Kesatuan dalam keluarga

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." (Matius 18:19-20)

Pendahuluan

Keluarga adalah institusi pertama yang diciptakan oleh Tuhan, dan Firman Tuhan katakan, dengan kesepakatan maka keluarga memiliki kuasa yang luar biasa karena di tengah-tengah kesatuan keluarga itu, Yesus pasti hadir di tengah-tengah mereka.

Kesatuan hati sangat dibutuhkan dalam keluarga, sehingga di dalam keluarga, antara ayah, ibu, dan anak-anak, ada sebuah kerja sama (teamwork) yang harmonis, dinamis, saling membantu, dan saling mendukung satu sama lain. Allah tidak menghendaki perceraian, karenanya untuk menjaga keutuhan itu setiap anggota keluarga harus hidup sebagai sebuah kesatuan anak-anak Tuhan. Syaratnya adalah melibatkan Tuhan dalam segala aspek.

Isi dan sharing

Bagaimana menjaga kesatuan hati dalam keluarga?

  1. Menyadari bahwa ikatan suami istri adalah ikatan kuat yang dimeteraikan langsung oleh Tuhan sendiri
  2. Tuhan Yesus menyatakan kembali bahwa suami dan istri adalah satu daging dan apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia, khususnya oleh suami dan istri tersebut. "Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." (Matius 19:5-6a) Keputusan apa pun dalam keluarga, harus ada kesepakatan. Caranya adalah dengan membangun sebuah mezbah keluarga. Sharingkan: Apakah kita sudah membangun sebuah mezbah keluarga?
  3. Menyadari peranan masing-masing dalam keluarga (Efesus 5:22-25)
    • Firman Tuhan pertama-tama mengingatkan agar istri menghormati dan tunduk kepada suami dalam segala sesuatu. Istri berperan sebagai penolong bagi suaminya.
    • Suami sebagai pemimpin (kepala) memiliki tanggung jawab untuk memberikan perlindungan bagi istri dan keluarganya, serta menguduskan mereka di hadapan Allah.
    • Demikian juga anak-anak mendapatkan sebuah perintah penting untuk taat dan hormat kepada orang tua.
    Cara untuk mencapai ini adalah dengan memiliki komunikasi yang baik di antara anggota keluarga. Sharingkan: Apakah setiap kita sudah melakukan peranan tersebut sesuai Firman Tuhan?

Kesimpulan dan saling mendoakan

Bersatu adalah kata kunci keberhasilan dalam setiap aspek kehidupan kita. Pemazmur katakan, alangkah indahnya kalau kita bersatu dan hidup di dalam kerukunan, karena ke tengah-tengah kerukunan itulah Allah memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya (Mazmur 133). Amin.

Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." (Matius 18:19-20) Keluarga adalah institusi pertama yang diciptakan oleh Tuhan, dan Firman Tuhan katakan, dengan kesepakatan maka keluarga memiliki kuasa yang luar biasa karena di tengah-tengah kesatuan keluarga itu, Yesus pasti hadir di tengah-tengah mereka.

Catatan

  • Minggu IV: Libur COOL sehubungan hari libur Nasional (Jumat, 23 Maret 2012)
  • Minggu V: Doa Keliling COOL
Gembala COOL dapat menentukan pokok-pokok doa dan cara doa keliling yang akan dilaksanakan, dengan sepengetahuan Mentor Wilayah/Mentor Distrik atau Penggembalaan masing-masing.