Stay cool — Tetap tenang di tengah badai
![]() | |
| Inspirational | |
| Tanggal | 25 Desember 2025 |
| Oleh | Lusiana Elizabeth |
| Baca juga | |
| |
Badai dalam hidup bukan berarti Tuhan meninggalkan kita, tetapi sering kali menjadi sarana Tuhan untuk menguatkan dan menaikkan iman kita. Tuhan Yesus mungkin tampak diam, namun Ia selalu hadir di dalam perahu kehidupan kita dan sanggup berdiri di atas setiap pergumulan. Pesan Tuhan bagi kita jelas: tetap tenang, jangan takut, karena Dia ada bersama kita.
Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"
Dalam hidup ini, kita pasti mengalami banyak masalah dan badai yang menerpa perahu kehidupan kita. Ini adalah sebuah fakta yang tidak bisa dipungkiri. Firman Tuhan dalam Injil Matius 14 dan Markus 4 menguatkan kita ketika para murid berada bersama Tuhan Yesus di dalam perahu yang diterpa badai. Bahkan dalam Markus 4 disebutkan secara spesifik bahwa Tuhan Yesus tidur di perahu dengan beralaskan tilam, yang menunjukkan bahwa Ia benar-benar tidur dengan sengaja.
Terkadang dalam kehidupan kita, Tuhan seolah-olah membiarkan kita menghadapi badai sendirian. Namun sesungguhnya Tuhan sedang mengizinkan iman kita di-upgrade. Para murid yang berada di perahu, termasuk Petrus dan Andreas yang adalah nelayan berpengalaman, seharusnya sudah terbiasa menghadapi ombak. Tetapi Tuhan mengatur suatu badai yang belum pernah mereka alami sebelumnya, sampai di dalam pikiran mereka muncul keputusasaan, bahkan merasa lebih baik mati saja.
Tuhan telah membekali kita dengan hikmat untuk menyelesaikan masalah, tetapi tidak jarang Tuhan mengizinkan situasi yang melampaui hikmat manusia kita, supaya kita belajar bersandar sepenuhnya kepada-Nya. Ketika para murid membangunkan Tuhan Yesus, Ia bangun dan berkata kepada angin dan ombak supaya tenang. Sebagai manusia, ketika menghadapi situasi seperti itu, kita pasti diliputi kepanikan dan tekanan.
Dalam kehidupan orang Kristen, ada satu perbedaan besar: ada Tuhan Yesus di dalam perahu kita. Ada banyak perahu di Danau Galilea, tetapi hanya satu perahu yang di dalamnya ada Tuhan Yesus. Ada banyak manusia di dunia ini, tetapi Tuhan Yesus tinggal di dalam hidup kita. Tuhan Yesus yang ada di dalam hidup kita bukan Tuhan yang tinggal diam; Ia rindu diajak berbicara melalui doa, seruan, dan penyembahan.
Dalam Matius 14, para murid menyeberang dengan perahu tanpa Tuhan Yesus bersama mereka. Tuhan mengizinkan ombak kembali menerpa perahu itu, sehingga mereka kembali putus asa dan tidak tahu harus berbuat apa. Lalu Tuhan Yesus berjalan di atas air menghampiri mereka dan berkata: Tenanglah! Aku ini, jangan takut! Seberapa besar pun ombak dan pergumulan dalam hidup kita, Tuhan Yesus mampu berdiri di atas semuanya.
- Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.
Tuhan melampaui semua ombak kehidupan kita. Dalam kisah ini, Tuhan tidak langsung meredakan ombak, tetapi lebih dahulu menyatakan diri-Nya: Aku ini, jangan takut. Banyak pertanyaan sering melemahkan iman anak-anak Tuhan ketika doa belum dijawab. Namun Tuhan mengizinkan semua itu terjadi karena Ia ingin berbicara kepada kita: Tenanglah, Aku ini, jangan takut.
- Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.
