Mujizat di tengah krisis (Khotbah Pdt Sutadi Rusli)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Mujizat di tengah krisis
Sutadi Rusli-100214-3x4.jpg

Pdt Sutadi Rusli

Ringkasan Khotbah
KebaktianIbadah Raya
TanggalMinggu, 14 Februari 2010
GerejaGBI Danau Bogor Raya
TempatGraha Amal Kasih
KotaBogor

Shalom Bapak, Ibu, Saudara yang dikasihi Tuhan. Sebelum mendengarkan pesan-pesan Tuhan, saya ingin mengingatkan kembali kepada jemaat Tuhan dan pada diri saya sendiri bahwa Yesus akan datang segera. Mari pada waktu kita diingatkan, kita hidup berjaga-jaga, tetap berdoa, supaya tak ada seorang pun ketinggalan, karena Tuhan senantiasa memberi kemampuan bagi kita.

Selamat Tahun Baru Imlek dan Happy Valentine

Pada hari ini tanggal 14 Februari 2010 ada sesuatu yang spesial. Pada hari ini secara bersamaan ada yang merayakan Tahun Baru Imlek dan ada yang merayakan hari Valentine.

Saya mau kupas sedikit mengenai Tahun Baru Imlek. Sebagai orang-orang yang sudah lahir baru di dalam Yesus, tentulah Saudara tidak lagi merayakan Imlek sambil mengikuti ritual-ritual/sembahyang seperti mereka yang belum mengenal Tuhan Yesus. Biarlah melalui hidup saudara, sekali waktu kelak mereka akan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Ada hal-hal yang kita bisa kita bagikan, dalam perayaan Imlek ini sebagai orang-orang Kristen kepada mereka yang merayakan, karena justru ini adalah kesempatan yang berharga bagi kita untuk dapat masuk kepada mereka yang merayakan Imlek ini.

Hari raya Imlek dimulai dari sembahyang Dewa Dapur. Menurut tradisi mereka, merupakan tugas Dewa Dapur untuk melapor kepada Dewa Langit (Tian). Supaya Dewa Dapur melaporkan yang baik, maka orang-orang memberi makanan-makanan yang manis dan lengket di meja-meja persembahan, di antaranya dalam bentuk ada kue keranjang. Tujuannya supaya Dewa Dapur melaporkan yang manis-manis saja kepada Dewa Langit. Dan kuenya lengket, sehingga Dewa Dapur tidak bisa berkata-kata banyak karena mulutnya lengket.

Kemudian pada waktu mereka melakukan ritual di depan meja sembahyang, ada hal-hal yang mereka lakukan yang sesungguhnya kita bisa masuk yang berkesamaan dengan Alkitab:

  • Mereka mengakui bahwa mereka adalah orang-orang berdosa.
Bukankah ini juga sama dengan firman Tuhan dalam Roma 3:23? Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
  • Mereka mengakui bahwa akan mendapatkan hukuman.
Bukankah Roma 6:23 juga menyatakan bahwa upah dosa ialah maut?
  • Mereka juga minta ampun dalam sembahyang mereka. Tentu dengan hal yang mereka tidak mengerti.
Tapi bukankah kita juga masuk karena pengampunan itu hanya ada dalam Yesus Kristus, siapa yang percaya pada nama-Nya yang kudus akan beroleh hidup kekal bersama Dia? (1 Yohanes 5:13)

Mari kita tidak menghindari mereka, tapi ambil kesempatan ini untuk memberitakan firman Tuhan.

Jadi kalau di antara jemaat ada yang merayakan, dalam kesempatan pagi ini saya ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek.

Kita juga hari ini merayakan Valentine, hari kasih sayang, hari perayaan bagi pasangan-pasangan. Kita diingatkan bahwa sebagai pasangan, kita tidak berhura-hura, tapi memaknai hubungan kita sebagai pasangan suami-istri apakah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya? Kalau kita ingat Yohanes 2, bagaimana Tuhan Yesus mengubahkan air menjadi anggur, ini berbicara bahwa pernikahan Kristen sangat berbeda dengan pernikahan di luar kekristenan. Di dalam Yesus, maka pernikahan kita makin lama akan semakin baik, semakin indah, semakin manis, semakin diberkati. Seperti Yesus mengubah air menjadi anggur dalam pesta perkawinan di Kana, anggur itu semakin lama akan semakin manis. Demikian juga pasangan-pasangan dalam Tuhan Yesus, harus semakin manis. Tuhan yang membuat hidup perkawinan kita makin manis dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Yang pacaran, mari berpacaran yang kudus. Supaya kehidupan kita juga diberkati Tuhan berlimpah-limpah.

