Tahun Ayin Aleph (Khotbah Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Tahun Ayin Aleph
Niko Njotorahardjo-20100904-3x4.jpg

Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo

Ringkasan Khotbah
KebaktianIbadah Raya
TanggalMinggu, 5 September 2010
GerejaGBI Jalan Gatot Subroto
TempatJCC Senayan
KotaJakarta

Bulan September adalah bulan yang istimewa karena:

  1. Pada tanggal 4 September Gereja kita berulang tahun yang ke-22.
  2. Artinya selama 22 tahun Tuhan telah memelihara Gereja ini. Dari hanya satu tempat yang kini menjadi Jemaat Induk, kemudian kita menyebar kemana-mana, baik di Indonesia maupun luar negeri dan Tuhan memelihara secara luar biasa.

    22 tahun yang lalu tanggal 4 September merupakan hari Minggu. Tahun ini tanggal 4 September jatuh pada hari Sabtu, tetapi tahun depan, pada usia yang ke 23, tanggal 4 September akan kembali jatuh pada hari Minggu kembali. Dan luar biasa Tuhan memberikan ayat dari Yesaya 22:22, ”Aku akan menaruh kunci rumah Daud ke atas bahunya: apabila ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.”

    Tuhan memberikan pesan ini kepada Gereja-Nya, yaitu Saudara dan saya. Dan saya tahu bahwa kuasa yang Tuhan berikan itu akan lebih nyata dan lebih luar biasa yang mana semuanya adalah untuk lebih menyatakan kemuliaan Tuhan di Indonesia dan di bangsa-bangsa; melalui kita semua. Haleluya!

    Dari ayat yang kita baca tadi, saya ingat salah satu yang telah terjadi adalah tentang KKR ‘Healing’ di mana banyak dari tempat-tempat berlangsungnya KKR tersebut; sebelumnya tidak memperbolehkan KKR di lapangan-lapangan terbuka, tetapi kepada kita diberikan oleh Tuhan untuk bisa melakukan hal ini. Hari-hari ini Tuhan sedang membukakan sesuatu yang sebelumnya tidak mungkin bisa terjadi, tetapi hari-hari ini terjadi, karena perkenanan Tuhan sedang turun atas Indonesia.

  3. Pada tanggal 8 September setelah jam 6 sore kalender orang Yahudi akan beralih dari tahun 5770 yang disebut dengan Tahun Ayin ke tahun 5771 yang disebut dengan Tahun Ayin Aleph. Ayin berarti 70 sedangkan Aleph berarti 1.
  4. Tuhan selalu berbicara kepada kita melalui tahun-tahun orang Yahudi yang secara luar biasa mengandung tuntunan-Nya kepada kita.

Saya pernah mendengar ada seseorang yang berkata: “Pak Niko itu mengapa ya? Dari angka-angka diterjemahkan profetik-profetik ... kok ini seperti mistik?” Saya hanya tersenyum bila mendengar yang seperti itu dan berpikir bahwa hal ini karena kurangnya pengertian akan isi Alkitab. Sebab kalau kita pelajari, sebenarnya Alkitab terdiri atas 3 bagian, yaitu:

  • 50% tentang sejarah umat manusia
  • 22% tentang petunjuk bagaimana kita harus hidup di masa kini dan bagaimana cara kita memperlakukan orang lain, dan
  • 28% tentang nubuatan-nubuatan

Jadi kalau ada orang yang tidak terlalu mengerti atau tidak terlalu suka kepada hal-hal yang profetik/nubuatan, itu berarti dia tidak percaya kepada 28% dari isi Alkitab. Tetapi saya percaya kita semua di sini mau menerima 100% isi dari Alkitab. Amin!

Tahun Ayin - 5770

Beberapa waktu yang lalu kita sudah berbicara tentang Tahun Ayin (70) di mana huruf Ibrani Ayin itu bentuknya seperti sebuah mata: dan itu berbicara tentang mata Tuhan dan mata kita. Pada waktu itu Tuhan berbicara melalui Mazmur 32:8,“Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.”

Mata Tuhan tertuju kepada kita. Dia mau mengajar dan menuntun kita serta mau memberi nasihat kepada kita, tetapi untuk itu ada syaratnya. Dan syaratnya adalah: Asalkan mata kita selalu tertuju kepada Dia.

Mazmur 123:2, “Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.”

