di mana pun, ke mana pun kita pergi, kondisi apa pun, kita tidak pernah menghadapinya sendiri, Dia menyertai kita.

Dimerdekakan dari segala rasa takut dan kuatir

Ada sebuah kesaksian seorang Ibu dari Cikampek, ketika itu saya melayani di sebuah perumahan dalam ibadah sore. Ibu itu menghampiri saya, dan tanya, "Pak Gerry masih kenal saya?" Wah saya terus terang sudah lupa. "Maaf saya lupa." Soalnya saya sudah S2, alias "Sampun sepuh" plus D2 alias "duda" -- Mei lalu istri saya mendahului saya.

Dia bilang, "Waktu 17 tahun yang lalu, Bapak dan Ibu pernah doakan saya. Saya waktu itu ikut KKR di Kudus, dalam kondisi sangat ketakutan karena suami saya sakit kanker tenggorokan dan sudah menjalar ke seluruh tubuh, dokter vonis tidak akan sembuh." Dia waktu itu dengar firman, dan minta didoakan, dia ingat terus firman, pegang, dan doakan. Tapi tetap suaminya 2-3 bulan kemudian meninggal. Dia takut karena dia punya 4 orang anak. Yang paling besar SMP dan yang paling kecil yang keempat masih bayi. Itu membuat dia sangat ketakutan karena suaminya tulang punggung keluarga, sedang dia sendiri adalah ibu rumah tangga.

"Firman yang Pak Gerry sampaikan itu saya pegang dan saya tidak mau kalah, dan yang saya tahu selama 17 tahun, ternyata Yesus menyertai saya, saya bisa hidup sampai saat ini, walau dari kota kecil Kudus harus pindah ke Jakarta." Itu sesuatu yang luar biasa. Perbandingan biaya hidupnya bisa satu banding sepuluh. Makan Soto Kudus di Kudus dan di Jakarta bedanya jauh sekali. Saya pernah makan Soto di pinggir jalan di depan sebuah Gereja di Jakarta bersama istri dan mertua, itu bayarnya hampir Rp 100 ribu. Kalau di Kudus, uang segitu bisa traktir satu RT!

Ibu itu dulu berpikir, "Bagaimana aku bisa hidup? Di Kudus saja ketakutan, apalagi di Jakarta? Di Jakarta itu semua duit, duit, dan duit."

Tapi itu dihadapinya bersama Tuhan. "Sekarang Pak, di perumahan ini, di Cikarang, Tuhan sediakan rumah di sini, anak saya semua jadi orang, berhasil selesai sekolahnya, dan yang bayi sekarang sudah besar dan sekarang lagi di Universitas di Bandung. Kakak-kakaknya sudah selesai, saya dikaruniai 4 cucu, dan saya sekarang melayani Tuhan sebagai konselor di CBN." Dia menjadi Head Counselor. Seorang konselor yang tidak punya pengalaman pribadi dengan Tuhan, pasti akan kesulitan menjawab pertanyaan dari orang yang konseling. Tapi karena pengalaman pribadinya dengan Tuhan 17 tahun, dia bisa menjadi Head Counselor! Hidupnya sepenuhnya untuk Tuhan, bahkan anak-anaknya melayani Tuhan.

Saya minta izin dan diizinkan oleh Ibu itu untuk menyampaikan kesaksian ini di mana-mana.

Karena Kitab Suci berkata: "Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan." (Roma 10:11)

Di GBI Sukawarna, saya menyampaikan kesaksian itu, dan setelah kebaktian ada seorang anak muda mendekati saya dan bilang, "Terima kasih Om, ada salam dari Mami." Ternyata anak muda itu adalah si anak keempat, yang dulu masih bayi!

Firman Tuhan adalah ya dan amin. Ibu itu dimerdekakan dari segala rasa takut dan kuatir. Saudara, jadilah orang percaya dan tetap teguh, pasti diberkati Tuhan.

Penutup

Ku tidak takut s'bab Kau besertaku
Ku tidak bimbang s'bab Engkau Allahku
Engkau meneguhkanku bahkan menolongku
Kau batu karangku Yesus Tuhan

Yesus memegangku dengan tangan kanan-Mu
Yesus memberiku kemenangan
Yesus memegangku dengan tangan kanan-Mu
Yesus memberiku kemenangan

Haleluya, kami sungguh percaya Engkau Tuhan yang memberi kemenangan, setia, memelihara hidup kami, kami percaya Yesus, Haleluya!

Engkau pembela kami, memelihara hidup kami, Engkau segala-galanya. Dari kekuatiran yang berlebihan biar Engkau memerdekakan semuanya, Engkau tidak permalukan, Engkau berikan kesehatan, Engkau menyertai senantiasa, biar yang tertunduk ditegakkan Tuhan. Kalau orang-orang lain bisa ditolong, biar jemaat-Mu di sini juga ditolong dengan luar biasa.

Terima kasih, kami sudah diberkati, dilawat, dikuatkan Tuhan, dalam nama Yesus kami berdoa, kami percaya dan kami terima yang terbaik dari Tuhan.

Haleluya! Amin!