Menderita dengan sabar

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Penderitaan karena kebenaran adalah bagian dari panggilan orang percaya dan merupakan tanda kasih karunia Allah. Ketika kita menguduskan Kristus sebagai Tuhan dalam hati, kita tidak lagi dikuasai ketakutan, tetapi hidup dalam pengharapan yang teguh. Kesabaran dalam penderitaan menjadi kesaksian yang memuliakan Tuhan dan mempersiapkan kita untuk kemuliaan bersama Kristus.

Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

1 Petrus 2:19

Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar.

1 Petrus 3:14

Dalam kehidupan ini, tidak semua orang percaya mengalami penderitaan yang sama. Namun sebagai pengikut Kristus, kita harus siap untuk menderita dengan sabar, apabila karena iman kepada-Nya kita menghadapi tekanan, penolakan, atau ketidakadilan.

Firman Tuhan mengajarkan bahwa penderitaan karena melakukan kebenaran bukanlah tanda kekalahan, melainkan tanda kasih karunia. Sikap hati kitalah yang menentukan apakah penderitaan itu menjadi beban atau menjadi kesaksian.

  1. Kuduskanlah Kristus di dalam hati sebagai Tuhan
  2. Ketika Kristus benar-benar menjadi Tuhan dalam hati kita, maka ketakutan terhadap manusia tidak lagi menguasai kita. Kita tidak hidup untuk menyenangkan dunia, tetapi untuk berkenan kepada Allah.

    Takutlah kepada Tuhan, bukan kepada mereka yang hanya dapat menyakiti tubuh. Sebab Kristuslah yang berdaulat atas hidup dan kekekalan kita.
  3. Siap memberi pertanggungan jawab dengan lemah lembut
  4. Penderitaan tidak membuat kita pahit atau keras hati. Sebaliknya, kita dipanggil untuk tetap siap memberi pertanggungan jawab tentang pengharapan yang ada pada kita, dengan sikap yang lemah lembut dan penuh hormat.

Kesabaran kita dalam penderitaan menjadi kesaksian nyata tentang karya Kristus dalam hidup kita.
Kristus sendiri telah menderita bagi kita. Ia disalibkan sebagai manusia, tetapi dibangkitkan dalam kemuliaan dan kini duduk di sebelah kanan Allah. Jika kita mengambil bagian dalam penderitaan-Nya, kita pun akan mengambil bagian dalam kemuliaan-Nya.

Karena itu, menderita karena kebenaran bukanlah aib, melainkan kehormatan. Kesabaran kita menunjukkan bahwa iman kita bukan sekadar pengakuan bibir, tetapi keyakinan yang hidup.

Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat. (1 Petrus 3:15)
Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat. (1 Petrus 3:17)

Tuhan Yesus memberkati kita semua.