Oleh-oleh dari Soe (Pdt Sutadi Rusli)
| Pesan Gembala | |
|---|---|
| Ibadah | Ibadah Raya |
| Tanggal | Minggu, 13 Oktober 2013 |
| Gereja | GBI Danau Bogor Raya |
| Lokasi | Graha Amal Kasih |
| Kota | Bogor |
| Khotbah lainnya | |
| |
| |
| |
Beberapa waktu yang lalu, kita berkesempatan melayani KKR di Kota Soe. Rombongan yang melayani ke sana ada 86 orang mulai dari tanggal 19, 20, dan 21 September 2013, kita melayani dalam Healing Movement Camp dan Teknologi Tepat Guna, lalu ditutup dengan KKR pada tanggal 23 dan 24 di lapangan terbuka di Kota Soe. Tentu ada begitu banyak cerita, kesaksian yang menarik dari pelayanan kita di Kota Soe.
Shalom, pasti semua berbahagia dan bersukacita dalam nama Tuhan Yesus Kristus!
Beberapa waktu yang lalu, kita berkesempatan melayani KKR di Kota Soe. Rombongan yang melayani ke sana ada 86 orang mulai dari tanggal 19, 20, dan 21 September 2013, kita melayani dalam Healing Movement Camp dan Teknologi Tepat Guna, lalu ditutup dengan KKR pada tanggal 23 dan 24 di lapangan terbuka di Kota Soe. Tentu ada begitu banyak cerita, kesaksian yang menarik dari pelayanan kita di Kota Soe.
KKR di lapangan terbuka pada tanggal 23-24 September 2013 yang lalu itu dimulai pada sore hari pukul 18.00 dan dihadiri begitu banyak orang, ada yang mengatakan sekitar 8000 hingga 10.000 orang. Saudara, hari-hari ini memang nyata Tuhan sedang melakukan mujizat yang luar biasa.
Sejak sebelum pergi ke Kota Soe, Tuhan berikan di hati saya bahwa bulan September 2013 berbicara mengenai sumur-sumur rohani. Secara singkat, pada tahun 1965, Kota Soe mengalami revival, kebangkitan rohani, yang luar biasa. Pada hari-hari itu, menurut penelitian seorang Jerman, Dr Kurt K Koch, Kota Soe mengalami mujizat-mujizat yang ada di dalam Alkitab.
Ketua Panitia, Bapak Okto, Kadin BKKBN Pemda Kota Soe berkata, hamba-hamba Tuhan dari berbagai dunia datang ke Kota Soe. Waktu saya melayani itu, ada 7-8 orang dari Jepang.
Saudara yang dikasihi Tuhan, ada dari Singapura, juga pelayanan dari Kanada. Hamba-hamba Tuhan dari berbagai belahan dunia datang ke Soe. Mereka berkata hari-hari ke depan, revival akan dimulai lagi dari Soe.
Hari-hari ini dia melihat pelayanan kita sungguh menjadi berkat bagi banyak orang di sana.
Di hari terakhir, saya digerakkan oleh Tuhan untuk mengundang altar call agar jemaat yang hadir mengalami Baptisan Roh Kudus. Jadi pada hari terakhir tanggal 24 itu saya undang, siapa yang mau dibaptis Roh Kudus?
Orang yang mau maju ada begitu banyak, dan sebagian besar yang maju adalah anak-anak. Kita layani, dan ada begitu banyak anak-anak muda dan orang-orang tua yang mengalami Baptisan Roh Kudus. Hamba-hamba Tuhan di sana bilang, “Pak, tolong tahun depan datang lagi!” Rupanya pelayanan kita boleh menjadi berkat bagi mereka di sana.
Saudara, ada banyak kesaksian mujizat demi mujizat. Ada satu cerita bagaimana satu anak yang lumpuh total yang datangnya harus dibopong, dilayani hamba-hamba Tuhan dan mujizat pun terjadi. Dia berdiri berjalan, bukan tertatih-tatih tapi langsung lari! Kita sampai terheran-heran, bagaimana bisa dari lumpuh sekejap bisa lari!
Ternyata kejadian ini terjadi juga di salah satu pelayan jemaat dari cabang kita di Pelabuhan Ratu, yang saat ini digembalakan oleh Pak Djambek di dalam Departemen Misi. Pengerja kita ini, Ibu Nana, mengalami kelumpuhan karena kecelakaan, lalu diopname di Jakarta selama beberapa minggu, tidak bisa bicara, tidak bisa bergerak. Lumpuh! Papa dari Ibu Nana adalah salah satu yang ikut ke Kota Soe juga.
