Iman yang diteruskan kepada generasi berikut
| Materi COOL Umum | |
|---|---|
| Tanggal | Jumat, 20 Februari 2026 |
| Penulis | Departemen COOL |
| Unduh | Google Drive |
| |
| |
| |
Banyak keluarga Kristen berhasil melahirkan anak secara biologis, tetapi gagal melahirkan iman secara rohani kepada generasi penerusnya. Alkitab dengan tegas menunjukkan bahwa iman tidak diwariskan secara otomatis, melainkan diteruskan secara disengaja, relasional, dan penuh urapan Roh Kudus.
Bacaan: 2 Timotius 1:5-6 ; Amsal 22:6
Pendahuluan
Banyak keluarga Kristen berhasil melahirkan anak secara biologis, tetapi gagal melahirkan iman secara rohani kepada generasi penerusnya. Alkitab dengan tegas menunjukkan bahwa iman tidak diwariskan secara otomatis, melainkan diteruskan secara disengaja, relasional, dan penuh urapan Roh Kudus. Dalam 2 Timotius 1:5 (TB2) Rasul Paulus menulis kepada Timotius bahwa iman bisa diteruskan, tetapi bukan melalui genetika melainkan melalui keteladanan, pengajaran, dan impartasi rohani. Sebagai insan pentakosta, iman bukan hanya doktrin yang diajarkan, tetapi kehidupan rohani yang dihidupi, disertai urapan Roh Kudus. Paulus tidak berhenti pada iman Timotius, tetapi melanjutkan dengan perintah: Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah, yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. (2 Timotius 1:6 TB2). Ini menunjukkan bahwa iman dan karunia harus diaktifkan secara sadar. Warisan rohani tanpa aktivasi akan menjadi potensi yang mati.
Isi dan sharing
Ada tiga hal yang akan kita renungkan dan pelajari bersama terkait dengan bagaimana kita dapat meneruskan iman kepada generasi yang berikutnya:
- Iman diteruskan melalui keteladanan yang terlihat
- Iman diteruskan dengan mengobarkan api dalam diri anak-anak
- Warisan rohani harus disengaja, bukan sekedar diharapkan
Pertanyaan diskusi
- Tetapkan waktu rohani sederhana namun konsisten (5–10 menit): Doa bersama sebelum tidur, membaca satu perikop/pasal per hari disertai dengan satu kalimat refleksi (perenungan) lalu doa singkat mendoakan kebutuhan anggota keluarga. Jangan lupa libatkan semua generasi (anak, remaja, dewasa), bukan hanya orang tua yang bicara.
- Beri kesempatan nyata kepada generasi muda untuk: Memimpin doa di rumah atau COOL, melayani (musik, doa, multimedia, sosial), bersaksi tentang pengalaman mereka dengan Tuhan.
Kesimpulan dan saling mendoakan
Sebagai insan pentakosta, kita percaya bahwa Allah adalah Allah Abraham, Ishak, dan Yakub, Allah lintas generasi. Tetapi setiap generasi harus mengalami Allah secara pribadi, bukan hanya mewarisi cerita. Mazmur 78:6 TB2, ...supaya anak-anak, yang akan lahir kelak, bangun dan menceritakannya kepada anak-anak mereka.
Jadwal
- 06 Feb: Materi COOL 1
- 13 Feb: Materi COOL 2
- 20 Feb: Materi COOL 3
- 27 Feb: Doa keliling