Satu danau, empat nama (Pdt Sutadi Rusli)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Shalom Bapak Ibu, Saudara yang dikasihi Tuhan kita berjumpa kembali pada Bulan Juli tahun 2021 di dalam Morning in His Presence. Saudara, apa yang saya mau bagikan berbicara mengenai danau yang ada di Israel, di bagian utara.

Danau yang begitu indah dengan begitu banyak sekali ikan-ikannya, di pinggir danau tersebut dipenuhi dengan tanaman-tanaman dan hasil-hasil bumi yang luar biasa baiknya. Nama danau itu dalam catatan Alkitab tidak hanya satu nama, tetapi danau ini memiliki 4 nama, yaitu Danau Genesaret. Saudara dalam Bahasa Ibrani, Danau Genesaret ditulis El-Ghuweir, arti dari Danau Genesaret adalah kebun yang indah, beautiful paradise, beautiful garden. Berbicara juga sebagai The Garden of Prince.

Tentu itu adalah satu taman yang begitu indah dan luar biasa menariknya untuk kita lihat. Saya percaya di dunia ini rasanya susah untuk ketemu pada hari-hari ini taman yang begitu indah menurut dari gambaran Alkitab, tapi saya mau katakan tentu sekitar 6000 tahun yang lalu ada satu taman yang indah yang namanya Taman Eden, di mana di Taman Eden ada Adam dan Hawa yang ditempatkan, diciptakan oleh Tuhan pada waktu itu.

Danau Genesaret

Saudara yang dikasihi Tuhan, kita boleh sama-sama merenungkan makna dari Danau Genesaret. Di situ ada Adam dan Hawa, dan di situ juga ada kejatuhan dari manusia. Saudara manusia itu diberikan oleh Tuhan free will atau kebebasan untuk memilih. Tuhan berikan satu catatan kepada mereka, satu larangan kepada mereka. “Kamu boleh makan semua buah dari pohon yang ada, tapi dari pohon ini kamu jangan pernah makan”. Tapi iblis begitu pandai, dan akhirnya dia menjerat Hawa, dan kita tahu ceritanya kejatuhan dari manusia, sehingga manusia hidup di dalam dosa.

Saudara yang dikasihi Tuhan ada kebebasan yang Tuhan berikan kepada kita. Lalu kebebasan yang Tuhan berikan, kita mau apakan sekarang? Ada berbagai pilihan. Begitu kita bangun tidur, kita sudah diperhadapkan dengan pilihan. Mau pilih ikut kepada ibadah pagi ini “Morning in His Presence” atau mau teruskan tidur? Kita diperhadapkan mau pilih apa sekarang, mau pilih untuk baca Firman Tuhan, mau pilih untuk doa, atau kita mau pilih jalan-jalan. Kita diperhadapkan dengan begitu banyak pilihan.

Hari-hari ini kita harus memiliki kepekaan, harus memiliki hikmat, kita harus memiliki tuntunan dari pada Tuhan, untuk kita memilih. Kalau pemerintah hari-hari ini meminta kita untuk stay at home, jangan pergi, jaga prokes COVID-19 dengan baik. Saudara pilih yang mana. Saudara apakah pilih anjuran dari pemerintah dan melakukan hal-hal yang harus kita lakukan, atau Saudara pilih, “ah masa bodo, saya punya kepentingan, kan hanya anjuran saja dari pemerintah”.

Mari kesempatan ini saya mau ajak kita ikut apa yang pemerintah minta kepada kita, supaya pandemi ini segera boleh reda dalam negara kita. Kalau pemerintah bilang ayo kita ikut vaksin, kita ikut vaksin. Mulai dari pemimpin-pemimpin pemerintah kita, mulai dari pemimpin rohani kita, mereka ikut untuk divaksinasi. Ayo Saudara, kalau Saudara juga belum divaksinasi, mungkin ragu-ragu tidak mau, mari pada pagi ini saya juga mau dorong, ambil tanggung jawab Saudara, memilih pilihan di mana para pemimpin-pemimpin kita juga sudah melakukan hal yang sama.

Jadi, Genesaret berbicara mengenai tempat di mana kita diberikan suatu pilihan. Hari ini kita diberikan pilihan, saya ajak kita untuk baca:

Ulangan 30:19,

Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu,

Mari kita pilih yang baik, kita pilih Firman Tuhan, kita jangan pilih hoaks, kita jangan masukan dalam pikiran kita. Kita diperhadapkan dengan pilihan mau dengarkan itu hoaks, mau percaya pada itu hoaks, atau mau percaya pada Firman Tuhan. Ayo pilihlah Firman Tuhan, karena di dalam Firman Tuhan ada janji yang pasti akan digenapi dalam hidup setiap kita. Amin.