Untuk itu, saya mau menyampaikan Happy Valentine untuk kita semua, Tuhan memberkati.

Mengalami terobosan yang dahsyat

2 Raja-Raja 4:1-7,

Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: "Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya." Jawab Elisa kepadanya: "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah." Berkatalah perempuan itu: "Hambamu ini tidak punya sesuatu apapun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak." Lalu berkatalah Elisa: "Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit. Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana. Mana yang penuh, angkatlah!" Pergilah perempuan itu dari padanya; ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang. Ketika bejana-bejana itu sudah penuh, berkatalah perempuan itu kepada anaknya: "Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi," tetapi jawabnya kepada ibunya: "Tidak ada lagi bejana." Lalu berhentilah minyak itu mengalir. Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata: "Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu."

Janda ini mendapatkan pemulihan, kelimpahan, dan terobosan. Ada banyak hal yang dapat kita kupas dari ayat-ayat yang baru saja kita baca. Tapi ada 3 hal penting yang mau saya bagikan kepada Saudara, mengenai bagaimana janda ini mengalami terobosan yang dahsyat.

Apa yang dilakukan janda ini? Suatu hari janda dengan dua anak ini datang kepada Elisa. Elisa adalah gambaran Tuhan. Janda itu berkata bahwa dia dalam kondisi yang sangat menyeramkan karena kedua anaknya mau disita oleh penagih hutang. Zaman itu, anak laki-laki begitu berharga, dianggap melebihi anak perempuan, sehingga janda itu sangat takut kehilangan anak-anak laki-lakinya.

Mari kita lihat dulu, apa yang dimaksud dengan janda dalam Alkitab? 1 Timotius 5:3-5,

Hormatilah janda-janda yang benar-benar janda. Tetapi jikalau seorang janda mempunyai anak atau cucu, hendaknya mereka itu pertama-tama belajar berbakti kepada kaum keluarganya sendiri dan membalas budi orang tua dan nenek mereka, karena itulah yang berkenan kepada Allah. Sedangkan seorang janda yang benar-benar janda, yang ditinggalkan seorang diri, menaruh harapannya kepada Allah dan bertekun dalam permohonan dan doa siang malam. Tetapi seorang janda yang hidup mewah dan berlebih-lebihan, ia sudah mati selagi hidup. Peringatkanlah hal-hal ini juga kepada janda-janda itu agar mereka hidup dengan tidak bercela. Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman. Yang didaftarkan sebagai janda, hanyalah mereka yang tidak kurang dari enam puluh tahun, yang hanya satu kali bersuami

Kembali kepada kisah janda ini, kisah ini juga menggambarkan kadaan banyak orang Kristen yang mengalami kondisi tertekan. Ada 3 hal penting mengenai bagaimana janda ini mengalami terobosan yang dahsyat:

  • tidak putus asa,
  • merespon dengan benar, dan
  • memiliki iman yang sekarang.

Tidak putus asa

Janda ini adalah gambaran dari gereja Tuhan. Janda dalam kisah tersebut tidak putus asa meskipun sedang mengalami situasi yang sulit serta tekanan yang berat. Janda ini datang kepada tujuan yang tepat, ia tahu ke mana harus datang, ia datang kepada Tuhan.

Hari ini, jangan ada yang putus asa. Beberapa waktu belakangan ini di Indonesia, terutama Jakarta, banyak yang bunuh diri. Bahkan yang juga membingungkan psikolog, dulu orang yang bunuh diri adalah orang yang mumet, bunuh diri secara diam-diam di dalam kamar, tapi sekarang orang bunuh diri di mal-mal, apartemen, dan setelah kejadian itu mereka masuk berita! Saudara, jangan putus asa dalam Yesus, karena di dalam Tuhan ada pertolongan, ada pengharapan, ada jalan keluar, ada mujizat, ada kemenangan, Haleluya!

Ibrani 12:3, Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.

Siapa yang sedang lemah dan putus asa? Tapi pada waktu Saudara lemah dan mulai ada bibit keputusasaan, Tuhan ingatkan kepada kita, ingatlah selalu akan Dia. Ingatlah selalu akan Yesus Kristus!