Pada waktu itu, seorang hamba tidak boleh bertatapan langsung dengan wajah tuan atau nyonya-Nya. Yang harus mereka lihat adalah tangannya. Jadi setiap gerakan tangan tuan atau nyonya-Nya itu diikuti dan para hamba itu mengerti bahasa tangan dari tuan atau nyonya-Nya tersebut.

Demikian juga kita diminta oleh Tuhan untuk terus melihat kepada-Nya, untuk memiliki kepekaan ketika Dia berbicara untuk memberikan petunjuk kepada kita.

Saya ingat ketika Tuhan Yesus mengunjungi dua orang bersaudara, yaitu Marta dan Maria. Mari kita lihat bagaimana cara kedua orang ini menyambut Tuhan Yesus.

Cara penyambutan Marta berbeda dengan Maria, di mana Marta sibuk sekali memasak, mungkin juga sibuk menyiapkan tempat tidur untuk Tuhan Yesus serta membersihkan rumahnya. Tetapi cara Maria menyambut Tuhan Yesus tidak demikian, ia duduk dekat kaki Tuhan Yesus dan terus mendengarkan perkataan-Nya.

Saya percaya pada waktu mendengarkan perkataan Tuhan Yesus, dia tidak menundukkan kepalanya serta hanya melihat kaki Tuhan Yesus, tetapi yang dilihatnya adalah wajah Tuhan Yesus sambil terus mencerna apa yang Tuhan Yesus katakan dan dia masukkan perkataan-Nya itu ke dalam pikiran dan hatinya untuk dilakukan.

Lama-kelamaan Marta tidak tahan melihat hal ini dan akhirnya ‘complain’ kepada Tuhan Yesus, Tetapi apa jawab Tuhan Yesus? “Marta ... Marta ... engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak hal, tetapi Maria, dia telah memilih bagian yang terbaik yang tidak akan diambil daripadanya.”

Saudara, di mata Tuhan duduk dekat kaki Yesus dan terus mendengarkan perkataan-Nya itu adalah yang terbaik!

Saya percaya bahwa kita semua cinta kepada Tuhan Yesus tetapi saya tidak tahu bagaimana cara Saudara menyambut Tuhan Yesus. Apakah ada yang seperti Marta yang sibuk dan kuatir serta menyusahkan diri dengan banyak perkara? Tuhan juga pernah bertanya, “Apakah dengan segala kekuatiran-mu itu semuanya bisa berubah?” Tentu tidak!

Yang Tuhan mau adalah setiap kita menyambut Tuhan Yesus seperti Maria. Kalau kita membutuhkan pertolongan nasihat dan tuntunan Tuhan, lakukanlah hal ini, yaitu duduk dekat kaki Tuhan Yesus dan terus mendengarkan perkataan-Nya. Kalau kita lakukan hal ini, kita akan menerima nasihat dan tuntunan Tuhan serta ajaran dari Tuhan Yesus. Amin!!!

Tahun Ayin Aleph - 5771

Selama 11 tahun terakhir ini, setiap pergantian tahun kalender Yahudi biasanya saya berada di Yerusalem, dan menjadi pembicara pada Prayer Convocation; di mana 150-200 bangsa-bangsa berkumpul di sana dan bagian saya biasanya adalah mengimpartasikan pengurapan kepada bangsa-bangsa dan bangsa-bangsa itu akan kembali ke negara mereka masing-masing dengan membawa api pengurapan yang Tuhan berikan.

Pada tanggal 8 September setelah jam 6 sore, kalender orang Yahudi akan beralih ke tahun Ayin Aleph. Aleph itu berarti 1 (satu) dan ini berbicara tentang:

  1. Yang Pertama
  2. Yang Utama
  3. Yang Prioritas

Aleph - Yang Pertama

Saudara, kalau kita berbicara tentang yang pertama, maka itu artinya Tuhan Yesus. Mari kita perhatikan baik-baik, sebab ini adalah tuntunan Tuhan untuk ke depannya. Nomor satu adalah Tuhan Yesus! Saudara mengandalkan hanya kepada Tuhan Yesus! Saudara berharap hanya kepada Tuhan Yesus dan jangan kepada yang lain-lain!