Danau Tiberias

Lalu yang kedua, Danau yang sama di bagian Utara daripada Israel, tetapi memiliki nama yang lain, yaitu Tiberias. Bahasa aslinya ditulis Tverya. Itu berbicara mengenai a good vision, pandangan yang baik. Di tengah-tengah pandemi pada hari-hari ini, rasanya begitu banyak orang tidak lagi memiliki pandangan yang baik. Aduh, masa depan saya suram, madesu. Rasanya sudah tidak ada lagi harapan untuk hari esok. Orang-orang percaya, yaitu Saudara dan saya kita tidak ada dalam posisi itu.

Amsal 23:18,

Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.

Pegang janji Tuhan, bahkan Yeremia 29:11 pun kita tahu bahwa rancangan itu adalah masa depan yang penuh pengharapan. Jadi masa depan kita itu ada, bukan saja itu, tapi harapanmu tidak akan hilang. Saya tidak tahu apa yang menjadi pengharapan dari setiap Saudara pada pagi hari ini. Punya pengharapan 1001 macam supaya kita boleh segera pulih. Kita berdoa tahun 2021, Indonesia bebas COVID-19, Indonesia bebas resesi ekonomi. Kita tahu ini menjadi doa kita, ini menjadi pengharapan kita pada hari-hari ini. Ayo kita perkatakan apa yang menjadi janji Tuhan, pengharapan Saudara.

“Saya percaya tahun 2021, keluarga saya dipulihkan, Saya percaya ekonomi saya dipulihkan oleh Tuhan.” Itu pengharapan kita semuanya. Jangan sampai Saudara mundur dari pada pengharapan-pengharapan yang mungkin hari-hari ini sudah makin surut. Ayo kita semangat, tetap punya pengharapan dalam Tuhan, karena pengharapan dalam Tuhan tidak pernah mengecewakan. Haleluya!

Danau Kineret

Satu danau yang sama di bagian Utara Israel, namanya Kineret. Kineret diterjemahkan oleh ahli-ahli Alkitab itu adalah Harp, karena bentuknya seperti alat music Harpa. Kineret kalau saya mau terjemahkan berbicara mengenai Doa, Pujian, dan Penyembahan. Saudara, di tengah-tengah pandemi yang ada jangan pernah kendor untuk kita tetap masuk di dalam doa, pujian, penyembahan. Ini menjadi kekuatan daripada kita sebagai orang-orang percaya. Saudara ayo jangan sampai kita mulai mundur. Waktu hari ini Saudara mulai malas masuk dalam pujian penyembahan besok Saudara malas lagi, lama-lama hilang.

Pelihara itu api doa, pujian, penyembahan, ikut di dalam menara-menara doa. Hari Selasa pagi ada menara doa, hari Kamis pagi ada menara doa, hari Sabtu ada menara doa. Ikut dalam ibadah-ibadah raya melalui live streaming, YouTube, cabang-cabang yang ada doa-doa, ayo ikut karena kita harus membakar terus api doa, pujian, penyembahan yang ada dalam hidup kita. Jangan padamkan roh! Ingat baik-baik Saudara, ini penting dalam kehidupan kita.

Danau Galilea

Yang terakhir satu danau yang sama tetapi memiliki empat nama yang berbeda, yang terakhir adalah Galilea, bahasa aslinya ditulis Galil. Berbicara mengenai rolling, berputar. Saudara yang dikasihi Tuhan hidup ini ada suka, ada duka. Ada senang, ada susah. Ada sehat, ada sakit. Ada untung, ada rugi. Saudara, saya gak tahu kondisi Saudara pada hari ini seperti apa. Mungkin Saudara sedang diberkati Tuhan berlimpah, atau mungkin sebaliknya, Saudara dalam pergumulan yang berat, Saudara ada dalam situasi yang tidak enak, sementara yang lain dalam situasi yang enak. Saya mau pesankan, apapun Saudara punya kondisi, baik suka, maupun duka pada hari-hari ini, Saudara tetap berpegang kepada Tuhan.

Itu menjadi kekuatan kita. Yang ada di atas, sedang bersuka, jangan sombong, karena kita semua dapatkan ini dari Tuhan. Saudara yang ada di bawah, jangan lemah, jangan mundur dari iman Saudara, tetap kuat. Tuhan tidak mau kita memiliki iman yang mundur (Ibrani 11), karena orang yang memiliki iman yang mundur tidak berharga lagi di hadapan Tuhan. Tapi kita harus tetap mempunyai kekuatan, minta kekuatan dari Roh Kudus, untuk kita tetap beriman kepada Tuhan, karena orang-orang yang beriman kepada Tuhan itu pasti akan digenapi pengharapannya.

Penutup

Mari Saudara, kita sama-sama pada pagi hari ini, kita diingatkan kembali melalui satu danau yang memiliki empat nama, dalam pengertian-pengertiannya. Tuhan berkati kita semuanya. Amin. (MGT)

Video