Waktu bangun pagi, apakah kita ingat dengan dia, atau ingat pada masalah kita? Hari-hari ini kita diingatkan, bahwa Yesus akan datang segera. Waktu kita baca ayat-ayat pernyataan firman Tuhan bahwa Dia datang segera, ada sebuah ayat yang sangat pendek dalam Lukas 17:32 berkata ingatlah akan istri Lot! Ingat, jangan melihat ke belakang berbicara mengenai jangan kembali ke kondisi kita sebelum bertobat. Di dalam Tuhan akan jauh lebih baik dan makin baik dalam Yesus Kristus. Istri Lot adalah orang yang pahit. Jangan ada kepahitan dalam hidup Saudara, buang segala kepahitan dan gantikan dengan sukacita dan hati yang suci, itu orang-orang yang akan melihat Tuhan. Ingatlah selalu akan Tuhan. Masukkan ayat ini ke dalam diri Saudara. Saat putus asa, ingatlah akan Tuhan.

Kenapa kita harus ingat akan Tuhan? Mari kita lihat dalam Efesus 4:9-10, Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu. Karena Dia pernah turun ke dunia ini menjadi seperti kita manusia, dia pernah mengalami apa yang Saudara pernah alami. Kalau Saudara mungkin pernah diludahi, Dia juga pernah. Dia juga pernah dikhianati, dan Dia juga mengetahui sakitnya badan, dan Dia bahkan pernah disalib. Dia sudah pernah mengalami yang kita pernah alami. Tapi bukan sekedar mengalami, Dia kembali ke rumah Bapa di Sorga. Lukas 2:14a, Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi, atau dalam bahasa Inggris (NKJV), Glory to God in the highest.

Waktu kita naik pesawat terbang, makin lama makin tinggi, kita lewati awan, kadang tingginya 10 km di atas permukaan laut, tapi Tuhan bahkan berada di tempat yang jauh lebih tinggi dari itu semua.

Beberapa tahun yang lalu, bank mulai menjamur di Indonesia, orang mulai diajak untuk menabung. Ada janji-janji dari bank. Akhirnya bank penuh sampai ada yang menyebut Bank Capek Antri. Lalu para pemimpin bank mengeluarkan produk lain, yaitu untuk nasabah-nasabah prioritas, yang mendapatkan pelayanan dalam teller yang khusus. Kita senang ketika diprioritaskan. Demikian juga Tuhan, ketika Saudara menomorsatukan Tuhan, maka Saudara juga akan dinomorsatukan Tuhan.

Jadi janda ini datang kepada Elisa, tidak cari ke mana-mana. Dia menomorsatukan Tuhan dalam hidupnya. Kita diingatkan, jangan mengandalkan manusia, tapi andalkan Tuhan! Waktu Saudara mengandalkan Tuhan, Saudara akan ditolong dan diberkati Dia.

Jangan pernah putus asa, dalam Tuhan pasti ada jalan keluar.

Merespon dengan benar

Elisa bertanya pada Janda itu, punya apa? Janda itu berkata "Hambamu ini tidak punya sesuatu apapun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak." Lalu berkatalah Elisa: "Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit. Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana. Mana yang penuh, angkatlah!"

Janda itu tidak bertanya kenapa harus meminjam bejana, dan kenapa dia harus masuk menutup pintu. Dia tidak berargumentasi, dan ini juga yang harus dilakukan oleh Gereja Tuhan. Kita hanya taat saja kepada apa yang Tuhan suruh. Lakukan saja, tidak usah pusing.

Seringkali caranya Tuhan menolong kita, kadang suka nyeleneh, tidak masuk akal. Dan cara Tuhan menolong kita itu sederhana saja. Justru kita yang suka merekayasa begini begitu. Tapi cara Tuhan menolong itu sangat sederhana.

  • Waktu Daud melawan Goliat, Tuhan cuma suruh pakai ketapel.
  • Naaman sembuh dari kustanya, dengan cara yang sederhana, celup 7 kali dan sembuh.

Cara Tuhan sederhana, tapi kita yang suka yang rumit-rumit.