Kalau kita amati, yang sedang ramai dibicarakan di dunia adalah tentang: Nomor satu adalah kekuatan diri sendiri! Percaya diri! Sepertinya hal ini Alkitabiah, padahal sesungguhnya tidak! Mereka berkata, “Aku bisa! ... Saya bisa! ...”, dan sepertinya itu benar, tetapi sesungguhnya tidak benar! Karena yang benar seharusnya: “Bersama Tuhan Yesus, saya bisa!”

Sekarang sedang banyak diperkatakan bahwa, “Bersama kita bisa! ... bersama kita bisa! ...”, itu sepertinya bagus, tetapi jangan lupa bahwa sebenarnya itu adalah unity model Babel! Karena di Babel semuanya adalah satu logat dan satu bahasa dan untuk ini Tuhan berkata, “Apa pun yang mereka kerjakan itu pasti bisa, karena satu bahasa dan satu logatnya!”, tetapi Tuhan tidak mau karena unity dalam Tuhan Yesus tidak seperti itu. Unity dalam Tuhan Yesus adalah: Bersama Tuhan Yesus, kita bisa!

Karena itu kalau Saudara melihat pengajaran dan demonstrasi yang bermacam-macam di luar sana, misalnya bagaimana caranya supaya kita sukses atau menjadi pandai, pokoknya kalau di luar yang tadi, artinya bersama tanpa Tuhan Yesus, maka itu bukan dari Dia! Sebab sekarang di era spiritualitas ini, banyak sekali penawaran yang macam-macam. Untuk itu Saudara harus berhati-hati agar tidak terkecoh. Hari ini Tuhan berkata bahwa yang menjadi nomor satu adalah: Tuhan Yesus!

Jangan mengandalkan manusia! Dan jangan mengandalkan kekuatannya sendiri! Sebab seperti tertulis dalam Yeremia 17:5, 7, “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, .. tetapi diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN ...!” Yang harus menjadi nomor satu adalah TUHAN YESUS!!! Haleluya!

Aleph - Yang Terutama

Aleph selain berarti yang pertama, ini juga berbicara tentang yang terutama. Dan seperti lagu yang berkata bahwa:

Yang terutama di dalam hidup ini,

meninggikan Nama Yesus

Yang terutama di dalam hidup ini,

memuliakan Nama-Nya

Roma 11:36, “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!”

Saudara, tujuan kita yang terutama dalam hidup ini adalah untuk memuliakan Tuhan. Saya akan mengulangi apa yang pernah saya katakan di sini tentang Yabes. Memang arti nama Yabes itu tidak enak; karena berbicara tentang penderitaan, tekanan dan sebagainya. Mungkin ketika Yabes dilahirkan keadaan keluarganya memang seperti itu, dan mungkin keadaan Yabes ketika menginjak dewasa juga seperti itu. Tetapi puji Tuhan karena Yabes tidak mau tinggal dalam keadaan yang seperti itu. Apa yang dilakukannya? Yabes berdoa kepada Tuhan dan ada 3 pokok doa yang dinaikkannya kepada Tuhan seperti tertulis dalam 1 Tawarikh 4:10 adalah sebagai berikut:

  • “Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah ...”
Apakah kira-kira Saudara juga berdoa seperti ini? Kalau ya, berarti Saudara dan saya sama. Sebab saya pun berdoa demikian, “Tuhan, kiranya Engkau memberkatiku berlimpah-limpah ..!”
  • “Tuhan, kiranya Engkau memperluas daerahku ...”
Apakah Saudara juga pernah berdoa seperti ini, “Tuhan, perluas daerah saya, ... perluas toko saya ... perluas pekerjaan saya ... perluas pelayanan saya ... perluas kekuasaan yang Kauberikan kepada saya ....” Apakah boleh berdoa seperti itu? Tentu saja boleh.
  • “Tuhan, kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!”
Apakah Saudara juga berdoa seperti itu? Saya pun berdoa seperti itu.

Ketiga pokok doa ini sudah mencakup semua yang kita butuhkan pada masa ini; dan ada kabar gembiranya, yaitu ketiga pokok doa yang dinaikkan Yabes tersebut dikabulkan Tuhan! Mungkin hari-hari ini ada di antara Saudara yang berkata, “Tuhan, doa Saya yang itu belum dikabulkan, padahal saya sudah mendoakannya selama 2 tahun ...”, Tetapi kalau doa Yabes dikabulkan Tuhan, maka doa kita pun bisa dikabulkan Tuhan!

