Langkah menuju penuaian besar (Breakthrough Prayer 2011) (Khotbah Pdp Paulus Daniel Santo)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Langkah menuju penuaian besar (Breakthrough Prayer 2011)
Paulus Daniel Santo-20101027-3x4.jpg

Pdp Paulus Daniel Santo

Ringkasan Khotbah
KebaktianBreakthrough Prayer 2011
TanggalMinggu, 21 Agustus 2011
GerejaGBI Danau Bogor Raya
TempatGraha Amal Kasih
KotaBogor
Langkah menuju penuaian besar (Breakthrough Prayer 2011)
Breakthrough Prayer (2011)
Breakthrough Prayer
PeriodeAgustus 2011
Tanggal21 Agustus 2011
OlehPdp Paulus Daniel Santo

Bapa rohani kita, Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo, mendapatkan pesan Tuhan bahwa beliau dan gereja yang digembalakannya akan menuai jiwa-jiwa melalui pelayanan healing dengan cara yang baru. Dan sejak menerima pesan tersebut, maka beliau pergi ke berbagai kota untuk mengadakan KKR kesembuhan. Di setiap kota di mana KKR tersebut diadakan, banyak pemulihan yang Tuhan lakukan, baik itu orang-orang sakit disembuhkan, gereja-gereja dipersatukan, hubungan gereja dengan pemerintah dan masyarakat dipulihkan, dan berbagai jenis pemulihan terjadi karena lawatan Tuhan.

Gembala Sidang kita, Pdt Sutadi Rusli, mendapatkan bawha kita perlu berdoa untuk lawatan Tuhan atas Jawa Barat, dan langkah awal yang kita akan lakukan ialah berdoa untuk lawatan Tuhan atas kota Sukabumi melalui KKR kesembuhan di mana Pak Niko dan tim akan melayani. Hamba-hamba Tuhan telah mendapatkan bahwa kota Sukabumi adalah salah satu kunci terjadinya terobosan rohani atas Jawa Barat, di mana jika kota Sukabumi mengalami terobosan rohani, maka juga akan berdampak kepada kota-kota yang ada di Jawa Barat Untuk itu para pemimpin kita telah pergi ke Sukabumi untuk berdoa mencari kehendak Tuhan guna mempersiapkan KKR Healingdi sana. Ini adalah bagian dari peperangan rohani yang besar. Untuk itu, kita semua harus mengerti bahwa kita sedang masuk dalam peperangan rohani dengan intensitas yang semakin besar.

Sehubungan dengan hal ini, sejak 2 bulan lalu ada pesan Tuhan yang kami dapatkan.

Allah berfirman kepada Yakub: "Bersiaplah, pergilah ke Betel, tinggallah di situ, dan buatlah di situ mezbah bagi Allah, yang telah menampakkan diri kepadamu, ketika engkau lari dari Esau, kakakmu." Lalu berkatalah Yakub kepada seisi rumahnya dan kepada semua orang yang bersama-sama dengan dia: "Jauhkanlah dewa-dewa asing yang ada di tengah-tengah kamu, tahirkanlah dirimu dan tukarlah pakaianmu. Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel; aku akan membuat mezbah di situ bagi Allah, yang telah menjawab aku pada masa kesesakanku dan yang telah menyertai aku di jalan yang kutempuh." Mereka menyerahkan kepada Yakub segala dewa asing yang dipunyai mereka dan anting-anting yang ada pada telinga mereka, lalu Yakub menanamnya di bawah pohon besar yang dekat Sikhem. Sesudah itu berangkatlah mereka. Dan kedahsyatan yang dari Allah meliputi kota-kota sekeliling mereka, sehingga anak-anak Yakub tidak dikejar. (Kejadian 35:1-5)

Tuhan hendak menyertai pelayan kita dengan kedahsyatan-Nya, berbicara mengenai kuasa dan mujizat-Nya dinyatakan dalam pelayanan kita. Namun untuk mengalami kuasa Tuhan yang dahsyat itu, maka kita harus melakukan seperti yang ayat tersebut katakan:

  1. Jauhkan dewa asing yang ada di tengah-tengah kamu, berbicara mengenai segala hal yang menjadi berhala dalam hidup kita, harus kita singkirkan.
  2. Tahirkan dirimu dan tukarlah pakaianmu, berbicara mengenai kehidupan dengan standar kekudusan yang semakin kita tingkatkan.

Saat kita melakukan hal-hal tersebut, maka kita akan mengalami penyertaan kuasa Tuhan yang dahsyat, sehingga peperangan rohani yang sedang kita hadapi akan kita menangkan oleh pertolongan kuasa kedahsyatan Tuhan kita.

Apa yang harus kita waspadai dalam peperangan rohani menjelang KKR Healing di Sukabumi? Dalam doa para pemimpin, Pdm Abraham Luhulima mengingatkan kita akan roh perzinahan yang kuat yang menguasai alam rohani Sukabumi. Untuk itu kita harus mewaspadai akan serangan roh perzinahan ini.

Dalam Bilangan 25:1-8 dikisahkan bagaimana saat itu bangsa Israel kena tulah yang mengakibatkan ribuan orang di antara mereka mati. Penyebabnya adalah karena ada orang-orang Israel yang berzinah dengan perempuan-perempuan Moab. Tulah itu berhenti ketika seorang imam bernama PInehas menegakkan standar kekudusan. Ini juga yang harus kita lakukan, yaitu meningkatkan standar kekudusan kita, karena Allah kita kudus adanya, dan tanpa kekudusan jangan harap kita mengalami kedahsyatan-Nya. Pastikan hidup kita bersih dari berbagai jenis percabulan dan perzinahan, supaya kita melihat kebesaran Tuhan dinyatakan dalam hidup kita.