Jangan takut dan gelisah

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Ketakutan dan kegelisahan adalah hal yang manusiawi, tetapi kita tidak boleh membiarkannya menguasai hati. Saat kita jujur kepada Tuhan dan tetap berharap kepada-Nya, damai sejahtera akan bertumbuh dalam hidup kita. Ingatlah bahwa Tuhan yang menolong di masa lalu tetap setia menolong hari ini.

Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Mazmur 43:5

Pemazmur sedang berbicara kepada dirinya sendiri. Sekalipun ia seorang pemuji Tuhan, rasa takut dan gelisah tetap bisa datang. Namun ia tidak menyangkal kegelisahannya, melainkan jujur mengakuinya dan mengarahkannya kepada Tuhan.

Ada beberapa cara untuk mengatasi ketakutan dan kegelisahan:

  1. Jujur mengakui perasaan kita
  2. Datang kepada Tuhan apa adanya, termasuk dalam kelemahan, dan membawanya dalam doa.
  3. Tetap berharap kepada Tuhan
  4. Percaya walaupun keadaan berubah. Harapan lahir saat fokus kita tertuju kepada Tuhan, bukan pada masalah.
  5. Mengingat pertolongan Tuhan di masa lalu
  6. Jika dahulu Tuhan sudah menolong, maka sekarang pun Ia tetap sanggup menolong. Tuhan tetap baik.
  7. Mengisi pikiran dengan doa dan pujian
  8. Saat kita berdoa dan memuji Tuhan, kekuatan baru diberikan kepada kita.
  9. Berserah kepada Tuhan
  10. Damai tidak selalu datang sekaligus, tetapi bertumbuh ketika kita terus berjalan bersama-Nya.

Takut dan gelisah bisa datang kepada siapa saja, tetapi kita tidak harus tinggal di dalamnya. Saat kita mengarahkan hati kepada Tuhan, harapan dan kekuatan baru akan muncul.

Amin.