Ada cerita pendeta di Sumatera Utara, mendapatkan hibah tanah dari jemaat untuk dijadikan gereja. Di tanah itu ada pohon kelapa, yang ternyata milik Saudara dari yang menghibahkan tanah itu. Dan ada syarat dari orang itu, bahwa gereja kalau mau dibangun maka pohon kelapa itu tidak boleh ditebang, karena pohon kelapa itu sangat menghasilkan dan menjadi penghidupan bagi dia dan keluarganya. Kemudian ada jemaat yang mengusulkan mau malam-malam menebang pohon itu. Tapi waktu pendeta ini berdoa, Tuhan suruh dia jangan menebang pohon itu, malah juga dia disuruh berpuasa. Lalu, ada lagi majelis mengusulkan agar malam-malam pohon itu disiram saja dengan minyak tanah supaya nanti pohon itu mati pelan-pelan sehingga tidak ada yang tahu siapa yang melakukan. Tapi Tuhan juga tidak izinkan. Tuhan kembali suruh dia berdoa dan berpuasa. Dia ajak pengerja dan jemaatnya bersama-sama dalam doa dan puasa. Waktu mereka berdoa dan berpuasa selama beberapa waktu, suatu hari hujan begitu kencang dan tiba-tiba ada petir yang begitu besar. Pagi harinya, mereka menemukan pohon kelapa yang tidak boleh ditebang itu, ternyata disambar petir. Terbakar sampai akarnya. Itu pertolongan Tuhan yang luar biasa. Si pemilik pohon kelapa itu hanya bisa menerima nasib saja dan gereja itu dapat dibangun.

Saudara yang dikasihi Tuhan, pada waktu kita taat, Tuhan akan lakukan perkara yang ajaib. Tuhan akan lakukan tuntas, tidak meninggalkan bekas, dan memberikan damai sejahtera.

Saudara mau taat dan tidak berargumentasi dengan Tuhan? Kalau Tuhan menyuruh melalui para gembala, mengingatkan, "ayo kita banyak berdoa dalam roh, berbahasa roh lebih banyak lagi", mari kita melakukannya, mari kita ikuti saja, tidak usah berargumentasi. Kalau para pemimpin kita menyuruh "lebih intim dengan Tuhan, doa, pujian, dan penyembahan lebih lagi, masuk ke dalam menara doa, rumah doa, dan kubu-kubu doa", mari kita lakukan!

Kalau Tuhan mau datang segera, mari kita harus tetap berdoa dan berjaga-jaga supaya kita selamat dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Seorang nabi Tuhan, Chuck Pierce, dari Amerika Serikat, berkata apa yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh ketaatan, baik dalam pelayanan, pekerjaan dan usaha, kalau dilakukan dengan sungguh-sungguh pada tahun 2010 ini, maka akan memberi dampak sampai 10 tahun ke depan. Saudara akan tuai hasilnya 10 tahun ke depan!

Saya mau dorong Saudara untuk melakukan pekerjaan, pelayanan, rumah tangga, lakukan sungguh-sungguh, maka akan berdampak dahsyat 10 tahun ke depan. Hanya sedikit yang harus kita lakukan, tapi hasilnya akan begitu dahsyat.

Memang hari-hari ini kita berbicara mengenai kelimpahan, pemulihan, dan terobosan, itu adalah janji-janji Tuhan bagi orang percaya.

Memiliki iman yang sekarang

'Pergilah perempuan itu dari padanya; ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang. Ketika bejana-bejana itu sudah penuh, berkatalah perempuan itu kepada anaknya: "Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi," tetapi jawabnya kepada ibunya: "Tidak ada lagi bejana." Lalu berhentilah minyak itu mengalir. Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata: "Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu." (2 Raja-Raja 4:5-7)

Minyak berbicara mengenai mujizat. Waktu bejana habis, mujizat itu selesai dan tidak terjadi lagi. Kita harus buka hidup kita, dan memiliki hati yang haus dan lapar. Terus memiliki haus dan lapar. Kalau kita tetap haus dan lapar, maka mujizat tidak akan berhenti mengalir.

Ibrani 11:1, Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. dalam versi bahasa Inggris (NKJV) ada sesuatu yang berbeda, Now faith is the substance of things hoped for, the evidence of things not seen.

Saudara, siapa yang punya pengharapan dalam Tuhan? Iman adalah dasar pengharapan Saudara. Tapi imannya kapan? Dalam bahasa Inggris dikatakan "now" atau "sekarang"! Bukan iman tempo dahulu! Tuhan mau tolong Saudara bukan nanti, tapi sekarang! Mari pegang janji Tuhan, Dia bukan mau tolong Saudara nanti tahun depan, tapi Dia mau tolong Saudara sekarang, Dia mau menyembuhkan Saudara sekarang, Dia mau memberkati Saudara sekarang, Dia mau memberi mujizat itu sekarang!

Sekarang ini kuasa mujizat Tuhan mulai terjadi. Tapi bagaimana sikap kita? Apakah kita masih punya bejana-bejana kosong, artinya siap diberkati dan siap menerima mujizat? Saat kita punya iman yang terus menerus, hati yang haus dan lapar, terus berharap pada Tuhan, maka sekarang juga Tuhan mau menolong kita.

Amin.