Karakteristik pelayan

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. (Amsal 4:23)

Pendahuluan

Kita setuju bahwa karakteristik pelayan Tuhan adalah keteladanan, baik dalam perkataan maupun perbuatannya, yang bersumber dari sikap hatinya. Oleh karena itu, setiap pelayan Tuhan harus menjaga sikap hatinya, sehingga menyatakan kehidupan sebagai anak-anak Allah. Pelayan Tuhan bukanlah sekedar mereka yang melayani di mimbar, tapi setiap kita adalah Pelayan Tuhan, di mana pun kita berada, baik di keluarga, usaha, pekerjaan, komunitas, di seluruh lingkungan marketplace kita.

Mari sharingkan, sebagai pelayan Tuhan dan anak-anak Allah, sikap hati waspada terhadap apa yang berkenan kepada Tuhan?

Dalam Matius 5:3-12, Tuhan Yesus mengajarkan 9 karakteristik sikap hati seorang Pelayan Tuhan: miskin hatinya di hadapan Tuhan, memiliki dukacita Ilahi, lemah lembut, lapar dan haus akan kebenaran, kemurahan hati, kesucian hati, membawa damai, menyikapi dengan benar saat mengalami penderitaan karena kebenaran, serta bersukacita. (Jika Anda ingin mendalami kesembilan karakteristik ini, Anda dapat mengikuti pengajaran KOM 200 Pelayan Tuhan).

Isi dan sharing

  1. Miskin hatinya di hadapan AllahJangan sombong
  2. "Miskin" di hadapan Allah berarti:
    • Kita menyadari bahwa segala aspek kehidupan kita terlihat dan diketahui Allah, kita "telanjang" di hadapan-Nya dan kita butuh Juruselamat. Jangan sombong.
    • Berserah dan berharap hanya kepada Allah.
    • Membutuhkan belas kasihan Allah.
    "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. (Matius 5:3)
  3. Dukacita Ilahi (Matius 5:4) – Taat
  4. Pengakuan dosa kepada Tuhan dan sesama. Dalam proses pertobatan, kita rela menerima segala konsekuensi perbuatan dosa tersebut dan datang untuk menerima kemurahan hati dan pengampunan. Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian. (2 Korintus 7:10)
  5. Menyikapi dengan benar saat menderita karena kebenaran (Matius 5:10) – Kasih
  6. Tetap meresponi dengan positif/benar terhadap aksi yang menimbulkan situasi dan lingkungan yang tidak menyenangkan. … Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk! (Roma 12:9-12, 14')

Kesimpulan dan saling mendoakan

Betapa perlu kita terus belajar dan melatih kepribadian kita, terutama sikap hati nurani yang murni dan tulus untuk menghasilkan karakter pelayan Tuhan yang berkenan kepada Allah dan sesama. Selamat berkarya untuk kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita. Amin.

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. (Amsal 4:23) Kita setuju bahwa karakteristik pelayan Tuhan adalah keteladanan, baik dalam perkataan maupun perbuatannya, yang bersumber dari sikap hatinya. Oleh karena itu, setiap pelayan Tuhan harus menjaga sikap hatinya, sehingga menyatakan kehidupan sebagai anak-anak Allah. Pelayan Tuhan bukanlah sekedar mereka yang melayani di mimbar, tapi setiap kita adalah Pelayan Tuhan, di mana pun kita berada, baik di keluarga, usaha, pekerjaan, komunitas, di seluruh lingkungan marketplace kita.