Templat: Halaman Utama2/Ringkasan khotbah: Perbedaan antara revisi
k upd |
k upd economy => economic system |
||
| Baris 85: | Baris 85: | ||
| style="border:2px #ccc solid; padding:1em; width:49%" | | | style="border:2px #ccc solid; padding:1em; width:49%" | | ||
{{Halaman Utama2/Ringkasan khotbah1 | {{Halaman Utama2/Ringkasan khotbah1 | ||
| artikel=The Kingdom | | artikel=The Kingdom economic system | ||
| judul= | | judul= | ||
| nama=Mohammad Riza Solihin | | nama=Mohammad Riza Solihin | ||
Revisi per 11 Agustus 2010 13.54
| Daftar khotbah |
|---|
|
|
- Pdt Gerry Yahya <li">Ibadah Raya 1 <li">1 Agustus 2010
Ada tiga tiang kebenaran untuk kita ketahui dan perlu kita pegang dalam hidup kita supaya saat kita hadapi tantangan dan kenyataan dalam hidup ini kita tidak kalah menjadi lemah tenggelam dalam yang sia-sia. Sadari sepenuhnya bahwa Saudara adalah pribadi yang telah dipanggil dan ditentukan bukan untuk menjadi umat yang kalah, tapi untuk menjadi umat yang kuat dan lebih dari pemenang.
Masalah rasanya datang bertubi-tubi dalam kehidupan kita, tapi selama kita sadari bahwa kita adalah umat yang telah dipanggil dan ditentukan untuk menjadi umat yang kuat dan lebih dari pemenang, maka apa pun tidak akan menggoyahkan iman Saudara. Engkau akan tampil lebih dari pemenang.
Ketika Gembala Pembina kita mencanangkan bahwa tahun 2010 adalah Tahun Pemulihan dan Kelimpahan, terus terang ada kegelisahan dalam hati saya. Memasuki bulan-bulan berikutnya kita mendapati ada satu pesan yang kuat di seluruh dunia bahwa Tuhan sedang anugerahkan bukan saja kelimpahan, tapi juga belas kasihan. Saya gelisah karena saya dapati dalam kehidupan jemaat, belum semua mengalami pemulihan dan kelimpahan. Sebagai hamba Tuhan, kegelisahan itu saya bawa kepada Tuhan dan Tuhan tunjukkan bagaimana pemulihan dan kelimpahan itu terjadi. Dari kegelisahan itu Tuhan bawa saya kepada pewahyuan mengenai the Kingdom abundance. Ini bukan prinsip gereja, bukan prinsip sekuler, ini adalah prinsip Kerajaan Allah. |
Shalom, apa kabar? Masalah boleh menghimpit bertubi-tubi, tapi dalam Yesus, kita tetap luar biasa, kita bukan biasa-biasa!
|


