Makna Kerajaan Allah (Breakthrough Prayer 2011) (Khotbah Pdt Sutadi Rusli)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Makna Kerajaan Allah (Breakthrough Prayer 2011)
Sutadi Rusli-20110508-3x4.jpg

Pdt Sutadi Rusli

Ringkasan Khotbah
KebaktianBreakthrough Prayer 2011
TanggalSabtu, 7 Mei 2011
GerejaGBI Danau Bogor Raya
TempatGraha Amal Kasih
KotaBogor
Makna Kerajaan Allah (Breakthrough Prayer 2011)
Breakthrough Prayer (2011)
Breakthrough Prayer
PeriodeMei 2011
Tanggal07 Mei 2011
OlehPdt Sutadi Rusli

Shalom, kita bersyukur pagi ini kita boleh berkumpul dalam Breakthrough Prayer untuk menjaga api Tuhan dalam doa, pujian, dan penyembahan. Pada hari-hari ini kita mengenang kembali saat Tuhan mati, bangkit kembali dari kubur, dan selama 40 hari berjalan sebelum Dia naik ke sorga.

Kisah 1:3, Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.

Saudara yang dikasihi Tuhan, pada waktu menampakkan diri, Dia berulang-ulang berbicara mengenai Kerajaan Allah, dan bukan hanya pada waktu selama 40 hari setelah kebangkitan-Nya, tapi sejak 3,5 tahun sebelumnya Tuhan Yesus telah terus menerus berbicara mengenai Kerajaan Allah. Saudara, mari kita merenungkan apa itu Kerajaan Allah. Dan dalam ayat-ayat yang akan kita buka pada pagi hari ini, Tuhan senantiasa berbicara dalam perumpamaan, supaya kita lebih mengerti dan mendalami makna Firman Tuhan ini.

Apa yang dimaksud dengan Kerajaan Allah?

#1 Keselamatan: Sukacita dan damai sejahtera

Matius 13:44, "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.

Saudara yang dikasihi Tuhan, Kerajaan Allah berbicara mengenai waktu satu orang menemukan harta karun yang luar biasa, dia bersukacita luar biasa dan menjual seluruh hartanya untuk membeli ladang itu. Waktu kita sudah diselamatkan, dipilih Tuhan, kita bersukacita karena mujizat yang terbesar dalam hidup setiap orang percaya yaitu kita diselamatkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Sehingga waktu kita tahu kita telah menjadi anak-anak Tuhan, kita bersukacita.

Mungkin kita sedang bergumul dengan sakit penyakit, rumah tangga, tapi Tuhan katakan bersukacitalah senantiasa dalam segala hal, karena kita sudah dipilih, dipanggil, dan diselamatkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kerajaan Allah berbicara mengenai keselamatan.

#2 Memberi diri sepenuhnya bagi Tuhan Yesus Kristus: Pelihara roh, jiwa, dan tubuh kita

Matius 13:44b, … pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Ini artinya kita memberi diri kita sepenuhnya bagi Tuhan Yesus Kristus.

1 Tesalonika 5:23, Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Tentu semua mau bertemu kembali dengan Tuhan Yesus Kristus. Untuk itu Tuhan katakan,

  1. Pelihara Roh Kudus yang sudah ada di dalam diri kita, jangan mendukakan Roh Kudus, jangan mencari kekuatan lain, tapi andalkan Tuhan! Waktu kita sudah mulai melenceng mengandalkan "orang-orang pintar" artinya kita sudah mulai mengandalkan kekuatan manusia, dan kita mulai mendukakan Roh Kudus.
  2. Pelihara jiwa. Jiwa berbicara sesuatu yang kita lihat, sesuatu yang kita dengar, sesuatu yang menyinggung perasaan kita Untuk itu, jaga panca indera kita: mata, pendengaran, perasaan, dan hati kita.
  3. Pelihara tubuh. Hidup sehat, jangan makan kebanyakan. Makan itu untuk hidup, dan bukan hidup untuk makan! Tuhan memberi berkat pada waktu orang tidur. Ada sebuah penelitian yang menyimpulkan agar kita membatasi makan pada waktu malam. Rupanya waktu kita makan terlalu banyak waktu malam hari, maka energi yang seharusnya dipakai tubuh kita untuk merestorasi sel-sel tubuh kita yang rusak agar pulih kembali, terpaksa harus dipakai untuk mengolah makanan yang terlalu banyak. Akhirnya hidup kita tidak menjadi sehat karena sel-sel itu tidak dipulihkan kembali. Waktu kita makan yang cukup, mengurangi makanan kita, maka energinya tidak terpakai banyak untuk mengolah makanan, sehingga sel-sel yang rusak akan dipulihkan, dan Saudara akan panjang umur, sehat, dan diberkati Tuhan.

#3 Dipisahkan: Hidup dalam kebenaran

Matius 13:47-48, "Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itupun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang.

