Hidup di dalam perkenanan Tuhan

Dari GBI Danau Bogor Raya
Revisi sejak 24 November 2022 11.08 oleh Leo (bicara | kontrib) (Penggantian teks - "| tanggal =" menjadi "| date=")
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Lompat ke: navigasi, cari
RK.jpgRK.jpg
Renungan khusus
Tanggal05 Februari 2012
Sebelumnya
Selanjutnya

Kita sudah meninggalkan tahun 2011 dengan penuh sukacita dan kemenangan yang gemilang, dengan mengalami dan menikmati visi Tuhan sebagai masa Multiplikasi dan Promosi. Saat ini kita bersama-sama memasuki tahun baru, era baru dan musim yang baru, tahun 2012 ini dengan penuh keyakinan, iman dan pengharapan; bahwa tahun 2012 ini lebih baik dari tahun 2011. Hal-hal yang belum dicapai di tahun 2011 kemarin akan kita raih bersama-sama di tahun 2012 ini karena tahun 2012 ini adalah Tahun Perkenanan Tuhan.

Bagaimana caranya supaya kita mengalami perkenanan Tuhan atau bagaimana caranya supaya kita dapat berkenan di hadapan Tuhan?

#1 Hidup manusia yang mengenal Allah

“Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.” (Hosea 6:3)

Mengapa ada dua kali kata “mengenal” yang tertulis dalam Hosea 6:3 di atas?

Suatu kata atau kalimat yang diulangi sampai dua kali atau lebih, berarti ada hal yang sangat penting, yang harus diketahui oleh si pembaca, dalam hal ini kita harus sungguh-sungguh mengenal Tuhan. Itu berarti pengenalan akan Allah adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia.

  • Pengenalan manusia akan Tuhan adalah jalan ke arah hubungan yang intim dengan Tuhan
  • Pengenalan manusia akan Tuhan menentukan kualitas hidup manusia di masa saat ini dan di masa mendatang.
  • Pengenalan manusia akan Tuhan, maka membuat manusia akan melakukan segala sesuatu yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

#2 Hidup yang terus diperbaharui setiap hari

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2)

Hidup yang kita hidupi saat ini merupakan suatu proses menuju pembaharuan budi, sehingga semakin hari semakin disempurnakan untuk mencapai standarnya Tuhan.

Ketika kita mengambil keputusan untuk percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, maka seharusnya kita mengalami suatu perubahan yang signifikan dalam hidup kita yaitu suatu pembaharuan hidup dalam hal karakter, kerohanian, tindakan, tingkah laku dan perbuatan.

Ketika kita percaya kepada Tuhan Yesus maka seharusnya karakter manusia kita mati dan tidak berkuasa lagi atas hidup kita, kemudian yang mendominasi dan menonjol dalam kehidupan kita adalah karakter Kristus Yesus Tuhan.

“Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” Galatia 2:20

#3 Hidup yang berfokus kepada Tuhan

“Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” (Filipi 3:13-14)

Rasul Paulus adalah pribadi yang me-ngalami perubahan kehidupan, kalau boleh dikatakan Rasul Paulus mengalami suatu perubahan yang spektakuler di dalam hidupnya, di mana dia memasuki era baru, memasuki musim yang baru dan memasuki masa yang baru dari pribadi yang menentang Allah menjadi Penginjil dan Pewarta Firman Tuhan, mengapa seperti itu?

  1. Karena sangat kuat pengenalannya akan Kristus
  2. “Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.” (Filipi 3:8)
  3. Karena hidupnya terfokus kepada Allah
  4. “... Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” (Filipi 3:13-14) Hidup yang terfokus kepada Allah membuat kita semakin memperoleh pengenalan akan Dia. Hidup yang terfokus kepada Allah membuat kita semakin kuat dalam menjalani kehidupan kita. Hidup yang terfokus kepada Allah membuat hidup kita semakin terorientasi kepada hal-hal yang sifatnya kekal. Hidup yang terfokus kepada Allah berarti hidup kita berkemenangan dalam pergumulan dan permasalahan hidup yang walaupun kita hidup dalam masalah dan pergumulan tersebut.

Sumber

  • [IP] (05 Februari 2012). "Renungan Khusus". Warta Jemaat. GBI Jalan Gatot Subroto. Diakses pada 11 Februari 2012.