Apa rahasianya sehingga doa Yabes dikabulkan?

1 Tawarikh 4:9, “Yabes lebih dimuliakan dari pada saudara-saudaranya ...”

Mengapa Yabes lebih dimuliakan? Jawabannya hanya satu, yaitu sebab Yabes memuliakan Tuhan!

1 Samuel 2:30b, “Kalau kamu menghormati Aku, maka kamu pun akan dihormati, tetapi kalau kamu menghina Aku, maka kamu pun akan direndahkan ...”

Dan kalau kita memuliakan Tuhan, maka kita pun pasti dimuliakan. Amin! Kalau tujuan terutama dalam hidup kita ini adalah untuk memuliakan Tuhan, maka ketika kita berdoa, Tuhan akan mendengarkan dan mengabulkannya!

  • Bagaimana caranya supaya bisa memuliakan Tuhan?
Tuhan Yesus berkata dalam Yohanes 15:8, “Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak ...”
  • Tetapi bagaimana caranya supaya kita bisa berbuah banyak?
Yohanes 15:7 menjelaskan hal itu, “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, ...”
Artinya, kita percaya kepada Tuhan Yesus, menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat kita serta hidup intim dengan-Nya. Dan biarlah firman-Nya ada di dalam kita, yang artinya apa yang Dia katakan kepada kita, itulah yang kita lakukan. Mungkin entah mengerti atau tidak mengerti, mungkin sepertinya kita mengalami “kerugian” dalam melakukan perintah-Nya, tetapi tetap lakukan saja! Karena saya percaya kita akan berbuah banyak. Amin!

Saudara, akhir-akhir ini Tuhan berbicara tentang buah, yaitu tentang karakter atau buah roh. Dan hari-hari ini Tuhan terus berbicara tentang karakter sebab di hadapan Tuhan; yang nomor satu adalah tentang karakter.

Aleph - Yang Prioritas

Matius 6:31-33, “Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

Yang menjadi prioritas dalam hidup ini adalah: carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya ... (yaitu apa pun yang Saudara butuhkan) akan ditambahkan kepadamu. Amin!

Menjadi saksi Yesus

Apakah Saudara masih ingat beberapa waktu yang lalu Saya pernah berkata bahwa ada pesan Tuhan yang sangat ... sangat ... sangat kuat?!

Tuhan mau menjelang kedatangan-Nya yang sudah semakin singkat ini, Saudara dan Saya diminta untuk Menjadi saksi Yesus! Inilah prioritas yang harus kita kerjakan!

Kisah 1:8, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

  • Yerusalem, bisa diartikan di antara keluarga
  • Yudea, bisa diartikan di antara orang-orang yang seiman atau orang-orang yang sebangsa dengan kita
  • Samaria, bisa diartikan di antara orang-orang yang bukan seiman atau bangsa-bangsa lain.

Dua ribu tahun yang lalu Roh Kudus dicurahkan ke atas murid-murid Tuhan Yesus dalam rupa “Api” dan “Angin”. Dan hari-hari ini; di mana Tuhan sedang mempersiapkan kita untuk menjadi saksi Yesus; Roh Kudus juga turun ke atas kita dalam rupa “Api” dan “Angin”.

  • Dalam rupa “Api”
“Api” turun ke atas kita untuk membersihkan semua yang tidak benar dan kotoran-kotoran dalam hidup kita akan dibersihkan! Ini tidak mengapa sebab setelah itu akan datang Roh Kudus yang dalam rupa “Angin”.
  • Dalam rupa “Angin”
Setelah kita dibersihkan maka Roh Kudus dalam rupa “Angin” yang akan memberikan arahan kepada kita. Saya lihat kadang-kadang sebelum dibersihkan kita memang dituntun Tuhan, tetapi kita tidak mengerti. Misalkan Roh Kudus mau supaya kita ke sana, tetapi sebaliknya kita justru malah ke sini. Tetapi nanti Saudara akan lihat, begitu hati kita sudah dibersihkan Saya percaya apa yang Roh Kudus tuntun pasti kita mengerti. Amin!!!

Menjadi saksi Yesus artinya melakukan pekerjaan-pekerjaan seperti yang Tuhan Yesus lakukan pada waktu Dia ada di bumi ini.