Waktu ada ucapan syukur, Ibu Nana dengan duduk di kursi roda, tidak bisa jalan, hadir dalam ibadah tersebut, juga ada keluarga besar yang datang dari Sumatera Utara. Lalu dalam ucapan syukur, oleh Pak David Sulardi dibagikan Firman Tuhan. Apa yang terjadi? Tiba-tiba kakinya gemetar dengan begitu kuat, dan begitu gemetar tiba-tiba ada yang mendorong dia untuk bangkit berdiri. Bukan sekedar jalan, dia lari maju ke depan! Itu ibadah syukur yang dihadiri puluhan orang, mereka terkaget-kaget, terkesima. Mereka menangis, mereka melihat bagaimana seorang yang lumpuh bisa berjalan, naik tangga turun naik, bisa bicara dengan normal, semua karena mujizat yang kreatif masih ada!
Tuhan bilang ini belum berhenti, masih ada perkara dahsyat yang akan terjadi bagi hidup setiap orang percaya. Katakan satu sama lain, mujizat yang kreatif itu nyata!
#1 Oleh-oleh pertama: Beritakan kabar baik!
- Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Saudara yang dikasihi Tuhan, ada amanat agung, ada perintah agung, ada banyak perintah-perintah Tuhan. Tapi ada satu perintah yang penting dan itu ditujukan bukan hanya untuk hamba-hamba Tuhan, tapi itu tanggung jawab kita semua!
Bahkan Markus 16 katakan, tanda-tanda ajaib akan menyertai orang-orang percaya! Waktu tumpang tangan, orang sakit disembuhkan.
Tema di banner dinding gereja adalah Pergi dan jadikan murid-Ku. Ada orang yang bilang begini, Pak, saya mah ngga bisa pergi. Bapak bisa pergi ke Soe, ke mana-mana, tapi saya mah ngga punya waktu. Saya punya toko, usaha, kuliah, ibu rumah tangga, kalangan saya terbatas, gimana saya bisa pergi menginjil?
Pengertian terjemahan dalam bahasa Indonesia, kata-kata pergi itu kurang cocok. Tapi pengertian dari bahasa aslinya, dalam bahasa Inggris, adalah as the way you go. Ke mana pun Saudara pergi! Di daerah toko Saudara, Saudara memberitakan kabar baik. Di mana pun Saudara berada. Baik di rumah sakit, di tempat kuliah, di situ Saudara pergi memberitakan kabar baik. Itu tugas kita! Katakan, “Itu tugas saya, Tuhan!” Firman Tuhan bertanya kepada kita pada tahun lalu, “Siapakah yang akan Aku utus?” Kita jawab, Ini aku, utuslah aku!
- Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kisah 1:8)
Ada orang takut untuk pergi memberitakan Firman Tuhan. Rupanya kalau Tuhan suruh kita, Dia itu tidak biarkan kita pergi sendiri. Dia tidak biarkan kita tanpa bekal. Dia pasti bekali kita. Apa yang Dia lakukan?
- Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Kalau Tuhan suruh, Dia tidak suruh Saudara jalan sendiri!
Ayat 19, kamu pergi, as the way you go, itu diapit oleh ayat 18 dan ayat 20.
- Ayat 18, segala kuasa telah diberikan kepada-Ku, artinya Dia pegang kendali atas segala yang ada, rumah tangga Saudara, usaha Saudara, pelayanan Saudara, di manapun Saudara diutus, Dia yang pegang kendali. Amin!
- Dan ayat 20, Tuhan menyertai sampai selama-lamanya.
Tuhan pegang kendali, Tuhan menyertai perjalanan kita. Sehingga ketika kita mau melakukan Firman Tuhan, kita pasti ditolong dan diberkati Tuhan.
Bulan Oktober adalah bulan misi dari Sinode kita. Saya tentu berdoa, bukan hanya bulan Oktober, tapi setiap hari kita beritakan kabar baik.
Kalau Saudara menonton TV, Internet, 90% beritanya buruk semua. Saat ini bagian Gereja Tuhan yaitu Saudara dan saya untuk beritakan kabar baik. Kalau Saudara lihat ada orang susah, beritahu dalam Yesus ada jalan keluar. Siap beritakan kabar baik? Amin!