Nabi-nabi Tuhan pada hari-hari ini sedang mengingatkan Gereja Tuhan bahwa tahun 2011 dan tahun-tahun berikutnya ini berbicara mengenai tahun transisi. Kalau kita ada dalam musim hujan dan masuk ke musim panas, maka ada musim pancaroba. Kalau biasanya hujan terus, akhirnya hujannya makin sedikit dan menuju ke panas yang lebih lagi. Hari-hari ini Tuhan sedang membuat perbedaan antara orang benar dan orang fasik. Orang yang beribadah dan yang tidak beribadah. Ada pemisahan sedang berjalan hari-hari ini Persiapkan diri Saudara!

Wahyu 22:11-13, Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!" "Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.

Saudara, sedang ada pemisahan antara kambing dan domba. Antara orang benar dan fasik. Antara orang yang beribadah dan yang tidak beribadah. Mari kita semua masuk dalam jalur kebenaran Firman Tuhan, supaya waktu Tuhan datang maka kita semuanya bertemu dengan Tuhan Yesus.

#4 Iman yang bertumbuh

Lukas 13:18-19, Maka kata Yesus: "Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya? Ia seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya."

Biji sesawi, berbicara mengenai iman, yang ditanam dan menjadi pohon yang besar di mana burung-burung bisa bersarang.

Ini bicara mengenai iman kita, yang awalnya kecil sebesar biji sesawi, dan Tuhan mau iman kita terus bertumbuh. Tanpa kita sadari, sewaktu kita mendapatkan tantangan, diperhadapkan pada pergumulan demi pergumulan, sebenarnya Tuhan sedang menumbuhkan iman kita. Supaya iman kita makin hari makin tumbuh, bukan seperti tahun lalu, tapi tahun ini iman kita bertumbuh lebih besar. Tahun ini adalah Greater Miracles, Blessings, and Promotions. Tahun ini ada berkat dan mujizat yang lebih besar lagi! Tuhan mau kita bertumbuh iman kita hari lepas hari.

Ada yang bertanya-tanya, "Kenapa saya harus bergumul lebih besar lagi sekarang?" Bersyukur! Artinya iman kita sedang ditumbuhkan lebih besar lagi. Saat Tuhan datang, Dia bertanya, "Adakah Aku menjumpai iman di bumi ini?" Biarlah saat Tuhan datang, kita memiliki iman yang teguh dan besar dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

#5 Menjadi berkat di tengah-tengah dunia ini

Lukas 13:20-21, Dan Ia berkata lagi: "Dengan apakah Aku akan mengumpamakan Kerajaan Allah? Ia seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya."

Kerajaan Allah berbicara mengenai seorang wanita yang mau membuat roti. Dia ambil ragi, tepung tiga sukat, lalu dimasukkan ragi itu, sampai adonan itu menjadi mengembang. Satu sukat itu kira-kira 13 kg. Tiga sukat artinya 39 kg. Dia aduk 39 kg itu dicampur ragi dan mengembang. Ini berbicara mengenai kita harus jadi berkat bagi orang banyak.

Wanita ini berbicara Gereja Tuhan. Tiga sukat bicara mengenai tiga ras manusia. Nuh punya 3 orang anak, Sem, Ham, dan Yafet. Menurut sejarah, Sem pergi ke Asia, Ham ke Afrika, dan Yafet ke Eropa. Mereka menjadi 3 ras manusia, lalu menyebar ke benua-benua di dunia.

Kita harus menjadi berkat bagi banyak orang. Bukan hanya untuk lingkungan, bukan hanya untuk keluarga saja, tapi buat sebanyak-banyaknya daerah kita harus dimenangkan bagi kemuliaan nama Tuhan.

Matius 10:16, "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

Mengapa kok Tuhan "tega-teganya" mengutus kita seperti domba ke tengah serigala?

Domba yang begitu lemah tentu akan langsung ludes dimakan karena serigala itu begitu buas. Kalau mau jujur, dulu kita itu modelnya kayak serigala, saling menggigit dan mencakar. Serigala hidupnya suka berkomunitas dan mencari pemimpin dengan cara gigit sana sini, seperti manusia juga sikat sana sini. Dulu kita seperti serigala, tapi kita sudah diubah oleh Tuhan menjadi seperti domba.
Rasanya mustahil ada domba di tengah-tengah serigala, tapi justru di tengah-tengah kemustahilan itu, pertolongan Tuhan akan menunjukkan kuasa Allah dalam hidup kita. Yesus Kristus ada dalam hidup kita. Kita harus seperti domba artinya kita lemah, tidak tahu apa-apa tapi justru di tengah kelemahan kita, kita menjadi kuat karena Tuhan Yesus ada di dalam hidup setiap orang percaya.

Waktu kita merasa besar, kuat, dan pintar, Tuhan justru tidak hadir, tapi waktu kita merasa lemah, tidak punya kekuatan, Tuhan justru berikan kemampuan, kekuatan, berkat Tuhan, pertolongan, keluputan, perlindungan, kesembuhan, itu pasti terjadi untuk kita!

Amin.