Hidup dalam Firman

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (2 Timotius 3:16)

Pendahuluan

Alkitab terdiri dari 39 kitab Perjanjian Lama dan 27 kitab Perjanjian Baru. Alkitab adalah tulisan yang diilhamkan oleh Allah, itu sebabnya, Alkitab adalah Firman Allah sendiri dan bukan hasil karya manusia. Firman Allah ini berkuasa, berwibawa, dan tidak boleh ditambah ataupun dikurangi.

Sebagian besar nubuatan dalam Alkitab telah digenapi, karena nubuat bukanlah hasil kehendak manusia. Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan dan mengubahkan kehidupan orang percaya, bahkan Yohanes menyatakan bahwa Firman itu adalah Allah sendiri! (Yohanes 1:1, 14).

Firman Allah berkuasa untuk mencipta, menopang segala sesuatu, tidak pernah gagal, dan tidak pernah berubah. (Roma 9:6; Matius 24:35)

Isi dan sharing

Semakin bertumbuh dewasa dalam rohani, kita harus menyadari bahwa Alkitab adalah kebenaran tertinggi dalam hidup orang percaya (Lukas 18:16-21). Firman Allah dalam Alkitab bukanlah sekedar budaya ("sudah umum dilakukan semua orang"), bukan sekedar tradisi ("dari dulu saya sudah melakukannya"), dan bukan sekedar logika ("saya pikir memang seharusnya begitu").

Lalu, bagaimana respons kita pribadi lepas pribadi terhadap Firman Allah?

Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa ada empat macam respons manusia terhadap Firman Allah (Matius 13:1-23):

  1. Tidak bertumbuh. Firman yang ditaburkan tidak dimengerti, sehingga menjadi tidak percaya dan tidak diselamatkan.
  2. Bertumbuh tapi tidak berakar. Firman yang ditaburkan diterima oleh orang yang mendengar Firman tersebut, tapi karena tidak tahan ujian, ketika datang penindasan atau penganiayaan karena Firman itu, segera menjadi murtad.
  3. Bertumbuh tapi terhimpit. Firman ditaburkan dan diterima, tapi karena terbuai oleh hal-hal duniawi (kekuatiran dunia, tipu daya kekayaan, kenikmatan dunia), menghimpit Firman itu sehingga tidak dilakukan dan tidak berbuah.
  4. Bertumbuh dan berbuah. Firman yang ditaburkan disambut dan dimengerti, disimpan dalam hati, dan berbuah. Orang yang berbuah menghasilkan buah roh. Dia rindu membaca dan mendengarkan Firman Allah, berusaha memahami dan belajar Firman Allah, percaya dan menaruh harap akan janji Tuhan, menjadi pelaku Firman, dan memberitakan Firman Allah.

Kesimpulan dan saling mendoakan

Memasuki bulan kedua dari tahun 2013, Tahun Pemulihan Seutuhnya, mari renungkan kembali, sudah sampai di manakah respons hati kita terhadap Firman Allah, apakah kita sudah dalam tahap berbuah? Ataukah kita masih terbuai hal-hal duniawi?

Bila kita sedang dalam proses ujian, mari jangan berusaha dengan kekuatan sendiri, tapi minta kekuatan yang berasal dari Roh Kudus. Amin.

Sumber