#2 Oleh-oleh kedua: Miliki hati untuk memberi
Sejak mendarat di Kupang, tahun lalu maupun tahun ini, lalu kita pergi ke Kota Soe yang cukup tinggi dan dingin. Selama perjalanan ke sana, kita tidak pernah lihat yang namanya pengemis. Tidak ada di jalan anak-anak minta, tidak ada. Sebaliknya, kemarin saya baca, Walikota Bandung menemukan pengemis yang omset selama 2 hari itu Rp 3,5 juta. Sebulan sampai 60 juta!
Saudara, di Kota Soe tidak ada pengemis. Kita tanya, apa bener di sini ngga ada pengemis? Mereka bilang, di kita itu tidak diajari untuk mengemis, itu adalah satu harga diri, mengemis itu tidak baik. Sesusah apapun tidak akan pernah mengemis. Memang tentu setiap suku punya kelebihan dan kekurangan. Mereka tidak punya sifat mengemis. Itu harus menjadi karakter setia orang percaya.
Saudara yang dikasihi Tuhan, bukankah Tuhan kasih DNA ke kita, yaitu memberi, kasih? Bapa kasih anak-Nya, Tuhan Yesus kasih Roh Kudus untuk mendorong kita memberi. Itu harus menjadi sifat utama, yang harus dimiliki setiap diri orang percaya, yaitu Saudara dan saya. Memiliki hati untuk memberi!
Orang yang dipenuhi Roh Kudus pasti suka memberi. Memberi apa?
- "Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."
Saudara yang dikasihi Tuhan, ada orang pakai ayat ini untuk bicara mengenai pemberian keuangan. Tapi kalau Saudara baca Perikopnya itu bukan mengenai keuangan, tapi Hal menghakimi, ada 4 langkah untuk kita dalam penghakiman.
Ini adalah satu perintah Tuhan mengenai bagaimana kita harus suka memberi pengampunan. Memberi senyum. Kalau kita memberi apa yang kita punya, sikap kita kepada seseorang, bukan uang, itu Tuhan katakan, Dia juga akan menilai dan lalu seperti sesuatu yang dipadatkan, luber tumpah ke ribaan, bahasa Inggris, bosom, dada tempat gantungan anak kecil bayi.
Jadi waktu kita berikan yang terbaik, perhatian, kasih, pengampunan, berkat-berkat rohani kepada orang itu, maka kita akan diberkati dua kali lipat. Saudara yang dikasihi Tuhan, bagaimana sikap kita untuk boleh mengampuni dan memaafkan seseorang, ada dalam ayat-ayat ini.
Orang yang dipenuhi Roh Kudus, pasti punya hati suka memberi maaf kepada orang lain.
Orang salah dia ampuni, dia maafkan, dia doakan. Itu sikap hati orang yang suka memberi.
Memberi juga tentu bicara memberi dalam keuangan.
- Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.
- Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.
Ini adalah prinsip-prinsip hidup orang percaya!
Saudara, ini adalah prinsip hidup Saudara dan saya. Saya ingat satu cerita tahun 1970-an, ada seorang haji, namanya haji pengemis, orang bilang. Dia punya toko di daerah Pasar Jatinegara, tokonya besar dan kalau dia datang naik mobil Mercy, apa yang terjadi? Orang pengemis sudah mendekati dia, ini bukan pengemis jaman sekarang, ini yang bener-bener ngga punya uang. Dia bagikan uang ke pengemis. Nanti dia duduk di toko, dia kasih ke pengemis yang datang.
Kenapa Pak Haji suka kasih orang miskin? Lalu Pak Haji bilang, ini adalah prinsip hidup saya, ini adalah salah satu tiang saya punya usaha saya dikasih rezeki. Jadi tiap hari dia kasih orang miskin.
Saudara yang dikasihi Tuhan, kita perlu memiliki prinsip seperti ini, kita memberi pasti kita diberi juga oleh Tuhan.
Jangan miliki mental miskin pengemis. Kita mau setiap orang berdoa dan bekerja sungguh, pasti Saudara diberkati Tuhan.
#3 Oleh-oleh ketiga: Hidup dalam kebenaran Firman Tuhan
Saudara, kita semua punya kesepakatan waktu kita lihat jemaat-jemaat ini beribadah di dalam gereja, ikut seminar, pengarahan, ikut KKR. Mereka sangat menghargai hadirat Tuhan.
Bahkan kalau pun mimbar saya jauh, saya tidak boleh bawa Alkitab, saya jalan dulu ke mimbar, baru orang itu menyerahkan Alkitab kepada saya. Mereka begitu menghargai Alkitab. Mereka jaga Alkitab baik-baik. Kita di sini ketinggalan di mana-mana. Ngga tau ada di mana. Mau ke gereja cari dulu, ngga tahunya di pojok gudang.
