Bertekad, berbeda, dan berani diuji (Khotbah Pdt Ir Sutadi Rusli)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Bertekad, berbeda, dan berani diuji
Sutadi Rusli-20100813-3x4.jpg

Pdt Ir Sutadi Rusli

Ringkasan Khotbah
KebaktianCOOL Celebration 2010
TanggalJumat, 13 Agustus 2010
GerejaGBI Danau Bogor Raya
TempatGraha Amal Kasih
KotaBogor

Shalom, semua pasti berbahagia.

Pada tahun 1995 di mana gereja ini awalnya berdiri pada 11 Juni 1995 menjadi satu julukan gereja mula-mula di kota Bogor yaitu gereja Family Altar. Saya masih ingat bagaimana dulu kita berasal dari Persekutuan Doa Immanuel, merupakan satu perjalanan kebersamaan beberapa hamba Tuhan, dan pada tahun 1994 ketika dicanangkan Family Altar menjadi the program, persekutuan-persekutuan doa termasuk Persekutuan Doa Immanuel pun dilebur menjadi kelompok-kelompok Family Altar. Gereja Tuhan di kota Bogor dibangun dari kelompok-kelompok sel ini dan dimulailah ibadah perdana pada 11 Juni 1995 di Ruang Poso, Danau Bogor Raya. Ada banyak cabang-cabang di Rayon 7 juga dibangun dari kelompok-kelompok FA yang ada.

Saya rindu, spirit yang sama itu boleh terjadi kembali pada hari-hari ini. Tidak ada yang mustahil, dalam setiap COOL yang ada akan membuka tempat-tempat yang baru. Kita mulai dari setiap COOL sehingga kita boleh mencari orang-orang yang bisa menyanyi, talenta-talenta, sehingga kita bisa fungsikan. Cari–Gembalakan–Fungsikan.

Saudara haruslah bukan hanya sebagai anggota COOL yang sekedar datang duduk, diam, dan doa, tapi Saudara harus siap sekali waktu difungsikan. Dalam COOL ini Saudara difungsikan, kita belajar berdoa, memuji, dan menyembah Tuhan. Semua kita dimulai dari orang-orang yang tidak bisa, tapi karena pengurapan Tuhan, dan kita mau melangkah, maka Saudara dan saya akan dipakai untuk kemuliaan Tuhan.

Mari bergerak anggota-anggota COOL yang ada, kita mulai fungsikan untuk cari jiwa baru, mulai membelah—bukan memecah—, jangan sampai ada COOL sampai 15 tahun tidak pernah membelah. Mari kita mulai semua untuk ambil bagian dalam pelayanan. Kalau kita melihat dalam posisi Saudara dalam setiap COOL, Saudara bisa temukan apa yang Tuhan mau gunakan Saudara. Para pengerja pada Ibadah Raya hari Minggu itu terbatas jumlahnya, tapi kalau kita menjadi anggota COOL kita akan dapat saling melayani lebih baik. Saudara akan dipakai lebih lagi ke depan oleh Tuhan. Jangan pasif, tapi aktif ambil bagian!

Saat ini sudah ada 14 kelompok COOL yang ada di Danau Bogor Raya, dan saya rindu kelompok-kelompok COOL di sini harus lebih banyak lagi karena gereja akan menuai banyak pada hari-hari ini. Saya berdoa supaya setiap Saudara dipakai oleh Tuhan.

Kalau saya renungkan dari 200 orang yang ada dalam ibadah perdana pada 11 Juni 1995 tersebut, saat ini ada yang sudah menjadi gembala, pengerja, pergi dalam misi ke berbagai tempat untuk memberitakan kabar baik. Ini adalah tugas orang-orang percaya untuk memberitakan kabar baik bagi banyak bangsa. Saudara harus siap dipakai Tuhan untuk memberitakan kabar baik.

Karakter Daniel

Saya mau bagikan dari Daniel, siapa dan bagaimana karakter Daniel itu karena hari-hari ini kita sedang berbicara mengenai karakter.

Daniel 1:8, Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.

Arti nama Daniel adalah God is my judge. Tuhan adalah hakimku. Saudara kalau dalam pengadilan ada pengacara, jaksa, dan hakim. Siapa yang paling berkuasa? Hakim! Dia punya keputusan yang mutlak untuk memutuskan salah dan tidak salah.

Ini berbicara mengenai karakter Daniel adalah Tuhan yang berkuasa penuh atas dirinya. Saudara haru mengizinkan agar Tuhan Yesus Kristus berkuasa penuh atas hidup kita. Apa yang Tuhan katakan kita terima, karena hidup kita adalah milik Tuhan dan berkuasa penuh atas hidup kita.

Ada beberapa karakter menonjol dari Daniel yang boleh kita renungkan dan kita mau miliki:

  • Daniel bertekad dan punya pendirian yang teguh
  • Daniel adalah orang yang mau membuat perbedaan
  • Daniel adalah orang yang berkarakter untuk berani diuji

Daniel bertekad dan punya pendirian yang teguh

Walau banyak godaan di kanan kiri, dia tetap bertekad dan berketetapan, ini harus jadi karakter orang percaya menantikan kedatangan Tuhan. Kita harus tetap memiliki sikap dalam firman Tuhan. Ingat mengenai Yusuf dan istri Potifar, digoda luar biasa tapi dia tidak tergoyahkan, tetap takut Tuhan, mau menjadi pelaku firman Tuhan. Ada banyak godaan memang di sekitar kita, tapi Tuhan inginkan kita memiliki karakter seperti Daniel, tidak kompromi, teguh. Iblis sedang membawa kita kompromi. Sekali kita ada di daerah yang benar, hidup dalam kebenaran, kita harus tetap dalam kebenaran.

Kita harus tetap teguh dan tetap dalam kebenaran firman Tuhan.

Daniel adalah orang yang mau membuat perbedaan

Maleakhi 3:18, Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.

Kita sebagai orang percaya harus berbeda dengan yang tidak beribadah. Antara orang fasik dan orang benar. Tunjukkan sikap seperti Daniel yang memiliki perbedaan jelas. Dia hidup dalam putih, hidup dalam firman Tuhan.

Mari kita mulai dari hal yang sederhana saja, misalnya jangan naik motor tanpa helm, jangan sampai tidak punya SIM atau KTP. Kita mulai saja dari hidup kita sebagai warga negara, misalnya bayar pajak. Kita harus mulai dari gereja Tuhan dan menjadi contoh. Jangan lihat orang lain, tapi kita harus jadi orang-orang yang punya perbedaan, mulai dari hal kecil, Tuhan akan berkati dengan perkara besar.

Daniel adalah orang yang berkarakter untuk berani diuji

Saudara siap diuji? Tuhan kapan pun bisa menguji Saudara. Daniel siap diuji kapan pun. Sebagai anak Tuhan kita harus siap diuji karena ujian itu seringkali tidak terduga. Kalau saya menghadapi masalah, saya langsung berdoa apakah ini ujian dari Engkau? Kalau saya ambil keputusan ini bagaimana? Kalau itu bagaimana?

Kalau kita mengalami ujian, kita akan bertambah dewasa. Masalah adalah perangkat dari Tuhan untuk menguji kita, dan kalau kita lulus, kita akan semakin tinggi memuliakan nama Tuhan.