Rasa cukup

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Hari-hari ini kita terus dikagetkan dengan banyaknya kejadian yang menimpa bangsa kita, Indonesia. Mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan gempa bumi yang melanda NTT, juga isu nasional seperti berulangnya kejadian keracunan karena Makan Bergizi Nasional (MBG) yang telah memakan banyak korban.

Kasus-kasus mega korupsi juga hampir tidak pernah absen setiap tahunnya di Indonesia. Tagar #KaburAjaDulu sempat menjadi tren viral di media sosial Indonesia yaitu ajakan untuk generasi muda untuk pindah, bekerja, atau kuliah di luar negeri. Ini menjadi bentuk frustasi dan sindiran terhadap pemerintah atas kondisi bangsa.

Kalau kita telaah lebih lagi mengenai kejadian-kejadian di atas, hampir semua kejadian tersebut terjadi karena ulah tangan manusia. Mungkin ada di benak kita pertanyaan, "Kok tega ya mereka melakukan korupsi sebesar itu? Padahal jabatan, kekayaan, kenyamanan sudah dimiliki semua. Jawabannya: Tidak pernah cukup!"

Nah itu, rasa cukup ternyata tidak dimiliki oleh para oknum yang tidak bertanggung jawab. Dunia sedang mengajarkan more is better! (lebih banyak, lebih baik). Miliki banyak uang, hidupmu akan lebih bahagia. Miliki banyak aset, masa depanmu terjamin. Dan masih banyak lagi.

Tuhan Yesus mengajarkan melalui doa Bapa kami di Matius 6:11 'Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya Rasul Paulus juga mengingatkan kepada Timotius asal ada makanan dan pakaian, cukuplah 1 Timotius 6:8).

Banyak orang mengejar rasa cukup dari cara pandang dunia, ironisnya dunia tidak pernah mengenal rasa cukup. Sehingga banyak manusia jatuh ke dalam kejahatan karena cinta uang. Karena memburu uanglah orang menyimpang dari iman (1 Timotius 6:10).

Rasa cukup bukan soal perasaan atau usaha manusia melakukan penghematan. Rasa cukup berbicara tentang hubungan dengan pribadi Kristus. Semakin engkau cukup di dalam Kristus, semakin engkau akan mempunyai hidup dalam segala kelimpahan (Yohanes 10:10).

Bukan kelimpahan uang atau harta benda duniawi, melainkan keselamatan dan hidup kekal. Kelimpahan dalam Kristus memberikan damai sejahtera di tengah badai, pengharapan di tengah keputusasaan, dan sukacita dalam dukacita.

Mari kita memiliki rasa cukup akan Kristus, roh kuduslah yang memberi kekuatan untuk melakukan segala perkara (Filipi 4:13). Termasuk dalam tugas besar dalam penyelesaian amanat agung. Amin. (AP)

Rasa cukup bukan soal perasaan atau usaha manusia melakukan penghematan. Rasa cukup berbicara tentang hubungan dengan pribadi Kristus. Semakin engkau cukup di dalam Kristus, semakin engkau akan mempunyai hidup dalam segala kelimpahan.