Hidup dalam damai, bukan hidup dalam dendam
![]() | |
| Inspirational | |
| Tanggal | 23 Desember 2025 |
| Oleh | William Wijaya |
| Baca juga | |
| |
| |
menyimpan dendam dan kebencian hanya akan menjauhkan kita dari Tuhan dan memenjarakan hati kita sendiri. Firman Tuhan memanggil kita untuk hidup dalam damai, membuang kepahitan, dan menyerahkan pembalasan sepenuhnya kepada Tuhan. Dengan mengalahkan kejahatan melalui kebajikan, hidup kita menjadi alat pemulihan dan kesaksian bagi kemuliaan Allah.
Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia.
Segala kepahitan, kegeraman, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.
Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang.
Semakin kita menyimpan kesalahan dan kebencian, semakin kita terpenjara di dalam dosa dan semakin jauh dari Tuhan. Hati yang penuh dengan dendam adalah asal mula kekacauan, tetapi hati yang mencintai Tuhan adalah asal mula dari segala pemulihan. Karena itu Firman Tuhan menasihatkan agar kita tidak menuntut balas dan tidak main hakim sendiri, sebab Tuhanlah yang berjanji akan membalas dengan adil.
Firman Tuhan juga mengajarkan bahwa apabila musuh kita lapar, kita harus memberinya makan, dan apabila ia haus, kita harus memberinya minum. Dengan demikian kita menumpukkan bara api di atas kepalanya, yang berarti orang tersebut akan merasa malu sendiri atas perbuatannya. Jangan biarkan kejahatan menguasai diri kita, tetapi taklukkanlah kejahatan dengan kebajikan, sehingga hidup kita tetap berkenan di hadapan Tuhan.
Amin.