Mereka menghargai hadirat Tuhan. Dalam gedung gereja semua duduk tenang. Sampai hamba-hamba Tuhan yang melayani anak-anak Sekolah Minggu itu diam tenang. Saya heran kok bisa sampai begitu, kalau kita kan geradak-geruduk.
Ngga ada yang celoteh, apalagi buka BlackBerry. Mungkin sih memang ngga punya.
Betul-betul menghormati. Jadi saya beritahu pada teman-teman, bagaimana kalua kita Ibadah, ketika penyembahan, jemaat-jemaat yang terlambat datang, menyusul datang, itu di stop dulu. Kasih kesempatan bagi yang menyembah untuk tetap fokus dalam hadirat Tuhan. Setuju apa tidak? Setuju!
Hadirat Tuhan secara rohani jauh lebih penting.
Dalam 2 Samuel 6:1-15, Daud mau memindahkan tabut Allah. Tabut Allah bicara hadirat Tuhan. Selama 7 bulan ada di tangan orang Filistin, dan ternyata waktu ada di tangan orang Filistin, mengakibatkan kegemparan di Filistin, bahkan dewa mereka pun rubuh.
Dikembalikanlah oleh orang Filistin kepada orang Israel. Lalu ditaruh di satu rumah Abinadab selama 20 tahun. Lalu Daud mau bawa ke Yerusalem, kota Daud. Dia kerahkan dan bawa kereta yang baru.
Dalam perjalanan, sapi tergelincir, dan jatuhlah, lalu salah satu anak Abinadab, Usa, pegang. Dan Tuhan marah, disambar lalu mati.
Melihat peristiwa itu, Daud marah dan takut sama Tuhan. Tiga bulan di rumah Obed Edom, dia diberkati luar biasa. Hadirat Tuhan membawa berkat buat kita. Membawa mujizat, berkat buat Saudara!
Lalu Daud bergumul, bagaimana caranya supaya aku bisa bawa?
Kenapa Daud marah sama Tuhan? Dia pikir, Tuhan saya kan niat baik bawa tabut Allah ke Yerusalem. Tapi kok kenapa Usa dibuat mati? Memang Daud salah karena Tabut Allah tidak boleh dibawa begitu saja. Tidak bisa shortcut. Ada cincin-cincin untuk dipanggul, bukan dinaikkan di atas kereta. Rupanya Daud tidak baca manual book-nya.
Betapa sering kita marah sama Tuhan, padahal kita niat baik, padahal niat kita belum tentu seturut Firman Tuhan. Waktu kita salah, kita marah-marah sama Tuhan. Manual book-nya apa? Kita suka ngga baca manual book, sudah meledak baru cari itu manual book.
Daud kemudian baca manual book, ternyata harus demikian caranya.
Kita pun harus lakukan demikian, bagaimana membawa Tabut Allah kembali ke Yerusalem?
- Apabila pengangkat-pengangkat tabut TUHAN itu melangkah maju enam langkah, maka ia mengorbankan seekor lembu dan seekor anak lembu gemukan.
- Dan Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan.
- Daud dan seluruh orang Israel mengangkut tabut TUHAN itu dengan diiringi sorak dan bunyi sangkakala.
Ini cara yang Tuhan mau supaya tabut Allah sampai dengan selamat ke Kota Yerusalem, ini juga caranya Saudara menghargai, mengundang hadirat Tuhan yang membawa kesembuhan, damai sejahtera, kedamaian, berkat dalam nama Tuhan Yesus Kristus!
Caranya mengundang hadirat Tuhan. Pertama, ada korban ucapan syukur, waktu yang Saudara berikan, keuangan, macam-macam yang namanya korban. Daud membawa korban dengan sekuat tenaga. Apa pun yang Saudara korbankan dalam persekutuan, datang ke sini, tidak ada yang sia-sia.
Apalagi? Daud pakai baju efod, berbicara kekudusan.
Saudara tidak ada kata lain, kita harus hidup dalam kebenaran Firman Tuhan.
Terakhir untuk mengundang hadirat Tuhan, kita lakukan doa, pujian, dan penyembahan. Kita lakukan itu, maka hadirat Tuhan akan mendatangkan kesembuhan, damai sejahtera sukacita, mujizat kreatif masih ada.
Amin.