Yohanes 14:12, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu ...” Apa yang dilakukan Tuhan Yesus pada waktu itu?

Kisah 10:38, “... yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.”

Orang yang buta melihat, yang lumpuh berjalan, yang tuli mendengar, yang mati dibangkitkan, yang sakit kusta ditahirkan dan kepada orang-orang miskin diberitakan kabar baik, itulah semua yang dilakukan oleh Tuhan Yesus! Dan saya tahu tugas itu sekarang diberikan kepada Saudara dan saya. Apakah Saudara percaya bahwa kita bisa melakukan hal itu? Amin!

Sebab kalau Tuhan Yesus berkata bahwa kita bisa, maka kita pasti bisa! Dan yang menjadi kuncinya adalah: Pengurapan!

Allah mengurapi Tuhan Yesus dengan Roh Kudus dan kuat kuasa! Dan barulah setelah itu Tuhan Yesus berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis ... Itulah yang sedang Tuhan kerjakan hari-hari ini!

Dalam pelayanan 4 tahun terakhir ini, saya banyak melihat serta mengalami apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Saya berkata kepada Tuhan Yesus, “Tuhan ... luar biasa ya Tuhan ...!”, tetapi tahukah Saudara jawaban Tuhan? Tuhan hanya menjawab, “Itu belum apa-apa ... yang kamu lihat itu baru permulaannya saja. Sebab sebentar lagi kamu akan melihat yang lebih dahsyat!”

Hal ini saya mengerti karena bukan hanya beberapa orang yang akan dipakai Tuhan, tetapi mereka semua yang percaya akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Tuhan Yesus lakukan, bahkan yang lebih besar daripada itu! Haleluya!

Siapa yang mau menjadi saksi Yesus?

Korban persembahan

Roma 12:1, “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” Apakah Saudara mau mempersembahkan tubuh ini sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Tuhan? Amin!

Persembahkanlah tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Tuhan! Yang dimaksud dengan persembahan di sini adalah korban persembahan (sacrifice). Korban pastilah sesuatu yang sakit dan tidak enak. Artinya bukan ketika kita dalam keadaan yang senang lalu kita memberikan persembahan. Bukan itu yang dimaksudkan.

Dengan kata lain, firman Tuhan tadi berkata, “Persembahkanlah tubuhmu sebagai korban persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Tuhan!”

Beberapa korban persembahan adalah:

  1. Korban ucapan syukur
  2. Korban persembahan ucapan syukur itu dilakukan selagi kita masih hidup, sebab ketika kita sudah meninggal itu sudah tidak bisa dilakukan. Dan itu kudus serta berkenan kepada Tuhan.

    Sekali lagi, kalau berbicara soal ‘korban’, maka keadaannya itu pasti sakit. Misalnya korban ucapan syukur, pasti ketika menaikkan ucapan syukur itu sakitnya luar biasa, ketika harus dilakukan dalam keadaan yang tidak enak. Sebab kalau dalam keadaan yang enak, itu akan menjadi sesuatu yang biasa saja. Tetapi kalau Saudara memberikan satu korban ucapan syukur, yang sekali lagi itu bukan dalam keadaan yang enak, maka berarti Saudara bisa melakukannya hanya kalau Saudara mempunyai niat dan dipaksa untuk melakukan itu. Ini penting! Sebab ada kuasa di dalam korban ucapan syukur.

    Ibrani 12:26-29, “Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: “Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.” Ungkapan “Satu kali lagi” menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan. Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan.”

    Ada satu yang tidak bisa tergoncangkan, yaitu Kerajaan Allah! Ada berapa banyak anggota Kerajaan Allah di tempat ini? Sebagai anggota Kerajaan Allah, maka Saudara tidak akan digoncang, asalkan Saudara melakukan 2 hal ini, yaitu:

    • Mengucap syukur
    • Beribadah kepada Tuhan dengan cara yang berkenan kepada-Nya, yaitu dengan hormat dan takut.

    Hari-hari ini terjadi goncangan yang luar biasa, seperti misalnya yang terjadi di Pakistan di mana yang terkena dampak dari banjir ada sekitar 20 juta orang. Suatu jumlah yang tidak main-main!

    Belum lagi yang terjadi di China dan Rusia. Berbagai peristiwa seperti kebakaran hutan, di mana ada suatu daerah yang biasanya suhu maksimumnya 25ºC, tiba-tiba mencapai 36-38ºC, akibatnya banyak yang meninggal.

    Baru-baru ini surat kabar memberitakan bahwa ada sebuah pulau es atau bukit es yang lepas dari Greenland. Bukit es yang terlepas itu luasnya hanya sekitar 260 km² dan sekarang sedang “jalan-jalan” dan dikatakan bahwa tidak ada yang bisa menahannya. Kalau bukit es ini tetap di Greenland, dia tidak akan cair. Tetapi masalahnya dia bergerak ke tempat yang suhunya lebih tinggi atau panas, berarti bukit es ini akan mencair. Dan dikatakan bahwa yang berbahaya sekarang adalah ketakutan bahwa ada kapal yang menabrak atau ditabrak bukit es tersebut! Hal ini pun mungkin masih bisa dihindari, tetapi ada satu yang tidak mungkin dihindari, yaitu mengenai anjungan minyak, di mana anjungan minyak itu akan tersapu ketika bukit es itu berjalan mengenainya. Dan diperkirakan 1-2 tahun ke depan bukit es ini akan sampai di sebelah timur Kanada. Mengapa 1-2 tahun ke depan ini - mengarah ke tahun 2012 lagi? Ada apa sebenarnya? Dan ini belum selesai beritanya, sebab kalau bukit es tersebut sampai mencair maka diprediksikan bahwa permukaan air laut akan naik ‘hanya’ 6 meter! Dalam berita tersebut di antara tanda kurung ada berita tambahan:“Jika naik 2-3 meter saja, Jakarta Utara itu sudah terendam air!”

    Dunia sedang digoncang! Tuhan berkata, “Sekali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga. Tetapi ada satu yang tidak tergoncang, yaitu Kerajaan Allah.” Dan kita semua adalah anggota Kerajaan Allah. Haleluya!

    • Tetapi sebagai anggota Kerajaan Allah kalau tidak mengucap syukur tetap akan mengalami banyak goncangan!
    • Dan sebagai anggota Kerajaan Allah, kalau tidak beribadah dengan cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut, maka juga akan digoncang!

    Tetapi saya percaya bahwa kita semua mau banyak mengucap syukur dan beribadah kepada Tuhan dengan cara yang berkenan, dengan hormat dan takut. Amin!

  3. Korban untuk mengampuni
  4. Ini pun hanya bisa dilakukan selagi kita masih hidup, sebab ketika kita sudah meninggal, kita sudah tidak bisa lagi mengampuni. Untuk mengampuni seseorang karena dia telah berbuat baik, tentu mudah saja, tetapi sekarang kita diminta untuk mengampuni orang yang kepadanya mungkin kita pernah berkata, “Gara-gara kamu saya jadi begini ...” Tetapi justru di sini kita disuruh untuk mengampuni! Jujur saja, apakah mudah untuk mengampuni? Tidak! Tetapi kalau Tuhan menyuruh kita untuk memberikan korban pengampunan, itu artinya kita pasti bisa melakukannya. Sebab tidak mungkin Tuhan menyuruh sesuatu kepada kita yang tidak bisa kita lakukan.

    Saudara, ada kuasa yang luar biasa dari korban memberi pengampunan! Dan ada berkat yang luar biasa dalam hal ini. Orang yang gampang mengampuni itu panjang umur! Sebab kalau tidak bisa mengampuni itu sungguh menyesakkan hati. Tetapi kalau kita mudah mengampuni - meskipun untuk itu harus berkorban dan dipaksa untuk bisa mengampuni, maka Tuhan akan menolong kita, asalkan kita mempunyai kemauan yang keras untuk mau mengampuni dan memberikan korban untuk mengampuni. Setelah kita bisa mengampuni, maka hati rasanya ‘plong’ dan metabolisme serta peredaran darah bisa berjalan dengan baik. Kita pun menjadi sehat walafiat dan Tuhan memberkati kita berlimpah-limpah. Amin!

  5. Korban untuk memberi
  6. Artinya di sini, orang yang memberi dalam kekurangannya. Tuhan Yesus pernah memperhatikan orang-orang yang memberi persembahan seperti tertulis dalam Lukas 21:1-4, “Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. Lalu Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.”

    Itulah yang disebut dengan korban memberi dan inilah yang Tuhan kehendaki! Ada saat-saat di mana Tuhan menguji kita dalam hal ini. Saya yang bukan hanya sekali tetapi seringkali diuji Tuhan seperti ini. Dan kalau saya bisa bertemu dengan Saudara di belakang mimbar pada hari ini, Saya sudah lulus ujian beberapa kali dalam ujian itu.

    Saya sering mengisahkan kembali kisah yang satu ini juga untuk mengenang Almarhum Pak Rohim yang sudah bersama dengan Tuhan Yesus. Pada waktu saya dipanggil untuk menjadi hamba Tuhan, itu dimulai dengan saya dihabiskan oleh Tuhan semuanya karena saya tidak mau menurut pada waktu itu. Jadi saya dipaksa untuk menjadi hamba Tuhan ketika itu, tetapi puji Tuhan, saya menjadi hamba Tuhan juga akhirnya!

    Saya ingat suatu hari pada awal pelayanan di mana saya dalam keadaan yang habis tiba-tiba Pak Rohim datang ke rumah, lalu kami pun berbincang-bincang. Tetapi kemudian tiba-tiba istri saya, Ibu Hermin, memanggil saya ke dalam dan berkata, “Saya mendapat penglihatan ... (ini merupakan penglihatan yang pertama baginya) ... Saya melihat ada tulisan angka 30.000 di lemari itu dan disuruh untuk memberikan uang kepada Pak Rohim uang sebesar Rp.30.000,-!” Dengan tenangnya saya berkata, “Yah sudah, kasihkan saja ...” Tetapi Ibu Hermin menjawab, “Kasihkan bagaimana, uang Rp.30.000,- itu adalah semua uang kita dan tidak ada lagi yang sisa”.

    Mendengar itu saya langsung jadi lemas, akhirnya kami menangis berdua dan kami mengambil keputusan bahwa kalau itu Tuhan yang suruh, kami akan taat meskipun kami tidak tahu nantinya akan makan apa, dan sebagainya. Akhirnya kami memutuskan untuk memberikan seluruh uang kami kepada Pak Rohim.

    Dan tahukah Saudara ketika Pak Rohim membuka amplop yang kami berikan? Setelah membuka amplop itu, giliran Pak Rohim yang menangis dengan keras! Ternyata sudah beberapa malam, setelah jam 12 malam Pak Rohim selalu berlutut di pelataran rumahnya dan berdoa, “Tuhan ... Saya butuh uang Rp.30.000,-!” Untuk apakah uang itu buat Pak Rohim? Ternyata uang itu untuk menghidupi beberapa hamba Tuhan pedesaan yang sedang menginap di rumahnya. Yang mengherankan, mengapa justru Tuhan mintanya kepada saya, padahal uang saya hanya tersisa Rp.30.000,- dan tidak ada lagi yang lain? Mengapa Tuhan tidak memintanya kepada para pengusaha? Itulah korban persembahan untuk memberi!

    Saudara tentu pernah mendengar kisah janda di Sarfat. Dalam kisah tersebut, janda itu akhirnya tidak pernah menderita kekurangan makan. Padahal saat Elia minta untuk dibuatkan roti baginya, sebenarnya roti itu adalah roti terakhir untuk janda itu dan anaknya, namun itu diminta oleh Elia.

    Elia berkata kepadanya, “Tuhan berkata, kalau engkau memberikan roti itu kepadaku, maka minyak dan tepungmu tidak akan habis sampai musim kering ini selesai”. Sungguh luar biasa karena janda Sarfat ini percaya kepada perkataan Elia dan diberikannya roti itu kepadanya. Dan ternyata memang benar bahwa minyak dan tepungnya tidak habis dan hidupnya terpelihara selama musim kering itu. Bayangkan kalau dia tidak percaya, tetapi memakan roti terakhir itu bersama anaknya dan tidak memberikannya kepada Elia, maka setelah itu pastilah mereka mati karena tidak ada lagi persediaan minyak dan tepung untuk makan.


Saudara, saya tidak tahu apakah di antara Saudara ada yang sedang mengalami ujian dari Tuhan seperti ini. Saya berdoa supaya Saudara jangan kalah tetapi justru Saudara menang! Dan lihat saja setelah Saudara melalui ini, maka akan terjadi terobosan dalam hidup Saudara. Amin!

Sumber